NovelToon NovelToon
Cinta Kita Belum Usai

Cinta Kita Belum Usai

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yoyota

Raisa memiliki prinsip untuk tidak memiliki anak setelah menikah. Awalnya Edgar, suaminya menerima prinsip Raisa itu. Tapi setelah 6 tahun pernikahan, Edgar mendapatkan tekanan dari keluarganya mengenai keturunan. Edgar pun goyah dan hubungan mereka berakhir dengan perceraian.

Tanpa disadari Raisa, ternyata dia mengandung setelah diceraikan. Segalanya tak lagi sama dengan prinsipnya. Dia menjadi single mother dari dua gadis kembarnya. Dia selalu bersembunyi dari keluarga Gautama karena merasa keluarga itu telah membenci dirinya.

Sampai suatu ketika, mereka dipertemukan lagi tanpa sengaja. Di saat itu, Edgar sadar kalau dirinya telah menjadi seorang ayah ketika ia sedang merencanakan pernikahan dengan kekasihnya yang baru.

Akankah kehadiran dua gadis kecil itu mampu mempersatukan mereka kembali?

Follow Ig : @yoyotaa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Ting!

Ting!

Ting!

Sederet pesan, masuk secara bersamaan membuat Raisa jadi kesal siapa yang berkirim pesan di waktu si kembar sudah tidur di sebelah kanan dan kirinya.

Di saat Raisa mengeceknya, ternyata pesan itu berasal dari Edgar.

Kamu udah tidur?

Kalau belum tidur bisa kirim foto si kembar ke aku?

Raisa menghela napasnya lalu mengirim foto si kembar ke Edgar ditambah sebuah pesan menohok untuk Edgar.

Aku sudah kirim foto mereka. Kalau bisa jangan hubungi aku, sebelum aku yang menghubungi kamu. Si kembar sedang tidur bersamaku, hampir saja mereka terbangun karena notifikasi pesan darimu.

Setelah membalas pesan itu, Raisa langsung menonaktifkan mode suara dari ponselnya. Dia melihat ke si kembar dan mengelus kepala mereka bergantian.

Rasa takut kembali hadir dalam hatinya. Meski Edgar berkata tidak akan mengambil si kembar darinya, bagaimana jika si kembar sendiri yang memilih papinya? Apalagi selama ini dirinya terlalu banyak mengatur si kembar. Ia benar-benar takut.

"Mami tidak punya siapa-siapa lagi selain kalian. Karena Om kalian pasti nantinya memiliki keluarga. Mami nggak sanggup kalau harus dipisahkan."

Tanpa sadar, air mata Raisa menetes begitu saja.

*

*

Beberapa hari telah berlalu, Raisa sudah keluar dari rumah sakit dan bisa melakukan aktifitasnya lagi. Tapi kalau untuk bekerja dia memang sengaja mengambil cuti selama satu Minggu untuk masa pemulihan. Jadi selama itu, dia hanya ada di rumah, yang mengantar dan menjemput sekolah si kembar adalah Roni atau kadang bergantian dengan Pamela.

Raisa masih belum berbicara tentang Edgar yang sudah tahu si kembar adalah anaknya dan meminta bertemu dengan si kembar. Ia bahkan belum menghubungi Edgar perihal pertemuan untuk mereka.

Di saat, Raisa tampak termenung di ruang tamu, terdengar suara cempreng dari Mia yang baru saja pulang dari sekolah.

"Mia pulang, Mi," teriaknya.

"Berisik Mia! Lagi panas-panasnya jangan nambahin hawa panas juga di telingaku!"

"Dasar nyebelin!"

"Aduh ! Kalian ini yang akur dong," ucap Pamela yang melerai si kembar.

"Kia Aunty, dia yang mulai soalnya."

Di saat Kia ingin menanggapi ucapan Mia, Pamela menghentikannya.

"Lebih baik kalian masuk kamar dan ganti baju. Jangan lupa bajunya langsung digantung karena besok mau dipakai lagi. Jangan ditaruh sembarangan. Kasian Mami kalian yang masih belum sembuh seutuhnya."

"Siap Aunty!"

Si kembar pun langsung berjalan menuju kamar mereka. Keduanya memang sengaja tak langsung bertemu Mami mereka karena takut kuman yang mereka bawa dari luar akan tersebar ke mami mereka yang masih dalam masa pemulihan.

"Si kembar sangat-sangat pengertian Ra. Kamu beruntung memiliki anak seperti mereka."

"Ya, kamu benar La. Aku memang sangat beruntung. Kalau dulu aku benar-benar menggugurkan mereka, mungkin aku akan menyesal seumur hidupku."

"Tapi pada kenyataannya, meskipun di waktu itu kamu merasa tidak mampu, kamu tetap mempertahankan mereka. Kenapa kamu duduk disini? Kaya orang yang banyak pikiran aja."

