NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Faksi Baru

Aula utama kastel Phenex malam ini tidak seperti biasanya. Keheningan yang biasanya mendominasi koridor-koridor megah itu kini digantikan oleh aura yang padat dan berlapis. Lampu-lampu kristal dinyalakan dengan kekuatan penuh, memantulkan cahaya pada lantai marmer yang telah dibersihkan hingga mengilap seperti cermin. Di ujung aula, Riser Phenex duduk di singgasana kebesarannya, namun ada sesuatu yang berbeda—ia tidak lagi terlihat seperti bangsawan yang hanya mewarisi harta, melainkan seorang penguasa yang sedang memahat takdirnya sendiri.

Di bawah tangga singgasana, seluruh anggota peerage barunya telah berkumpul. Yubelluna berdiri di posisi paling depan sebagai Queen pertama, diikuti oleh Saeko Busujima yang berdiri tegak dengan tangan di atas gagang katananya. Ayaka Kamizato berdiri dengan keanggunan seorang putri es, sementara Rei Miyamoto, yang masih tampak sedikit canggung dengan jepit rambut barunya, sesekali melirik ke arah Riser dengan tatapan yang sulit diartikan.

Shizuka Marikawa berdiri di dekat pilar sambil memegang tas medisnya, tampak lebih serius dari biasanya. Dan yang paling unik, Nezuko Kamado duduk di sebuah bantal besar tepat di samping kaki singgasana Riser, wajahnya tersembunyi di balik bambu, namun matanya yang jernih menunjukkan bahwa ia merasa aman di sana.

"Kalian semua ada di sini karena sebuah alasan," suara Riser bergema, rendah namun mengisi setiap sudut ruangan. "Dunia ini mengenal klan Phenex sebagai penyembuh dan abadi. Tapi bagi mereka yang berdiri di hadapanku sekarang, Phenex bukan lagi sekadar nama keluarga. Ini adalah faksi yang akan berdiri di atas kakinya sendiri."

[ Pesan Sistem: Kak Riser, lihatlah cara mereka menatapmu! Saeko dan Yubelluna tampak siap mati untukmu, Ayaka seolah sedang memuja dewa, dan Rei... wah, dia benar-benar berusaha keras menyembunyikan wajah merahnya! Apa kau sengaja membuat aura karismamu meledak-ledak begini? Dasar pamer! 🙄 ]

"Yui, ini adalah momen formal. Berhenti berkomentar tentang wajah mereka," batin Riser dengan nada datar.

[ Pesan Sistem: Huh! Aku hanya menjalankan fungsi analisis emosional target, tahu! Lagipula, detak jantung Nezuko sangat stabil di dekatmu. Itu berarti dia sudah menganggapmu sebagai 'Rumah'. Dan aku... aku hanya sedikit kesal karena tidak punya kursi di sana! 💢 ]

Riser berdiri dari singgasananya, jubah hitam-emasnya menyapu lantai. Ia menatap satu per satu wanita yang telah ia kumpulkan dari berbagai dimensi dan latar belakang.

"Fase pertama telah usai. Kita telah memenangkan permainan melawan Rias Gremory, kita telah mengamankan wilayah dari gangguan Malaikat Jatuh, dan kita telah mengumpulkan kekuatan inti," lanjut Riser. "Namun, jangan pernah berpikir bahwa ini adalah akhir. Justru, ini adalah awal dari badai yang sesungguhnya."

Tiba-tiba, pintu aula terbuka dengan suara dentuman pelan. Seorang pelayan klan Phenex masuk dengan wajah pucat, membawa sebuah gulungan surat berwarna merah dengan segel bergambar jambu air—lambang keluarga Gremory.

"Tuanku Riser... seorang utusan dari klan Gremory baru saja tiba di gerbang luar. Mereka membawa pesan mendesak dari Lord Sirzechs dan Lady Rias," lapor pelayan itu sambil berlutut.

Riser menyipitkan matanya. Sebuah senyum tipis, hampir tak terlihat, muncul di bibirnya.

[ Pesan Sistem: PERINGATAN! Variabel baru terdeteksi. Surat itu mengandung residu mana dari Sirzechs Lucifer. Sepertinya si Raja Iblis itu mulai merasa terganggu dengan 'Anomali' yang kau buat, Kak Riser. Hati-hati, ini mungkin jebakan diplomasi! 🚨 ]

"Bawa utusan itu masuk," perintah Riser.

Saeko melangkah satu langkah ke depan, auranya seketika menjadi tajam. "Haruskah aku bersiap untuk memenggal kepala mereka jika mereka tidak sopan, Tuanku?"

"Simpan pedangmu untuk saat ini, Saeko," Riser berjalan menuruni tangga singgasana, berdiri di tengah aula. "Kita akan mendengar apa yang ingin dikatakan oleh 'pemenang' yang kulepaskan itu."

