NovelToon NovelToon
BTMTM S2 : TRIPLETS STORY

BTMTM S2 : TRIPLETS STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:183.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ausilir Rahmi

10 tahun sudah berlalu, kini tiga bocah kembar yang dulu selalu tampil menggemaskan, sekarang sudah tumbuh menjadi pria tampan dan gadis yang cantik.

Semenjak 10 tahun itu banyak hal yang sudah terjadi, Zio, Zayn dan Zea mengalami keterpurukan yang mendalam karena terbunuh atau meninggal nya dua orang terkasih nya, yang disebabkan oleh orang terdekat nya.

Namun sayangnya, semenjak hari kejadian itu, orang yang telah mencelakai keluarga mereka menghilang bak ditelan bumi. Dan semenjak hari itu tiga anak kembar itu berjanji akan mencari dan menemukan pembunuh itu dan akan membalas dendam atas kematian dua orang yang mereka sayangi.

Dan seperti apa kisah cinta mereka? apa kah mereka masih bersama orang yang sama yang mereka sukai dan mereka temui pada masa kecil atau kah justru berpindah hati?

Yuk ikuti kisah nya. selamat membaca🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

"Kami keluarga nya." Sahut Claudia dan Elang, biarlah saat ini mereka akan yg akan mengambil keputusan.

"Kalian siapa nya kalau boleh tahu?." Suster tersebut bertanya penuh selidik. Dia bahkan tidak mengenal Siapa Elang dan Claudia, nampak nya kesibukkan nya di rumah sakit membuat dirinya tak sempat untuk sekedar membaca berita atau melihat televisi.

"Kami Om dan tante nya." Sahut Elang dan Claudia, untunglah jawaban kedua pasutri itu sama.

"Memang nya apa yg terjadi dengan pasien nya Sus?." Claudia mulai bertanya, sementara ketiga kembar hanya diam menyimak.

"Pasien harus segera di operasi, dan kami butuh tanda tangan persetujuan dari pihak keluarga nya." Jelas Suster tersebut.

"Mana yg harus saya tanda tangani." ucap Elang langsung berkata tegas.

Suster tadi langsung menyerahkan berkas yg harus di tanda tangani, tanpa membuang waktu, Elang langsung membubuhkan tanda tangan nya di berkas tersebut.

Persetan dengan kemarahan keluarga gadis itu nanti, yg terpenting saat ini Elang harus melakukan apa saja agar gadis penyelamat putranya itu selamat. Usai membubuhkan tanda tangan nya, Elang memberikan kembali berkas tersebut pada Suster nya.

"Lakukan apapun agar gadis itu selamat, dan jangan sampai terjadi apa-apa padanya." Tegas Elang. Yang hanya diangguki oleh Suster tersebut, setelah nya Suster itu langsung pamit dan kembali ke ruang UGD.

"Zayn, apakah kamu sudah hubungi keluarga nya?." Zio bertanya pada Zayn.

"Aku tidak tahu keluarga nya Zio, aku hanya menemukan kartu identitas ini didalam tas nya, tidak ada ponsel atau apapun." Jelas Zayn, sambil memperlihatkan sebuah kartu pelajar milik gadis tersebut.

Elang menyambar kartu identitas yg di perlihatkan Zayn. Disana tertulis jelas alamat rumah gadis tersebut.

"Daddy akan pergi ke alamat ini, kalian baik-baik disini ya, kalau ada apa-apa kabari." Elang memutuskan untuk mendatangi keluarga dari gadis yg bernama Senna tersebut.

"Baik Dad." Sahut ketiga anak nya kompak.

"Sayang, jaga dirimu dan juga anak-anak, aku akan membawa keluarga gadis itu kemari, biar bagaimana pun kita harus meminta maaf dan berterima kasih pada nya dan keluarga nya." Jelas Elang pada sang istri.

"Iya, kamu juga hati-hati, bawalah beberapa bodyguard." Pesan Claudia. Elang langsung mengangguk dan mengecup kening sang istri sekilas.

Kemudian Elang langsung berjalan dengan langkah lebar nya menuju parkiran rumah sakit, dimana mobil nya berada.

Sesuai perkataan sang istri, Elang mengajak 3 orang bodyguard untuk ikut bersama nya, sedangkan 3 orang bodyguard masih berjaga di rumah sakit, untuk menjaga anak-anak dan istri nya.

Tak lama setelah Elang pergi, beberapa Suster mulai membawa gadis yg bernama Senna tadi ke ruang operasi, Claudia dan ketiga anak nya, ikut menunggu di depan ruang operasi.