"Aku emang banyak pikiran La. Banyak hal yang terjadi di luar kendaliku akhir-akhir ini. Seperti sebuah bom yang perlahan-lahan akan meledak begitu saja."

"Coba ceritakan," pinta Pamela ke Raisa.

Raisa pun menceritakan pertemuannya dengan Edgar yang pertama kalinya setelah delapan tahun sampai yang terakhir ketika Edgar menjenguknya di rumah sakit.

Pamela sangat terkejut mengetahui hal tersebut, apalagi Raisa baru menceritakan sekarang padanya. Dirinya jadi merasa tidak dianggap keberadaannya oleh Raisa.

"Tega banget, nggak cerita-cerita. Tapi aku akan memakluminya, karena mungkin kamu juga masih tidak menyangka. Terus kamu mau gimana? Kamu akan mempertemukan mereka, kan?"

"Entahlah, aku masih belum siap, La. Aku takut akan kemungkinan terburuk yang akan terjadi."

Pamela memegang bahu Raisa dan menghadapkan wajah Raisa untuk menatap dirinya.

"Kalau nunggu kamu siap, mau sampai kapan? Sampai si kembar besar dan mereka sudah tidak membutuhkan sosok papi lagi? Atau kamu mau mereka tidak mengenal papi mereka? Kalau seperti itu, kamu egois namanya Ra. Kalau sudah seperti ini, jalan satu-satunya adalah mempertemukan mereka. Biarkan mereka merasakan kasih sayang papi mereka."

"Aku takut, La. Takut," ucap Raisa dengan suara yang bergetar.

"Tidak ada yang perlu kamu takutkan. Mau sekaya apapun Edgar dan sebaik apapun Edgar di mata si kembar, kamu tetap yang paling mereka sayangi. Percaya sama aku, mereka akan tetap memilih kamu."

Pamela berusaha meyakinkan Raisa kalau tidak ada yang perlu ditakutkan sama sekali dari mempertemukan ayah dan anak itu.

"Kalau yang terjadi malah sebaliknya?"

"Tidak mungkin, Ra. Kamu selalu berpikiran buruk terus. Inilah kenapa kamu sulit untuk melupakan kejadian buruk dari hidup kamu. Karena kamu terus memikirkan hal buruk sampai lupa bahwa masih ada hal baik yang kamu alami. Kamu sudah berjuang sampai sejauh ini, masa iya kamu mau balik lagi kaya dulu? Katanya mau jadi ibu yang baik untuk si kembar. Jadi cobalah untuk cerita bahwa papi mereka ingin bertemu. Biarkan si kembar yang memilih mau bertemu atau tidak dengan papi mereka."

Raisa terdiam sejenak kemudian menatap wajah Pamela. Dia masih merasa belum waktunya si kembar bertemu dengan papi mereka.

"Tenang dan hadapi semuanya."

*

*

"Girls, Mami mau bicara, jangan langsung ke kamar ya, setelah makan nanti."

"Oke, Mi," jawab keduanya bersamaan ketika sedang berada di meja makan untuk makan malam.

Di saat itu, Roni sedang tak ada di rumah karena ada lemburan di kantornya. Jadi hanya ada mereka bertiga saja di rumah, sementara Pamela sudah pulang di waktu sore harinya.

Makan malam telah selesai, si kembar pun masih ada di meja makan. Keduanya menunggu Raisa untuk bicara hal penting yang mau dibicarakan.

"Mi, ada apa? Apa ada hal yang serius?" tanya Kia yang memulai obrolan lebih dulu.

"Iya, ada apa sih, Mi? Aku jadi penasaran, tidak biasanya mami minta bicara begini."

"Kalau Mami katakan, Papi kalian ingin bertemu, apa kalian mau bertemu sama Papi?"

Keduanya tak langsung menjawab, melainkan saling lirik-lirikan seolah ingin menyamakan jawaban.

"Apa boleh Mi?" tanya Mia

Raisa mengangguk untuk menjawabnya.

"Apa Papi akan senang kalau bertemu kita?' tanya Kia.

"Tentu saja Papi akan senang."

"Aku harap nanti pacar Papi nggak marah."

Mendengar jawaban dari Kia, membuat Raisa jadi terdiam. Mungkin Tamara akan terkejut mengetahui ternyata Edgar adalah duda yang memiliki anak. Tapi, Raisa berharap adanya si kembar tidak akan jadi penghalang untuk hubungan kedua orang itu karena Raisa tak mau disalahkan. Karena memang pertemuannya dengan Edgar adalah sebuah kebetulan semata.

"Nggak akan sayang, ya udah kalian masuk ke kamar dan kerjakan pr kalau ada. Besok sore kita akan bertemu papi kalian."

"Hore!"

Mia lah yang paling heboh karena akan bertemu Edgar sementara Kia masih terlihat biasa-biasa saja. Seolah-olah sosok papi begitu tak berpengaruh dalam hidupnya.

