NovelToon NovelToon
Setelah 100 Hari

Setelah 100 Hari

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

"Setelah aku pulang dari dinas di luar kota, kita akan langsung bercerai."

Aryan mengucapkan kata-kata itu dengan nada datar cenderung tegas. Ia meraih kopernya. Berjalan dengan langkah mantap keluar dari rumah.

"Baik, Mas," angguk Anjani dengan suara serak.

Kali ini, dia tak akan menahan langkah Aryan lagi. Kali ini, Anjani memutuskan untuk berhenti bertahan.

Jika kebahagiaan suaminya terletak pada saudari tirinya, maka Anjani akan menyerah. Demi kebahagiaan dua orang itu, dan juga demi kebahagiaan dirinya sendiri, Anjani memutuskan untuk meninggalkan segalanya.

Ya, walaupun dia tahu bahwa konsekuensi yang akan dia hadapi sangatlah berat. Terutama, dari sang Ibu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan malam

Setelah berganti pakaian, Anjani kembali turun ke lantai ke bawah. Kini, Aryan dan Luna sepertinya sudah tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi. Mereka bahkan memamerkan kemesraan mereka secara terang-terangan dihadapan Anjani saat ini.

"Kamu... Kenapa kamu dandan seperti ini?" tanya Luna dengan nada keberatan.

Sepasang matanya tak bisa berkedip melihat penampilan sang kakak tiri. Dress merah ketat semata kaki dengan belahan tinggi hingga ke paha tersebut tampak sangat cocok dengan proporsi tubuh Anjani.

Rambutnya yang dibiarkan tergerai tampak menutupi bagian punggung yang terbuka. Heels berwarna hitam, turut menambah anggun penampilan Anjani malam ini.

Walau hanya memakai riasan tipis, namun kecantikannya tetap saja terpancar dengan kuat.

"Ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Anjani.

Luna mendengkus. "Kamu mirip seperti seorang pel@cur."

Mendengar tudingan saudari tirinya, Anjani tampak tersenyum miring. "Setidaknya, aku nggak merebut suami orang lain," balasnya dengan tenang sambil berjalan keluar lebih dulu.

"Kamu..." seru Luna tertahan.

"Sudah!" tegur Aryan. "Ayo kita berangkat!"

Akhirnya, Luna pun terdiam. Dia melangkah dengan kesal menyusul langkah Aryan yang cukup cepat dan lebar.

Tiba diluar, Anjani sudah menunggu mereka sambil bersandar di pintu mobil. Saat melihat Aryan dan Luna, dia pun segera masuk ke bangku penumpang bagian belakang.

Luna yang melihat itu langsung tersenyum penuh kemenangan. Dia pikir, Anjani cukup tahu diri dengan tidak memaksa untuk duduk di depan.

"Kenapa duduk dibelakang?" tegur Aryan.

Sejujurnya, dia berharap jika Anjani yang duduk dibangku bagian depan.

"Kalau bukan di sini, harus dimana? Bukannya, kursiku memang selalu di sini?" balas Anjani.

Aryan tak berkomentar apa-apa lagi. Yang Anjani katakan memang benar. Setiap kali ada Luna, maka Anjani harus mengalah dengan duduk di belakang. Alasannya, karena Luna gampang mabuk darat jika dia yang duduk di bangku belakang.

"Baguslah. Setidaknya, kamu tahu diri," ucap Luna dengan seringai mengejek.

"Majikan memang nggak pernah duduk bersama supir," balas Anjani.

Dan, pasangan kekasih yang sama-sama duduk di bangku depan itu langsung menoleh tak suka.

"Apa?" tanya Anjani saat dirinya dipelototi.

"Kamu menganggap aku sebagai supir?" tanya Aryan.

Anjani menghela tangannya ke udara. "Nggak usah dipermasalahkan. Lebih baik, kita jalan sekarang," ucapnya dengan santai.

Aryan menarik napas panjang. Dia kembali menghadap ke arah depan sambil geleng-geleng kepala.

