Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagas Membuka box gift
"oh iya mas, ada yang ingin di sampaikan oleh istri pertama mas Bagas ini eh, maaf sekarang sudah menjadi mantan istri pertama dan mumpung di beri kesempatan saya akan mengatakan nya disini. Mas disini dihadapan semua tamu yang hadir saya akan melepaskan mu dengan bismillah dan sebentar lagi Alhamdulillah. Alhamdulillah sekarang anda sudah menemukan wanita yang mas anggap mampu menyempurnakan hidup mu. Alhamdulillah saat ini akhirnya saya bisa menggapai surga melalui pintu yang lain. karena pintu yang sebelumnya bukanlah surga yang aku rindukan sehingga saya memilih untuk menutup pintu nya" ucap Dara dengan tenang tidak ada tetesan air mata yang jatuh tidak di undang. Karena Dara benar benar sudah ikhlas.
Jeder..
Bak disambar petir di siang bolong, Bagas begitu kaget mendengar untaian kata demi kata yang di ucapkan Dara. Bagas sampai tidak percaya Dara bisa mampu mengucapkannya.
"cukup,, apa maksud mu dek?, kamu gak usah bercanda dan banyak membuat drama lelucon ini. kamu mau mencuri perhatian dari tamu yang lain dan aku kan?" ucap Bagas.
"aku gak bercanda mas, dan aku gak butuh perhatian dari kamu. Justru ini kado pernikahan yang aku buat saat anda izin ingin berpoligami. Dan seperti ucapan aku waktu kamu izin nikah lagi, aku juga memiliki dua pilihan dan aku lebih memilih menjadi mantan istri. Dan pasti kado dari aku ini kado yang dapat menyempurnakan kedua mempelai.kamu tinggal membuka gift box yang saya kasih tadi mas" ucap Dara.
"Agar suasana kebahagiaan di pesta ini tidak berkurang . Rasanya sudah cukup saya memberikan ucapan dan sedikit kado yang istimewa. Untuk yang terakhir saya ucapan selamat mas Bagas atas pernikahannya semoga ini pernikahan yang terakhir sampai maut memisahkan kalian, dan untuk Dita terimakasih karena kamu sudah memberikan saya kesempatan untuk mengucapkan sedikit kata sehingga saya bisa memanfaatkan kesempatan yang ada ini. Assalamualaikum" ucap Dara yang mengakhiri sesi pemberian ucapan kepada kedua pengantin.
Dengan langkah yang tenang dan anggun dara menuruni panggung dengan percaya diri lalu berjalan menuju ketempat keluarga nya
Menunggu. Ketika sampai di depan pelaminan Dara memberhentikan langkah nya.
"tidak usah menunjukkan wajah sedih untuk menyembunyikan kebahagiaan mu. Aku pergi bukan berarti kalah tapi aku pergi karena aku memang tidak layak berada di tempat yang orang orangnya toxic. Kita sama sama tidak sepadan untuk satu sama lain" ucap Dara.
"syukurlah kalau kamu sadar. Kamu memang tidak sepadan dan tidak sempurna Dara. Makanya mas Bagas lebih memilih ku untuk menyempurnakan hidupnya dari pada kamu yang mandul itu" ucap Dita namun Dara tampak acuh.
"we Will see later, bye" ucap Dara lalu berjalan lagi tanpa menoleh ke belakang.
Ketika sampai di keluarga nya ternyata keluarnya sudah bersiap untuk berpamitan pulang tinggal menunggu dara. Mereka pun berpamitan tak lupa Dara berpamitan lagi kepada mertuanya alias mantan mertuanya serta tetangga samping rumah Bagas.
"ibu aku pamit, semoga pilihan ibu ingin punya mantu kaya menjadi pilihan yang tepat dan tidak ada penyesalan di kemudian hari. Maafkan aku jika selama ini cuma menambah beban di keluarga ibu. Jangan lupa selalu menjaga kesehatan Bu" ucap Dara.
"Halah, ngomong sok puitis palingan baru keluar dari rumah seminggu nanti balik sambil nangis nangis minta maaf sama Bagas. Secara kan kamu itu hanya orang miskin yang bisanya nyusahin" sahut Bu Dewi dengan sengit.
"heh Bu, ingat umur. lihat saja ponakan ku tidak akan kembali balik ke pelukan Bagas. Dan suatu hari kalian akan menyesali perbuatan kalian" ucap bibi Dara yang tidak terima ponakannya ditindas oleh mertuanya.
