NovelToon NovelToon
Diamonds & Deception

Diamonds & Deception

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."

Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.

Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musuh Bebuyutan

Pintu trailer terhempas terbuka dengan keras sebelum Nicholas sempat membalas ucapan Serena. Di ambang pintu, Odetta berdiri dengan gaun Versace metalik, memegang botol Crystal yang sudah terbuka. Di belakangnya, Iris dan Peter tampak tertegun melihat pemandangan di dalam, Nicholas yang masih menyudutkan Serena ke meja rias dengan jarak yang sangat intim.

"Astaga, Serena! Apa yang pria sipit ini lakukan padamu?!" seru Odetta, suaranya melengking penuh proteksi. Ia segera menarik Serena menjauh dari Nicholas seolah Nicholas adalah wabah menular.

Serena segera merapikan jubah sutranya, kembali mengenakan topeng keangkuhannya yang dingin. "Bukan apa-apa, Det. Dia hanya sedang mencoba memamerkan teknik murahannya lagi."

Nicholas mendengus, merapikan kemejanya yang berantakan dengan gerakan tenang yang justru memicu emosi. "Pamer? Aku hanya memberikan apa yang kau rindukan selama tujuh tahun ini, Serena. Jangan bersikap seolah kau tidak menikmatinya."

"Menikmati?" Serena tertawa sinis, suaranya tajam seperti belati. Ia menatap Nicholas dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan pandangan merendahkan. "Nicholas, lihat dirimu. Setelah tujuh tahun, seleraku sudah meningkat jauh. Pria Tionghoa bermata sipit sepertimu, yang bahkan tidak tahu cara menghargai privasi kekasihnya, sudah bukan lagi tipeku. Aku lebih suka pria yang tahu cara menggunakan mulutnya untuk bicara jujur, bukan untuk menghisap bibir semua aktris di Prancis."

Peter, yang berdiri di belakang Nicholas, mencoba menahan tawa namun gagal. "Wah, Nick. Sepertinya supermodel kita ini sudah bosan dengan Asia."

Mata Nicholas menyipit, berkilat berbahaya. Ia melangkah maju satu tindak, mengabaikan tarikan tangan Peter di bahunya. "Dan kau pikir kau masih semenarik dulu, Serena? Wanita bermata tajam, pemarah, dan penuh harga diri palsu sepertimu... siapa yang mau bertahan lama denganmu? Kecuali pria yang hanya ingin melihatmu di sampul majalah tanpa harus mendengarmu bicara."

"Beraninya kau!" Iris ikut menimpali, membela sahabatnya. "Serena bisa mendapatkan pangeran Monaco jika dia mau!"

"Maka biarkan dia pergi ke Monaco," balas Nicholas dingin, matanya tetap terkunci pada Serena. "Tapi selama kau di set film ini, di bawah kontrak keluarga Feng, kau harus menelan egomu. Dan ingat, bibir jentolmu itu adalah tanggung jawab profesionalmu sekarang."

"Keluar dari trailer-ku, Nicholas! Sekarang!" teriak Serena, tangannya menunjuk ke arah pintu dengan gemetar karena marah.

Nicholas berbalik, namun sebelum benar-benar keluar, ia berhenti di samping mobil Pagani milik Serena yang terparkir. Ia menepuk kap mobil mewah itu dengan nada mengejek. "Mobil yang bagus, Serena. Sayangnya, warna rose gold ini terlihat terlalu manis untuk wanita sepahit dirimu. Jangan sampai kau kalah cepat dariku di lintasan besok."

Dengan itu, Nicholas dan gengnya pergi, meninggalkan Serena yang terengah-engah di pelukan Odetta. Rahasia bahwa mereka pernah saling memiliki luar dalam tetap terkubur rapat di bawah kebencian yang membara. Media mungkin hanya melihat mereka sebagai rival papan atas yang sombong, tapi di bawah lampu Paris yang berkilauan, perang antara dua ego besar ini baru saja dimulai.

Syuting hari berikutnya berlangsung di sebuah kebun lavender yang luas di Provence. Kontras dengan pemandangan yang begitu puitis, suasana di antara Serena dan Nicholas justru sedingin es. Namun, profesionalisme sebagai bintang papan atas memaksa mereka untuk berakting seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih yang paling dimabuk cinta di seluruh Prancis.

"Action!" teriak sang sutradara.

Nicholas menarik pinggang Serena, menatapnya dengan pandangan yang begitu dalam hingga siapa pun yang melihatnya akan mengira pria itu benar-benar memuja Serena. Namun, Serena tahu itu hanyalah akting. Saat bibir Nicholas nyaris menyentuh miliknya, sebuah suara nyaring memecah keheningan set.

