NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar

Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Komedi / Action / Cinta Seiring Waktu / Disfungsi Ereksi / Enemy to Lovers
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Sandrina mendapatkan tiket liburan keliling Eropa. Ketika berada di negara Italia, dia terpisah dari rombongannya. Saat berada di sebuah gang sepi, dia melihat pembunuhan yang dilakukan oleh Alecio dan anak buahnya

Demi menyelamatkan nyawanya Sandrina pura-pura buta dan tuli. Namun, kebohongannya itu segera ketahuan oleh Patrick, kaki tangan Alecio. Dia pun menjadi tahanan kelompok mafia, "Serigala Hitam".

Saat dalam perjalanan ke markas, Alecio dan anak buahnya mendapatkan serangan mendadak dari arah yang tak diketahui. Ban mobil yang ditumpangi oleh Alecio dan Sandrina kena peluru, sehingga mereka harus pindah ke mobil yang lain. Siapa sangka mereka berdua terkena tembakan. Bukan peluru timah atau obat bius, tetapi obat perangsang.

"Kamu adalah budakku! Jadi, sudah sepatutnya seorang budak menurut kepada tuannya." -Alecio-

"Ya Allah, ampuni dosaku. Lebih baik cabut nyawanya Alecio agar aku terhindar dari zina." -Sandrina-

"Bukannya Tuan Alecio impoten? Kenapa jadi Birahi?" -Max

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Mata Sandrina bergerak liar menelusuri setiap sudut area parkiran Museum Capitolini, salah satu museum terkenal di Roma. Senja sudah berganti malam, lampu-lampu taman mulai menyala kekuningan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal. Suara mesin mobil berlalu-lalang, obrolan turis, dan denting lonceng gereja di kejauhan bercampur menjadi satu.

Namun, ada satu hal yang membuat jantung Sandrina berdegup tidak karuan. Mobil travel hitam yang mengantar rombongannya, lenyap. Hilang entah ke mana. Tidak ada jejaknya sama sekali.

Sandrina memutar tubuhnya, menatap barisan kendaraan dengan napas tersengal.

"Ke mana pergi mobil itu?!" teriaknya panik, suaranya menggema di area parkir yang mulai sepi.

Beberapa turis menoleh heran, tetapi Sandrina tidak peduli. Dengan rok panjangnya yang sedikit tersingkap angin, ia berlari mengitari area parkiran, matanya menajam, berharap mobil itu hanya berpindah tempat.

Langkah Sandrina terhenti di sisi lain parkiran. Tetap tidak ada mobil travel berwarna hitam. Sandrina menggigit bibir bawahnya, matanya mulai berkaca-kaca.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang?!" pekiknya, kali ini nyaris menangis.

Dalam hati, ia menyesali keputusan nekatnya turun lagi ke toilet tanpa memberi tahu siapa pun secara jelas. Ia hanya menepuk bahu orang di sampingnya dan berkata cepat, “Aku ke toilet sebentar, ya!” Tanpa tahu siapa orang itu sebenarnya.

Saat ini Sandrina sedang liburan keliling Eropa setelah mendapatkan tiket gratis dari event yang diadakan menteri kebudayaan dan pariwisata yang bekerja sama dengan pariwisata negara-negara Eropa.

Masalahnya Sandrina tidak fasih berbahasa Inggris, apalagi bahasa Italiano. Jadi, dia bingung harus minta tolong pada siapa.

Sandrina menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Ia merogoh tas selempangnya, mengeluarkan ponsel, lalu tanpa ragu menekan kontak yang paling ia andalkan.

Nada sambung berbunyi. Tiga detik kemudian, suara berat namun hangat terdengar di seberang.

"Halo, assalamualaikum, Ayah!" ujar Sandrina dengan nada merengek, campuran antara panik dan manja.

"Waalaikumsalam. Ada apa, Sandrina?" jawab Pak Barata santai. "Jangan bilang kalau kamu protes lagi karena banyak patung tidak pakai baju di museum."

Sandrina langsung mengerucutkan bibir. "Bukan, Ayah! Sekarang aku sedang ada di Roma, bukan di Athena."

