NovelToon NovelToon
Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan sentuh apa pun. Jangan duduk di sofa sebelum mandi. Dan singkirkan remah kerupuk itu dari jangkauan radar saya!" — Calvin Harvey Weinstein.
Nirbita Luminara Rein mengira hidupnya sudah berakhir saat orang tuanya pergi dan kakaknya, Varro, menyatakan mereka bangkrut. Tapi ternyata, penderitaan yang sesungguhnya baru dimulai saat ia "digadaikan" oleh kakaknya sendiri kepada Calvin—CEO jenius yang punya alergi akut pada segala sesuatu yang tidak rapi.
Bagi Calvin, Nirbi adalah sumber kuman berjalan. Bagi Nirbi, Calvin adalah kulkas dua pintu yang cerewetnya minta ampun. Namun, di balik semprotan disinfektan dan aturan ketatnya, Calvin menyimpan rahasia: Ia sudah jatuh cinta pada "si kuman kecil" ini sejak insiden pelukan salah sasaran di kampus dulu.
Bisakah rumah super steril Calvin bertahan dari badai keberantakan Nirbi? Atau justru hati Calvin yang akhirnya "terkontaminasi" cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Gaun Sutra dan Bencana Anggur Merah

Malam itu, Grand Ballroom Hotel Mulia menjadi saksi transformasi seorang Nirbita Luminara Rein. Calvin tidak main-main, ia memanggil tim penata rias profesional ke penthouse-nya hanya untuk mendandani "si kuman kecil".

Nirbi keluar dengan gaun off-shoulder berwarna midnight blue yang melekat sempurna di tubuh rampingnya. Rambutnya yang biasa dicepol asal-asalan, kini tergerai indah dengan gelombang lembut. Wajah polosnya dipoles riasan natural yang menonjolkan mata bulatnya yang jernih.

Calvin yang sedang merapikan jam tangannya, mendadak berhenti bernapas selama lima detik.

"Kak... sesak, ih! Ini bajunya terlalu ketat atau aku yang makin gendut karena makan bakwan terus?" keluh Nirbi sambil mencoba menarik-narik bagian dadanya.

Calvin berdehem keras, berusaha menormalkan detak jantungnya yang berantakan. "Jangan ditarik. Itu sutra mahal. Dan dengar, Nirbita... di sana nanti, kamu harus diam. Jangan lari-lari, jangan bicara kalau tidak ditanya, dan yang paling penting: tetap di samping saya. Paham?"

Nirbi mengangguk mantap. "Paham, Pak Bos! Aku bakal jadi patung manekin paling cantik sedunia."

Si Cantik yang Lapar

Begitu masuk ke ruang pesta, semua mata tertuju pada pasangan itu. Calvin yang kaku terlihat sangat serasi dengan Nirbi yang bersinar. Beberapa kolega bisnis langsung menghampiri Calvin untuk berbincang.

"Anda terlihat sangat serasi, Pak Calvin. Siapa nona cantik ini?" tanya seorang investor.

"Asisten pribadi saya," jawab Calvin singkat, sambil tangannya secara posesif melingkar di pinggang Nirbi (tentu saja setelah ia memastikan tidak ada kuman di tangannya).

Namun, pertahanan Nirbi hanya bertahan sepuluh menit. Indra penciumannya menangkap aroma Chocolate Lava Cake dari meja buffet di pojok ruangan. Saat Calvin sedang asyik mendebat soal saham, Nirbi berbisik pelan.

"Kak, aku ke sana bentar ya... mau ambil minum," pamitnya.

Calvin hanya mengangguk tanpa menoleh, mengira Nirbi benar-benar hanya mengambil air mineral. Padahal, begitu lepas dari pengawasan Calvin, Nirbi langsung "ngacir" ke meja makanan.

"Wah! Surga dunia!" gumam Nirbi. Ia mengambil satu potong kue cokelat besar dan melahapnya dengan anggun (setidaknya dia ingat pesan Calvin untuk tidak belepotan).

Calvin sempat melirik ke arah meja makan. Ia melihat Nirbi makan dengan rapi, hatinya sedikit tenang. Oke, dia bisa dipercaya, pikirnya.

Insiden Gelas Kristal

Nirbi merasa haus setelah makan cokelat yang manis. Di meja sampingnya, terdapat deretan gelas berisi cairan berwarna merah ungu yang sangat cantik.

"Wah, jus anggurnya mewah banget gelasnya," gumam Nirbi. Tanpa curiga, ia mengambil satu gelas dan langsung menenggaknya habis. "Kok rasanya agak pait-pait anget ya? Tapi enak."

Karena haus, Nirbi menenggak gelas kedua. Dan gelas ketiga.