Seorang pria berseragam pelayan klan Gremory masuk dengan langkah gemetar. Ia membungkuk sangat rendah di hadapan Riser, bahkan tidak berani menatap mata para ksatria wanita yang mengelilingi Riser.

"T-Tuan Riser Phenex... Lady Rias Gremory secara resmi mengundang Anda ke pertemuan darurat di Kota Kuoh. Kabar mengenai rekrutmen besar-besaran yang Anda lakukan telah mencapai telinga Dewan Tetua, dan Lord Sirzechs ingin memastikan bahwa aliansi antara Phenex dan Gremory tetap terjaga sebelum Dewan mengambil tindakan agresif."

Riser mengambil gulungan surat itu, membacanya secara sekilas sebelum meremasnya hingga menjadi abu di dalam genggamannya.

"Aliansi, katamu?" Riser tertawa rendah. "Katakan pada Rias. Aku akan datang. Tapi aku tidak datang sebagai tunangan yang gagal atau sebagai bawahan. Aku datang sebagai pemimpin faksi baru yang akan menentukan apakah Gremory layak berdiri di sampingku atau tidak."

[ Pesan Sistem: Wah! Kak Riser sangat provokatif! Aku suka gaya bicaramu yang sombong itu! Biarkan mereka tahu siapa bos yang sebenarnya di sini. Tapi ingat, jangan sampai kau terpesona lagi saat melihat Rias atau Akeno nanti, ya! Kalau kau genit, aku akan meledakkan notifikasi di kepalamu seharian! 😤💢 ]

Rei Miyamoto melangkah maju, memegang tombaknya dengan erat. "Aku ikut denganmu. Aku ingin melihat siapa orang-orang Gremory ini yang membuatmu harus repot-repot mengirimkan surat."

Riser menatap Rei, lalu menatap seluruh anggota timnya. "Kalian semua akan ikut. Kita akan menunjukkan pada Underworld bahwa fajar baru telah tiba. Dan fajar itu berwarna api Phenex yang takkan pernah padam."

Udara di ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib Akademi Kuoh terasa begitu kontras dengan biasanya. Jika biasanya ruangan itu dipenuhi dengan aroma teh Earl Grey dan candaan santai, kali ini suasana berubah menjadi beku dan menyesakkan. Rias Gremory duduk di kursinya dengan punggung tegak, sementara di sampingnya, Issei Hyoudou dan anggota lainnya berdiri dengan ekspresi waspada yang tidak bisa disembunyikan.

Pintu ruangan terbuka perlahan. Bukan dengan bantingan, melainkan dengan dorongan yang tenang namun memberikan tekanan atmosfer yang luar biasa.

Riser Phenex melangkah masuk terlebih dahulu. Ia tidak mengenakan pakaian santai dunia manusia; ia mengenakan jubah kebesaran faksinya yang baru, hitam dengan aksen emas yang menyala. Di belakangnya, satu per satu "koleksi" kekuatannya muncul, menciptakan parade kekuatan yang membuat mulut Issei menganga.

"Selamat malam, Rias," suara Riser memecah kesunyian, begitu rendah dan penuh otoritas.

[ Pesan Sistem: Hmph! Lihatlah reaksi Issei itu. Matanya hampir keluar melihat Saeko dan Ayaka. Kak Riser, tolong beri dia tatapan maut agar dia tahu tempatnya! Dan Rias... dia tampak sangat terkejut melihatmu membawa pasukan 'Amazon' ini. Rasakan itu! 😤 ]

Rias berdiri, matanya terpaku pada sosok Saeko dan Rei yang memancarkan aura ksatria yang sangat disiplin. "Riser... aku memintamu datang untuk bicara, tapi sepertinya kau membawa seluruh 'benteng' bersamamu."

"Seorang penguasa tidak berjalan sendirian, Rias," jawab Riser sambil duduk di sofa yang disediakan.

Yubelluna dan Ayaka berdiri di sisi kiri dan kanan Riser, sementara Saeko dan Rei tetap berada di dekat pintu sebagai penjaga garis belakang. Shizuka, dengan sikap santainya, mulai mengamati kondisi fisik anggota klub Gremory seolah-olah mereka adalah pasien potensial.

Namun, perhatian semua orang teralih ke arah Nezuko. Gadis kecil itu merangkak keluar dari balik jubah Riser, masih dengan bambu di mulutnya. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan sebelum matanya tertuju pada sebuah peti di sudut ruangan—tempat Gasper Vladi biasanya bersembunyi.

"Mmuu...?" Nezuko berjalan mendekati peti itu.

"Eh? Tunggu, jangan buka itu!" teriak Issei gagap.

