NovelToon NovelToon
Aisah Jodoh Ku

Aisah Jodoh Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dijodohkan Orang Tua / Dokter Genius / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:15.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lilik Bunda Abib

Ardi Wijaya.
seorang mahasiswa siswa kedokteran berusia 20 tahun. pria tampan. yang memiliki tinggi tubuh 175 cm. kulit putih dan berhitung mancung. pintar dan juga Soleh harus patah hati ketika gadis yang di cintai nya menerima lamaran dari bosnya.
ia juga harus menerima di jodohkan dengan adik dari gadis tersebut. yang bernama Aisah. seorang gadis yang cerdas dan juga ceria. apa kah Aisah bisa mengantikan posisi kakaknya di hati pria tampan itu?

bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 4

Ardi memandang Doni dengan tatapan tajam. Membuat Doni menghentikan kalimatnya. Doni masih memandang wajah gadis kecil tersebut. Diambil nya ponsel dari saku celananya, dilihatnya status Ardi yang terakhir di IG Ardi. Foto Arumi saat masih kecil. Doni senyum.

“Kalau lo gak mau untuk gue ya? Gue mah iklas dan ridho nungguin nih bocah gedek,” ucap Doni yang tidak putus-putusnya memandang wajah gadis kecil tersebut.

Ardi menendang kaki Doni.

“Aduh.... Sakit bro.” Rintih Doni.

Gadis kecil tersebut masih bergayut di tangan Ardi. Gadis kecil tersebut mendongakkan kepalanya ke atas. Melihat wajah Ardi. “Abang Ardi sudah jumpa kak Arum?”

“Sudah.”

“Bang Ardi jangan sedih ya. Ada Ica di sini.” Hibur gadis kecil tersebut. Seakan gadis kecil itu mengetahui seperti apa perasaannya saat ini.

Ardi mengerutkan keningnya saat mendengar kalimat gadis kecil yang polos tersebut. “Kenapa bang Ardi sedih?” Tanya Ardi.

“Iya, karena kak Arum sudah di lamar sama mas Habibi. Abang Ardi tenang aja, Ica gak akan pacaran sama siapapun. Ica akan tunggu abang Ardi. Abang Ardi mau kan nungguin Ica?”

Ardi mengerutkan keningnya sambil tersenyum mendengar kalimat gadis kecil tersebut. “Nanti kalau Ais sudah besar, bang Ardi udah tua. Apa Ais masih mau?” Tanyanya kemudian.

“Umur bang Ardi sekarang berapa?” Tanya gadis itu.

“20 tahun.”

“Kalau nanti umur Ica 21 tahun dan bang Ardi 30 tahun. Menurut Ica gak tua kok.” Ucap gadis tersebut dengan senyum mengembang di wajahnya.

“Emangnya Ais banyak yang naksir?” tanya Ardi

“Ya banyak lah bang. Ica cantik gini. Tapi tetap aja gak ada yang berani dekati Ica.”

“Kenapa?” Tanya pemuda itu penasaran.

“Ica kan atlet taekwondo.”

Ardi senyum, dan kemudian ia mengusap puncak kepala gadis tersebut. “Ais gak boleh nempel-nempel sama bang Ardi.”

“Kenapa?” Tanya gadis kecil tersebut.

“Ais itu perempuan, bang Ardi laki-laki.” Ucap nya.

“Belum halal ya bang?” Tanya gadis kecil itu.

Ardi menganggukkan kepalanya.

“Jadi kalau udah nikah boleh?”

“Boleh.” Jawab Ardi.

Gadis kecil tersebut tersenyum sambil melepaskan tangannya yang memeluk lengan Ardi.

“Ingat ya, Ais gak boleh pegangan sama semua laki-laki.”

Ais menganggukkan kepalanya. “Ica ngerti. Pasti bang Ardi cemburu kalau Ica di pegang-pegang sama cowok lain.”

Doni dan Ari udah gak tahan dengar gadis kecil tersebut. Rasanya mereka ingin mengeluarkan ketawanya dan ngakak.

“Iya abang Ardi cemburu.” Jawab Ardi.

“Bang, Ica ke dalam dulu ya. Ngecek kak Arum.”

Ardi menganggukkan kepalanya.

“Besok abang jangan ninju kaca lagi.” Sambil memegang tangan Ardi yang di perban dan meniupnya.

Ardi diam saat mendengar ucapan gadis tersebut. Bagaimana gadis itu tau bahwa dia sudah meninju kaca. Saat ia berbIcara dengan Arum, Aisah tidak ada di sana. Namun sebelum pergi, gadis kecil tersebut mencium pipi Ardi terlebih dahulu dan pergi sambil tersenyum.

