NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:125.7k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mari Makan Bersama

Pria dari Sekte Lembah Angin itu menatap uang perunggu di tangannya sebelum kembali berbicara kepada pelayan.

"Tidak apa-apa. Tambahkan juga air putih saja untuk diminum."

Pelayan itu mengangguk.

"Baik, Tuan. Silakan tunggu sebentar."

Namun, sebelum pelayan itu beranjak pergi, sebuah suara terdengar dari dalam kedai.

"Paman, kemarilah. Ayo makan bersama kami saja!"

Pria berjubah putih itu langsung menoleh. Pelayan yang berdiri di hadapannya juga ikut memandang ke arah sumber suara. Orang yang memanggilnya ternyata adalah seorang pemuda berusia belasan tahun yang mendekati mereka. Pemuda itu tersenyum sambil melambaikan tangan, seolah-olah mereka sudah saling mengenal sejak lama.

Pria berjubah putih tersebut tertegun. Ia tidak mengenal pemuda itu. Mereka bahkan baru pertama kali bertemu di kedai ini.

"Aku?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

Boqin Changing mengangguk.

"Benar, Paman. Aku sedang makan bersama guruku. Kami memesan cukup banyak makanan, jadi tidak mungkin bisa menghabiskannya sendirian. Daripada terbuang sia-sia, lebih baik Paman ikut makan bersama kami."

Pelayan itu menoleh kepada pria berjubah putih. Ia tidak langsung pergi, seolah-olah sedang menunggu keputusan tamunya.

Pria tersebut tampak semakin kebingungan. Ia memang sangat lapar. Sudah beberapa hari ini dirinya hampir tidak mendapatkan makanan yang layak. Tenaga dalamnya juga telah banyak terkuras akibat luka-luka yang dideritanya. Semangkuk nasi dan sedikit sayuran tentu tidak akan cukup untuk memulihkan tenaganya.

Namun, ia tidak menyangka seorang pemuda yang bahkan belum pernah ditemuinya akan tiba-tiba mengajaknya makan bersama.

"Anak muda, kita bahkan tidak saling mengenal. Apa kau tidak keberatan jika aku ikut makan bersama kalian?" tanyanya ragu.

Boqin Changing tersenyum santai.

"Memangnya kenapa? Kita semua sama-sama pendekar. Kebetulan bertemu di kedai ini juga merupakan sebuah takdir. Paman tidak perlu sungkan."

Ia kemudian menunjuk kursi kosong di mejanya.

"Silakan duduk. Anggap saja kita sedang makan bersama teman seperjalanan."

Pria berjubah putih itu terdiam sejenak. Ia dapat melihat bahwa pemuda di hadapannya benar-benar tidak menunjukkan niat buruk. Pria yang duduk bersamanya juga tampak ramah.

Setelah mempertimbangkannya sebentar, ia akhirnya mengangguk.

"Kalau begitu, aku akan merepotkan kalian."

Boqin Changing segera berdiri dan menghampirinya.

"Paman terlalu sopan. Mari, ikuti aku.”

Pria itu tidak mengatakan apa-apa dan mengikuti Boqin Changing menuju meja.

Wang Tian yang melihat mereka datang segera menggeser sebuah bangku.

"Silakan duduk, Saudara. Makanlah dengan tenang. Tidak perlu merasa sungkan."

"Terima kasih atas kebaikan kalian."

Pria itu membungkuk sedikit sebelum duduk.

Boqin Changing kemudian memanggil pelayan yang masih berdiri tidak jauh dari mereka.

"Bawakan nasi secukupnya untuk Paman ini. Tambahkan juga daging rebus, sayuran tumis, dan semangkuk sup. Jika masih ada hidangan lain yang siap disajikan, bawakan beberapa porsi lagi."

"Baik, Tuan Muda!"

Pelayan itu segera bergegas menuju dapur.

Tidak lama kemudian, beberapa hidangan tambahan diantarkan ke meja mereka. Aroma daging rebus yang masih hangat membuat pria berjubah putih itu tanpa sadar menelan ludah.

Boqin Changing memperhatikan ekspresinya, lalu tersenyum.

"Paman, silakan makan selagi masih hangat."