Namun terlambat. Nezuko menarik penutupnya. Gasper, yang sedang meringkuk ketakutan, mendongak dan bertemu mata dengan Nezuko. Keduanya membeku. Gasper gemetar karena takut pada orang asing, sementara Nezuko memiringkan kepalanya dengan heran.

[ Pesan Sistem: ANALISIS LUCU! Deteksi dua entitas pemalu. Gasper Vladi (Vampir Hikikomori) vs Nezuko Kamado (Iblis Bambu). Sinkronisasi kecanggungan mencapai 99%! Kak Riser, lihatlah mereka, imut sekali! Tapi jangan sampai kau mengadopsi Gasper juga ya, koleksimu sudah terlalu banyak! 💢 ]

"Gasper, tidak apa-apa," Rias mencoba menenangkan, namun ia sendiri masih terpaku melihat bagaimana Nezuko tiba-tiba menepuk kepala Gasper dengan lembut, seolah-olah sedang menenangkan adiknya sendiri.

Riser kembali fokus pada Rias. "Jadi, mari kita bicara bisnis. Surat dari Sirzechs menyebutkan bahwa Dewan Tetua mulai mempertanyakan 'pergerakanku'. Apa yang mereka inginkan?"

Rias menghela napas, ia duduk kembali dengan raut wajah serius. "Mereka khawatir, Riser. Kau memenangkan Rating Game, membatalkan pertunangan, lalu tiba-tiba menghilang dan muncul kembali dengan anggota Peerage yang tidak terdaftar di Underworld. Mereka menduga kau sedang membangun kekuatan untuk melakukan kudeta atau bergabung dengan faksi ekstrimis."

"Kudeta?" Riser tertawa dingin, sebuah suara yang membuat bulu kuduk Issei berdiri. "Aku tidak tertarik dengan kursi tua mereka yang sudah lapuk. Aku hanya membangun faksi yang bisa bertahan di masa depan. Jika mereka menganggap kekuatan sebagai ancaman, maka itu masalah ketakutan mereka sendiri, bukan masalahku."

Ayaka Kamizato melangkah sedikit ke depan, auranya yang dingin membuat suhu ruangan turun drastis. "Tuan kami hanya mengumpulkan mereka yang memiliki tekad. Jika Dewan Tetua ingin menguji tekad kami, kami akan dengan senang hati menyambut mereka di medan perang."

Kiba Yuuto, ksatria Gremory, menyipitkan mata saat merasakan aura pedang dari Saeko dan Ayaka. "Kalian... kalian bukan iblis biasa. Teknik yang kalian miliki terasa sangat murni dan tajam."

[ Pesan Sistem: Kak Riser, ksatria pirang itu mulai merasa terancam! Bagus, biarkan mereka tahu kalau kualitas Peerage-mu jauh di atas mereka. Tapi hei, jangan terlalu lama berdebat. Aku mulai lapar... maksudku, kapasitas manamu butuh diisi dengan camilan manis! 🍩 ]

"Rias," Riser mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya yang ungu berkilat tajam. "Katakan pada kakakmu. Aku tetaplah seorang Phenex, dan aku tidak punya niat untuk menghancurkan Underworld. Tapi, jika mereka mencoba menyentuh anggota faksiku atau mencoba mendikte jalanku... aku akan membakar setiap halaman hukum yang mereka banggakan."

Rias terdiam. Ia melihat keyakinan yang tak tergoyahkan di mata Riser. Pria di depannya bukan lagi Riser yang ia kenal—yang hanya peduli pada kesombongan. Ini adalah seorang pemimpin yang rela menantang dunia demi orang-orang di bawah perlindungannya.

"Aku akan menyampaikan pesanmu, Riser," ucap Rias pelan. "Tapi kau harus tahu, ini berarti kau sudah resmi keluar dari zona nyaman klanmu. Kau sekarang adalah target pengawasan global."

"Itu memang rencanaku sejak awal," jawab Riser. Ia berdiri, memberikan kode pada timnya untuk bersiap pergi. "Ayo, kita sudah selesai di sini. Nezuko, tinggalkan vampir itu."

Nezuko memberikan satu tepukan terakhir di kepala Gasper sebelum kembali ke sisi Riser dengan patuh. Saat rombongan Riser berjalan keluar, seluruh anggota klub Gremory hanya bisa terpaku, merasakan beban yang terangkat dari dada mereka begitu pintu tertutup.

[ Pesan Sistem: Kerja bagus, Kak Riser! Diplomasi yang kasar tapi efektif. Sekarang, ayo kembali ke kastel. Aku ingin kau beristirahat agar aku bisa melakukan perawatan sistem tanpa gangguan dari gadis-gadis itu! (Meskipun aku tahu itu mustahil...) 🙄💕 ]

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!