NovelToon NovelToon
Hukuman Penjara Pengantin Pengganti Sang Mafia

Hukuman Penjara Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Adam Lorenzo Maxnore, bos mafia paling kejam di Asia Tenggara, kehilangan calon istrinya tepat pada hari pernikahan mereka akibat kecelakaan tragis. Giana Bianca Conti, wanita yang berada di mobil penabrak, dituduh sebagai pelaku, padahal kakak angkatnya, Amerda, adalah orang yang sebenarnya mengemudi dan melarikan diri.

Terjebak dalam amarah Adam, Gia harus menanggung kebencian pria yang menganggapnya sebagai pembunuh calon istrinya. Sementara itu, Amerda justru mengambil kesempatan untuk menggantikan Gia menikah dengan Ricardo Dominic demi menyelamatkan kehormatan keluarga.

Mampukah Gia membuktikan dirinya tidak bersalah? Dan apa yang akan terjadi ketika Adam mengetahui bahwa wanita yang dibencinya ternyata hanyalah korban pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Pada akhirnya, semua orang telah duduk di tempat masing-masing, tetapi tidak ada satu pun yang benar-benar merasa nyaman. Udara di ruangan itu seolah membeku, terlebih dengan kehadiran Adam Lorenzo Maxnore yang sejak tadi menunjukkan wajah dingin tanpa sedikit pun keramahan.

Pria itu duduk dengan satu kaki bertumpu pada kaki lainnya. Kedua tangannya bertaut di depan tubuh, sementara sorot matanya menyapu setiap orang yang berada di hadapannya. pertanggungjawaban.

Di sisi lain, Gia duduk dengan punggung sedikit bersandar pada sofa. Tubuhnya masih lemah, dan pergelangan tangannya terasa nyeri akibat cengkeraman kasar Sadam beberapa saat sebelumnya. Sesekali, ia melirik pria yang duduk tidak jauh darinya itu, Adam terlihat masih marah.

Gia bisa melihatnya dari rahang pria itu yang mengeras, jemarinya yang sesekali mengepal, serta tatapan tajam yang seolah mampu membuat siapa pun kehilangan keberanian untuk berbicara.

Marco yang duduk di sebelah Adam pun menyadari hal tersebut. Ia mengenal atasannya dengan sangat baik. Ketika Adam terlalu tenang di tengah kemarahan, justru saat itulah orang-orang di sekitarnya harus berhati-hati.

Sadam sendiri masih menyimpan amarah terhadap Gia. Namun, kehadiran Adam membuatnya terpaksa menahan diri, meskipun harga dirinya sebagai kepala keluarga Conti terusik karena putrinya kembali bersama pria yang selama ini hanya ia kenal sebagai sosok berkuasa dan berbahaya.

Adam akhirnya membuka suara.

"Saya tidak datang ke sini untuk membicarakan urusan keluarga Anda." Suaranya rendah, tetapi cukup untuk membuat seluruh perhatian tertuju kepadanya.

"Saya datang untuk menuntut pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan Amerda."

Nama itu membuat Gia spontan mengangkat wajah. Maudi yang duduk di samping Sadam ikut menegang, sementara Sadam langsung mengernyitkan dahi.

"Apa maksud Anda, Tuan Adam?" tanyanya dengan nada tertahan.

Adam tidak langsung menjawab. Ia justru mencondongkan tubuh ke depan, menatap Sadam tanpa sedikit pun rasa gentar.

"Saya sudah menyelidiki kecelakaan yang menewaskan Veronika. Semuanya sudah saya periksa, termasuk keterangan saksi, jejak orang-orang yang terlibat, dan bukti yang sengaja dihilangkan."

Gia membeku, dia tahu Adam sedang menyelidiki kecelakaan itu, tetapi ia tidak menyangka pria tersebut telah melangkah sejauh ini. Bahkan, setelah semua yang terjadi di antara mereka, Adam masih terus mencari kebenaran di balik kematian Veronika.

"Terus hasilnya?" tanya Sadam, mulai kehilangan kesabarannya.

"Amerda terbukti terlibat." Jawaban itu meluncur begitu saja dari bibir Adam.

Maudi seketika menutup mulutnya. Sementara itu, mata Gia membesar. Ia menoleh ke arah Adam, seolah ingin memastikan bahwa dirinya tidak salah mendengar, jika Amerda terbukti bersalah. Akhirnya, seseorang mengatakan hal itu dengan tegas di hadapan keluarganya sendiri.

