NovelToon NovelToon
DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikahmuda / Penyelamat
Popularitas:129.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Zavian Hartwell, 38 tahun. Menikah dengan Viona Lestari, janda anak satu. Zavian kaget karena setelah menikah, Viona malah menyodorkan putrinya untuk melakukan malam pertama mereka.

"Viona, kau gila? Dia putrimu. Dia masih anak-anak, " Zavian.

"Kita menikah karena bisnis, aku punya laki-laki lain. Tapi kau akan tetap akan merasakan malam pertama, dengan putriku. Dia akan menggantikan aku." Viona

"Tapi bunda ..." Mirella menatap ibunya memohon.

"Diam, lakukan perintah bunda. Kalau tidak, kamu akan di kirim ke luar negeri. Puaskan daddy Zavian!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Firasat Mirella benar. Ketika ia memeriksa hapenya, memang ada tiga telpon tak terjawab dari bundanya. Ketika di telepon balik, bundanya gak angkat. Mirella gelisah, mungkn bundanya telpon nyuruh dia pulang, jadi dia harus pulang secepatnya. Begitu melihat Bara muncul dari balik pintu masuk ruang tamu, ia mendekat dan bersuara pelan ke lelaki itu.

"Bara," suaranya pelan, tapi dapat di dengar oleh Bara. Pria itu berhenti tepat di depannya.

"Mm, a-aku mau pamit pulang. Bundaku udah nelpon." Mirella melanjutkan ucapannya lalu meraih ranselnya dan berjalan pergi hendak keluar rumah.

"Biar aku antar," kata Bara mengikutinya.

Mirella berhenti sebentar, menoleh dengan wajah yang canggung.

"Nggak usah. Aku bisa pulang sendiri. Terima kasih untuk hari ini,"

"Sudah malam, Mirella. Tidak aman kau berjalan sendirian. Dari sini jarang ada kendaraan umum dan taksi. Biar aku antar." Bara segera meraih kunci mobilnya dari atas meja sofa dan berjalan mendahului Mirella, seakan tidak akan menerima penolakan begitu saja.

Mirella menggeleng cepat, tangannya meremas ranselnya erat-erat.

"Benar-benar nggak perlu. Kamu ... Nggak perlu repot-repot."

Bara menatapnya lekat-lekat.

"Jangan menolak lagi, ayo."

Katanya, kali ini terdengar lebih tegas. Mirella pun tidak bisa menolak lagi. Dia terpaksa naik mobil Bara. Ini pertama kalinya dan rasanya, canggung sekali.

"Pakai seatbelt." ucap Bara. Mirella cepat-cepat melakukan yang cowok itu katakan.

Perjalanan di penuhi dengan keheningan. Mirella tidak tahu mau ngobrol apa, memilih pura-pura tidur.

"Di mana alamat rumahmu?" pertanyaan ith membuat Mirella membuka mata, berpikir sejenak lalu menjawab.

"Lurus aja, nanti dapat perempatan di depan sana belok kanan."

Bara mengangguk. Kemudian suasana kembali hening. Mirella menutup mata lagi. Padahal dalam hati dia merasa terlalu gugup berduaan saja dengan cowok yang diam-diam dia kagumi itu dalam hati.

"Apa kau seperti ini juga di rumahmu? Jarang bicara."

Mirella membuka matanya lagi. Melirik ke samping. Tidak ada jawaban. Tapi memang benar sih di rumahnya dia memang begini. Karena dia di ajarin bundanya untuk selalu kalem, jangan banyak bicara yang tidak perlu.

Bara tersenyum tipis.

"Nggak usah jawab kalau nggak nyaman." Katanya.

Mirella tertunduk. Begitu sampai di perempatan belok kanan, Mirella langsung menunjuk dengan asal. Ia menunjuk sebuah rumah sederhana yang katanya itu adalah rumahnya.

"Berhenti di sana aja kak, rumahku sudah dekat."

Bara menurunkan kecepatan mobilnya perlahan, lalu berhenti di tepi jalan tepat di depan rumah sederhana yang ditunjuk Mirella. Pagarnya berwarna hijau pudar, halamannya kecil dan tertata rapi.

"Kau yakin di sini?" tanyanya pelan, matanya menatap rumah itu sekilas sebelum beralih ke wajah gadis di sebelahnya.

Mirella mengangguk cepat, tangannya sibuk membuka sabuk pengaman.

"Iya. Terima kasih udah anterin aku."

