Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10 Di Beri Nafkah Batin
Tiga hari sudah berlalu aku hanya dia antar kerja tetapi tidak di jemput jadi kalau sore pulang sendiri katanya dia sibuk di hotel dan restoran milik papanya dan sekarang adalah hari waktunya mas Adit tidur di kamar ku. Aku datang dalam keadaan sepi tidak ada siapapun rumah sepi karena bi Sumi sudah selesai bersih bersih dan dia sudah pulang aku masuk rumah dan mandi melaksanakan sholat magrib sehabis sholat magrib aku mau keluar cari makan teryata hujan dan mencari go food nggak ada yang buka aplikasinya nya akhirnya aku lihat isi kulkas dan di laci dapur ada mie instan dan ada sawi dan bakso bikin mie saja ah pakai. Bakso Sawi dan telor aku siapkan bahan aku iris cabe dan bawang bada suara mobil masuk ternyata mas Adit datang sendirian mana Tante dempul kok nggak ada ya batinku
" Kamu masak apa sayang mas buatin juga ya lapar nih" kata dia
" Aku masak mie instan emang mau kan masakan ku nggak enak" tanya ku
" Sini mas yang masak kamu minggir nanti kalau sudah matang mas pangil" kata dia dan akupun ke kamar mandi ambil air wudhu kemudian sholat isya belum selesai sholat isya kamarku di buka aku belum buka mukena.
" kalau selesai sholat cepetan keluar mie nya sudah matang" kata dia dan aku memakai hijab instan kemudian keluar dan melihat mas Adit dengan mangkok mie nya dia memberikan satu mangkok untuk ku karena sudah lapar aku memakan nya
" Tumben jam segini sudah pulang ke rumah" tanya ku
" Iya kan waktunya tidur sama kamu nanti takut kamu kunci aku nggak bisa masuk" jawab dia ngaco aku tersedak dia mengambilkan air minum kemudian di berikan pada ku
" Makanya jangan gaya minta ke adilan mau di ajak tidur bareng saja sudah gugup takut ya" kata dia sambil mengejek kemudian dia memberikan susu kepada ku
" Engak ah aku kenyang" jawabku
" Minum kamu nggak menghargai suami" kata dia kemudian aku meminum nya
" Habiskan" katanya dan tanpa curiga pun aku menghabiskan susu pemberian nya kemudian badanku panas semua dan aku membuka hijab ku
" Kenapa panas" tanyaku
" Bentar aku kunci pintu Sarah nggak pulang karena kerja di luar kota" kata dia
"Panas banget sih" kataku
" Ayo ngadem ya di kamar ku ada ac nya" kata mas Adit. Aku nurut apa kata dia dan aku masuk di kamar nya dan aku membuka semua baju ku badan Ku kepanasan dan penuh gairah dan terjadilah hubungan suami istri untuk pertama kali dan aku menjerit kesakitan ku cakar punggung mas Adit dan aku menjerit kesakitan rasanya kayak dibelah setelah aku sadar aku menangis
" Kamu curang pasti kamu memasukkan obat. Perangsang kamu jahat" teriak ku sambil menangis
" Kau ambil keperawanan ku dengan cara yang curang kau jahanam" kata ku. Mas Adit tetap sabar dia memelukku aku berontak tapi tenaga ku kalah dan akhirnya nya aku takluk di dalam pelukan nya dan di mencium seluruh tubuhku dan sebenarnya ingin menolak tapi tubuhku menikmatinya akhirnya aku bisa di taklukan sama dia
Pagi aku bangun masih menangis
" Ayo aku bantu mandi kamu pasti mau sholat subuh kan ayo sayang" kata dia kemudian dia mengendongku dan membawaku masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Nya
" Kamu jangan salah kan aku kan kamu yang minta aku berbuat adil ini aku berusaha berbuat adil" kata dia sambil memandikan aku
" Sabar ya pertama hubungan memang sakit tapi nanti lama lama enak kok" kata dia
kemudian aku di gendong dan di bawa ke kamar ku yang ada di sebelah kamar mas Adit kemudian membuka almari yang ada di kamar dan mengambikan baju dan juga pakaian dalam dan dia memakaikan pakaian dalam juga baju kemudian dia memeluk ku
" Terima kasih kamu telah memberikan keperawananmu pada mas" kata mas Adit dengan lembut
" Aku mau berwudhu aku mau sholat" kata ku
" Ayo mas gendong pasti sakit kalau buat jalan" kata dia aku pun di gendong di bawa kamar mandi kemudian aku berwudhu
" Jangan sentuh aku nanti wudhuku batal" kata ku dia pun mengekori aku berjalan di belakangku
Aku sholat subuh memang aku buat lama dan aku menangis dan tidur di sajadah dan aku bangun ternyata sudah di atas ranjang dan aku bangun mas Adit sudah duduk di sebelah ku dia memberikan teh jahe hangat kemudian dia memijat kakiku
" Sakit ya aku Carikan sarapan sebentar ya kamu pasti lapar" kata dia
Aku nurut dan anehnya aku merasakan gini ya rasanya di manja. suami kenapa kok baru sekarang tapi aku masih ragu dan aku masih saja ingin cerai
" Ayo makanan sudah siap sayang kamu mau di suapi" tanya dia Aku mengeleng dan mau berdiri
"sini mas gendong pasti sakit kan" kata dia dan dia pun mengendongku aku di bawa ke meja makan dan aku di suapi dengan bubur habis satu mangkok dan minum teh jahe hangat
" Maaf ya mas semalam kasar pasti sakit tapi kalau kamu tidak di kasih obat apa mau di sentuh sama mas dan itu mas lakukan karena kamu yang minta keadilan loh" kaya dia
Aku diam saja dan rasanya sakit semua rasanya aku ingin pijat
"Mas badanku sakit semua bawa aku ke salon spa gitu atau Carikan tukang urut" pinta ku
" Iya mas bawa ke spa nanti ya jam sembilan kamu izin dulu sama bos mu nggak masuk hari ini" kata mas Adit kemudian aku telephon bos Bayu untuk izin nggak masuk karena sakit
Jam sepuluh aku di bawa ke salon untuk spa
" Nanti kalau sudah selesai telephon mas ya mas di tempat kerja tidak jauh dari tempat ini kok" kata dia setelah mendaftarkan aku dan memilihkan jenis perawatan
Selesai perawatan aku di jemput dan di bawa ke restoran papa kemudian aku pesan makan di situ aku di pesan kan pesan sup iga sapi dan juga ayam goreng cabe hijau
" Kamu makan sudah aku pesan kan dan nanti malam kita nginep di hotel sebelah restoran ini" kata dia
" kenapa nggak mau aku di suruh papa kan hotel ini milik papa " kata dia
" aku nggak bawa baju ganti" jawabku
" Sudah aku siapkan semua jangan khawatir" kata dia sambil tersenyum
" Modus" kata ku sambil cemberut
" kalau nggak modus aku nggak dapat barang berharga kamu enak kan permainanku nanti kita lanjutkan lagi di hotel" kata nya sambil terkekeh
Kami makan berdua seperti dia suamiku satu satunya padahal aku di dua kan dan aku masih belum terima dan aku tetap berencana menceritakan dia dan pasti itu akan terjadi karena aku nggak mau berbagi Suami.
Bersambung .....