“Gila,. Tuh adeknya lebih agresif dari kakaknya. Lebih cantik, cantik banget. Kalau udah gedek gimana cantiknya itu.” Ucap Doni yang masih menatap gadis kecil tersebut.

“Bener tuh,” jawab Ari.

Ardi kembali diam tidak mau ambil pusing dengan ocehan teman-temannya.

Mereka duduk dengan mendengarkan musik band yang membawakan lagu-lagu melow.

********

Ardi hanya diam saat melihat rombongan pria yang melamar sahabatnya itu datang. Ia memilih untuk duduk di luar. Ia hanya menundukkan kepalanya. Ini begitu menyakitkan baginya.

Dua sahabatnya itu tidak mau masuk ke dalam. Mereka memilih untuk berada di dekat sahabatnya yang berusaha untuk tegar, mereka hanya hanya mendengarkan dari suara mikrofon. Yang membuat mulut mereka terbuka lebar, begitu juga dengan para tamu yang hadir yang pada umumnya adalah tetangga Arum, saat mendengarkan pihak keluarga Habibi mengatakan memberikan hantaran 5 milyar. Ari dengan reflek berkata, “Bisa buat rumah sakit.” Ari langsung mendapat tendangan di kaki dari Doni. Ardi hanya diam menundukkan kepalanya. Tidak ada yang tau bahwa air matanya menetes. Ia kemudian pergi ke mobil nya dengan alasan mengambil sesuatu.

Ardi duduk di dalam mobil ia berusaha menetralkan perasaannya. Matanya sudah memerah. Ia membenamkan kepalanya di stir mobil dan membuka sedikit jendela mobilnyanya. Ia mendengarkan seorang pria yang berstatus sebagai moderator dari keluarga Habibi tersebut langsung menyampaikan tanggal pernikahan mereka yang sudah di pilih oleh keluarga Habibi.

“Bagaimana acara pernikahan putra putri kita, kita selenggarakan tiga minggu lagi. Bagaimana ibuk Siti.” Ucap moderator tersebut.

Siti yang masih shock. Dengan cepat menjawab. “iya”.

********

Cukup lama ia berada di dalam mobil tersebut. Dengan posisi seperti itu ia kemudian menutup rapat jendela mobilnya. Saat acara lamaran sudah selesai ia kembali ke meja yang ada sahabatnya. Sudah ada naura dan juga Sarah di sana. Ia duduk disebelah Doni.

Sarah memandang Ardi. Ia begitu sangat kasihan melihat Ardi yang terlihat begitu hancur. Ia ingin menghiburnya namun tidak tau bagaimana caranya. Ardi terlalu bersikap dingin. Seharusnya ia merasa senang, karena Arum sudah di lamar Habibi, namun melihat kondisi Ardi ia sungguh tidak tega. Sarah gadis yang dari dulu berhak mendapatkan cintanya sejak awal mereka masuk kuliah.

 

**********

like komen nya ya.

vole nya jangan lupa.

1
Danny Muliawati
waduh kasian amat tmn icha untung ragu3
Danny Muliawati
smga jd tuh kecebong 😃
Danny Muliawati
beneran tah lucy tulus bantu msh ragu
Danny Muliawati
rupa nya kelakuan si lucu tunggu yah lucy balasan nya
Danny Muliawati
bkn nya tlp polisi malah pd nonton
Danny Muliawati
sumpah mom aq nangis bc nya
Danny Muliawati
kan di amrik jg ada mesjid bs di mualaf kan di sana mom
Danny Muliawati
ini alamat keburu hamil dr pd kuliah nya 😁
Danny Muliawati
Tian jg mo jd mualaf
Danny Muliawati
lucu jangan mcm2 ica jago bela diri hihihi
Danny Muliawati
ana sdh dpt hidayah alhamdulillah
Danny Muliawati
😄😄😄😄
Danny Muliawati
smga semua nya pd jadian yg jomlo2 🩷
Danny Muliawati
seru banget yah suka aq mom tq yah
Danny Muliawati
keren d seru sumpah aq suka pk banget 🩷
inchieungill
apartemen
inchieungill
masa anak kelas 1 sma tebakannya saru gitu.
Nurul Fujiyah
ceritanya bagus 👍🥰
Eli Mei
aisah 11 thn
Eli Mei
lama.gak.baca noveltoon krn pindah ke lapak seblh,tbtb kangen kisah ardi aisah,cuzzz deh baca lg setelah 2thn yg lalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!