Anjani yang dia kenal saat ini benar-benar berbeda dengan Anjani yang dulu. Gaya Anjani yang cuek dan masa bodoh membuatnya jadi begitu takjub.

Sepanjang perjalanan, Luna sibuk berceloteh tentang pengalamannya tinggal seatap dengan Aryan di luar kota. Berkali-kali Aryan sudah memperingatkan untuk merahasiakan semua itu. Namun, Luna tak peduli sama sekali dan tetap saja bercerita panjang lebar.

Dia terus pamer kepada Anjani bahkan tak segan memperlihatkan foto mesranya bersama Aryan di beberapa tempat yang pernah mereka kunjungi.

"Sudah! Ku bilang, diam, Luna!" bentak Aryan tak tahan.

Menurutnya, Luna sudah sangat keterlaluan. Gadis itu tidak malu sama sekali untuk membeberkan hal intim yang pernah mereka lakukan dihadapan Anjani.

Dan, parahnya lagi, Anjani sama sekali tidak terlihat marah ataupun cemburu. Sebaliknya, Anjani justru terlihat santai sekali.

"Kak, aku cuma..."

"Aku dan Anjani belum bercerai. Dia masih berstatus sebagai istri sahku. Kamu harus jaga perasaannya, Luna," potong Aryan sambil melirik diam-diam Anjani lewat kaca spion.

Luna menggigit bibir bawahnya. Bentakan Aryan membuat hatinya seketika dilanda gerimis.

Setibanya di kediaman keluarga Djatmiko, Luna langsung menggandeng lengan Aryan untuk masuk. Dia sengaja meninggalkan Anjani di belakang agar saudari tirinya itu merasa sendirian.

"Wah, wah, wah! Hebat sekali! Seorang pelakor semakin berani menampakkan dirinya dihadapan banyak orang," sindir Rieke, adik bungsu Sandi Djatmiko, Ayah kandung Aryan.

"Halo, Tante," sapa Luna dengan ramah.

"Cih!" decih Rieke tak suka. Dia mengabaikan Luna begitu saja. Tatapannya justru tertuju pada perempuan cantik yang berdiri dengan anggun dibelakang Luna dan Aryan.

"Aryan, dia siapa? Sekretarismu?" tanya Rieke penasaran. "Lalu, dimana si gendut itu? Apa dia nggak ikut?" lanjutnya.

Aryan ikut menoleh ke belakang. "Dia Anjani, Tante," jawabnya.

"Anjani?" pekik Rieke tak percaya. Mulutnya menganga dengan lebar. "Kok bisa sekurus dan secantik ini?"

"Aku diet, Tante," timpal Anjani buka suara.

Rieke terkejut untuk yang kedua kalinya. "Astaga... suaranya benar-benar mirip dengan Anjani. Dia.." Ia mencengkram erat pundak Aryan. "... benar-benar Anjani?"

Dan, Aryan pun mengangguk meyakinkan.

"Astaga! Ini benar-benar luar biasa!" puji Rieke dengan takjub. "Anjani, kamu benar-benar cantik."

"Anjani, apa harga dirimu sudah tidak ada lagi? Kenapa kamu membiarkan suamimu direbut secara terang-terangan oleh pelakor ini?" sambar Kamila, adik kedua Sandi Djatmiko.

Sekalipun, dia tak suka dengan Anjani, namun tetap saja dia tak terima jika Anjani pasrah begitu saja saat melihat perselingkuhan Aryan dan Luna didepan mata.

Anjani hanya tersenyum kecil. Dia tak mengindahkan pertanyaan itu sama sekali. Langkahnya tetap santai mengikuti langkah Aryan dan Luna didepannya.

"Selamat malam, Ma," sapa Anjani begitu sampai di ruang makan.

Disana sudah ada sang Ibu mertua yang duduk di kursinya sambil menatap dingin ke arah Anjani.

"Kamu siapa?" tanya sang Ibu mertua dengan sinis.

"Aku Anjani," jawab Anjani singkat.

"Anjani?" Bulu mata perempuan separuh abad itu tampak sedikit bergetar.

"Iya," angguk Anjani tersenyum.

