Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang .
Sebagian cukup hanya dengan meninggalkan jejak pedang nya.
Nama Prabu Munding Jayananta mencuat melebihi puncak gunung.
Di jaman para raja berkuasa,nama itu membuat darah bergejolak.
Para raja datang ke hadapan nya , ada yang menantang banyak pula yang memohon perlindungan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang penaklukkan dengan sedikit perang, bagaimana kekuatan di tangan orang yang tepat membawa keberkahan.
Kekuatan yang menjadi legenda tanpa diminta. sebab Legenda itu adalah keyakinan...
Jejak sang raja juga seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah dari kawan baru
Pegunungan Semeru.
Pegunungan Semeru adalah salah satu tempat favorit prabu munding selain puncak gunung rangkong.
Di pegunungan Semeru ini ada puncak tertinggi yang dinamakan orang puncak Mahameru,
Konon kabarnya puncak Mahameru adalah gerbang negri para dewa, ada juga orang yang bilang para dewa bersemayam di puncak Mahameru ini, entah benar begitu atau tidak, tidak ada yang tau pastinya.
Bahkan dulu, sewaktu hatinya kacau akibat ulah orang orang pamotan , Prabu munding pernah membuat penghuni puncak Mahameru kalang kabut( baca..tahta berdarah sang pangeran...)
Jaman ini Puncak Mahameru masih tertutup lapisan salju, tapi prabu munding tidak kesana, dia hanya membawa prabu jaya buwana ke salah satu perbukitan yang ada di gunung Semeru
" weudan.... edan...kamu itu masih manusia kah Rai prabu?"
Jaya buwana tergagap...dia tau ada dimana dia sekarang, dia tak menyangka ada orang yang bisa membawanya melintasi jarak yang sedemikian jauh hanya dalam sekejap.
Dia tau ada ilmu melipat bumi, tapi apa yang ditunjukkan prabu munding , sudah jauh di luar pemahaman nya
" Sebenarnya sih bukan...aku wong Lanang.."
" pret...pada Bae lah..!!"
" Hahaha ..jadi bagaimana nih...ayo kita tanding...tanganku juga sudah gatal...!!"
" Sialan kamu Rai...kenapa jadi kamu yang kebelet...tadi di istana mu kamu sok banget.!
" Hahaha...jaim dikit lah kang ..!'
' Hahaha..ayo Rai siapa takut... bersiaplah...!"
Dua raja memasang kuda kuda , saling mengamati, perlahan mendekat dan..
" hiattt...dak.. duk.. der...!!"
Mereka bertarung rapat,jual beli pukulan dan tendangan .
Tiap pukulan dan tendangan membawa angin berat, menggetarkan tanah, mengguncang pepohonan di sekitarnya nya.
Prabu jaya buwana gencar menyerang bagai gelombang, prabu munding bertahan bagai batu karang.
Sepuluh jurus berlalu, gelombang serangan prabu buwana terblokir sempurna.,lalu..
" Giliran ku kakang...tahan ini..hyattt...!!"
Sejurus kemudian, prabu jaya buwana pontang panting menahan serangan prabu munding , tidak lama dia berteriak ...antara heran dan ngeri...
" buset... sialan... sialan...itu jurus ku.... kenapa kamu bisa Rai...!! Aihhh... sialan..hei..hei . berhenti..!! "
Prabu jaya buwana melompat jauh...matanya mendelik menatap prabu munding...
Raja di depannya berselisih umur paling banyak lima tahun lebih muda...kenapa bisa sekuat ini..?? Lalu kenapa dia bisa menggunakan jurus jurus nya?
Jurus yang dia latih dari kecil, dia merasa sudah sempurna, tetapi begitu melihat di mainkan prabu munding kenapa berbeda? Lebih berbobot...lebih bertenaga dan lebih cepat...yang terpenting,dia selaku penguasa jurus ini malah kelabakan di serang balik jurus nya sendiri...!!
" Rai prabu.... bagaimana bisa ..??"
" Mau tau..apa pengen tau??? Hehehe ..!!"
