Serafina Olivia mencintai Ravin Haryaka Arthadipa sejak ia berusia 17 tahun. Pria yang setahun lebih tua darinya itu, merupakan anak dari rekan bisnis sang papa. Tumbuh dan besar di lingkungan yang sama, membuat Sera semakin menyukai Ravin. Hingga suatu hari, rencana perjodohan dua keluarga pun terdengar. Tanpa berpikir dua kali, Sera pun menerima perjodohan itu demi bisa hidup bersama pria pujaan hatinya. Bahagia hanya terasa di awal cerita. Semuanya berubah, saat rahasia hati Ravin terungkap. Pria itu tidak pernah mencintai Sera. Hatinya hanya untuk wanita lain. Di tengah lelah menanti cinta Ravin yang tak kunjung berlabuh padanya. Sera pun di hadapkan pada dua pilihan. Bertahan dalam ketidakpastian dan sakit hati. Atau pergi untuk membebaskan hati dengan cinta yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Terbongkarnya Rahasia Ravin.
FLASHBACK ON!!
Mama Thalina mengajak Raditya untuk tinggal di sebuah ruko, yang selama ini menjadi tempat usaha— salon kecantikan, wanita berusia 30 tahun itu.
Untuk sementara, mereka akan tinggal di lantai 2. Karena letak ruko itu juga tidak jauh dari sekolah Raditya.
Kehidupan Raditya kecil pun berubah drastis. Ia yang dulunya pergi ke sekolah dengan di antar jemput oleh sopir pribadi, kini harus naik angkutan umum. Bahkan terkadang jalan kaki untuk menghemat uang jajannya.
Bocah berusia 10 tahun yang dulunya hidup di manja sebagai tuan muda keluarga Arthadipa, kini di paksa menjadi dewasa oleh keadaan.
Tak ada lagi kemewahan dalam hidupnya. Raditya juga di paksa untuk hidup mandiri.
“Pak Sopir.” Mata Raditya berbinar ketika melihat sopir pribadi yang dulu selalu menjemputnya.
Namun, binar mata bocah itu seketika redup ketika melihat sang sopir kini hanya menjemput Ravin tanpa sedikitpun menoleh padanya.
Raditya pun memilih pulang berjalan kaki. Meski raganya lebih letih dari biasanya. Ia harus tetap bertahan demi sang mama.
Setengah jam perjalanan ia tempuh dari sekolah menuju ruko salon kecantikan sang mama karena berjalan kaki.
Dan setelah 2 minggu tinggal berdua di dalam ruko. Raditya kembali mendengar sebuah fakta baru, yang tak seharusnya ia dengar di usia belia seperti itu.
Kondisi salon siang itu begitu sepi. Hanya ada sang mama dan seorang pria di dalam.
“Bu. Saya sudah menyelidiki hubungan pak Raja dan Bu Irene.” Ucap seorang pria yang terlihat lebih tua dari sang mama.
“Apa yang pak Tama dapatkan?” Tanya mama Thalina.
Raditya yang hendak masuk ke dalam ruko, pun mengurungkan niatnya. Ia memilih berdiri di balik tanaman hias yang lebih tinggi dari tubuh bocah itu.
Pria lawan bicara mama Thalina pun menghela nafas panjang.
“Pak Raja dan Bu Irene tak hanya sebatas atasan dan bawahan, Bu. Bahkan, Ravin adalah putra mereka.”
Raditya berusaha mencerna ucapan pria dewasa itu. Yang menyebut nama sang papa dan tante Irene. Dan Ravin adalah putra mereka.
Di tengah kebingungan Raditya, ia di kejutkan oleh teriakan sang mama.
“Tidak! Itu tidak mungkin. Ravin usianya 2 tahun lebih muda dari Raditya. Mana mungkin mas Raja mengkhianati aku selama itu?”
Usia Ravin 8 tahun. Jika di tambah masa kehamilan 9 bulan, maka papa Rajendra telah berkhianat hampir 9 tahun lamanya.
“Tetapi itulah kenyataannya, Bu. Mereka bertemu 9 tahun lalu di Surabaya. Dan terjadilah sesuatu yang membuahkan hasil dan di beri nama Ravin Haryaka Arthadipa.” Jelas pria itu.
Mata mama Thalina kembali membola sempurna.
Hampir selama 2 tahun Irene dan putranya tinggal di paviliun belakang, mama Thalina bahkan tidak mengetahui nama lengkap Ravin.
Mama Thalina sama sekali tidak pernah mengkhianati papa Rajendra. Apalagi sampai memiliki anak dari hasil hubungan gelap.
Entah dari mana datangnya foto dirinya tidur dengan seorang pria. Mama Thalina pun tidak pernah mengingatnya.
“Jadi selama ini, aku menampung selingkuhan suamiku di rumah sendiri? Bahkan mereka menuduhku yang berkhianat. Ternyata merekalah yang berkhianat.” Mama Thalina menjadi histeris kemudian jatuh pingsan.
“Mama!” Raditya pun berlari keluar dari tempat persembunyiannya.
“Mama. Bangun, ma. Kamu apakan mama saya? Kenapa mama saya pingsan?” Teriak Raditya pada pria itu.
