NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga & Kasih Sayang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak pulang?

Pagi harinya, ketika Dira membuka mata, ia baru sadar dia tidur tanpa cuci muka, tanpa ganti baju. Padahal sudah jalan seharian kemarin. Hal pertama yang di lakukan wanita itu adalah melihat jam.

O5:00.

Masih subuh. Jam biasanya dia bangun. Ia lalu bangkit dari kasur dan melangkah keluar untuk mengecek keluar. Tapi orang pertama yang dia lihat adalah ...

Ethan.

Dia nggak pulang?

Gumamnya dalam hati. Pria itu berbaring di sofa panjang dengan kedua tangan terlipat di dada. Bahkan tidur saja gayanya se cool itu. Dira berdiri mematung beberapa detik, menatap wajah Ethan yang terlihat jauh lebih tenang dibanding biasanya. Tanpa tatapan tajam, tanpa senyum miring yang terkesan meremehkan. Hanya garis rahang tegas dan napas yang turun naik perlahan.

Rambutnya sedikit berantakan. Satu kaki menjuntai dari sofa, seolah pria itu terlalu tinggi untuk furnitur sederhana di apartemennya. Jaketnya masih terpasang, kaos kakinya tidak ada di kakinya. Ethan tidur tanpa selimut padahal AC cukup dingin.

Apa nggak kedinginan?

Perlahan Dira melangkah mendekat. Berusaha tidak menimbulkan suara. Dari jarak sedekat ini, ia bisa melihat bayangan samar lingkar gelap di bawah mata Ethan. Kemarin pria itu menyetir hampir sepanjang hari. Mengurus banyak hal. Dan tetap terlihat seolah tidak ada yang pernah berhasil membuatnya lelah. Ternyata tetap manusia. Meski wajah tampannya tidak hilang.

Dira menyilangkan tangan di dada, menunduk sedikit. Mengamati wajah pria itu. Mulai dari garis alisnya, turun ke bulu mata yang panjang, lalu ke hidungnya yang tegas, hingga ke bibirnya.

Tanpa sadar, Dira menahan napas. Kenangan masa lalu saat hubungan keduanya masih baik dan dekat sekali tiba-tiba datang tanpa bisa ia cegah. Bahkan sentuhan-sentuhan pria itu di tubuhnya yang polos, sampai penyatuan keduanya yang hot sekali dan ...

Dira segera membuyarkan lamunannya dan segera berbalik buru-buru pergi tapi sialnya kakinya malah tidak sengaja menginjak sesuatu yang tergeletak di lantai.

Krekk.

Suara kecil tapi cukup jelas di tengah keheningan subuh. Dira membeku. Itu sepatu Ethan. Sebelum ia sempat menyeimbangkan tubuhnya, kakinya terpeleset sedikit karena kaos kaki pria itu licin menyentuh keramik. Tubuhnya oleng ke depan.

Refleks.

Sebuah tangan bergerak cepat menangkap pinggangnya. Bahkan Dira langsung terduduk di pangkuan pria itu. Sial. Dia dapat merasakannya. Benda yang menonjol di balik celana Ethan, benda keras yang dia duduki sekarang. Ia menutup matanya dalam-dalam lalu cepat-cepat berdiri.

"Ma-maaf, aku tidak sengaja." katanya cepat. Dia harus menunjukkan sikap biasanya di depan pria kaku itu. Memangnya cuma pria itu yang bisa.

Ethan terdiam sepersekian detik saat Dira berdiri tergesa dari pangkuannya. Rahangnya mengeras, bukan karena marah, lebih karena berusaha menahan sesuatu yang jelas tak terduga terjadi pagi ini.

Dira merapikan bajunya dengan gerakan cepat, berusaha menenangkan detak jantung yang terasa terlalu keras. Wajahnya panas. Ia bahkan tidak berani menatap Ethan.

Memalukan. Sangat memalukan.

Ia memutar tubuhnya sedikit, menjaga jarak.

"Kau tidak pulang?"

Ethan menyandarkan tubuhnya ke sofa. Menatap Dira lurus.

"Putraku tidak mengijinkanku pulang."

"Oh," hanya itu balasan Dira.

"Kau biasanya bangun sepagi ini?" giliran Ethan yang bertanya. Dira mengangguk.

"Ya, aku perlu menyiapkan sarapan dan perlengkapan sekolah Arel."

Ethan mengangguk. Setelah itu hening. Tak ada lagi yang bicara. Awkward sekali rasanya. Dira memutuskan pergi ke dapur. Ethan tidak mengikuti, hanya menatap punggung wanita itu. Dapur hanya berjarak beberapa meter dari ruang tamu karena apartemen ini memang kecil, jadi Ethan bisa melihat apa yang di lakukan Dira di sana.