" pret....!! Rai ..aku akan mulai dengan ajian waspadalah...!"
" Waduh....ajian ?? Ajian apa kang ??
" ....ajian gelap ngampar ... bersiap lah Rai prabu ..!!"
" ealah..... Hayuk lah...aku siap...!!
" Kalau begitu..coba yang ini.."
" hyatttt...prabu jaya buwana kembali menyerang, kali ini dia menggunakan ranting pohon yang dia ambil sembarangan.
Walau hanya ranting pohon, serangan nya berbahaya, apalagi ranting itu sudah dilambari tenaga dalam .
" wutt...werr ...slas...!!" ranting pohon menyambar nyambar...
Sepuluh jurus berlalu tak membuahkan hasil, prabu jaya buwana melemparkan ranting ..."gelap ngampar..!!" teriak nya tiba tiba
Teriakan nya laksana guntur , gelombang suara merambat melalui udara, membuat retak tanah tempat berpijak prabu munding.
Lutut prabu munding goyah, amblas masuk tanah sebatas betis.
" hoyaa...!! Ambyar... Jebol...!! Teriak prabu jaya buwana, setiap teriakan nya membuat dada bergetar dan sesak , nafas seperti tercekik, ada dorongan yang memaksa untuk berlutut dan menyerah.
" Hebat...ilmu hebat...!! " prabu munding berkata , sambil menetralisir serangan prabu jaya buwana.
" gendeng....gelap ngampar ku hanya bisa membuat nya amblas tok...!!
" aih...Rai prabu...ku akui Rai memang jempolan... sekarang coba ini Rai...!!
Prabu jaya buwana merangsek maju, mengajak bertarung rapat lagi , adu tinju..!! Dia sangat percaya diri.
" klap....cuitttt... ciettttt..."
Jurus yang dikeluarkan prabu jaya buwana agak aneh, dia sering kali bertepuk tangan,suara tepukan tangan itu sangat menyakitkan telinga, ngilu...!!
Terlebih dari tepukan tangan itu juga keluar lidah api ...
" deb...deb.."
Seperti pistol di beri peredam, Itulah bunyi yang keluar setiap tinju jaya buwana ditangkis "tangan kekosongan" prabu munding, salah satu ilmu tingkat dewa, yang hanya dimiliki pemilik ilmu dasendriya tingkat puncak
Dua puluh jurus berlalu, peluh telah membasahi kening prabu jaya buwana, serangan gencar, tehnik rahasia, tipuan semua sudah dia lakukan, jangankan mendesak, mendekati lawan pun susah nya bukan kepalang...
Setiap beradu tangan , dia seperti memukul asap, bahkan dia merasa tenaga luar dalam nya tersedot keluar ..,!!
" Giliran ku kakang ..jaga serangan...!!"
Prabu munding berbalik menyerang, ditangan nya sudah ada ranting pohon ..entah sejak kapan dia memegang itu...
" werrr....werrr...swing...."
Lima jurus kemudian, prabu jaya buwana nyaris muntah darah saking kesalnya...
Jurus prabu munding adalah jurus nya, dia sangat yakin tapi serasa beda...
Perbedaan dalam jurus yang sama itu ada di angin pukulan ..!!
Angin pukulan dia buyar ke mana mana, sedangkan angin pukulan prabu munding tidak...
Angin pukulan nya berbetuk , padat seperti pecahan kaca.
Setiap angin pukulan ditangkis atau dihancurkan, angin itu buyar, tapi buyaran nya itu malah kembali menyerang nya..
Tidak tangung tanggung buyaran angin itu menyerang 12 titik jalan darah nya..!!
Belum serangan dari ujung ranting..ini lebih gila lagi, tiap di tangkis malah seperti menusuk balon...
Dari ranting yang tertangkis , keluar angin , ada minimal lima angin pukulan, yang berebut cepat menyerang lengan nya.
..Dia tidak bisa menangkis serangan prabu munding dengan benar
"Gila...satu pukulan bisa menjadi lima atau lebih serangan...gila..!!!"
