NovelToon NovelToon
Anhe : Teratai Air Yang Damai

Anhe : Teratai Air Yang Damai

Status: tamat
Genre:Tamat / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Anhe gadis yang telah di besarkan dalam lingkaran kegelapan. Hanya mengerti akan pembunuhan, membantai tanpa henti, tugas mematikan yang siap datang setiap waktu. Tanpa di duga gadis itu terbunuh saat menghadapi musuh besarnya. Dia bangkit kembali menjadi seorang gadis muda yang masih berusia lima belas tahun. Gadis dengan tubuh lemah, sakit-sakitan dan terbuang.
Anhe terlahir kembali sebagai putri kelima orang yang hampir dia bunuh. Di menit terakhir Tuan besarnya meminta untuk mundur dan pembunuhan di hentikan. Sehingga keluarga itu selamat dari pembantaian. Dan kini dia harus menjadi salah satu dari Putri perdana menteri pertahanan itu sendiri. Terjerat dalam skema keluarga besarnya bahkan keluarga kerajaan yang saling bertentangan.
Gadis pembunuh itu kini harus siap menghadapi perubahan besar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hubungan ini bukan tentang kekuasaan

Seribu pasukan prajurit pengawal kekaisaran bergerak kearah paviliun Mimpi. Tempat hiburan paling ramai dan terkenal di Ibu Kota. Pengawal Chang Lu memimpin pasukan membuat garis pertahan di luar mengelilingi tempat itu. Dan puluhan prajurit pengawal kekaisaran lainnya masuk membantu Raja kecil Ying menuntaskan para penyergap.

"Biarkan yang lainya hidup," ujar Raja kecil Ying. Dia mendekat kearah istrinya. "Aku akan menjelaskannya setelah kembali." Tatapannya berubah menjadi sangat gugup.

"Aku mengerti." Li Anhe mengangguk setuju.

"Raja kecil." Pengawal Chang Lu memberikan hormatnya.

"Bereskan semua jasad mereka. Jika ada orang lain yang menyadari tentang keadaanku saat ini berikan peringatan atau bunuh." Menatap dingin kearah pengawal Chang Lu. Dia menarik istrinya pergi di ikuti dua pelayan wanita lainnya. Mereka kembali kedalam kereta. Baru setelah kereta melaju.

Di pertengahan jalan menuju kearah kediaman. Li Anhe menatap kearah jendela dengan penutup yang telah di sibak. 'Semua orang memiliki rahasia,' gumamnya dalam hati. Dia selalu menganggap kehidupannya akan tenang meskipun suaminya hanyalah Raja kecil tanpa kekuasaan. Ataupun seseorang yang sakit-sakitan. Namun kenyataannya semua tidak pada tempatnya. Dia memiliki rahasia sendiri begitu juga suaminya.

Raja kecil Ying menatap kearah istrinya. "Yi er, apa kamu menyalahkanku karena tidak memberitahukan yang sebenarnya akan kesehatanku?"

Li Anhe menutup kembali penutup jendela. "Kamu pasti memiliki alasan tersendiri. Aku tentu tidak menyalahkanmu."

Percakapan singkat itu hanya berhenti tepat di saat kereta sampai di depan pintu kediaman. Li Anhe langsung kembali kedalam kamar. Dia melepaskan baju luarnya lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. "Huh." Menghela nafas dalam. "Aku harus membuat rencana baru. Tuan besar pembunuh telah datang. Umpan harus di lemparkan." Memejamkan kedua matanya.

Dua pelayan datang menyiapkan semua keperluan nyonya mudanya untuk persiapan tidur. Setelah selesai mereka kembali pergi.

Li Anhe bangkit dari tempat tidurnya berjalan keluar di halaman depan. Malam itu awan tebal memenuhi langit. Dia duduk di bangku taman kecil. Menyandarkan tubuhnya berusaha untuk memikirkan semua rencana yang akan dia lakukan.

"Kenapa belum tidur?" suara itu terdengar cukup tenang.

Gadis itu menoleh kearah suara mendapati suaminya sudah ada tepat di belakangnya. Raja kecil Ying duduk di samping dirinya menyapa hangat. "Kamu sepertinya tidak terlalu menyukai Raja Ning?"

Senyuman samar terlihat di wajah Raja kecil Ying. "Sebagai anggota keluarga kerajaan tentu sulit bisa saling mendukung. Jarak kami sebagai saudara sudah sangat jauh."

Li Anhe meluruskan kakinya menatap kumpulan awan saling bertemu. Kurang lebihnya gadis itu juga mengerti. "Kekuasaan selalu saja yang paling mengiurkan."