Zio hanya duduk diam, dalam hati mereka berdo'a agar operasi nya berjalan lancar, dan gadis itu selamat.

Sedangkan Zayn sejak tadi lelaki itu hanya mondar mandir bak setrikaan, entahlah mengapa Zayn merasa begitu khawatir dan cemas, seolah yg sedang menjalani operasi tersebut adalah orang terdekat nya, mungkin karna diri nya merasa berhutang budi.

Lalu Claudia dan Zea, kedua orang itu sejak tadi duduk, bangkit, duduk lagi, bangun lagi, pandangan kedua nya selalu menatap lampu di depan ruangan tersebut yg masih saja berwarna merah menyala.

Suasana begitu hening, karna masing-masing memilih diam, hingga dering ponsel Zea memecah keheningan tersebut. Zea langsung merogoh ponsel nya dari dalam saku hoodie yg di pakai nya. Dan tertera nama Pangeran ku disana.

Tanpa menunggu lagi, Zea langsung menjawab panggilan tersebut, Mark melakukan panggilan video.

"Princess aku sudah sampai rumah dan...." Mark langsung menghentikan perkataan nya, saat menyadari bahwa Zea tidak sedang berada di dalam kamar nya.

"Kamu dimana?." Mark langsung bertanya.

"Di rumah sakit Mark, kak Zayn nyaris saja celaka,untunglah ada orang baik yg menyelamatkan nya, hingga orang itulah yg terluka, saat ini dia sedang di operasi." Jelas Zea sesimpel mungkin.

"Aku akan segera kesana, katakan kalian di rumah sakit mana?." Mark langsung berkata tegas, ia yg semula sudah berniat merebahkan diri langsung bangkit dan turun dari tempat tidur nya.

"Kami ada di rumah sakit Bhakti Hasana, tapi Mark kamu tidak perlu kemari sudah terlalu malam, kamu istirahat saja." Tolak Zea, dia juga memikirkan keselamatan Mark.

"Aku akan kesana." Sekali Mark mengambil keputusan, maka tidak ada yg bisa mengganggu gugat nya. Usai mengatakan hal tersebut, Mark langsung memutuskan panggilan secara sepihak.

Mark langsung memberitahukan kepada kedua orang tuanya mengenai apa yg terjadi, tak lupa juga Mark menelpon Oma nya, karna memang Oma nya Mark adalah seorang Dokter.

        ***

Elang menatap sebuah bangunan yg jauh dari kata mewah, sebuah bangunan yg dengan cat warna abu tua yg telah terkelupas dimana-mana. Rumah tersebut tidak luas mungkin ukuran bangunan nya hanya sekitar 8x6 meter persegi.

Di depan bangunan tersebut terdapat sebuah tulisan, Panti Asuhan Mulia. Elang menghela nafas dalam, jujur diri nya merasa sesak membayangkan orang-orang yg tinggal disana, yg jauh dari kata mewah. Lelaki tersebut melangkah pelan namun pasti mendekati sebuah pintu kayu bercat coklat.

Tok... Tok.. tok.

Elang mulai mengetuk pelan pintu tersebut.

Hening, tak ada sahutan apapun, atau pun suara pergerakan orang yg akan membuka pintu. Maka sekali lagi Elang mencoba mengetuk pintu nya.

Tok... Tok... Tok.

"Permisi, apakah ada orang." Ujar Elang, dia sedikit berteriak, semoga penghuni panti tersebut masih ada yg terbangun. Itulah harapan Elang.

"Siapa?." Terdengar suara seorang wanita dari dalam sana, Elang merasa lega, karna ternyata masih ada yg terbangun.

"Bisakah saya bertamu sebentar?." ucap Elang menyahuti.

Bersamaan dengan itu, pintu rumah tersebut terbuka, dan tampak lah seorang wanita paruh baya, mungkin umur wanita tersebut tak jauh beda dengan Mama nya Claudia Elis. Akan tetapi karna wanita tersebut bukan orang yg mampu tentu saja wajah nya terlihat lebih tua, apalagi wanita tersebut memiliki tubuh gempal.

Wanita itu memakai daster panjang lusuh, dengan jilbab panjang yg menutup sampai pusar nya. Wanita tersebut menatap Elang dengan dahi yg berkerut dalam.

"Ada yang membawa anda kemari Tuan?." Tanya wanita tersebut sambil menatap Elang dengan raut wajah bingung nya.

"Begini, sebenar nya saya datang ingin bertanya, tepat nya memberitahukan satu hal." Jelas Elang. Wanita tersebut semakin menatap Elang bingung.

"Silahkan masuk dulu Tuan." Wanita tersebut mempersilahkan Elang masuk.

