NovelToon NovelToon
Ketika Kesabaran Berakhir

Ketika Kesabaran Berakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mengubah Takdir
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nurulina

Mentari, yang akrab disapa Tari, menjalani hidup sebagai istri dari Teguh, pria yang pelit luar biasa. Setiap hari, Tari hanya diberi uang 25 ribu rupiah untuk mencukupi kebutuhan makan keluarga mereka yang terdiri dari enam orang. Dengan keterbatasan itu, ia harus memutar otak agar dapur tetap mengepul, meski kerap berujung pada cacian dari keluarga suaminya jika masakannya tak sesuai selera.

Kehidupan Tari yang penuh tekanan semakin rumit saat ia memergoki Teguh mendekati mantan kekasihnya. Merasa dikhianati, Tari memutuskan untuk berhenti peduli. Dalam keputusasaannya, ia menemukan aplikasi penghasil uang yang perlahan memberinya kebebasan finansial.

Ketika Tari bersiap membongkar perselingkuhan Teguh, tuduhan tak terduga datang menghampirinya: ia dituduh menggoda ayah mertuanya sendiri. Di tengah konflik yang kian memuncak, Tari dihadapkan pada pilihan sulit—bertahan demi harga diri atau melangkah pergi untuk menemukan kebahagiaan yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurulina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman Karena PELIT!!!

Setelah selesai mandi , Tari melirik meja nakas di samping suaminya yang tertidur pulas. Matanya langsung tertuju pada dompet Teguh yang tergeletak di sana.

"Ih, rejeki nomplok nih. Tumben banget mas Teguh nggak ngeloni dompet," gumamnya pelan dengan seringai jahil.

Tari melangkah perlahan, memastikan Teguh tetap terlelap. Ia mengambil dompet itu dengan hati-hati, lalu membukanya. Matanya berbinar melihat lembaran uang di dalamnya.

"Ambil sedikit aja, buat beli camilan," bisiknya sambil mengambil beberapa lembar uang. Setelah itu, ia mengembalikan dompet ke tempatnya dengan rapi dan melangkah pergi, menahan senyum penuh kepuasan.

"Waah, nggak nyangka, uang mas Teguh ternyata banyak begini," gumamnya dengan nada terkejut.

Ia menghitung cepat, ada 20 lembar uang merah. Tari tersenyum lebar, tanpa berpikir panjang, ia mengambil semuanya, tidak menyisakan selembar pun. Setelahnya, ia mengembalikan dompet itu ke tempat semula dengan hati-hati.

"Maaf ya, Mas. Ini hukuman karena kamu pelit sama istrimu," bisiknya sambil tersenyum puas. Tari pun menyembunyikan uang itu di tempat yang sangat aman, lokasi yang tidak akan pernah terlintas di pikiran Teguh.

Pagi harinya, Teguh terlihat santai seperti biasa. Ia belum menyadari bahwa uangnya sudah raib diambil istrinya. Tari, di sisi lain, menahan tawa sambil menyiapkan sarapan. "Kita lihat nanti, Mas," batinnya dengan senyum jahil.

Sampai saat Teguh berangkat kerja, ia masih belum menyadari uangnya sudah raib. Sementara itu, Tari bersiap-siap hendak pergi. Namun, seperti biasa, langkahnya terhenti oleh suara Bu Ayu yang nyaring.

"Mau ngeluyur ke mana lagi kamu!" sentak Bu Ayu dengan wajah penuh curiga.

"Mau cari angin beliung, Bu. Sumpek lihat wajah Ibu," sahut Tari santai sambil tersenyum tipis, jelas berniat memancing emosi.

"Heh, jangan kurang ajar kamu ya, Tari!" pekik Bu Ayu dengan nada tinggi.

"Udah ah, yang penting kerjaan udah beres. Bye, mertue cerewet!" balas Tari sambil mengibaskan tangan dan melangkah cepat keluar rumah.

Di belakangnya, terdengar berbagai umpatan keluar dari mulut Bu Ayu, namun Tari hanya tertawa kecil. Ia benar-benar menikmati kemenangan kecilnya.

Tak lama kemudian, Tari dan Nindi duduk di alun-alun kota sambil menikmati seporsi pempek yang menggoda selera.

"Waah, Tari, makasih ya udah traktir aku. Kamu gajian, ya, hari ini?" tanya Nindi penuh rasa penasaran.

Namun, setelah berpikir sejenak, Nindi mengernyitkan dahi. "Tapi, ini kan baru tanggal 10. Dolarnya belum cair, kan?" gumamnya bingung.

"Hehee, aku habis curi uang suamiku," kata Tari dengan cengengesan, seolah tak merasa bersalah.