"oke, siapa takut, lagian ponakan mu juga tidak punya sopan santun ngapain di pertahankan lagi. Kalau dara sadar dan mengajukan gugatan ya malah baik" ucap Bu Dewi sewot.
Bibinya Dara ingin menyahuti ucapan Bu Dewi namun di tahan oleh Dara. Dara menggandeng tangan bibi nya supaya tidak hilang kontrol. Namun sebelum dara benar benar pergi dari tempat acara Dara juga mengucapkan beberapa kata kepada orang tua Dita.
"selamat ibu bapak, anak ibu sudah menjadi istri mas Bagas satu satunya. Dan yang pasti saya tidak akan menganggu kehidupan anak ibu" ucap Dara lalu dia berserta rombongan meninggalkan tempat acara.
Sedangkan di sisi lain Bagas tidak memperdulikan pembicaraan antara Dara dengan Dita. Dia fokus membuka box gift yang di berikan Dara.
Saat gift box sudah benar benar terbuka Bagas terkejut karena terdapat akta cerai yang sudah di sahkan bukan sekedar lembaran gugatan cerai. Lalu Bagas beralih mengambil amplop coklat yang bertuliskan "buka saat hanya ada kalian berdua" namun Bagas tidak mengindahkan tulisan dia terlalu penasaran alangkah terkejutnya dia saat ada banyak foto dia dengan Dita sedang berciuman, bergandengan tangan, bahkan saat jalan berdua, lalu di dalam gift box juga terdapat sebuah flashdisk yang isinya video zina namun Bagas tidak tahu karena dia tidak ada laptop jadi dia lebih memilih mengabaikan dulu. Selain itu di amplop coklat yang lain terdapat surat cek kesuburan Dara. Bagas membaca secara seksama dan hasilnya seratus persen tahun dara sehat. Dan terakhir Bagas membaca surat yang berada di dalam gift box.
"assalamualaikum mas, ketika kamu membuka box gift ini aku pastikan, aku sudah tidak menjadi istri mu lagi. Terimakasih atas dua tahun yang sangat menyedihkan dimana aku selalu menjadi orang yang selalu kalah dan tidak ada tempat untuk membela diri. Tidak lupa aku selalu meminta maaf jika selama dua tahun aku menjadi istri mu tidak bisa menjadi istri yang kamu harapkan dan tidak bisa memberikan kamu keturunan. Tapi satu hal yang harus kamu tahu bahwa rahim ku sangat sehat dan siap untuk di buahi, mungkin memang dari yang kuasa tidak menakdirkan aku mengandung anak kamu. Karena memang jodoh kita cuma dua tahun saja. Aku pamit mas. Dan aku tidak akan kembali lagi.
Jangan cari cincin kawin mas. Karena cincin kawinnya sudah aku jual dan uangnya aku sedekah kan di lantai asuhan. Oh iya jangan lupa video di flashdisk di lihat ya mas. Dan yang terakhir jangan pernah menyesali sesuatu yang sudah kamu pilih jika di kemudian hari kamu tahu kenyataan yang sebenarnya
Dara
Setelah membaca surat Bagas buru buru menutup rapat box gift nya.
"kenapa mas kok wajahnya pias begitu?" tanya Dita yang dari tadi melihat suaminya dengan tatapan bingung.
"aku harus menyusul Dara sebentar ada yang harus di luruskan" ucap Bagas dengan cemas. Entah apa yang akan Bagas katakan kepada Dara karena hanya Bagas yang tahu.
"gak usah lah mas, nanti kalau kamu nyamperin mbak dara yang ada dia besar kepala. Gak usah khawatir paling ucapan dia hanya ancaman saja" ucap Dita santai karena dia mengira isi dari box gift hanya gugatan cerai saja. Dita tidak tahu kalau ternyata di dalamnya akta cerai yang sudah sah.
"kamu tidak tahu apa apa. Nanti aku jelasin" ucap Bagas yang sedikit meninggikan ucapannya. Bagas segera turun ke pelaminan untuk mencari keberadaan istri pertama. Dia menghampiri ibunya.
"ibu dimana dara dan keluarga?" tanya Bagas.
"sudah pulang, lagian kenapa kamu cari cari istri yang gak berguna. Sudah sana kamu temenin si Dita kasian dia kalau kecapean dan kamu gak usah terlalu memikirkan dara palingan seminggu lagi dia akan kembali mengemis ngemis sama kamu. Sudah kamu kembali kasian mantu ibu dia tidak boleh banyak pikiran " ucap Bu Dewi