Hari-hari Kimeera di kampus yang bertemu Juan si tengil yang selalu punya seribu macam cara untuk membuat Kimeera merasa kesal dan marah padanya.
Apa akan berunjung cinta atau malah sebaliknya.
ikuti kisah Kimeera disini yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gibran Atharrazka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Kim berlari dengan terburu-buru,hari ini ia mencetak sejarah baru dengan datang terlambat ke kampus bahkan ia telat beberapa menit di kelas pertamanya.
Hossh!
Kim mengetuk pintu ruang kelas sebelum masuk.
Jelas saja semua pandangan tertuju padanya.
"Anda telat 10 menit"ujar si dosen menatap Kim dengan wajah datar.
"Aku minta maaf pak"kata Kim sambil menunduk.
"Ya,karena baru kali ini kamu terlambat aku maafkan,tapi tidak untuk kedua kalinya"ujar si dosen.
Kim mengangguk canggung.
"Terima kasih pak"kata Kim.
"Ya silakan ke kursimu"katanya datar.Kim segera bergerak cepat.
Mery menengok kebelakang lalu berkata
"Tumben sekali kamu terlambat,padahal kamu kan Miss on time".
"Aku juga manusia biasa Mery,bukan malaikat yang tidak pernah ingkar"kata Kim santai.
Kuliah berlangsung seperti biasa,hingga selesai tanpa ada insiden lanjutan.
"Jangan bilang kamu bahkan lupa sarapan?"tebak Mery menatap Kim yang ada di kursi belakang.
"Ya bisa di bilang begitu"jawab Kim sambil memasukan buku kedalam tas.
"Apa kamu mau ke kantin?biar aku temani"ucap Mery.
Kim mengeryitkan dahinya,lumayan heran saja karena biasanya Mery sangat lengket dengan Celia walaupun berbeda jurusan.
"Aku masih kenyang"jawab Kim.
Mery mendengus,gagal sudah untuk mencari informasi atas perubahan Celia dari Kim.
"Tadi katanya tidak sarapan"kata Mery terlihat bersungut.
"Memangnya kamu sempat makan?"tanya Mery.
"Ya,makan angin"jawab Kim sekenanya lantas sibuk dengan ponselnya.
"Pentesan saja tidak punya teman.Kamu terlalu cuek jadi orang"sungut Mery sewot.
"Hmm,aku tidak butuh teman kalau hanya bikin aku tersesat"jawab Kim datar tanpa melepaskan pandangannya dari si ponsel.
"Tapi manusia itu hidup butuh teman,butuh bersosialisasi"kata Mery.
"Aku punya teman,tapi yang jelas itu bukan kamu atau Celia"kata Kim lagi.
"Oh pasti anak-anak kuper sejenis kamu itu,apa asyiknya berteman dengan orang-orang membosankan"celoteh Mery dengan raut masam.
"Sangat menyenangkan,setidaknya otak kami lebih berisi dari pada kamu yang cuma tahu soal gosip terbaru dan hal-hal yang tidak penting"sarkas Kim membuat Mery melengos kesal.
"Dasar aneh"gumam Mery pelan,berharap tidak di dengar oleh Kim
"Kamu yang aneh,selalu ikut campur urusan orang"balas Kim membuat Mery bungkam.
*****
Vecia dan Juan keluar bersama sambil bercengkrama akrab.
Sebuah mobil mewah berhenti di sisi jalan depan gerbang.Mencuri atensi orang-orang seketika.
"Haduh,siapa juga yang parkir mobil sekeren itu disana"ucap salah satu dari mereka.
Bahkan Celia yang baru saja keluar tampak menatap mobil tersebut dengan tatapan penuh minat.
Kim yang baru juga keluar tampak bingung melihat orang-orang tampak bergerombol sedang memperhatikan sesuatu.
Ini hanya sebuah kota kabupaten,bukan ibu kota jelas saja barang-barang mewah seperti itu pasti dengan cepat mampu menarik perhatian banyak orang.
"Ada apa sih?"tanya Kim seraya menyibak7 orang-orang disana agar ia bisa keluar dari gerbang.
"Itu ada sultan nyasar,masa mobil sekeren itu parkir di pinggir jalan,apa tidak takut baret apa?"jawab seseorang.
Kim menatap kearah depan.Detik kemudian ia berdecak kesal.
Jelas saja ia tahu siapa pemilik Ferrari merah itu.