"Bagaimana Anda bisa mengatakan hal seperti itu?" Sadam langsung menyela. "Apa bukti Anda? Jangan menuduh putri saya tanpa dasar!"

Adam tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak mengandung kehangatan.

"Putri Anda?" Ia mengulang dua kata itu dengan nada mengejek.

"Menarik sekali. Anda bahkan belum mendengar penjelasan saya, tetapi sudah sibuk membela orang yang salah."

Wajah Sadam memerah, Adam tidak peduli.

"Meskipun rekaman CCTV di sekitar lokasi kecelakaan telah dihapus, saya tidak berhenti sampai di situ. Orang yang berada di balik penghapusan rekaman tersebut sudah saya tangkap."

Gia menahan napas, Marco yang duduk di samping Adam pun sedikit mengalihkan pandangannya. Ia memang mengetahui bahwa Adam memerintahkannya menyelidiki kasus itu. Namun, ternyata pria tersebut juga bergerak sendiri di belakangnya. Adam bahkan telah menemukan orang yang menghapus rekaman CCTV tanpa sepengetahuan Marco.

"Orang itu sudah mengaku," lanjut Adam. "Dia mengakui keterlibatan Amerda dalam penghilangan bukti tersebut."

Marco terdiam, dia tidak menunjukkan keterkejutan secara berlebihan, tetapi dalam hati ia menyadari sesuatu. Adam bukan hanya memercayai hasil penyelidikan yang diserahkan kepadanya. Pria itu juga menjalankan penyelidikan lain melalui bawahan yang kain, memastikan setiap celah yang mungkin terlewat oleh Marco. Adam rupanya tidak pernah benar-benar menyerahkan seluruh urusan itu kepada siapa pun.

Sementara itu, Sadam bangkit berdiri dengan wajah merah padam.

"Cukup!" Suaranya menggema di ruang keluarga.

"Anda pikir siapa diri Anda sampai berani datang ke rumah saya dan menuduh putri saya melakukan kejahatan? Amerda tidak mungkin melakukan hal seperti itu! Dia tidak punya alasan untuk mencelakai siapa pun! Jangan hanya karena kekuasaan anda di atas saya, Anda bisa semena-mena? Anda lupa, saat ini Amerda menantu dari Tuan Sagara, calon perdana menteri negara ini," ujar Sadam bangga.

Adam perlahan mengangkat wajah. Tatapannya berubah semakin gelap.

"Anda ingin bicara tentang alasan dengan saya?" Ia berdiri dari sofa.

"Kalau begitu, tanyakan kepada putri Anda mengapa dia meninggalkan Gia di dalam mobil setelah menabrak Veronika. Tanyakan mengapa hanya Gia yang ditemukan di dalam kendaraan ketika orang-orang saya tiba di lokasi."

Gia terdiam, Sadam mengepalkan kedua tangannya.

"Jaga ucapan Anda!"

"Kenapa?" Adam memotong tajam. "Anda akan kembali menyalahkan Gia? Mengatakan bahwa dia yang menyebabkan semuanya? Atau Anda akan mengarang cerita lain untuk melindungi Amerda seperti yang selalu Anda lakukan?"

"Tuan Adam!" Maudi spontan berseru, berusaha menghentikan pertengkaran itu.

Adam bahkan tidak peduli dengan suara orang lain, Sadam melangkah maju, tak sanggup lagi menahan amarahnya.

"Jangan berani menghina keluarga saya di rumah saya sendiri!"

Kalimat itu menjadi pemicu terakhir. Adam yang sejak tadi menahan emosinya mendadak mengayunkan kaki ke arah meja sofa di hadapannya. Meja itu bergeser keras, menghantam lutut Sadam yang berdiri tepat di belakangnya.

"Akh!"

Sadam meringis kesakitan. Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan ia jatuh terduduk kembali di sofa, kedua tangannya refleks memegangi lututnya, Maudi menjerit kecil.

Gia tersentak hingga tubuhnya menegang. Sementara Marco segera berdiri, mengamati keadaan dengan waspada. Para pelayan yang berada tidak jauh dari pintu langsung menundukkan kepala, tak seorang pun berani bergerak mendekat.

Adam berdiri tegak di hadapan mereka, napasnya terdengar berat. Ia sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas tindakannya. Sebaliknya, sorot matanya Semakin mengerikan ketika menatap Sadam yang masih memegangi lutut.