Wanita itu mengeluarkan bahan makanan dari kulkas, lalu mulai menyibukkan dirinya. Ia menyalakan kompor, menuang sedikit minyak ke wajan. Suara desis halus mulai memenuhi ruangan kecil itu, memecah keheningan yang sejak tadi terasa canggung.

Dira berusaha fokus. Mengambil telur, memecahkannya dengan gerakan terlatih. Tangannya bekerja otomatis, sementara pikirannya masih sibuk menenangkan diri.

Kenapa harus terjadi kejadian seperti tadi? Kenapa dia berubah jadi seperti orang bodoh tiap kali berhadapan dengan pria itu.

Haishh. Dira masih kesal pada dirinya sendiri. Pria itu, kenapa tidak pernah menua sih? Apa dia pakai susuk?

Huh!

Dira menertawai dirinya sendiri yang mulai berpikiran tidak masuk akal.

"Kita akan menikah minggu depan. Setelah menikah, kalian akan segera pindah ke rumahku."

Ethan sudah berdiri di belakangnya. Kalimat itu keluar begitu saja. Datar, tegas. Seolah itu adalah keputusan rapat, bukan sesuatu yang menyangkut hidup orang lain. Tangan Dira yang sedang memegang spatula langsung berhenti di udara.

"Apa?" suaranya pelan, tapi jelas. Ethan melangkah lebih dekat ke batas dapur kecil itu. Tatapannya serius, tidak ada nada bercanda sedikit pun.

"Aku sudah urus semuanya. Arel akan pindah ke sekolah yang jauh lebih baik. Putraku, harus mendapatkan pendidikan terbaik dan tinggal di lingkungan yang baik."

Dira memutar tubuhnya. Raut wajahnya berubah kesal.

"Jadi maksudmu Arel tidak mendapat pendidikan yang baik saat bersamaku? Dan kau menganggap aku membuatnya tinggal di lingkungan yang buruk?" kekesalan itu nampak jelas di wajahnya.

"Itu yang kau artikan dari kata-kataku?"

"Itu yang terdengar." potong Dira cepat. Suaranya tidak tinggi, tapi tajam.

"Kau datang tiba-tiba, lalu langsung memutuskan semuanya. Sekolah. Rumah. Pernikahan. Seolah aku tidak pernah melakukan apa-apa untuknya."

Ethan menatapnya tak kalah tajam.

"Kalau kau tidak menyembunyikan keberadaannya dariku, kata-kata yang kau dengar tadi tidak akan pernah keluar dari mulutku hari ini. Anak itu juga tidak akan menganggapku pergi terlalu lama."

Dira terdiam. Dia tidak mau berdebat lagi karena ia tahu tiap kali dirinya memancing emosi pria itu, pria itu akan mengeluarkan semua kata-kata yang menyakitkan di telinganya.

Daripada berdebat, ia memutuskan sibuk dengan memasak lagi. Wajan kembali berdesis saat Dira membalik telur di atasnya. Gerakannya sedikit lebih keras dari sebelumnya, cukup untuk menunjukkan sisa emosinya. Aroma makanan mulai memenuhi ruangan kecil itu, tapi tidak cukup untuk mencairkan ketegangan.

Ethan masih berdiri di sana, sampai suara kecil Arel memecah ketegangan di antara mereka.

"Papaaa!"

Arel memeluk paha Ethan dari belakang. Ethan yang tadi berdiri kaku langsung menoleh. Wajahnya yang tegang seketika melunak saat melihat bocah kecil itu memeluknya erat.

"Pagi, jagoan," suaranya berubah hangat, jauh berbeda dari nada tegasnya beberapa detik lalu.

Arel mendongak, rambutnya masih berantakan, mata setengah mengantuk tapi berbinar.

"Arel pengen papa mandiin Arel!"

Kalimat polos itu membuat dada Dira yang mendengarnya terasa menghangat sekaligus nyeri. Ia melirik sekilas. Ethan sudah mengangkat Arel ke dalam gendongannya dengan mudah.

"Baiklah. Papa yang mandiin," jawabnya lembut.

Saat mereka berjalan ke kamar mandi, Ethan sempat menoleh pada Dira. Tapi wanita itu tidak menoleh sama sekali. Dalam hati ia agak merasa bersalah dengan kata-kata kasarnya barusan.