Pria itu mengangguk. Ia mengambil sumpit, menyendok nasi, lalu mulai menyantap makanan di hadapannya.

Pada awalnya, ia masih berusaha menjaga sikap. Namun, setelah beberapa suapan, rasa lapar yang telah ditahannya selama berhari-hari membuatnya tidak lagi mampu memikirkan hal lain. Ia makan dengan lahap.

Semangkuk nasi pertama segera habis. Ia kemudian mengambil nasi berikutnya dan menyantap daging rebus yang telah disiapkan untuknya.

Boqin Changing dan Wang Tian hanya saling pandang sebelum tersenyum kecil. Keduanya tidak merasa terganggu dengan sikap pria itu. Sebaliknya, mereka justru merasa lega melihatnya akhirnya bisa makan dengan tenang.

Mereka dapat membayangkan betapa sulitnya keadaan yang sedang dialami pria dari Sekte Lembah Angin tersebut. Jika bukan karena mengalami kesulitan besar, seorang pendekar yang masih memiliki harga diri tentu tidak akan sampai meminta semangkuk nasi dengan beberapa keping uang perunggu. Wang Tian bahkan sengaja tidak mengajaknya berbicara terlebih dahulu agar pria itu bisa mengisi perutnya tanpa merasa terbebani.

Beberapa saat kemudian, pria tersebut akhirnya meletakkan sumpitnya. Ia telah menghabiskan beberapa mangkuk nasi beserta sebagian besar lauk yang disediakan untuknya. Setelah perutnya terisi, wajahnya yang semula tegang perlahan menjadi lebih baik.

Namun, ketika mengangkat kepala dan melihat Boqin Changing serta Wang Tian yang masih duduk di hadapannya, ia tiba-tiba menyadari sesuatu. Sejak tadi, dirinya telah makan dengan sangat lahap di hadapan dua orang yang bahkan tidak dikenalnya.

Wajahnya seketika memerah karena malu.

"Maafkan aku. Aku benar-benar telah bersikap tidak sopan."

Ia segera berdiri dan membungkuk kepada keduanya.

"Sudah tiga hari aku tidak makan dengan layak. Aku terlalu lapar sehingga tidak mampu mengendalikan diri. Mohon maaf karena telah merepotkan kalian."

Boqin Changing melambaikan tangan dengan santai.

"Paman tidak perlu meminta maaf. Makanan itu memang disediakan untuk dimakan. Selama Paman sudah kenyang, kami juga merasa senang."

Wang Tian turut mengangguk.

"Benar. Tidak perlu memikirkan hal sepele seperti itu. Silakan duduk kembali."

Pria itu menatap mereka dengan rasa terima kasih yang mendalam sebelum kembali duduk. Ia menarik napas panjang, lalu memutuskan untuk memperkenalkan dirinya.

"Namaku Luan Feng. Aku berasal dari Sekte Lembah Angin. Terima kasih atas bantuan kalian berdua. Aku akan selalu mengingat kebaikan ini."

Wang Tian mengangguk pelan.

"Namaku Wang Tian. Aku berasal dari Sekte Dua Pedang Petir."

Begitu mendengar nama tersebut, Luan Feng mendadak terdiam. Matanya sedikit melebar, sementara ekspresinya berubah seolah-olah baru saja mengingat sesuatu yang penting.

Wang Tian? Sekte Dua Pedang Petir? Nama itu terasa sangat familiar baginya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Sekte Dua Pedang Petir telah berkembang dengan sangat pesat. Sekte yang dahulu hanya dikenal sebagai kelompok kecil itu kini telah menjadi salah satu sekte besar di Kekaisaran Qin. Pengaruhnya semakin meluas, sementara banyak pendekar dari berbagai wilayah mulai membicarakan nama sekte tersebut.

Luan Feng sendiri pernah mendengar beberapa berita tentangnya. Namun, yang membuatnya paling terkejut bukanlah nama Sekte Dua Pedang Petir, melainkan nama Wang Tian.

Ia segera mengingat sebuah informasi yang pernah didengarnya. Wang Tian, bukankah dia Tetua Agung Sekte Dua Pedang Petir sekaligus pemimpin Aliansi Pendekar Aliran Putih Netral di Kekaisaran Qin?