"Oh." Suara Pak Barata terdengar sedikit terkejut. "Ada apa? Apa mie spaghetti-nya tidak enak karena tidak pakai caos cabe?"

Sandrina memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam. "Bukan, Ayah!"

"Terus, apa?" tanya Pak Barata, masih santai.

"Mobil travel yang membawa aku hilang!"

"Hah?! Kok bisa?" Nada suara Pak Barata berubah panik.

Sandrina mengusap keningnya yang mulai berkeringat. "Mana aku tahu! Tadi aku turun lagi karena ingin buang air kecil. Jadi, aku ke toilet dulu. Pas kembali ke parkiran, mobilnya sudah tidak ada!"

"Itu bukan hilang namanya, Sandrina. Tapi kamu tertinggal. Mobilnya sudah pergi," ujar Pak Barata dengan nada gemas karena putrinya selalu saja telat memahami keadaan.

"Hah?! Apa?!" pekik Sandrina. "Sungguh terlalu mereka meninggalkan aku sendirian di sini!"

"Apa kamu izin ke supir, guide, atau panitia?" tanya Pak Barata.

Sandrina terdiam sejenak. "Tidak, aku cuma bilang ke orang yang duduk di samping aku."

"Orang yang duduk di samping kamu itu siapa? Orang mana?"

Sandrina mengernyit. "Aku tidak tahu karena aku tidak tanya."

Terdengar helaan napas panjang dari Pak Barata. "Astaghfirullah, Sandrina. Pastinya panitia menyangka kamu ada di dalam mobil. Makanya mereka tidak menunggu kamu dan langsung pergi," jelas Pak Barata, menduga-duga.

"Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang, Yah?" tanya Sandrina dengan suara menahan isak tangis.

"Ya, kamu hubungi panitia penanggung jawab travelnya," jawab Pak Barata.

"Aku tidak tahu harus menghubungi ke mana?" balas Sandrina.

"Astaghfirullah." Terdengar suara helaan napas Pak Barata.

"Ayah? Kenapa? Sesak napas, ya?" Sandrina langsung panik.

"Iya. Ayah sesak napas karena kamu," jawab Pak Barata tanpa ampun.

Sandrina meringis, merasa bersalah sekaligus kesal.

"Ayah akan coba menghubungi KBRI di Roma. Mau bilang kalau ada WNI yang tersesat," lanjut Pak Barata.

"Ih, Ayah! Jangan bilang aku tersesat! Malu-maluin saja!" protes Sandrina.

"Lalu Ayah harus bilang apa?"

"Ya, bilang saja aku ketinggalan mobil."

"Iya, iya. Sekarang kamu cari tempat aman dulu. Kalau bisa cari hotel. Nanti kirim alamatnya ke Ayah."

"Iya, Ayah."

Telepon terputus. Sandrina menurunkan ponselnya perlahan, menatap sekeliling dengan perasaan campur aduk. Dia tidak tahu berada di mana sekarang karena sejak tadi kakinya melangkah tanpa arah, sementara bibirnya sibuk ngoceh kepada ayahnya yang sedang ada di kampungnya.

"Ini di mana, ya?" gumam Sandrina lirih. "Jangan-jangan sekarang aku beneran tersesat!" 

Angin malam berhembus dingin, membuat jilbabnya sedikit berkibar. Lampu jalanan mulai menyala satu per satu. Jalan besar tadi perlahan menghilang, berganti dengan gang-gang sempit berbatu khas Italia.

Sandrina mempercepat langkahnya, berharap menemukan hotel atau setidaknya restoran yang masih buka. Namun, bukannya menemukan tempat ramai, ia justru semakin masuk ke jalanan sempit yang makin sunyi.

Langkahnya terhenti saat ia berbelok. Tubuhnya membeku.

Di depan matanya, seorang pria terjatuh terduduk di tengah jalan sempit. Wajahnya pucat, napasnya terengah. Di hadapannya berdiri beberapa pria bertubuh tinggi, mengenakan mantel hitam panjang, wajah mereka sebagian tertutup bayangan lampu redup. Di tangan salah satu pria itu teracung pistol.

Sandrina menutup mulutnya refleks, matanya membelalak.

Detik berikutnya—

Tsssh!

