NovelToon NovelToon
Jodoh Di Tangan Sahabat

Jodoh Di Tangan Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:92.7k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik kesederhanaan hidupnya, Reyna tak pernah menyangka takdirnya berubah hanya karena seikat bunga pengantin. Di pernikahan sahabatnya, Reyna yang merasa minder justru menjadi pusat perhatian saat bunga yang dilempar Agnia mendarat di tangannya, dan kejadian konyol itu berlanjut dengan aksi perjodohan mendadak di atas pelaminan dengan seorang pria yang tidak Reyna kenal.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Reyna? Siapa pria yang dijodohkan dengan Reyna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reyna, Tatap Saya!

Pertanyaan Reyna meluncur begitu pelan, namun sanggup memangkas habis keheningan kamar hingga menyisakan rasa dingin yang menghujam. Bibir gadis itu bergetar halus, matanya berkaca-kaca menatap Agnia dengan sorot luka yang amat dalam.

​Agnia mendadak terpaku, wajahnya pucat seketika saat menyadari betapa salahnya sudut pandang yang ditangkap oleh sahabatnya. "Rey... enggak, Rey! Bukan gitu maksud aku, demi Allah bukan...,"

​"Lalu apa, Nia?" potong Reyna, suara seraknya tertahan di tenggorokan. Ia menunduk dalam-dalam, menyembunyikan bulir bening yang mulai menetes menembus serat sweater krem di pangkuannya.

"Aku tahu aku ini cuma anak yatim piatu yang nggak punya pekerjaan, yang serba kekurangan dan cuma beban buat kamu. Tapi bukan berarti kamu harus menawarkan aku ke teman-teman kamu seolah aku ini dagangan yang harus cepat-cepat terjual...," lanjut Reyna.

​"Reyna, dengar aku dulu!" Agnia panik luar biasa.

Agnia langsung berlutut di samping kursi tempat Reyna duduk, berusaha menggapai jemari sahabatnya yang terjalin makin erat dan gemetar. "Aku nggak pernah menganggap kamu beban! Aku sayang banget sama kamu, Rey. Aku cuma... mau kamu dapat yang terbaik, dan aku tahu Dikta orangnya baik, makanya aku...,"

​"Agnia," sebuah panggilan tegas memotong kepanikan Agnia.

​Dikta bangkit dari kursi kayunya, ia mengambil satu langkah mendekat lalu berlutut dengan satu kaki tepat di hadapan Reyna. Jarak mereka kini begitu dekat, namun Dikta dengan sangat sopan tidak menyentuh kulit gadis itu sama sekali.

​"Reyna, tatap saya!" ucap Dikta. Suara baritonnya mengalun begitu teduh, kontras dengan ketegangan yang menyelimuti ruangan.

​Reyna perlahan mengangkat wajahnya, menyapu air mata yang membasahi pipi dengan ujung lengan sweater-nya. Manik mata hitam Dikta yang dalam menatapnya lurus, tanpa ada sedikit pun kilat belas kasihan yang merendahkan, melainkan ketulusan yang murni dan menenangkan.

​"Pertama, Agnia tidak pernah menawarkan kamu. Dia hanya seorang sahabat yang sangat menyayangi kamu dan terlalu protektif. Cara bicaranya mungkin salah, tapi niatnya murni menjaga kamu," ucap Dikta pelan namun lugas.

​Dikta mengambil jeda, membiarkan kalimatnya dicerna oleh Reyna sebelum melanjutkan. "Kedua... kalau ada orang yang harus kamu salahkan atas semua hal yang impulsif ini, salahkan saya." Dikta menatap Reyna tanpa berkedip.

"Saya yang mengambil keputusan ini, bagi saya kamu bukan barang yang ditawarkan, Reyna. Dan saya bukan orang yang mau menerima perjodohan hanya karena kasihan atau suruhan orang lain," lanjut Dikta.

​Ruangan kembali hening, Bagas dan Agnia menahan napas menyaksikan bagaimana Dikta mengatasi situasi sensitif tersebut.

"Aku mengerti, mungkin memang aku yang sedang sensitif," ucap Reyna pelan.

"Maafin aku, aku nggak akan maksa kamu lagi. Semua keputusan ada di tangan kamu, kalau kamu nggak mau sama Dikta, nggak masalah," ucap Agnia.

"Aku akan tunggu jawaban kamu, tapi tolong jangan lama-lama," ucap Dikta.

"Ta," tegur Bagas.

"Gue nggak maksa Reyna, gue cuma memperjelas semuanya dan menunggu jawabannya," ucap Dikta.

"Maaf, tapi aku tidak bisa. Hidupku masih tidak jelas, dan menjalin hubungan, tidan pernah ada dalam benakku," ucap Reyna.

Penolakan halus yang keluar dari bibir Reyna membuat suasana di dalam kamar terasa semakin hening dan dingin. Agnia membatu di tempatnya, sementara Bagas membuang napas panjang seraya mengusap tengkuknya.

​Namun, tidak ada riak kekecewaan atau kemarahan di wajah Dikta. Pria itu tetap berlutut dengan satu kaki di hadapan Reyna, menatap matanya yang masih dibasahi sisa air mata dengan sorot ketenangan yang sama persis seperti saat pertama kali mereka bertemu.