Jelas nekad orang satu ini datang ke kampus dengan membawa kendaraan mewah.
Kim malah melangkah mendekat kearah mobil tersebut.
"Hei mau apa kamu kesitu Kim,nanti orangnya bisa marah?!"teriak Mery namun tidak di gubris oleh Kim.
Malah gadis itu dengan santai mengetuk kaca mobil tersebut.
"Astaga kenapa Kim berani melakukan hal itu?"dengung mereka tak percaya.
"Dasar tak punya otak"timpal yang lain.
Namun adegan yang terjadi kemudian membuat mereka terperangah berjamaah.
Sang pemilik mobil bukan sekedar membuka kaca mobil tapi malah turun dan menyapa Kim dengan hangat dan terkesan lembut.
Bukan seperti dugaan mereka yang berpikir jika Kim akan di marahi habis-habisan.
Celia bahkan tidak sanggup mengedipkan matanya demi melihat adegan bak drama romantis tersaji di depan matanya.
Pria itu,Vihaan sedang memperlakukan Kim dengan sangat teramat manis.
"Astaga,itu pacarnya Kim ya?"ucap mereka tak percaya.
Pria tampan bak pangeran dari negeri seribu satu malam itu jelas membuat mata para hawa tak sanggup untuk berkedip.
"Mau apa kamu kesini Vihaan?kamu tidak lihat semua menatapmu dengan tatapan memuja?"bisik Kim gusar.
"Astaga tidak usah marah,aku mau menjemputmu.Senyum biar manisnya bertambah"kata Vihaan sambil tersenyum tak lupa mengusap pipi Kim dengan lembut.
Adegan itu membuat para penonton merasa sedang menonton serial drama romantis saja.
"Ck,kamu ini.Lihat saja karena ulahmu hari ini,aku pasti akan di teror dengan segala macam pertanyaan tak penting dari mereka.Selamat Vihaan kamu akan membuatku menjadi seleb dadakan"sindir Kim tak suka.
Padahal selama ini dia sudah mati-matian menutup identitasnya agar tidak menjadi pusat perhatian.Ia hanya ingin kuliah dengan tenang tanpa terganggu dengan segala macam popularitas hanya karena nama besar sang mama atau statusnya sebagai anak orang kaya.
Tapi hari ini Vihaan menghancurkan semua dengan satu kali pertunjukan singkat.
"Oh,maaf Meera itu di luar batas pemikiranku"kata Vihaan tetap tersenyum.Walau wajah Kim semakin masam saja.
"Ayo kita pergi,aku mau pulang saja"kata Kim merajuk.
Dengan sigap Vihaan membuka pintu penumpang pada Kim yang membuat para penonton bersorak tertahan,antara gemas dan juga merasa iri.
"Silakan masuk nona Meera"kata Vihaan.
"Ck,simpan saja sikap manismu itu tuan"balas Kim jutek.
Vihaan terkekeh geli,lantas segera memutar menuju pintu kemudi sebelum akhirnya mereka meluncur dari sana.
"Kim memang penuh kejutan"ucap Mery membuat Celia mendengus kesal.
"Ya,kenapa hidup Kim seolah berjalan sesuai impiannya"kata Celia sewot.
"Eh maksudmu apa?astaga jangan bilang Kim itu sebenarnya anak orang kaya tapi pura-pura jadi orang biasa saja,terus yang tadi itu pacarnya atau tunangannya atau bisa jadi malah suaminya?"ucap Mery dengan wajah syok.
"Benar kan tebakanku?"imbuh Mery.
"Aku tidak tahu"jawab Celia jengkel.
Tak jauh dari sana,tampak Juan dan Vecia yang juga tampak tertegun.
"Dia sudah punya pacar Juan"kata Vecia pelan.
"Dan pacarnya itu adalah Tuan Vihaan Ibrahim,investor di perusahaan papiku"imbuh Vecia.
"Aku juga tahu siapa dia,karena dia juga sedang bekerja sama dengan perusahaan orangtuaku"balas Juan.
Mereka tidak habis pikir darimana Kim bisa berkenalan dengan seorang Vihaan.
Padahal selama ini Kim di kenal sebagai mahasiswa biasa tanpa embel-embel anak orsng kaya atau sebagainya.
Lantas bagaimana bisa dia bisa keakrab itu dengan sosok Vihaan,yang notabene ingin semua orang kenal.