Tawa kecil terdengar dari arah Raja kecil Ying. "Benar. Setiap orang pasti menginginkannya."

"Kamu juga menginginkannya?"

Pertanyaan itu membuat Pria muda itu menatap lekat kearah istrinya. "Aku tidak pernah menginginkannya. Yi er, aku hanya ingin hidup seperti orang biasa tanpa kekuasaan yang nyata. Apa kamu mau hidup bersamaku hingga tua menjalani kehidupan seperti halnya orang bisa." Pandangan matanya penuh dengah harapan.

Li Anhe menatap dalam, "Aku istrimu. Sudah seharusnya menemanimu hingga tua. Bukan karena kamu seorang Raja kecil. Atau seseorang dengan kekuasaan. Namun karena kamu suamiku."

Jawaban itu membuat senyuman indah di wajah Raja kecil Ying. Dia meraih leher lembut istrinya menariknya perlahan. Dia arahkan bibirnya menyentuh bibir lembut istrinya. Di saat dirinya melepaskan ciuman pertama mereka, "Yi er, aku mencintaimu."

Li Anhe diam mematung tidak bisa berkata atau pun bergerak. Dia masih mencerna kejadian yang sangat tiba-tiba itu. "Aku." Gadis itu menghentikan kata-katanya karena bibirnya di lumat kembali oleh suaminya. Ciuman yang sangat canggung itu membuat gadis itu sadar dalam dua kehidupan yang dia jalani. Dirinya tidak pernah memiliki pengalaman tentang cintai. Tanpa sadar dia hanya mengikuti setiap ritme yang di mainkan suaminya. Raja kecil Ying melepaskan ciumannya kembali. "Apa kamu mempelajarinya? Kamu terlihat cukup hebat saat melakukan ciuman." Tatapan matanya sangat jernih.

Raja kecil Ying tertawa mendengar pertanyaan aneh dari istrinya. "Apa hal seperti ini perlu belajar?" wajahnya memerah. "Kamu terlihat sangat menikmatinya."

Li Anhe hampir tersedak ludahnya sendiri. "Benarkah? Aku rasa tidak."

Pria muda itu tersenyum melihat gadis dengan ekspresi malunya. "Apa kamu ingin mempelajarinya?"

"Em?" Li Anhe mantap kearah suaminya.

"Aku bisa mengajarimu lebih lama lagi," Mengangkat tubuh istrinya kedalam pangkuannya. Li Anhe sedikit memberontak tapi dia tidak ingin memperlihatkan kemampuannya. Sehingga perlawanan tidak bisa di lakukan. Raja kecil Ying mencium lembut bibir manis istrinya. Rasa candu itu semakin melekat kuat. Dia bangkit dengan membopong istrinya berada di pelukannya. Berjalan masuk kedalam kamar.

Kamar di tutup rapat menyisakan cahaya lilin yang tidak terlalu terang. "Yi er. Aku sangat mencintaimu." Dia menjatuhkan lembut tubuh istrinya kearah tempat tidur.

"Tunggu. Apa kita?" Wajah Li Anhe memerah.

Raja kecil Ying tersenyum. "Seperti yang kamu pikirkan." Dia merengkuh tubuh istrinya kedalam dekapannya. Ciuman demi ciuman di lakukan penuh kelembutan juga kehangatan.

Rasa canggung yang Li Anhe hadapi perlahan mulai menghilang di gantikan keinginan yang sama seperti pria di atas tubuhnya.

Kelambu di turunkan.

Malam itu mereka berdua telah resmi menjadi sepasang suami istri yang akan selalu melengkapi. Bukan hanya setatus yang tertera di atas kertas.

Li Anhe terbangun di saat matahari sudah menerobos masuk melalui celah kecil yang ada di jendela. Wajahnya memerah saat membayangkan kejadian semalam. Dia mencoba untuk mengintip di balik selimut tebal yang telah menutupi tubuh telanjangnya. Hanya beberapa detik saja dan dia langsung menutupnya kembali. 'Aku benar-benar melakukannya,' ujarnya dalam hati.

Tangan lembut menarik tubuhnya kearah belakang. "Kenapa sudah bangun? Kita bisa tidur lebih lama lagi," suara Raja kecil Ying sangat lembut dan pelan. Dia mencium leher halus istrinya. "Yi er, hari ini kita hanya perlu diam di kamar. Apa kamu tidak keberatan?"

"Tapi bukannya kamu akan memeriksa para penyergap semalam?"

Raja kecil Ying menggelengkan kepalanya di saat menyentuh leher istrinya. "Saat ini di mata semua orang aku hanya Raja kecil sakit-sakitan tanpa kekuasaan. Semua penyergap akan langsung di alihkan kemahkamah agung. Untuk sekarang," menarik tubuh istrinya kedalam dekapannya. "Adalah waktu untuk kita selalu bersama."