"Tidak perlu, maksud saya biar kita bicara disini saja." ucap Elang menolak, dan lelaki tersebut langsung mendudukkan diri nya di sebuah bangku kayu yg ada di teras rumah tersebut.

Wanita tadi ikut duduk di hadapan Elang, di sebuah kursi plastik yg warna nya saja sudah pudar. Hening untuk sesaat.

"Apa yang..."

"Ada hal yang ingin..." ucap Elang dan wanita paruh baya tersebut berkata bersamaan.

Wanita tersebut terkekeh pelan, saat menyadari mereka bicara bersamaan, sedangkan Elang hanya tersenyum tipis.

"Silahkan Tuan." Ujar Wanita tersebut, mempersilahkan Elang untuk bicara terlebih dahulu. Elang mengangguk, dan mulai berbicara.

"Apakah benar seorang gadis bernama Senna Aleesha tinggal disini Nyonya?." Tanya Elang.

"Iya benar, dia memang tinggal disini, tapi ada apa dengan nya?." Wanita paruh baya tersebut mulai merasa tak tenang, apalagi dia tahu bahwa Senna memang belum pulang ke rumah.

"Sebelum nya saya mau meminta maaf, tapi saya harus menyampaikan berita kurang mengenakkan untuk nyonya dan keluarga, saat ini putri Nyonya tersebut sedang berada di rumah sakit, oleh sebab itulah sayaa......"

Bruukkk.

Mata Elang langsung terbelalak saat menyadari wanita paruh baya tersebut telah jatuh pingsan.

Elang langsung berteriak memanggil para bodyguard nya, dan memanggil orang-orang yg ada di dalam rumah, tetapi seperti nya tidak ada siapapun didalam rumah.

Hingga Elang dan bodyguard itulah yg harus berusaha menyadarkan wanita paruh baya tersebut.

\*

Bersambung................

1
Eka Dimbrut
masih lamakah update nya thorr
Yunita Sri wahyuni
la katanya buta...kok bisa melihat sih thor... gimana sih
Ayu Octaviany
kira" apa yg terjadi di dlm ya...
salam kenal Thor maaf baru menyapa 😅 ,karna trllu serius mmbca cerita mu jd lp ma yg nulis crt ny😅.
di tggu up slnjut ny
Rahmi: Author nya sudah biasa terlupakan hehehe.. bersyanda😁😁 Salken juga kak semoga suka dan terhibur dengan cerita nya🥰🥰
total 1 replies
Mohamad Irvan
lanjut thor suka jalan ceritanya
Lista Meilina
sangat bagus alur ceritanya. di tunggu kelanjutannya
Kace Wulan
next
Wahyudiono 29
bagus alur ceritanya,kdg ada humornya jg.tks
lanjut ceritanya
Widayati Widayati
ternyata Tristan . 😀
菲菲 Dwi L Arema
Yo malah ketahuan bodoh. Kepo banget
Kalsum
syukurlah zacn melihat kalung senna
Bunda Silvia
aq kok curiga sama dev ataw Kevin 🤔
Widayati Widayati
sepertinya kevin
Myss Guccy
lama" kesel ma Zea, klo sampe orang yg berniat nyelakain zayn karna ingin memiliki Zea,, itu salah Zea, bakal ngulangin kesalahan yg sama pas Darren nyulik mereka,, padahal udah dikasih tw tetep ngeyel akhirnya eyang ma adiknya yg blm lahir meninggal,,... tolg donk thor jng bwt Zea bodoh banget,, di kasih tw masih ja ngeyel, kan bs diselidiki,, bukannya zio, zyn, mark pinter ngeretas knp ga digunain keahlian mereka,, maaf thor aku cm geregetan ma sifat jg sikapnya Zea yg sama ma mommynya dl🙏🙏
gemini girl: iya yak, kan zea juga keturunan mafia yang katanya paling kejam. nemuin yang nyelakain Zayn aja blm ketemu😔 greget parah tp ngikut alurnya author ajaa😍
total 1 replies
Bunda Silvia
Luar biasa
Bunda Silvia
pasti Darren ya
anton prasetya
Luar biasa
Christil Ibing
zyan kenapa kamu tidak bawa bekal ke sekolah tanya senna kerna dia tidak melihat zyan membawa bekal...bukan ka watak senna buta sebab kemalangan...
bikin bingung membaca
Debora Parta
curiga deh sama Dev,Krn biasanya orang yg paling banyak diam dan tdk banyak tingkah lakunya itu yg paling berbahaya.
Sri Rahayu
ku jd curiga antara kevin atau gak dev ini🤔🤔
Carmelia
lanjut thorr semangat 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!