Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Memberitahu Tina
Tina sudah tiba di rumah sakit dan dia hanya menatap nanar pada tubuh Yuli yang terbujur dengan keadaan penuh luka, Yudith terus aja menangis dan saat ini dia berada dalam pelukan Niko agar bocah tersebut bisa sedikit tenang agar keadaan juga tidak semakin rumit saja setelah suara tangis yang tidak bisa berhenti itu.
Yuli masih belum sadar sehingga mereka agak sedikit cemas dan terus ingin tahu apa yang sedang di rasakan oleh Yuli ini sekarang, Niko sebenarnya ingin bertanya kepada Tina tentang Nando yang malah tidak ikut dengan mereka berdua untuk melihat keadaan sang istri yang sedang di rawat di rumah sakit ini.
Namun karena melihat wajah Tina yang begitu muram serta tidak bisa untuk banyak bertanya maka Niko memilih untuk diam saja, takut juga bila nanti mendadak malah kena sembur karena dia mengetahui bahwa Tina begitu sulit sekali mengendalikan emosi saat sudah terlanjur naik darah kepada orang yang membuat dia kesal.
Dalam tebakan Niko sudah mengarah bahwa kedua kakak beradik itu pasti bertengkar satu sama lain, terlihat juga mata Tina yang begitu sembab karena dia banyak menangis dari subuh hingga sampai saat ini, walau Yuli hanya adik ipar dia namun sebagai sesama wanita Tina merasa nasib Yuli begitu tragis sekali.
Tina takut bila dia ada di posisi Yuli dan tidak mendapat kasih sayang dari suami juga sehingga sudah pasti rasa penderitaan begitu besar muncul di dalam hati ini, tapi Yuli memang tipe wanita yang pendiam sehingga dia tidak mungkin bisa protes kepada Nando yang jelas bersikap lebih keras serta arogan sekali.
Baru mau membuka mulut saja sudah di bentak dengan suara yang begitu keras sehingga tidak mungkin Yuli berani untuk berbicara panjang lebar kepada sang suami itu, masih di obat kan seperti ini saja pasti Yuli sudah sangat berterima kasih kepada Nando karena dia juga anak orangnya miskin dan sekarang kedua orang tua Yuli sudah tiada.
"Papa tidak mau kesini melihat Mama, Om." Yudith yang mengadu pada Niko.
"Bukan tidak mau, Nak! Papa kamu pasti lelah dan ingin istirahat dulu." Niko berusaha untuk meluruskan pikiran bocah kecil ini.
"Tapi tadi Papa sendiri yang bilang kalau dia tidak mau melihat Mama." lirih Yudith.
"Itu cuma bercanda saja ya, sekarang kita berdoa agar Mama kamu segera sembuh." hibur Niko agar bocah ini tidak sedih lagi.
"Mas tubuh Yuli emang gini ya?" Tina memperhatikan tubuh Yuli yang memang penuh dengan luka.
"Setau aku ya memang begitu, sejak awal kita mau bawa dia kan sudah begini." jawab Niko pula.
"Ya Allah semoga adik ku ini cepat sembuh, kasihan dia." Tina kembali menangis karena merasa begitu iba dengan nasib Yuli.
"Ada yang ingin aku sampaikan kepada dirimu, ini tentang penyakit yang sedang di alami oleh Yuli." Niko membuka suara perlahan karena dia juga tidak enak langsung berbicara karena ada Yudith.
Melihat wajah sang suami yang sudah berubah serius seperti itu maka Tina menyadari bahwa ini pasti adalah masalah yang begitu penting, jadi sebisa mungkin dia harus mencari waktu agar bisa berbicara saat ini juga karena Tina pun penasaran apa yang telah terjadi kepada Yuli sekarang.
"Yudith duduk dulu di sini tunggu Mama ya." Niko mendudukkan Yudith di sofa.
"Iya." Yudith mengangguk saja dengan permintaan Niko.
"Tante mau bicara dulu kepada dokter jadi tolong kamu duduk di sini dan menunggu Mama." Tina tersenyum sambil mengelus kepala sang keponakan.
"Iya, Tante." Yudith menjawab dengan sangat manis sekali.
Melihat tingkah sang keponakan yang begitu lemah lembut dan begitu menyayangi Mama, hati Tina semakin tidak karuan karena dia mulai berpikiran buruk tentang keadaan Yuli, melihat Yuli yang terbujur pucat di atas ranjang saja sudah membuat hati Tina semakin merasa pilu karena dia sangat takut bila nanti terjadi sesuatu dan kemudian Yudith harus sendiri.
"Ada apa memang nya, Mas?" Tina menatap Niko yang serius.
"Saat kami tersesat di dalam hutan itu maka Farel menghubungi seseorang dan dia yang menolong kami bertiga keluar dari sana, orang itu memang paham dengan hal ghaib." jelas Niko.
"Lalu?"
"Yuli kerasukan oleh sesuatu yang tak kasat mata dan dia juga yang membuang iblis itu, Sadewa mengatakan bahwa Yuli memang terkena santet." beritahu Niko.
"Ya Allah!" Tina sudah lemas karena dia merasa ini permasalahan yang begitu rumit sekali.
"Demi Allah aku sama sekali tidak berdusta dan mungkin yang di katakan oleh Sadewa adalah hal yang benar, kamu pikirkan saja karena di kawasan kita sama sekali tidak ada hutan dan kita justru tersesat di dalam hutan itu." Niko takut bila Tina tidak percaya.
"Ya aku juga sudah memikirkan hal yang janggal itu karena memang selama ini kita tidak pernah bertemu dengan hutan." Tina mengangguk pelan.
"Jadi Sadewa mengatakan bahwa memang ada seseorang yang sudah membuat santet untuk Yuli." sambung Niko.
Tina yang kembali pusing karena dia memikirkan bagaimana nanti cara memberitahu Nando, tidak di beritahu juga tidak mungkin karena Yuli membutuhkan pengobatan yang bersangkutan dengan dukun dan itu nanti pasti akan di tentang keras oleh Nando karena dia tidak percaya.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...