Ia segera membuka pintu dan melangkah keluar dengan terburu-buru, seakan takut Bara akan bertanya lebih banyak. Tanpa menoleh lagi, ia berjalan menuju gerbang rumah itu, lalu berhenti sesaat di sana, pura-pura mencari kunci, menunggu sampai mobil Bara melaju pergi.

Bara tidak langsung menyalakan mesin. Ia menatap punggung gadis itu yang berdiri canggung di depan gerbang. Ada sesuatu yang terasa janggal. Rumah itu terlihat sepi, belum ada lampu yang menyala, dan tidak ada tanda-tanda seseorang baru saja pulang ke rumahnya. Beberapa menit kemudian, Bara lalu menyalakan lampu sein dan perlahan melaju pergi.

Mirella menghela napas lega saat melihat mobil itu menghilang di tikungan. Ia segera berbalik dan berjalan cepat ke arah yang berlawanan, menuju jalan utama untuk memesan taksi online. Hatinya berdebar-debar kencang, ia belum pernah berada di luar rumah malam-malam begini. Mana di daerah ini tampak gelap dan seram banget lagi. Mudah-mudahan taksinya cepat datang.

Mirella terus menunggu dengan harap-harap cemas. Begitu ada taksi yang muncul dan berhenti tepat di depannya dan ia memastikan itu adalah taksi yang dia pesan, barulah dia lega. Gadis itu cepat-cepat naik.

Mirella tidak sadar sama sekali kalau mobil Bara tidak benar-benar meninggalkan tempat itu. Lelaki itu sejak tadi memarkir mobilnya di jalanan yang agak gelap karena tidak benar-benar percaya rumah tadi adalah rumah Mirella. Entah kenapa gadis itu berbohong.

Bara mendengus pelan lalu mengikuti taksi yang membawa Mirella. Ia ingin memastikan gadis itu sampai di rumahnya dengan aman. Sekitar sepuluh menit perjalanan, taksi yang di ikutinya berhenti di depan sebuah rumah mewah dengan gerbang raksasa yang tak kalah besar dari rumah Bara. Bahkan lebih besar.

Bara berhenti agak jauh tapi masih bisa melihat Mirella dengan jelas. Ia melihat gerbang bagian samping terbuka dan dua orang laki-laki yang berjaga di depan membungkuk hormat pada Mirella. Sikap mereka itu seperti menunjukkan dengan jelas kalau Mirella bukan anak pembantu di rumah tersebut, melainkan majikan. Bara tertawa.

Lalu kenapa kau diam saja saat yang lain menganggapmu dari keluarga miskin?

Gumamnya dalam hati. Sebenarnya, Bara seringkali merasa kesal mendengar teman-temannya menganggap rendah Mirella. Tapi dia juga tidak bisa terang-terangan membela gadis itu. Ia tidak mau Mirella merasa tidak nyaman. Karena ia tahu, gadis itu tidak suka terlihat dan menghindari orang-orang.

Bara terus menatap gerbang besar itu yang perlahan tertutup kembali. Pikirannya kembali berputar pada semua hal kecil yang selama ini ia perhatikan diam-diam. Kadang ia berpikir, apakah ada sesuatu yang di alami gadis itu hingga dia menjadi tertutup dan seperti itu?

Bara menghela nafas panjang, menghembuskannya, lalu menyalakan mesin mobilnya dan perlahan memutar arah pulang. Setidaknya ia sudah lega melihat Mirella sampai dengan selamat di rumahnya.

Sementara itu, di dalam rumah, ternyata teman-teman sosialita ibunya masih ada. Ketika Mirella masuk, semua orang di dalam ruang tamu itu menatapnya. Cara tatapan mereka jelas-jelas menilai penampilan Mirella.

"Viona, apa dia putrimu?" salah seorang teman ibunya bertanya sambil terus menatapi Mirella dari bawah ke atas. Viona ikut menatap ke sang putri. Walau wanita itu tersenyum, Mirella sadar akan tatapan tajam sang ibu.

"Ah, iya. Dia putriku, namanya Mirella."

Semua wanita-wanita dengan gaya berkelas itu kini menatap Mirella dengan saksama.

"Ah, putrimu cantik sepertimu. Tapi kenapa tidak kau ajarkan cara berpenampilan yang baik? Aku bahkan mengira dia pembantu tadi."

"Benar Viona, padahal anak muda sekarang suka sekali bergaya loh. Apalagi kau ini kaya, penampilanmu menarik, suamimu juga sangat tampan. Kalau suatu hari nanti kalian jalan-jalan dengan putrimu itu, memangnya kalian tidak malu dengan penampilannya?