"Siapa Anda berani meninggikan suara Anda di depan Saya?"

1
Al Fatih
Apa-apaan ini gia,, koq gitu sih sikapnya....,, mengecewakan...
Qta semua membelanya,, mendukung nya...,, eh malah dia yg nawarin diri utk bertahan d rumahnya Sadam. Kecuali kalo dirimu kuat,, d jahatin bisa balas,, d pukul bisa balas memukul,, bisa mu hanya menangis saja...,, Qta perempuan memang makhluk lemah....,, tapi jangan melemahkan dirimu kayak gitu juga Gia. Kau berharap ayahmu Sadam akan terharu....,, hingga akhirnya menyayangimu....,, seperti berharap salju turun d tengah hutan yang terbakar....,, mustahil.
Ita rahmawati
malah ditinggalin di sarang setan 🤦
+1
hamil🌚
⍥⃝⃝꩗ᴜᥱ֟፝ᥱɴ_𝔅𝔢𝔢𖹭.ᐟ🐝
Paok, bodoh, tolol, bego. Bisa2 nya kau tinggal dirumah bersarang manusia egois, & tak punya hati serta penjahat gitu 😤 kesal akh lihat kekonyolan si gia. Seharusnya dia sadar klau d rumah itu tidak ada yg jdi pelindung untuk ny.Apalagi kalau amerda tau kau d rumah, mampus lah kau d siksa d tambah ayahmu
Ita rahmawati
kelamaan lah dam dramanya,, cus bilang aja amerda anak Sadam SM selingkuhannya Niar gia SM mamanya tau
Ita rahmawati
sama aja si Sadam SM Adam 🙄
ngapain nyari amerda dirumah Adam GK langsung tempat mertuanya 🤔
Ita rahmawati: lah ya iya pas baca bab ini agak terkejut tetiba Adam nyalon perdana Mentri juga 🤣
ternyata bgtu,, utk nyaingin pak Sagara dn kalo dia menang kan lebih mudah ya ngadepin sagaranya 🤣
total 2 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
berharap Adam membuka jati diri siapa amerda siih ,,
Susma Wati
kalau tuan adam mengatakan kalau amerda adalah anak kandung tuan sadam dari wanita masa lalu nya, apakah nyonya maudi dan gia akan tetap membela tuan sadam atas siksaan tuan adam terhadap tuan sadam, apakah nyonya maudi akan pergi meninggalkan tuan sadam karena kebohongan yang di simpan tuan sadam brrtahun tahun, dan lebih membela amerda yang terbukti bersalah dan menyalahkan gia!
Ass Yfa
biarkan Adam menghabisi ayahmu Gia..dirimu ank yg tdk diiibginkan
aristi
kok lama bnget Thor jdi Kya muter2 ktanya mafia yg paling ditakutin kok nggretak bpknya gia aja susah bnget
Ass Yfa
Sadam tdk tahu diri
Al Fatih
Kenapa kau ga biarkan saja ayahmu d geprek sama mas Adam ,Gia.
ayahmu saja menginginkan kematianmu,, tak usah lah jadi orang yang terlalu baik,, karna pada akhirnya hanya akan d injak2 saja .
dyah EkaPratiwi
Sadam bener2 kurang ajar
Ni'mah azzahrah Zahrah
lanjut lagi dong thur, gia kamu ga boleh tinggal di rumah bapakmu sadam lagi, mungkin sadam bukan bapak kandungmu
Ni'mah azzahrah Zahrah
nah gitu, kurang ajar sekali si sadam jg, menolak kebenaran dan menjadikan gia sebagai tumbal
erviana erastus
bungkam mulutx sadam ih ngalahin perempuan bacotx to the point aza dam langsung buka aibx sadam kasih tau kemaudi siapa amerda kan beres drpd bacot tunjukkan bukti yg kamu punya
Muft Smoker
POV Sadam : saya siapa ,, saya dimana , km siapa , km siapa ,,

lngsung ilang ingatan Dy kaki ny kebentur meja ,,
otak ny di kaki sih jdi bgtu sikap ny,, 😒😒😒😒😒😒
erviana erastus
mafia cemen kau adam tindak tegas tuh sadam buka aibx nih ceritanya panjang tapi berujung 😏
Naufal Affiq
itu belum seberapa tuan sadam,kau belum tau rahasia mu akan dibongkar di depan istrimu,tunggu saat nya
dyah EkaPratiwi
ayo lawan sadam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!