Li Anhe tersenyum, "Baik. Aku mengikuti keinginanmu." Dia membalik tubuhnya menatap kedua mata indah yang ada di depannya. Jarak wajah mereka tidak dapat di ukur lagi. Sangat dekat bahkan saling bersentuhan lembut. "Sepertinya kamu benar-benar menyukaiku."

"Tentu saja aku menyukaimu. Kamu gadis kecil perkasa yang mampu mengangkat tubuhku dengan mudah. Bahkan membuat namaku kembali di perbincangan tanpa henti." Mencium bibir istrinya untuk yang kesekian kalinya. "Yi er, aku menginginkan."

"Kita bisa memulai pertempuran kembali."

Raja kecil Ying menarik lebih dalam tubuh istrinya. Seharian penuh mereka hanya ada di dalam kamar. Dan keluar saat memasuki waktu petang.

1
yasmin
ceritanya luar biasa
Etty Rohaeti
terima kasih Thor
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Li Anhe kk❤️☺️
total 1 replies
Raudah Anis
terimakasih banyak buat author terbaikkuu 🥰
sudah memberi karya yg begitu sempurna, dari alur cerita, kata2 yg sesuai pada zaman nya dan untuk karakter Li anhe dan raja kecil Ying🥰
mereka saling melengkapi, saling menghargai, saling menguatkan dan saling mencintai tanpa tuntutan yg berat 🥺
pokok nya ter the best ❤️❤️❤️
Raudah Anis
terharu nya aku😭😭😭😭
perjuangan yg tidak mudah untuk mereka berdua 🥺
penuh luka dan duka,
tapi aku puas dan ikut bahagia, karena mereka happy ending 🥰
thor tolong buat karya terbaru lagi ya
Raudah Anis: Sama-sama ❤️❤️
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Li Anhe kk❤️☺️
total 2 replies
Raudah Anis
terimakasih banyak thor
Raudah Anis
sedih sekali dengan jalan hidup masa lalu anhe
yasmin
itulah manfaat good looking,walau udah dipukul bonyok,tetap aja senang....coba yg mukul burik....
Sri wulandari: lain cerita😁
total 1 replies
Raudah Anis
sungguh lembut sekali hati raja kecil Ying🥺
dia yg mau di bunuh dan terpaksa membunuh tapi memilih meminta maaf terlebih dahulu dan merasa bersalah pada istri ny😭😭😭
tolong ini author keren banget buat cerita ini🥰🥰🥰
Sri wulandari: siap kk ❤️☺️
Raudah Anis: author aku akan setia menunggu update mu.
semangat terus dan jagalah kesehatan mu biar cerita mu terus berjalan
total 4 replies
Raudah Anis
author terimakasih sudah menepati janji untuk update.
jangan lupa jaga kesehatan agar bisa lebih banyak berkarya di masa depan❤️❤️❤️❤️❤️
Raudah Anis: sama²
Sri wulandari: Siap kk. Terima kasih juga sudah setia mengikuti kisah Li Anhe ya kk❤️☺️
total 2 replies
Raudah Anis
akhir nya raja kecil buka puasa juga setelah sekian purnama🫣🫣😍😍
Raudah Anis
thor ku merindukan anhe
Sri wulandari: Siap kk☺️❤️
Raudah Anis: baik baik.
pembaca setia ini aka menunggu 👑👑👑
total 5 replies
Cha Sumuk
belum bls dendam ke BP nya kok mlh dah pergi ga menarik ah cerita nya
Nopita Sari: melangkah mundur untuk menang, mungkin autor menulis alurnya seperti itu
Sri wulandari: Cerita tidak sepenuhnya jalan dalam satu tempat yang sama.
total 3 replies
Etty Rohaeti
lanjut
Raudah Anis
ku menunggu
Raudah Anis
author ku menunggu lanjutan cerita ini ya.
semangat dan sehat selalu
Sri wulandari: Sudah saya up kk. Masih dalam peninjauan. Sabar ya😊❤️
total 1 replies
Raudah Anis
pliiis kalian para pecinta novel, bacalah karya author ini.
di jamin puas dan ketagihan 🥰🥰🥰
Raudah Anis
thor terimakasih untuk cerita yg menarik.
semangat terus dan bisa menciptakan banyak karya terbaik kedepan nya
Raudah Anis: sama² thor
Sri wulandari: Terima kasih atas dukungannya kk.😊❤️
total 2 replies
Etty Rohaeti
lanjut
Etty Rohaeti
lanjut Thor
Etty Rohaeti
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!