Bagaimana bisa ..?? ...gila...gila...mana yang harus ku tangkis..? Mana yang tipuan...gila...gila...orang ini bukan manusia...!"
Prabu jaya buwana mengeluh dalam hati, dua tangan nya terasa lemas ...lama lama seperti kesemutan...susah di gerakan..
" Ampun....Rai...ampun... gelo... bener dah ah .
Dia berteriak putus asa...ini pembantaian... jangankan balik menyerang, bertahan saja repot nya bukan main...
Ini hanya latih tanding, jika pertarungan sesungguhnya, dia pasti sudah terjengkang dari tadi...!!
" Rai prabu.... sudah..sudah cukup...aku menyerah...!!
" ohhh...tidak bisa..." prabu munding tersenyum, dia kembali menyerang...
" ahhhh....ampun ampun Rai..." prabu jaya buwana berteriak, dia sudah tidak berani menangkis, dia melompat jauh, menghindar..
" eh...kakang ..belum dua puluh jurus ..kakang harus lihat semua .. inikan jurus mu sendiri..
" Rai ..aku bisa celaka.... sudahlah... hentikan ya ..aku benar benar menyerah...!!"
" Kakang... Aku tidak bisa menghentikan nya, jurus mu sungguh hebat ..Perhatikan ini...lihat baik baik...!!"
Prabu munding tengah ada di simpang jalan pencerahan jurus ,semua harus di selesaikan,jika tidak malah berbahaya untuk nya..
Prabu jaya buwana yang menjauh menuruti kemauan prabu munding, dia memperhatikan sosok prabu munding dengan saksama.
" ohhhh....ya ampun....ya ampun... ternyata begitu... edan...edan...kamu bukan manusia Rai...kamu edan...!!
" jangan teriak saja ..ingat ingat ..aku tidak bisa mengulangi nya lagi...!! Nah ...ini puncak nya...hyatttt ...!!! prabu munding menyabetkan ranting di tangan nya
" wushhh .." lima lintasan angin terlihat saling melilit, seperti ular...dan
" blammmmm ...!" tebingan yang lumayan jauh runtuh, tanah berguncang keras, batu batu dan debu beterbangan...!
Prabu jaya buwana meleletkan lidah...itu hanya angin pukulan loh...!!
Entah butuh berapa tahun lagi dia harus berlatih untuk sampai ke tingkat ini.
Prabu munding belum selesai...dia berdiri gagah, dua kaki terpentang, tangan kiri menempel di atas perut sedangkan tangan kanan menunjuk langit .." gelap ngampar!!!!" teriak nya ..
" angin bertiup kencang, suasana cerah mendadak redup, langit tertutup gumpalan awan hitam pekat...."
" Jlegarrrrr...." petir susul menyusul, meledak di langit gelap, suasana cerah berubah total, menjadi seperti akan turun badai ..
Di langit , kilatan petir makin banyak, menyambar puncak Mahameru sebagai tempat paling tinggi disini.
" Kilat Buana....!!" teriak prabu munding lagi.
Tiba tiba saja petir menyambar !!ohh..bukan...bukan menyambar. petir itu datang..!!
Ujung Petir nya menghampiri telapak tangan prabu munding seolah minta ditangkap.!!
"Sang prabu memegang petir!!"
Petir biru berpijar, ..memanjang dari tangan nya sampai ke langit, menggeliat seperti ular
Prabu jaya buwana sudah terduduk lemas..
" Dia bilang tadi gelap ngampar.?..kenapa beda ya?? aihhh... ...tadi dia juga bilang kilat Buana??? Apa lagi itu?? Ilmu baru kah??Aiss ...dia memang bukan manusia...!!"
"Rai prabu munding...aku sepenuhnya takluk padamu...!!"
Prabu jaya buwana menatap sosok prabu munding yang berdiri gagah dengan petir di tangan kanan nya ..dia seperti dewa Zeus , sang raja dewa bersenjata petir...!!
Jika petir itu dihantamkan pada musuh bagaimana jadinya ya...??
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....