NovelToon NovelToon
Seorang Pelayan

Seorang Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:24.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ding-dong

Rafa adalah seorang pelayan yang menyembunyikan identitasnya bahwa dia sebenarnya orang kaya.

Rafa sengaja menyembunyikan identitasnya untuk mengejar wanita yang di cintainya dan juga untuk mendapatkan cinta yang tulus.

Namun di sisi lain ayah Rafa telah menjodohkan Rafa.

Apakah Rafa akan mendapatkan wanita yang di cintainya?

Mendapatkan cinta tulus yang dia inginkan?

Lalu bagaimana dengan perjodohannya?

Apakah Rafa akan menerima perjodohan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatap

Rara pun mengikut kepada Rafa karena tangannya sudah di tarik oleh Rafa.

"Rara tunggu" ucap Fandi lalu segera menyusul Rara dan tidak memperdulikan Zahra sedikit pun.

Zahra yang melihat Fandi pergi hanya karena mengejar Rara benar-benar sangat kesal. Zahra pun segera ke tempat Fania yang dari tadi hanya melihat kejadian itu.

"Fania kita harus buat perhitungan sama pelayan itu secepatnya" ucap Zahra begitu dekat dengan Fania.

"Iya, gue benar-benar benci lihat muka pelayan itu" ucap Fania.

"Apalagi gue" ucap Zahra.

Mereka pun segera menyusun ide jahat lagi buat Rara mengingat tidak terjadi apa-apa kepada mereka tentang video yang ada pada kedua preman itu.

"Rara, Rafa kalian buru-buru banget" ucap Fandi setelah dekat dengan Rara dan Rafa.

"Iyalah kalau kita telat loe yang mau gaji kita kalau sampai kita di pecat" ucap Rafa sambil masih berjalan dan memegang tangan Rara.

Mana mungkin mereka berani pecat bosnya sendiri, dasar raja drama batin Fandi.

"Nggak bakalan lah kalian di pecat" ucap Fandi santai.

"Benar yang di bilang Rafa, lagian Fandi mana mungkin juga kita nggak bakalan di pecat, kita kan pelayan di restoran itu bukan bos" ucap Rara lalu tersenyum kepada Fandi yang lagi berdiri di dekat motor Rafa.

Mereka bertiga sudah sampai di parkiran lebih tepatnya di motor Rafa.

"Iya deh Rara, ya udah sini sama gue biar gue antar loe, kalau loe sama-sama dengan Rafa nanti loe di turunin lagi di jalan" ucap Fandi.

Rara pun tampak berpikir.

Benar juga yang di bilang Fandi dan kalau sampai Rafa turunin gue di jalan lagi, gue pasti terlambat walaupun jarak dari sini ke restoran tidak terlalu jauh batin Rara.

Setelah berpikir Rara pun memutuskan untuk bersama Fandi.

"Ya udah gue bareng loe Fan" ucap Rara dan ingin pergi bersama Fandi ke mobilnya namun tangannya di tarik oleh Rafa.

"Mau kemana?" tanya Rafa.

"Mau pergi kerja dong bareng Fandi, kalau gue bareng loe takutnya loe turunin di jalan dan kalau gue jalan kaki sekarang pasti terlambat dan gue nggak mau kalau sampai di pecat" ucap Rara menjelaskan kepada Rafa.

"Sudah loe ngomongnya?" tanya Rafa.

"Sudah" jawab Rara dengan polosnya.

"Sini bareng gue ajah dan gue nggak bakalan turunin loe di jalan" ucap Rafa.

"Tapi..."ucapan Rara terhenti karena bicaranya sudah di potong oleh Rafa.

"Nggak ada tapi-tapian, bicara ajah terus di sini sampai kita benar-benar terlambat" ucap Rafa.

Rara pun segera mengiyakan ucapan Rafa.

"Iya deh gue bareng loe" ucap Rara.

"Fandi gue bareng Rafa ajah, terima kasih yah tadi udah mau mengantar gue" ucap Rara lalu tersenyum.

"Iya deh Rara tapi gue bakalan ngikutin kalian dari belakang takutnya dia kumat dan turunin loe lagi di jalan" ucap Fandi sambil melihat Rafa.

"Terserah loe" ucap Rafa lalu membunyikan motornya.

"Rara ayo naik" ucap Rafa.

Fandi pun berjalan juga ke mobilnya lalu mengikuti Rafa dan Rara dari belakang.

Ya ampun tuh anak beneran ngikutin gue nggak mau ajah dia langsung pulang ke rumahnya, nggak percaya banget sih sama gue batin Rafa.

Mereka pun sampai di restoran dan Fandi pun segera melanjutkan mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumahnya.

Rara dan Rafa pun mulai bekerja lagi. Hingga tiba masuk mata kuliah sore mereka barengan lagi ke kampus. Sedangkan Fandi tidak masuk karena dia mendadak tidak enak badan dan dia juga sudah memberi kabar kepada dosen yang bersangkutan.

Rara yang melihat Fandi belum datang segera menelepon Fandi. Di sampingnya ada Rafa yang duduk dengan santainya.

"Halo Fandi loe dimana, loe nggak kenapa-kenapa kan? tumben loe belum datang dosen bentar lagi masuk nih" ucap Rara langsung setelah Fandi mengangkat telfonnya.

