NovelToon NovelToon
ORBIT TAK TERENCANA

ORBIT TAK TERENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dosen / Pernikahan Kilat / One Night Stand
Popularitas:83
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Antares Bagaskara adalah dosen dan ilmuwan antariksa yang hidup dengan logika dan keteraturan. Cinta bukan bagian dari rencananya—hingga satu malam tak terduga memaksanya menikah dengan Zea Anora Virel, mahasiswi arsitektur yang ceria dan sulit diatur.
Pernikahan tanpa cinta.
Perbedaan usia.
Status dosen dan mahasiswi.
Terikat oleh tanggung jawab, mereka dipaksa berbagi hidup di tengah batas moral, dunia akademik, dan perasaan yang perlahan tumbuh di luar kendali.
Karena tidak semua cinta lahir dari rencana.
Sebagian hadir dari orbit yang tak terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Protokol Perlindungan Mutlak

Malam semakin larut di apartemen penthouse Bagaskara, namun mesin treadmill di ruang kebugaran masih berderu konstan. Antares, dengan tubuh yang bersimbah peluh dan napas yang diatur secara presisi, sudah berlari selama hampir satu jam. Baginya, satu porsi cilok dan segelas boba tadi sore adalah polusi sistemik yang harus segera dibakar habis dari aliran darahnya. Ia tidak akan membiarkan racun glukosa dan MSG merusak disiplin tubuhnya, meskipun hatinya tetap hangat setiap kali mengingat wajah puas Zea saat melihatnya "menderita" mengunyah tepung kanji tersebut.

Pip.

Antares menekan tombol berhenti, menyambar handuk putih, dan meraih ponselnya yang bergetar di atas meja treadmill. Sebuah pesan singkat dari asisten pribadinya muncul dengan tanda urgensi tinggi.

"Tuan, kode merah. Foto Nyonya Muda di bandara Oslo telah bocor ke grup angkatan. Narasi yang beredar sangat menyudutkan. Clarissa di balik ini semua."

Rahang Antares mengeras seketika. Sorot matanya yang baru saja meredup setelah olahraga, kini kembali menyala dengan intensitas predator. Tanpa membuang waktu, ia melangkah menuju ruang kerja pribadinya, melewati kamar tidur di mana Zea sudah terlelap dengan posisi memeluk bantal guling—tampak sangat damai seolah tidak ada badai yang sedang mengintai namanya di luar sana.

Operasi Senyap di Balik Meja Jati

Antares menutup pintu ruang kerjanya rapat-rapat. Ia tidak ingin Zea terbangun, apalagi sampai menyentuh ponselnya malam ini. Jika Zea melihat komentar-komentar pedas mahasiswa yang menyebutnya "pemburu harta" atau "skandal kehamilan", Antares tahu istrinya yang sensitif itu akan mengadakan "konser" tangis yang bisa berlangsung hingga subuh, dan itu sangat buruk bagi kondisi janin mereka.

"Halo," suara Antares terdengar dingin saat ia menghubungi tim IT Bagaskara Group lewat jalur privat. "Saya ingin pembersihan total. Hapus semua foto itu dari setiap server grup kampus dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Lacak setiap akun yang melakukan provokasi, kumpulkan datanya, dan kirimkan surat tuntutan pencemaran nama baik ke alamat rumah mereka besok pagi."

"Bagaimana dengan pengunggah pertamanya, Tuan?" suara di seberang bertanya dengan ragu.

"Clarissa?" Antares menyandarkan punggungnya ke kursi kerja, matanya menatap tajam ke arah layar monitor yang menampilkan aliran data grup angkatan Zea. "Biarkan dia merasa menang untuk malam ini. Besok, saya sendiri yang akan memberinya 'kuliah umum' tentang bagaimana cara menghilang dari dunia akademis tanpa jejak. Jangan ada satu informasi pun yang sampai ke telinga Zea. Paham?"

"Paham, Tuan."

Gravitasi yang Tak Terusik

Setelah menutup telepon dan memastikan tim IT bekerja di bawah tekanan absolut, Antares bergerak cepat masuk ke dalam kamar tidur mereka dengan langkah seringan kucing. Ia melihat ponsel Zea tergeletak di nakas, layarnya sempat berkedip berkali-kali menampilkan notifikasi grup yang tak henti-hentinya masuk membawa racun digital. Dengan gerakan tangkas, Antares mengambil ponsel itu, mengubah pengaturannya ke mode pesawat, lalu menyembunyikannya di dalam laci meja kerjanya yang terkunci rapat. Baginya, Zea tidak butuh dunia luar yang penuh provokasi malam ini; istrinya hanya butuh istirahat total dan proteksi yang tidak bisa ditembus oleh siapa pun.

Antares kemudian merebahkan dirinya di samping Zea, melepaskan guling yang dipeluk erat oleh istrinya, dan secara perlahan memutar posisi tubuh Zea agar meringkuk sempurna di dalam pelukannya. Zea sempat bergumam kecil dalam tidurnya, namun ia segera kembali tenang saat merasakan kehangatan dada Antares yang bidang dan aroma maskulin yang familier. Antares mendekap tubuh mungil itu dengan posesif, menenggelamkan wajahnya di rambut Zea sambil terus mencium puncak kepalanya dengan penuh pemujaan.

Ia tertegun sejenak di bawah temaram lampu tidur, memperhatikan wajah polos Zea dengan pipi yang tadi sore dikeluhkan tembam—yang kini justru tampak memerah alami dan sangat menggemaskan di matanya. Pikirannya melayang pada segala kekonyolan Zea, mulai dari drama cilok micin hingga cara gadis itu memaksa dirinya ikut makan boba agar mereka "gendut bersama". Meskipun jarak umur tujuh tahun di antara mereka tidak terlalu jauh secara angka, namun perbedaan sifat yang kontras membuat persatuan ini terasa seperti anomali yang luar biasa.

Bagi Antares, yang selama ini hidup dalam keteraturan logika dan hukum sains yang kaku, jatuh cinta pada Zea yang penuh kekacauan emosi adalah sebuah tindakan melawan hukum semesta. Ia benar-benar tergila-gila pada bagaimana gadis ini bisa meluluhkan kedinginannya hanya dengan satu kerutan di dahi. "Tidurlah, Zea," bisik Antares rendah dengan suara yang sarat akan proteksi obsesif. "Biarkan saya yang menjadi tameng dari semua kekacauan ini. Kamu tidak perlu tahu betapa kotornya dunia di luar sana, selama kamu berada di dalam jangkauan saya."

Antares mengecup kening Zea dengan sangat lama, seolah sedang menyegel janji suci bahwa besok pagi ketika istrinya terbangun, dunia kampusnya akan kembali bersih seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Ia mengunci Zea dalam pelukannya, siap menghancurkan siapa pun yang berani mengusik orbit "bintang kecilnya" itu, sebelum akhirnya ia ikut memejamkan mata dalam keheningan malam yang intens.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!