"Semoga keputusan aku membiarkan mereka bertemu adalah keputusan yang tepat."

*

*

TBC

Ramaikan kolom komentar ya guys, hihi.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kok ceritanya kayak muter² terus Thor terlalu lama ngulur waktu dengan hal yang sama.
maaf ya Thor Aku bacanya sampe sini saja.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kan di telak omongan sama Bimo, Setuju sih apa kata Bimo.
harusnya kalau masih ragu Edgar jangan dulu ambil keputusan serius.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kia si kakak yang dewasa, pendiem dan suka memendam perasaannya terus si Bungsu Mia yang ceria dan ceplas ceplos.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga bahagia endasMu, Kamu sudah mau nikah dengan Tamara terus apa namanya Edgar... kan Kamu sendiri yang siap menikah lagi dan bilang sendiri kalau Kamu sudah Ngga mencintai Raisa jadi rasain resikonya jadi laki2 Plin Plan ga tegas.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuuhh Elsa sudah tau lagi.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gas Bian kalau memang Kamu serius kejar Saja Raisa asal jangan dibkecewakan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dih ngelihat Edgar kayak gitu mending Raisa di buat sembuh dengan Traunya Thor terus berjodoh dengan laki² lain aja deh rasanya ga ikhlas banget kalau mereka bersatublagi apa lagi punya Ibu mertua kayak gitu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dasar si Kembar ada³ saja ngomongin kejelekan Maminya sendiri di depannya langsung.🤭😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Pli Plan jadi laki², hatinya masih Abu² tapi masih bisa jalin hubungan dengan Tamara bahkan sudah sentuhan fisik pula.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
apa yang ngadain acara di restoran itu Rdgar sama Tamara ya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasihan si Kembar... Raisa juga keras kepala kenapa ga sedikit saja lunakin hatinya buat ketemuin sama Edgar biar mereka ga Trauma apa lagi malah denger cerita teman sekolahnya kan jadi parno Mereka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Coba hubungin Edgar atau Adiknya, Sa ajak ketemuan di Cafe dan bicarain yang sebenarnya... untuk hasilnya mereka entah mau nerima kehadiran si Kembar atau ngga itu urusan nanti yang penting kamu sudah ga rahasiain Mereka lagi.
hubungan Kamu dengan Edgar mungkin sudah Kandas tapi Anak² juga ga salah kalau ingin ketemu Papinya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh kok Aku jadi ikut deg²an ya, tar gimana si Kembar perasaannya kalau tau Papaihnya sudah punya Tunangan.🫣
Raisa Kamu harus trrus kuat ya buat Anak²Mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Edgar alasan belum siap tapi giliran sosor²an mah mau² aja, kalau gitu mending mau aja di ajak nikah sama si Tamara.

Masih mending Raisa biarpun keras kepala dan egois tapi masih bisa jaga diri, hidupnya fokus pada Anak²nya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Lho mau ngasih jawaban apa Edgar... 🫣
kalaupun Edgar jadi dengan Tamara kasihan si Kembar biarpun Edgar ga tau kalau Dia sudah punya Anak dari Raisa tapi yang bikin sekenarionya kan Author jadi ga tau gimana ntar.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Trauma boleh Sa tapi kan nikah lumayan lama juga sampe 6thn pula dan rasa takutmu harusnya sedikit demi sedikit bisa pulih karna ada Suami yang setia dampingin plus setia sama Kamu... tapi susahnya Kamu kayak ga mau sembuh dan terus berfokus pada alasan itu oba kalau bener² mau berubah mah pasti bisa.
Ayo Sa belajar berani kek, jangan sembunyi terus karna mau lari sejauh apa pun kalau sudah saatnya takdir mempertemukan Kalian bertemu ga bakal bisa menghindar.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mungkin sebenarnya keluarga Edgar baik tapi di sini Raisa yang posisinya salah karna keras kepala dan egois jadi yang buat jarak yang Dia ciptakan sendiri buat si Kembar juga sulit mengenal Ayahnya dan Keluarga Yang lain.
coba turunkan egoMu Risa dan pikirka psikologis anakMu juga karna mereka merindukan sosok Papahnya tapi Mereka ga berani bicara karna takut.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Setujubkata Roni, peran dan kasih sayang seOrang Ibu ga akan sama dan ga akan bisa gantikan peran seOrang Ayah yang di butuhkan Si kembar, Raisa
susahnya kamu merasa kalau semua baik² saja padahal Anak²mu hanya bisa memendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Raisa ini aneh, yang namanya Nikah ya pasti setiap Orang/pasangan, keluarga ada keinginan punya keturunan... kalau ga mau punya anak ya ga usah nikah sekalian, ngapain juga hidup berumah tangga.. itu Egois namanya hanya mikirin keinginan sendiri tanpa mikirin pasangan maupun keluarga yang butuh penerus.
Ririn
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!