​"Satu hal yang perlu kamu tahu, Reyna. Saya tidak meminta kamu untuk membereskan hidup kamu terlebih dahulu baru bisa menerima saya, saya juga tidak meminta kamu untuk langsung menyerahkan seluruh masa depan kamu hari ini," ucap Dikta pelan, suaranya mengalun hangat menembus dinginnya udara Dieng.

​Dikta pelan-pelan berdiri, merapikan letak jam tangannya tanpa melepas pandangannya dari Reyna.

​"Status kamu, latar belakang kamu atau masalah kamu saat ini... tidak sedikit pun mengurangi nilai kamu di mata saya. Saya menawarkan diri untuk berjalan di samping kamu, bukan untuk menjadi beban baru atau penuntut di hidup kamu," lanjut Dikta penuh penekanan.

​Reyna meremas jemarinya sendiri, membuang muka karena tidak sanggup menatap ketulusan yang terpancar begitu kuat dari mata dokter muda itu. "Tapi saya belum siap, Dikta... Saya tidak punya apa-apa,"

​"Kalau begitu, tidak perlu terburu-buru. Saya tidak akan memaksa kamu memberi jawaban sekarang, tapi saya juga tidak akan menarik niat saya, pintu saya akan selalu terbuka kapan pun kamu siap," ucap Dikta tenang.

​Dikta lalu berbalik menatap Agnia dan Bagas yang masih berdiri kaku, "Gue balik ke kamar dulu, beri Reyna waktu buat tenang,"

​Tanpa menunggu balasan dari siapa pun, Dikta melangkah lebar menuju pintu, membuka kuncinya dan keluar dengan tenang, meninggalkan ketegangan yang perlahan meluruh di dalam kamar tersebut.

Usai kepergian Dikta, Agnia langsung duduk di samping Reyna dan memeluk sahabatnya itu erat-erat, tangis Agnia pecah duluan karena rasa bersalah yang membuncah.

​"Rey... maafin aku ya. Demi Allah aku nggak ada maksud merendahkan kamu, aku cuma mau yang terbaik buat kamu, aku mau ada orang baik yang menjaga kamu... aku kenal Dikta, dan aku percaya dia bisa menjaga kamu dan akan membahagiakan kamu. Tapi, ternyata caraku salah, maafin aku... aku nggak mau hubungan kita jadi renggang gara-gara masalah ini," bisik Agnia terisak di bahu Reyna.

​Reyna menepuk-nepuk punggung Agnia pelan dan mencoba mengurai senyum tipis meski dadanya masih terasa sesak, "Iya, Ni... aku tahu. Maaf ya, aku tadi kelepasan emosi. Aku cuma kaget dan merasa kecewa."

Bagas mengembuskan napas panjang, mengusap bahu istrinya lembut lalu menatap Reyna dengan sorot pandang penuh penyesalan.

​"Aku juga minta maaf ya, Rey. Agnia sayang banget sama kamu, tapi cara kami tadi memang kelewatan dan tidak memikirkan perasaan kamu, tolong jangan dimasukkan ke hati ya," ucap Bagas.

​Reyna menggeleng pelan seraya mengusap sisa air mata di pipinya, "Nggak apa-apa, Gas, Agnia. Aku yang minta maaf karena sudah berprasangka buruk dan emosi."

​"Jadi... kamu nggak marah lagi kan sama aku, Rey?" tanya Agnia perlahan, melepaskan pelukannya dan menatap Reyna dengan mata sembap.

​"Nggak, Ni. Aku nggak marah, tapi... tolong beri aku waktu ya dan jangan bahas soal ini dulu selama kita di sini," balas Reyna.

​Agnia mengangguk cepat, "Iya, Rey! Aku janji nggak akan bahas ini lagi," ujar Agnia.

.

.

.

Bersambung.....

1
Nani Haryatiyati
wahhhhhhh, gejala awal akibat bergadang tanpa baju iniiiii🤣🤣🤣
lia juliati
😍
Felycia Fernandez
jadi pengen liat 😭
Sastri Dalila
😅🤗🤭
Sastri Dalila
🤭🤭
Sastri Dalila
🤗🤗
Sastri Dalila
🤭😅
Aidil Kenzie Zie
lah Nia ngga ngaca dulu apa y🤔🤔🤔🤭🤭🤭🤭wong punya suami sama-sama ganas 🤫🤫🤫
Valen Angelina
wkwkwkk gini2 klo suami istri liburan ya gtu gak jauh2 dari ranjang😂😂😂
Rizky Manik
agnia sok bilangin orang ya Rey, padahal dia juga olahraga🤣🤣🤣
lia juliati
mantabs
Rizky Manik
nakal kamu ya dikta🤣🤣
goda² Rey terus
langsung gas aja mas Dikta, gkusah pura² "sayangg banget yaa"🤭🤭🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
klo salahpun, aq pribadi tetap aja ga tau krn ga ngerti🤭🤭
lia juliati
pacaran halal😍
lia juliati
tor sebernya dikta suka sama Reyna sejak kapan? apa pas acara buket bunga ya?
Sastri Dalila
🤣😅
Sastri Dalila
👍👍
Felycia Fernandez
walah semakin banyak bertanya 🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kacau sih dokter ini,banyak tanya
Felycia Fernandez
Oalah 🤣🤣🤣🤣🤣
ternyata oh ternyata ketinggalan berita heboh kamu nya Helena 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!