WARNING!!
HARAP BIJAK MEMBACANYA.
JIKA TIDAK SUKA,JANGAN DI LANJUTKAN.JIKA SUKA LANJUTKAN SAMPAI HABIS😉😉
Sylvia Dawn Ashford seorang wanita berusia 20 tahun,ia bukanlah wanita biasa yang bukan hanya mempunyai kecantikan bak Dewi namun,wanita ia juga wanita yang tangguh ia merupakan CEO dari perusahaan terbesar di dunia, kekayaannya melimpah ruah.di samping itu ia adalah Queen mafia yang di takuti oleh seluruh orang di dunia.
namun,ia malah meninggal karena penghianatan adik yang di angkat olehnya.adik angkatnya iri dengan apa yang di miliki oleh Sylvia dan Sylvia tidak menyangka bahwa hidupnya berakhir di tangan orang yang ia sayang.
namun sepertinya Tuhan tidak membiarkan perjalanan Sylvia berakhir,kini Alexa malah memasuki tubuh seorang siswi berusia 16 tahun yang tidak di inginkan oleh keluarganya.gadis yang culun dan penakut,Sylvia bertekad menjalani hidup nya di kehidupan ke dua itu dengan membalas orang yang menyakiti pemilik tubuh yang ia tempati dan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R3C2YMYFMYME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 4
Sesampainya di sekolah siswa-siswi terkejut saat melihat seorang gadis cantik keluar dari mobil yang biasanya di gunakan oleh Lidia.
"siapa itu??bukankah itu mobilnya Lidia??"
"siapa siswi itu??cantik sekali dia"
"hadoohh kalian ini,itu pacar masa depan ku"
"hadehh ngaco Lo,ngaca bro"
Clara tidak memperdulikan kata-kata orang-orang di sana,karena baginya itu tidak penting.
ia mengambil tasnya dan menggendong nya di bahu kirinya.
tak berselang lama mobil david dan Daniel memasuki parkiran sekolah.
David,Daniel dan Lidia keluar.
grep.
David mencengkram erat Krah baju Clara.
"Lo semakin kurang ajar Clara,beraninya kamu ambil mobil Lidia dan buang barang-barang pribadinya begitu saja!!"ucap David marah.
"apa??!!itu si cupu Clara??"
"kok bisa dia berubah jadi angsa??"
"gilaaa!!"
"kak udah kak,jangan di perbesar"ucap Lidia sok lembut.
"tapi,aku bingung kak Clara sebenarnya benci dengan ku kenapa??kalo kakak mau mobilnya silakan pakai aja,tapi jangan buang barang-barang aku hiks"ucap Lidia lalu menangis di pelukan Daniel.
"Clara gue rasa lo semakin tidak terdidik saja"ucap Daniel.
Clara tersenyum sinis lalu menatap ke arah David dengan tajam.
"lepaskan tangan kotor mu dari baju ku"ucap Clara datar.
"Lo!!"ucap David marah lalu melayangkan tamparan kepada Clara namun sebelum tamparannya mendarat Clara mencengkram tangan ya dengan erat.
"kamu salah bermain-main dengan ku tuan muda David"ucap Clara menyeringai.
sedangkan David terteguh menatap wajah Clara yang menyeringai seolah-olah Clara itu bukan Clara yang penakut biasanya.
tiba-tiba David merasa tubuhnya melayang di udara dan kemudian di banting ke tanah dan rasa sakit menjalar.
AAGGRRHH.
"DAVID,KAK DAVID!!"teriak Daniel dan Lidia.
Dan beberapa anggota OSIS datang dan membantu membawakan David ke UKS namun mereka tidak berani menghentikan Clara.
"kalian sudah salah mencari masalah di pagi indah ku"ucap Clara sambil berjalan mendekati Daniel dan Lidia.
Lidia yang bergemetar ketakutan merasakan aura intimidasi yang di keluarkan oleh Clara langsung bersembunyi di belakang Daniel.
"apa yang kau lakukan?"ucap Daniel sambil melindungi Lidia.
"apa yang ku lakukan??Humm aku hanya ingin mengklarifikasi pernyataan yang kau ucapkan tadi"ucap Clara menyeringai dan berhenti 2 langkah di depan Daniel.
"aku memang tidak terdidik,karena ku tidak punya keluarga yang mendidik ku"ucap Clara menyeringai dan tersenyum mengejek ke arah Daniel.
"lalu kenapa aku menggunakan mobil ini??karena memang awalnya mobil ini milik ku yang di beli dengan harta ibu ku dan dia adalah anak pungut yang tidak tau asal muasalnya malah berjalan atas harta ibu ku"ucap Clara.
"kau yang tidak berhak!!kau adalah pembunuh"ucap Daniel.