Berlebihan banget sih, Fandi itu cowok nggak usah terlalu khawatir juga kali batin Rafa karena melihat Rara yang begitu khawatir terhadap Fandi.

Fandi pun tersenyum mengetahui Rara begitu khawatir kepada dirinya.

"Gue nggak kenapa-kenapa kok Rara, gue hanya nggak enak badan sedikit ajah, jadi hari ini gue nggak masuk kampus, gue udah beritahu dosen yang mau masuk hari ini kok" ucap Fandi.

"Haa kok bisa sih Fandi, tadi pagi loe masih baik-baik ajah, loe udah minum obat belum?" tanya Rara lagi.

"Nggak tahu juga sih kenapa bisa seperti ini dan gue udah minum obat kok" ucap Fandi.

"Fandi kenapa?" tanya Rafa yang masih di dengar oleh Fandi.

"Fandi sakit" ucap Rara sedih.

"Sakit apa?" tanya Rafa lagi yang juga khawatir.

"Nggak enak badan" ucap Rara.

Rafa pun langsung tertawa dan itu masih di dengar oleh Fandi.

Dasar yah tuh anak malah tertawain gue, awas ajah kalau loe yang sakit gue putarin dj di kos loe batin Fandi.

"Kok loe tertawa sih Rafa, teman loe lagi sakit tahu nggak, loe malah tertawa" ucap Rara kesal.

"Abis sakit gitu doang, gue pikir dia itu sakit parah tahu nggak, gue udah khawatir juga tadi" ucap Rafa lagi.

"Iihh jangan bilang gitu dong Rafa, loe tahu rumah Fandi nggak?" tanya Rara lagi.

Fandi pun hanya menjadi pendengar di antara Rafa dan Rara padahal tadi dia lagi bicara dengan Rara.

"Tahu dong masa gue nggak tahu sih" ucap Rafa.

"Kita pergi jenguk Fandi bentar yah" mohon Rara kepada Rafa.

"Mau yah, yah Rafa gue mohon" ucap Rara lagi sambil memasang wajah memohonnya.

"Iya deh iya gue mau" ucap Rafa.

"Terima kasih Rafa" ucap Rara sambil merangkul lengan Rafa secara refleks.

Rafa pun melihat tangan Rara yang merangkulnya.

"Emm maaf Rafa, gue terlalu senang tadi" ucap Rara lalu melepas rangkulan tangannya.

Rafa pun hanya diam.

Rara pun teringat kalau tadi dia masih bicara dengan Fandi dengan cepat Rara menempatkan ponselnya lagi di telinganya.

"Halo Fandi maaf yah, gue lupa tadi kalau gue masih bicara dengan loe" ucap Rara merasa bersalah.

Rafa pun menahan tawanya.

"Iya Rara nggak apa-apa kok, ikhlas gue jadi obat nyamuk kalian berdua" ucap Fandi sambil menahan tawanya.

"Ihh Fandi apaan sih sembarangan ajah, oh iya Fandi gue mau jenguk loe bentar, boleh kan?" tanya Rara.

"Boleh dong, karena loe datangnya barengan suami loe jadi gue izinin" ucap Fandi.

Iya yah lupa gue kalau sekarang Rafa itu suami gue batin Rara.

"Oke kalau gitu, udah dulu yah Fandi bentar lagi dosennya mau masuk" ucap Rara.

"Oke Rara" ucap Fandi.

Rara pun mematikan panggilan telfonnya. Dan fokus menunggu dosen untuk masuk ke kelas.

Sementara sejak tadi Rara sudah di tatap penuh kebencian oleh Zahra dan Fania.

1
Gusnimar Sjam
Luar biasa
Shity Sarah
hah kau lah, kena karma juga si zahra
Shity Sarah
senyum2 sendiri akoh
R yuyun Saribanon
rafa katanya mau cari cewe yg ga matre.... bulsit lu ah
Shity Sarah
jangan2 rara yg mau di jodoh kan
marBowo yuNi
Luar biasa
Refrita Yenti
thor kpan up lagi tho....
ini ni novel yang slalu di tunggu2.
apalagi citra sma fandi..
gimana thor kelanjutan nya.
apa fanda dan citra bersatu atau ngk....
semagat thor buat berkarya lagi💪💪💪
Yonie 11-08: luamaaaaaa g update2 thor
total 1 replies
Memyr 67
novelnya dah brapa taun ini ya? masih sedikit readernya. semoga novel othor yg lain readernya lebih banyak.
Apariani
novel yg sgt bagus
Izana Asnawi
ini novel gaje banget si.. ngak ada kepastianx udah tamat/belum ko ngak ada kelanjutanx. dari othoor juga ngak ada konfirmasi sama sekali🤔🤔buat pembaca kecewa sja klu ngak niat buat novel mendingan dri awal jgn di buat thor mengecewakan.....🙄🙄😔😔😔
Meisanfgj Fayola
lanjut
gang jasad
kuy
Astrie Jutek
thoor ni dah tamat ya ceritanya
gang jasad
kuyu
gang jasad
kuy
Nadira Cantik
ayooo donk upnya manaaa 🤭
Ainun
lama amat sih
Cusy Low Aty
semangat upaya... jgn pedulikan setiap komntr pedas karena setiap orang beda-beda karyanya...
Nadira Cantik
sayaaah nungguin upnya lho thor
Ainun
ayo dong thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!