"Nicky! Mon amour!"

Seorang wanita berambut pirang dengan gaun sundress mini yang sangat berani berlari ke arah set. Dia adalah Beatrice, aktris pendatang baru yang menjadi kekasih Nicholas setelah mereka terlibat cinlok di film sebelumnya. Media menyebutnya sebagai "korban terbaru" pesona Nicholas.

"Cut!" sutradara berteriak kesal, tapi Nicholas justru melepaskan Serena begitu saja tanpa kata maaf.

Beatrice langsung menghambur ke pelukan Nicholas, mencium pipinya dengan posesif. "Aku merindukanmu! Maaf aku datang tanpa kabar, aku hanya ingin memberi kejutan untuk kekasihku yang paling hebat," ujar Beatrice sambil melirik Serena dengan tatapan meremehkan.

Serena berdiri mematung. Dadanya terasa sesak melihat Nicholas membiarkan Beatrice bermanja-manja di depannya. Ingatan tentang bagaimana Nicholas dulu memanjakan dirinya di kamar mereka saat SMA kini terasa seperti racun.

"Oh, hai Serena," sapa Beatrice dengan nada merendahkan. "Kudengar kau agak kesulitan melakukan adegan ciuman dengan Nicky? Tenang saja, dia memang terkadang terlalu... bersemangat. Tapi aku sudah terbiasa dengan itu."

Serena mengangkat dagunya, memanggil kembali aura supermodel-nya yang angkuh.

"Kesulitan? Tidak sama sekali, Beatrice. Aku hanya merasa sedikit mual harus berbagi oksigen dengan pria yang tidak bisa menjaga kebersihan emosionalnya. Dan jangan khawatir, Nicholas hanyalah rekan kerja yang harus kutoleransi demi kontrak."

Nicholas hanya diam, tangannya melingkari pinggang Beatrice, matanya yang sipit menatap Serena dengan ekspresi yang sulit dibaca.

"Baguslah kalau begitu," sahut Nicholas dingin. "Beatrice, kau tunggu di trailer-ku saja. Aku harus menyelesaikan adegan penuh cinta ini dengan wanita yang katanya sudah bosan dengan tipe sepertiku."

Saat Beatrice pergi dengan langkah centil, Nicholas kembali mendekati Serena. Sutradara memerintahkan mereka untuk mengulang adegan.

"Kenapa, Serena? Kau cemburu melihat kekasih kesekian kalinya ini?" bisik Nicholas tepat di telinga Serena saat mereka bersiap untuk posisi take ulang. "Kau yang bilang pria sipit sepertiku bukan tipemu lagi, kan? Jadi harusnya kau tidak keberatan jika bibir alat sedot ini mencium wanita lain malam nanti."

Serena mencengkeram bahu Nicholas kuat-kuat, kukunya yang dirawat mahal hampir menembus kain kemeja pria itu. "Lakukan saja tugasmu, Nicholas. Cium aku seperti yang ada di naskah, lalu pulanglah ke pelukan wanitamu yang murahan itu. Aku sudah tidak sabar ingin menghapus rasa muak ini dengan skincare termurah sekalipun daripada harus merasakan bekas bibirnya di wajahmu."

Adegan dimulai kembali. Nicholas mencium Serena dengan intensitas yang lebih liar dari sebelumnya, seolah ingin menunjukkan pada Serena apa yang telah ia berikan pada Beatrice dan wanita-wanita lainnya.

Bibir Serena kembali membengkak, jentol karena tekanan yang disengaja oleh Nicholas. Di balik kamera, Odetta dan Iris yang baru datang tampak mengepalkan tangan, sementara Peter hanya bersiul melihat drama yang lebih panas dari naskah aslinya.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍😍😍

1
Fbian Danish
ceritanya bagus bgt. aku suka.... satset tanpa banyak drama, tapi alurnya enak untuk diikuti... suka..suka..suka..
Fbian Danish
baguuuuussss bgt ceritanya kak. cerita sat set tanpa banyak drama tapi alurnya enak dan konflik yg tidak terlalu pelik. aku suka bgt asli.....
Fbian Danish
bapaknya memberi jaminan kancing, anaknya gantungan kristal... like father like son😄
Salsabiell Jannah
sukaaaaa bangetttt sama novel ini 😍😍😍😍
Ros_10: Makasih 😍
total 1 replies
Fbian Danish
bagus bgt karyamu Thor... 🔥🔥🔥🔥
Fbian Danish
happy bgt kak❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!