Bunyi tembakan yang nyaris tak terdengar karena memakai peredam, memecah keheningan.

Tubuh pria yang terduduk itu langsung jatuh tersungkur ke aspal. Darah mengalir dari pelipisnya, membasahi batu jalan. Matanya terbuka lebar, kosong, menatap langit malam tanpa kehidupan.

Sandrina membeku total. Jantungnya berhenti berdetak sesaat, lalu berdegup kencang tak terkendali. Kakinya terasa seperti dipaku ke tanah. Seluruh tubuhnya bergetar hebat.

"Mereka … lagi shooting film, atau itu beneran pembunuhan?" batin Sandrina, penuh ketakutan dan syok.

Lampu jalan berkedip. Angin berdesir. Suasana terasa mencekam.

Sementara itu, salah satu pria bermantel hitam perlahan menoleh tepat ke arah Sandrina.

***

Assalammualaikum, kembali lagi dengan karya baru. Semoga kalian suka. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar, nonton iklan, atau kasih gift. Semoga retensi karya ini aman biar aku terus semangat berkarya. Untuk perhatiannya aku ucapkan terima kasih.

1
Nar Sih
sdh bisa di pasti kan nih alecio bnr ,,udah jatuh cinta
Cindy
lanjut
Sugiharti Rusli
dan apakah cinta Alecio bisa terbalas dengan tingginya tembok yang akan menghalangi mereka bersatu dalam ikatan
Sugiharti Rusli
apa nanti Alecio akan memenuhi janjinya mengurus dokumen Sandrina dan membiarkan dia pulang ke Indonesia,,,
Sugiharti Rusli
terkadang pertengkaran bukan jadi sesuatu yang meresahkan, tapi sesuatu yang bahkan dirindukab di kala salah satu jauh atau sakit,,,
Sugiharti Rusli
meski Sandrina awalnya adalah gadis biasa yang tersesat di sarang mafia, dan Alecio yang sudah lama ga pernah kenal kata cinta sama perempuan manapun bisa saling tertarik sekarang,,,
Sugiharti Rusli
memang yah istilah Jawa, 'witing tresno soko kulino' itu memang benar adanya yah
❀ℕ𝕒𝕕𝕚𝕝𝕒 ℕ𝕚𝕤𝕒❀
kenapa Alecio tidak coba untuk ikut sandrina pulang ke indo
Lilis Yuanita
👍
Aditya hp/ bunda Lia
kayaknya bakalan nikah yah 🤭
ken darsihk
Fix lah kalean jadian ajaaa , dan di resmikan di Indonesia 👏👏👏
Naufal Affiq
nikah aja sama alicio sandrina,biar kau bisa mudik,sebentar lagi kita lebaran lho
🌸Santi Suki🌸: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ken darsihk
Alecio kebanyakan drama inti nya ya Alecio ngajak maried Sandrina 😂😂😂
Sugiharti Rusli
padahal kan bisa saja kalo si Alecio mau, si Sandrina diantarkan ke kedutaan Indonesia di Italia,,,
Sugiharti Rusli
dan alasan tentang dokumen si Sandrina yang hilang juga bisa dia manfaatkan dengan sangat baik sih yah,,,
Sugiharti Rusli
dan yang belum Sandrina ketahui adalah kenyataan kalo seorang Alecio bisa jatuh cinta padanya karena tingkahnya yang unik dan cerewetnya😝😝😝
Sugiharti Rusli
bahkan mana ada dalam pikirannya kalo dia jadi tawanan seorang mafia di negara asing yah😅😅😅
Sugiharti Rusli
memang ajaib sih yah apa yang terjadi sama si Sandrina sekarang😅😅😅
gaby
Kasih lah mudik si Sandrina, tp kawal sampai tujuan. Lamar di dpn ortunya. Emang sampai kapan Alecio sanggup menahan sesak di dada & di celana stiap berdekatan dgn Sandrina. Segera halalkan biar lega dr rasa sesak itu😄😄
Aditya hp/ bunda Lia
kesempatan dalam kesempatan 🤭
bukan kesempitan yah di ajak nikah ntar pas sandrina mau banyak lagi alasan ini itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!