"Hah, pinter banget kamu! Sering-sering aja, Tar. Mencuri uang dari suami pelit itu kan hukumnya wajib," bukannya menasihati, Nindi malah memuji tindakan temannya itu.

"Ya dong, salah sendiri suamiku pelit. Nah, sebagai tanda syukuran, aku traktir kamu deh. Nanti kalau gajian, aku traktir lagi," sahut Tari sambil tersenyum puas.

"Siip, pokoknya mantap. Eh, Tar, itu suami kamu bukan sih?" tiba-tiba Nindi menunjuk ke arah seorang pria yang tengah berjalan.

Tari langsung menoleh, matanya menyipit mencoba mengenali sosok itu. "Eh iya, itu Mas Teguh. Suamiku," katanya memastikan.

"Loh, itu dia sama cewek ya, Tar? Wah, kayaknya suami kamu mulai ganjen nih. Bau-bau mau selingkuh," celetuk Nindi sambil berbisik, matanya tak lepas dari pasangan yang sedang jalan berdua itu.

Tari mengernyitkan dahi, rasa penasaran dan sedikit panas mulai merambat di hatinya. "Hmm, kita lihat aja apa yang dia lakukan," gumamnya dengan nada dingin. Tari langsung meneguk habis minumannya dan bersiap bergerak mendekati Teguh.

Dada Tari terasa sesak, napasnya sampai megap-megap menahan emosi.

"Dasar garangan kucrut! Burung meleyot aja sok-sok’an mau selingkuh!" gerutunya kesal, suara rendah tapi penuh kemarahan.

Padahal baru semalam ia memberi peringatan kepada Teguh agar lebih peduli dan berkomitmen sebagai suami. Eh, hari ini suaminya malah jalan santai sama cewek lain.

Benar-benar tak tahu diri!

Tari mengepalkan tangan, menahan diri untuk tidak langsung menerjang Teguh dan wanita itu. "Lihat saja nanti, aku kasih pelajaran biar kapok!" gumamnya sambil mengintai dari kejauhan, mencoba mencari tahu lebih dulu siapa wanita itu dan apa hubungan mereka.

1
Alyana Ra
bisa bisa gue gak tahu kalau ada yang plagiat cerita gue sampai sejauh ini, awas Lo, gua udah laporin elo ya !
Alyana Ra
dasar plagiat Lo ! Lo ye yang plagiat novel gue ? dasar otak dengkul bisanya plagiat karya orang, Gue laporin Lo ya !
famela driyo: Semangat kak, ayo laporin
total 1 replies
Elok Pratiwi
kecewa .... udah bab 17 tp drama nya gitu2 aja ga ada kemajuan cerita nya hanya ribut yg diputar puter aja ribut nya dipanjang panjangin
mince
lanjut kak
mince
kok belum update kak
Alyana Ra: iya lah jarang update, orang cerita hasil plagiat, bisanya cuma mencuri cerita orang.

gue udah laporin Lo ya, atas plagiat cerita gue, hati hati, Lo bisa kena pasal dan bakal kena denda.
Purnama: mimin lagi turun kkn k, jadi jarang update, sorry yaa
total 2 replies
Sulfia Nuriawati
cm d nikahi siri, mas kawin nya jg minim btl² g ada harganya si rani🤭🤭🤭🤭🙄🙄🙄
mince
laporin aja teguh sama rani
mince
keren mbak tari
Diah Ratna
ckck
hebat tari,mulut Bu ayu perlu dibalas
𓍼
crazy upp thor !!
rojiyah Jiyah
Buruk
rojiyah Jiyah
Kecewa
Sulfia Nuriawati
cowok pelit dih g bnget, mending g pny laki drpd dpt laki pelit
Mundri Astuti
/Facepalm//Facepalm/ amsyoonngg si teguh, tabungannya raib, kan baru niat aja dah kena karma teguh
mince
saldonya yg mengelinding
mince
keren m tari
Mundri Astuti
kena loh teguh
Sulfia Nuriawati
suami pelit bin mefit ssh obatnya, kalo pny kerjaan gpp tp hrs rahasia karna kalo tw istri pny penghasilan sendiri d jamin g bakal d ks nafkah atw d nafkahi seadanya aja, dg alasan kan istri pny penghasilan kebyk kan kyk gt
famela driyo: Jangan dibaca lagi kak, ini plagiat kasian penulis aslinya di alikasi sebelah
total 1 replies
Sulfia Nuriawati
g berbuat tp d tuduh, g enak bnget. wujudkan aja tuduhan mereka, awal cm tepok nyamuk tp jd bonyok kan aneh, jd hajar aja biar nyata tuduhannya g perduli org tua jg, kurang ajar sm hatinya busuk jd ks pelajaran😡😡😡
mince
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!