1
🍒WINA🍒
Arel seorang komandan pasukan khusus, anggap aja mencari bukti-bukti yg mencelakai aurora.

tamat riwayat kamu nanti ulet bulu kegatelan dibalas lebih kejam lagi dan dipermalukan....
🍒WINA🍒
Belum tahu aja kejamnya arel klo ada yg sakiti orang yg dicintainya, akan membalas sama orang itu lebih kejam lagi...vini cari mati aja arel gak akan tinggal diam, pasti mencari bukti-bukti siapakah pelakunya.

hanya karena iri dan cemburu vini nekat berbuat kejam sama mencelakai aurora didorong kejurang.
arel menyelamatkan aurora mampooos aja kau vini sampai ketahuan sama arel, telah mendorong kekasihnya...
🍒WINA🍒
Ulet bulu kegatelan dah mulai beraksi ini, tega bingit hanya karena iri dan cemburu sampai tega mendorong aurora kejurang...
🍒WINA🍒
Tenang aja aurora ada bodyguard sangat tampan, manjaga dan melindungi kamu dari orang-orang yg jahat🤭
🍒WINA🍒
Arel sangat posesif sama aurora siapapun tidak boleh melukai gadis kesayangannya🤭 nyali cewek yg menyenggol aurora langsung mencium. takut tatapan tajam arel dan tidak bersahabat, makanya jangan sok jadi sombong dan arogan usil/jahil sama aurora🤣🤣🤣
🍒WINA🍒
dasar arel menggunakan kesempatan dalam kesempitan, aurora sangat polos dan lugu nurut aja. aurora tidak bisa menolak sentuhan arel sangat memabukan dan tidak berdaya, sampai katanya mau pipis aurora padahal mengalami pelepasan🤣🤣🤭
🍒WINA🍒
masak bodoh dengan dengan aurora, yg bisa berduaan sama aurora🤣🤣🤣
🍒WINA🍒
kan ada kak arel yg menemani klo ingin pergi kehutan🤭kak arel selalu siap aurora butuhkan😀
🍒WINA🍒
Itu tanda dari kak arel kepemilikan aurora, aurora sekarang miliknya kak arel gak boleh ada yg memiliki aurora🤣🤭

arel nuruni sifat papanya ethan, klo Orion meruni sifatnya mama dia. arel sudah tertarik pertama kali bertemu dirumah tante thalia dan om ethan, auroranya anaknya om luis sahabat kara ponakan ethan...
🍒WINA🍒
Arel main nyosor aja mencium bibir aurora, bibir aurora telah jadi candunya🤣🤭
Arel suka banget aurora sangat manja sangat seksi menggoda arel🤣 ingat arel gadis kecil masih berumur 16 tahun🤭
🍒WINA🍒
Ajari aurora belah diri arel biar bisa manjaga diri dengan baik klo ada bahaya, aurora gadis lemah lembut maish sangat polos dan lugu🤭

biarkan aurora fokus sekolah dulu dan konsentrasi sampai lulus, sabar ya arel menunggu aurora😀

gadis kecil kamu sudah kamu tandai menjadi milik kamu🤭
🍒WINA🍒
Aurora jadi salting gara-gara masih mengingat dicium sama arel🤣🤣🤣
arel hanya tersenyum penuh kemenangam gadis kecilnya malu-malu kucing dan canggung🤣
🍒WINA🍒
Arel main nyosor aja mencium aurora sangat polos dan lugu🤭ingat arel aurora masih kecil masih umur 16 tahun🤣🤭
🍒WINA🍒
Gaya pacaran dewasa kayak gitu aurora ciuman hal yg wajar, kandang-kandang melakukan hal yg lebih dari ciuman🤭
🍒WINA🍒
arel menandai aurora adalah miliknya tidak boleh dimiliki pria lain🤭dasar aelsangat posesif sekali persis seperti papa ethan🤣
T1 T1n
up dong kak 😭
🍒WINA🍒
Cie-cie arel lagi cemburu gadis pujaannya lagi ngobrol dan tersenyum sama pria lain, dasar sangat posesifnya sifatnya sebelas dua belas sama papanya ethan🤣🤭

lagian klo suka sama aurora tinggal bilang aja arel keburu diambil sama pria lain🤭aurora sangat malu sekolah atas kejadian takut hantu sampai nemplong, kayak koala dipelukan arel😀

aurora berusaha menghindari arel gak mauai bertemu sama arel, klo. suka sama aurora langsung gercap tembak dan nyatakan perasaan kamu arel.
Rusmini Mini
biasanya kalo cowoknya pendiam dan dingin yg cewek agak ceriwis dan ceria plis thor karakter Aurora yg ceria dan agak bandel ya.... 😄😄🙏🙏
Rusmini Mini
jadi ikut ngantuk Sel 🥱🥱
Rusmini Mini
semoga ada saksi mata...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!