Tiba-tiba, dunia di sekitar Nirbi mulai berputar. Lantai marmer yang tadinya datar terasa seperti sedang bergoyang mengikuti irama musik jazz di ruangan itu.

"Heehee... Kak Calvin kok jadi ada tiga?" igau Nirbi sambil tertawa kecil. Pipinya merona merah padam, matanya mulai sayu. Ia mencoba berjalan, tapi kakinya terasa seperti jeli.

Di sudut lain, Arga yang hadir sebagai tamu dari perwakilan perusahaan keluarganya, sudah mengawasi Nirbi sejak tadi. Jantungnya berdegup kencang saat melihat Nirbi memegang gelas wine.

"Astaga, Nirbi! Itu bukan jus!" seru Arga sambil berlari kencang saat melihat tubuh Nirbi limbung dan hampir menabrak menara gelas sampanye.

Hap!

Arga menangkap pinggang Nirbi tepat waktu. "Bi! Kamu mabuk ya? Kamu kan nggak bisa minum alkohol sama sekali!"

Nirbi mendongak, menyentuh hidung Arga dengan telunjuknya. "Ehh... ada Kak Arga... Kakak kok wangi bubur ayam sih? Hehe..."

"Ayo, kita keluar sekarang. Kamu butuh udara segar," Arga merangkul bahu Nirbi, berniat membawanya pergi dari keramaian sebelum Nirbi melakukan hal yang lebih memalukan.

Ledakan Sang CEO

Calvin yang baru saja menyelesaikan pembicaraannya, menoleh ke arah meja makan dan mendapati pemandangan yang membuat darahnya mendidih hingga ke ubun-ubun.

Nirbita-nya. Sedang dipeluk oleh Arga. Di depan umum!

Calvin melangkah lebar-lebar, membelah kerumunan tamu dengan aura yang begitu gelap hingga orang-orang spontan menyingkir.

"Lepaskan. Tangamu. Dari dia," desis Calvin tepat di belakang Arga.

Arga menoleh, wajahnya cemas. "Calvin, dia mabuk! Dia nggak sengaja minum wine—"

"Saya bilang LEPASKAN!" Calvin merenggut Nirbi dari dekapan Arga dengan kasar.

Nirbi yang sudah hilang kesadaran malah menyandarkan kepalanya di dada bidang Calvin, tangannya meraba-raba jas mahal Calvin. "Pak Booosss... Kak Calvin wangi sabun cuci piring... aku sukaaa..."

Calvin menatap Arga dengan tatapan membunuh. "Berani sekali Anda menyentuhnya lagi di depan saya. Urusan kita belum selesai, Tuan Arga."

"Dia butuh bantuan, bukan ancaman!" balas Arga.

Calvin tidak memedulikan ucapan Arga. Ia menggendong Nirbi ala bridal style di depan ratusan pasang mata kolega bisnisnya. Ia tidak peduli lagi soal image atau kuman dari napas alkohol Nirbi. Yang ia tahu, ia harus membawa gadis ini pergi dari jangkauan siapa pun.

"Kita pulang, Nirbita. Dan besok, saya akan pastikan tidak ada satu tetes alkohol pun yang boleh beredar di radius 10 kilometer darimu," bisik Calvin di telinga Nirbi yang sedang sibuk menjilati kerah jasnya karena dikira permen.

1
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ga takut di gigit nyamuk bulan madu di hutan 🤣
Rian Moontero
mampiiirrr/Bye-Bye/👍😍
umie chaby_ba
amazon ga tuh... 🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
An
amit" pake penggaris??diukur segala?? kang bangunan kah🤭🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih kak, sudah mampir 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
yaelah Caplin...
umie chaby_ba
kirain syekh puji... 😄😄😄🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
Vario Vario.. 🤣
umie chaby_ba
buset...🤭🤭🤭🤭
umie chaby_ba
alah sia cemburu... 😄
umie chaby_ba
duh... si Caplin udh kedemenan itu 😍🤣🤣
Ariska Kamisa: Calvin kak... /Facepalm/
tapi lucu sih kenapa jadi Caplin /Chuckle/
Semoga kak umi menikmati cerita saya yaa... /Kiss/
total 1 replies
umie chaby_ba
sumpah lucu😄
umie chaby_ba
Dih.. Varro Kocagghh....
udah ngasih beban nitipin NOBITA eehh.. maksudku Nirbita...
nglunjak lagi..🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ini ceritanya romansa komedian nih... asik kayanya .. kakaknya kocakk.
dari sahabat jadi musuh ini kah... bukan musuh dari awal.
Nirbita lucu banget ... ini bukan kembaran nya Nobita kan ??? /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
udah ini mah lucu lucu romantis gemes dan lebbayyy tapi aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!