Luan Feng langsung berdiri begitu menyadari identitas pria tua di hadapannya.

"Jadi... jadi Anda adalah Tetua Agung Wang Tian!"

Suaranya terdengar gugup. Ia segera membungkuk dalam-dalam, bahkan sikapnya berubah jauh lebih hormat daripada sebelumnya.

"Maafkan kelancanganku, Tetua Tian! Aku tidak mengetahui identitas Anda sebelumnya. Mohon maaf karena telah merepotkan Anda!"

Wang Tian sedikit terkejut melihat perubahan sikapnya yang begitu mendadak.Ia segera melambaikan tangan.

 Sudahlah, Saudara Luan. Tidak perlu bersikap seperti itu. Kita sedang berada di kedai makan, bukan dalam sebuah pertemuan resmi. Duduklah dan berbicaralah dengan santai."

Luan Feng masih terlihat gugup. Bagaimanapun juga, Wang Tian bukanlah tokoh biasa. Selain menjabat sebagai Tetua Agung Sekte Dua Pedang Petir, ia juga merupakan pemimpin Aliansi Pendekar Aliran Putih Netral di Kekaisaran Qin. Kedudukannya membuat banyak pendekar harus menghormatinya.

Akan tetapi, ada satu hal lain yang membuat nama Wang Tian semakin terkenal. Ia adalah guru dari salah satu Raja Dunia, Boqin Changing, yang juga dikenal sebagai Dewa Kematian! Nama itu saja sudah cukup untuk membuat banyak pendekar merasa gentar.

Luan Feng tidak pernah menyangka dirinya akan bertemu langsung dengan tokoh sebesar Wang Tian di sebuah kedai sederhana di desa kecil seperti ini. Terlebih lagi, ia baru saja menerima jamuan makan dari orang tersebut.

Wang Tian melihat kegugupan Luan Feng, lalu tersenyum tipis.

"Saudara Luan, aku sudah mengatakan bahwa kau tidak perlu terlalu formal. Aku hanyalah seorang pendekar yang kebetulan sedang makan di sini bersamamu."

Setelah mengatakan itu, ekspresinya perlahan berubah serius. Ia kembali teringat pada luka-luka yang memenuhi tubuh Luan Feng serta kondisinya yang begitu memprihatinkan ketika pertama kali datang ke kedai.

"Namun, ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu."

Wang Tian menatapnya dengan tenang.

"Saudara Luan, apa sebenarnya yang terjadi kepadamu? Mengapa kau sampai terluka seperti ini dan bahkan tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan?"

Luan Feng terdiam. Senyum tipis yang sempat muncul di wajahnya perlahan menghilang. Ia menundukkan kepala, sementara kedua tangannya mengepal di atas meja. Seolah-olah pertanyaan sederhana itu telah membangkitkan kembali sesuatu yang sangat menyakitkan dalam ingatannya.

1
Ipung Umam
lanjutkan
rangga f4f4n4nd4
mulai lagi bertemu pertarungan.... gassss
Akhmad Baihaki
💪💪💪💪💪💪😀
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪👍💪💪💪💪💪👍💪
Eko🍤
hahahaha..dia belum tau anak muda yang duduk bersama adalah raja dunia🤣🤣👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Perlu bantuan segera🔥🌽
Sarip Hidayat
waah jadi ingat kembali😍
will
mungkin dianya msh lapar mo pesenn lg tp malu....🤭
Jeffie Firmansyah
ada apa gerangan yang telah menimpa Luan Feng....? ceritalah pendekar dunia dihadapan Mu pasti membantu nya tuk membalas dendam Luan Feng 🤣🤣🤣💪💪💪💪👍👍👍👍
Jeffie Firmansyah: tunggu lanjutannya dengan sabar ya 😅😍🤭
total 1 replies
meiii
sama guru Tian udah begitu hormat, apa lagi nanti tau kalau di sebelahnya ada Raja Dunia... wkwkwwk😄😄😄❤️❤️❤️❤️
y@y@
⭐👍🏾👍🏿👍🏾⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
Mahayabank: lanjuuut keenn
total 1 replies
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍
Ipung Umam
lanjutkan
Sarip Hidayat
waaah knapa ini
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪💪👍💪
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!