Kalimat-kalimat miring itu membuat Mirella terdiam kaku di tempatnya berdiri. Dan Viona, wanita itu malu sekali dengan perkataan teman-temannya. Tapi dia berusaha tampak santai dengan senyuman manis yang ia tunjukkan.

"Maaf ya, putriku dulu tinggal dengan neneknya di kampung. Aku tidak mengurusnya dari kecil jadi dia terlihat agak kampungan. Tapi tenang saja, aku pasti mengajarinya dengan baik nanti. Oh ya, tunggu sebentar ya. Kalian ngobrol saja."

setelah mengatakan kalimat yang justru semakin mempersulit Mirella, Viona maju mendekati sang putri.

"Ikut aku, anak bodoh." bisik Viona di telinga Mirella lalu menariknya ke lorong dapur menuju halaman belakang rumah itu.

1
~Hartwyn_Dee~
baguusss zavian,, Viona emng kudu di gertak dikit biar ga songong...
Syakirah Dzaky
Bagus Zavian , klo perluh sebarkan aja semua Video saat dia menyiksa anakx , jadikan itu sebagai bukti , biar dia di penjara sekalian
Naufal Affiq
emosi lah aku lihat si viona ini,entah dimana lah otaknya
Lilik Juhariah
cerita kak Mae gak pernah gagal
Lilik Juhariah
naaah gitu Daddy diancam ancam balik , jangan kalah sama viona iblis itu
Anisa Dwi riona
mantap zavian
faridah ida
baguuss Zavian ...👍👍👍
Al Fatih
Nah gitu dong Daddy zavian.....,, sama si Piona mah harus tegas,, kejam dan licik
faridah ida
Zavian kamu harus lebih pintar dan lebih licik dari viona ...
Fitria Syafei
Zavian kereen 😍 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 😘
🍒WINA🍒
Bagus zavian lawan aja wanita berhati iblis itu, sangat kejam dan tega sekali sama anak kandungnya sendiri dimana hati nuraninya. Mirella sangat rapuh sekali hidupnya tidak bahagia.
zavian jangan takut sama ancaman wanita iblis itu, kasian hidupnya mirella sangat menderita. penuh tekanan dan ancaman ibunya yg gila dan stress itu🤭

daddy zavian merasa kasian dan prihatin sama mirella punya ibu sakit jiwa dan stress itu, makanya daddy zavian tidak akan membiarkan mirella menderita. akan menjaga dan melindunginya..

hanya daddy zavian dan bara sangat peduli dan perhatian sama mirella, daddy davian berangkat kerja viona pasti akan marah dan memaki-maki mirella.

viona emang gila dan stress anak kandung sendiri diperlakukan seperti anak tirinya, ibu macam apa viona itu tidak sayang dan perhatian sama mirella...

mirella sangst lemah dan tidak berdaya selali nurut ancaman viona, sabar ya mirella suatu nanti kamu berhak bahagia...

lanjut mae..
ditunggu updatenya lagi...
🍒WINA🍒: kasih pelajaran istri durhaka kamu zavian biar kapok dan jera🤭🤭🤭
total 2 replies
Ita rahmawati
akan kah zavian bertahan selsmanya
Riska Baelah
kk mae cerita ny udh bagus gini
zavian ayah tiri yg baik👍
bisa gak zavian tetap jd ayah tiri ny mirrela aja, jng nyimpang2 ke ayah tiri cinta ke ank,, emg sih cerita kk mae bnyak pria dewasa suka sama gadis kecil cinta beda usiaaaaaa jauhhh bnget ,, tp kan status ny gak ad hubungan gitu,,
kan mirrela bisa sama bara yg jg baik🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Lilik Juhariah: gak seru mbak, Krn menyimpang ini ceritanya jadi seru
total 1 replies
Ita rahmawati
ibu kandung macam setan 🤣
Ita rahmawati
lama amat Daddy Daddy sampe anakmu itu hampir pingsan LG
Ita rahmawati
kau yg bodoh viona 🤣
Ita rahmawati
hadeuh rella jgn jgn emakmu udah berubah jd setan
Ita rahmawati
mirella ih,, kamu suka bara ya 🤭
Ita rahmawati
mirella harus diajarin hal hal GK bener nih biar berani 🤣
Ita rahmawati
zavian kuat kuatin imanmu ya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!