"haha aku pembunuh??kalau begitu bukan kah kamu juga membunuh,membunuh mental seseorang sampai ia tidak tau apakah dia sudah berada di neraka atau surga"ucap Clara yang membuat Daniel terteguh sekaligus bingung dengan perkataan Clara.
"jangan bermain-main dengan ku,jika kau tidak ingin menjadi potongan-potongan kecil di tangan ku"bisik Clara kepada Lidia lalu pergi dari sana dengan santai dan tanpa ekspresi.
Di belakang kerumunan ada sekelompok siswa laki-laki yang terlihat tampan,seorang dari mereka menyunggingkan senyumannya melihat aksi Clara tadi.
"menarik" batinnya.
"gila cewe itu Hulk kah??body nya aduhai tapi tenaganya macam Hulk"ucap pria bernama Nathaniel.
"kalau dia tau kau berkata begitu mungkin selanjutnya kamulah yang akan di banting"ucap Jonathan.
"enak saja,otot ku masih sangat kuat.ya kan pak bos??"ucap Nathaniel kepada seorang pria yang sangat tampan dan berwajah datar gunung es.
"tidak perduli"ucapnya datar lalu pergi dari sana.
"ayo kembali ke ruang OSIS"ucap Oscar yang pribadinya sebelas duabelas sama seperti pria tadi.
-
-
-
Sesampainya di kelas,Clara langsung menendang pintu kelas 11 IPA 2 dan masuk ke sana.
Sedangkan orang-orang di dalam kelas hanya bisa menelan ludah kasar karena mengetahui apa yang terjadi di parkiran tadi.
Clara berjalan menuju tempat duduknya yang berada di paling pojok belakang kemudian ia duduk dengan tenang di kursi miliknya,matanya menatap orang-orang yang menatapnya.
sekejap saat Clara menatap mereka dengan datar semuanya mengalihkan tatapan mereka tak berani menatap Clara.
"cih para bocah ini benar-benar kepo"batin Clara.
Tak berselang lama lonceng berbunyi bertepatan dengan dua orang siswi yang masuk ke kelas dengan ngos-ngosan.
"hufff hosh untung masih sempat"ucap Mira.
"sama gue juga hosh hosh"ucap Amara.
Keduanya berjalan sambil mengatur napas mereka,mereka berjalan ke arah bangku mereka namun,mata Mira menangkap sosok gadis cantik yang duduk di kursi sahabatnya.
"hey"ucap Mira menghentikan langkah Amara.
"apaan sih Mira,gue tuh udah napasnya di ujung tanduk mana lagi pak Taike masuk kelas entar"ucap Amara.
"noh lihat kursi sahabat kita di duduki orang lain"ucap Mira.
"wahh,gak boleh di biarin nih.kita labrak aja noh orangnya"ucap Amara sambil mengangkat lengan bajunya.
"gas"ucap Mira yang juga mengangkat lengan bajunya.
Keduanya berjalan menuju Clara hal tersebut tidak sempat di cegat oleh ivana sang ketua kelas,sesampainya di depan meja Clara keduanya memukul meja Clara yang membuat sang empu mendongakkan kepalanya menatap tajam keduanya.
Gluk
Keduanya meneguk ludah kasar saat melihat tatapan bak silet itu.namun keduanya menekan rasa takut mereka demi sahabat tercinta mereka.
"l-lo murid baru yah??kenapa Lo asal duduk di sini??ini bangku Clara sahabat kami"ucap Mira dengan segenap keberaniannya.
"iya,seharusnya Lo duduk di bangku lain,kan ini bangku yang udah jelas-jelas udah ada pemiliknya"ucap Amara.
"kalian merusak ketenangan pagi ku Mira, Amara"ucap Clara datar.
"ehh!!Lo kenal kita berdua??"ucap Mira.
"entar-entar,kok gue kenal ni sama suara dia"ucap Amara.
"emang siapa??"ucap Mira.
"kok mirip suara Clara yah,mirip suara Clara pas baru keluar dari rumah sakit tuh"ucap Amara.
"ehh iya gue juga baru nyadar"ucap Mira.
Clara menghela napas melihat kebodohan dua manusia yang mengaku sebagai sahabatnya.
Clara mengeluarkan kartu pelajarnya dan meletakkan nya di atas meja.
Tuk
Keduanya lngsung menatap kartu pelajar itu,baru sedetik kemudian mata mereka melebar bersamaan dengan mulut mereka yang juga ternganga.
"what??ini serius??!"ucap keduanya.
"oh my God ini Lo benaran Clara?"ucap Mira.
"suer,Lo jadi cantik kayak Dewi masuk ke hati ku"ucap Amara.
"berisik,kembali ke tempat duduk kalian sebelum aku mengikat bibir kalian yang terus mengoceh"ucap Clara.
TBC
semangat juga ka buat nulis cerita nya😁😁💪🏻💪🏻