“Nak. Kamu tenang dulu. Om bantu pindahkan mama kamu.”
Pak Tama memindahkan mama Thalina ke atas sofa. Kemudian memanggilkan seorang dokter untuk memeriksanya.
Mama Thalina mengalami tekanan darah rendah dan shock berat sehingga menyebabkan kehilangan kesadaran.
Dan semenjak mengetahui kebenaran hubungan papa Rajendra dan tante Irene, mama Thalina menjadi sering sakit - sakitan.
Wajah cantiknya berubah pucat. Berat badannya merosot jauh.
Pak Tama selalu datang untuk membantu bahkan menjemput Raditya ke sekolah.
Hingga suatu hari, mama Thalina memutuskan untuk menjual salon kecantikannya demi tetap bisa bertahan hidup dan biaya pengobatan dirinya.
Namun, takdir justru berkata lain. Tepat 2 bulan setelah kejadian itu, mama Thalina pun menyerah pada keadaan.
Ia tak sanggup bertahan hidup lebih lama. Dan memilih kembali ke pangkuan sang pencipta. Meninggalkan Raditya seoarang diri di dunia yang penuh kepalsuan ini.
Namun sebelum meninggal, mama Thalina tidak lupa menitipkan Raditya pada pak Tama.
“Raditya harus janji sama mama. Ambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik kamu, nak.” Pesan mama Thalina sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Raditya kecil hanya mampu menganggukkan kepalanya. Meski ia belum sepenuhnya mengerti.
Setelah mama Thalina meninggal dunia. Pak Tama menitipkan Raditya di salah panti asuhan yang ada di Jakarta Barat.
“Raditya. Untuk sementara kamu tinggal disini dulu. Om tidak mungkin membawa kamu ikut dengan om. Kamu tenang saja. Om akan selalu datang menjenguk kamu. Dan suatu saat nanti, om janji akan membawa kamu keluar dari sini. Supaya kamu bisa melakukan permintaan mama kamu.”
Pak Tama merasa iba melihat keadaan Raditya kecil. Ia tidak mungkin membawa bocah itu ikut bersamanya.
“Om. Om janji ‘kan akan datang lagi? Om tidak akan meninggalkan aku? Aku tidak punya siapa - siapa, om.” Raditya mulai terisak.
“Om janji. Om akan membantu kamu mewujudkan pesan terakhir mama kamu.”
FLASHBACK OFF !!
.
.
.
Setelah mendapatkan foto - foto dan data tertulis tentang Rania, Wira pergi menjemput Sera lebih awal.
Ia sudah tidak sabar menunjukkan bukti pengkhianatan Ravin pada dirinya.
“Sama seperti ibumu yang menunjukkan foto palsu tentang mamaku, begitu pula aku akan menunjukkan bukti perselingkuhan mu dan Rania pada Sera, Ravin.”
Wira menunggu Sera di lobby gedung Mahendra Corporation. Ia pun sudah mengirim pesan pada gadis itu. Kalau dirinya sudah datang menjemput.
Tak berselang lama, Sera pun muncul dari dalam lift. Wira dengan sigap berdiri dan menyambut sang nyonya.
“Apa mas Wira sudah mendapatkan apa yang saya minta?” Tanya gadis itu setelah berdekatan.
“Sudah, non. Kita bicara di mobil.” Ucap pria itu.
Sera menjadi penasaran. Ia pun menurut pada ucapan Wira.
Setelah mereka berada di mobil. Wira tak langsung menunjukkan foto itu pada Sera.
“Mas Wira.”
“Tunggu sebentar, non. Kita cari tempat untuk berhenti.” Wira menepikan mobilnya di pinggir taman tempat ia tadi pagi menghubungi orang suruhannya.
Setelah mobil berhenti, Wira mengeluarkan amplop coklat besar dari dashboard kemudian menyerahkannya pada Sera.
“Apa ini, mas?” Tanya Sera.
“Silahkan nona lihat isi di dalamnya. Orang yang tinggal di apartemen pak Ravin. Dan data sejak kapan orang itu tinggal.”
Mendengar ucapan Wira, Sera dengan cepat merobek bagian atas amplop itu.
Ia harus segera tau, siapa orang yang tinggal di apartemen Ravin.
“Rania.”
Mata Sera membulat sempurna.
Di dalam amplop itu terdapat foto Rania yang berada di lobby, kemudian masuk lift, lalu masuk di unit 707.
Semua foto - foto itu terlihat sangat jelas.
“Jadi Rania yang tinggal di apartemen kak Ravin?” Sera sungguh tak percaya.
“Nona bisa melihat sejak kapan dia tinggal di apartemen itu.” Ucap Wira.
Mata Sera kembali membulat sempurna, dengan bibir yang nyaris terbuka lebar.
“Hari pernikahan kami.” Gumam Sera.
“Lebih tepatnya, di malam pernikahan kalian.” Koreksi Wira.
Kepala Sera tiba - tiba berdenyut dan jantungnya berdebar dengan cepat.
“Jadi, kak Ravin masih berhubungan dengan Rania sampai sekarang?”
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