Perempuan paruh baya itu masih terlihat takjub. Dia menggeleng beberapa kali untuk mengembalikan kesadarannya.

"Anjani, cepat buatkan sup herbal untuk Papa mertuamu! Akhir-akhir ini, kesehatannya sedang tidak baik. Dia sedang sangat ingin minum sup herbal."

Baru saja hendak duduk di meja makan, sang Ibu mertua yang bernama Bella sudah langsung memberi perintah.

"Kenapa harus aku?" tanya Anjani. "Di rumah ini, bukankah ada belasan pelayan? Kenapa tidak minta salah satu dari mereka untuk membuatnya?" sahut Anjani yang tetap duduk dengan percaya diri di kursinya.

Mata Bella seketika terbelalak. Baru kali ini, Anjani berani menolak perintahnya.

"Kamu berani menolak perintahku?" tanya perempuan separuh abad itu.

"Ya," angguk Anjani. "Aku ke sini hanya untuk makan malam. Bukan untuk jadi babu gratisan."

Brak!

Bella menggebrak meja dengan keras. Matanya nyalang menatap ke arah Anjani.

"Ada apa, Ma?" tanya Anjani. "Mama marah? Pada siapa?" lanjutnya berpura-pura bodoh. "Apa Mama marah pada pasangan selingkuh ini?"

Tanpa ragu, telunjuk Anjani langsung mengacung ke arah Aryan dan Luna. Pasangan kekasih itu pun terbelalak kaget karena dituding secara tiba-tiba.

"Mereka tidak selingkuh. Mereka adalah sepasang kekasih yang terpaksa harus berpisah gara-gara ulahmu!" ujar Bella yang secara terang-terangan selalu berdiri di sisi Luna dan Aryan sebagai pembela.

"Ya, ya, ya. Terserah apa kata Mama," balas Anjani sambil tersenyum lebar.

"Kamu..." Bella meradang.

1
yasmien
🤣🤣
Annie Soe..
Good job anjani, suka gayamu..
Syamsiar Samude
astaghfirullah btl2 keluarga absourd bikin awet muda nnti tuan raga skligus bikin pusing Enzo smga sj tdk gagal unboxing gara gara kkx n ponaknxane 🤣🤣🤣
Fetnayeti Winarko
didunia nyata ga ada ya..
Syamsiar Samude
kasihan Anton dia korban manipulasi dr si Sandra yg sifatx tdk jauh beda dgn anakx Luna semua krna nafsu dan ambisius😥
Syamsiar Samude
penyesalan mmg sll datang di belakang dulu Anjani bgt mencintaimu sah jd istrimu malah selingkuh dgn tdk lbh mncari kebenaran teman di masa kecilmu dan selama km membersamaix mngkin tdk kenangan baik utk Anjani dan yg ada hinaan dan terintimidasi tdk dihargai sbgaimna layakx seorang istri yg tlh bgt penurut jd rasakan sendiri krna Anjani tlh melewati semua kepahitan dan pantas utk bahagia dgn laki2 yg meratuknx
Syamsiar Samude
si Aryan tak jera jg di permalukan krna cinta buta yg terlambat makan tuh sana si Luna situkang tikung n licik thor ada ya perempuan sprti Luna di dunia nyata smg ya Allah aku dan ank keturunanku sll dipertemukan dgn org2 yg baik tetap semangat Thor sehat sukses selalu 🤲😊
Syamsiar Samude
ya Tuhan btl2 Enzo dan kluargax org yg baik smga anak gadisku mndpt jodoh sperti sosok Enzo di dunia nyata 🤲😊 tetap semangat Thor aku suka karyamu sehat sukses selalu 🤲🤗
Syamsiar Samude
🤣🤣🤣 terciduk lgi n gagal lgi romantisx, thor aku tertawa sendiri kek org gila untung tdk org dekat2😄😄
Syamsiar Samude
betul2 keluarga absourd penuh canda tawa kasihan Enzo jd Bullyan perjaka kadaluarsa 😄😄
Syamsiar Samude
ya tuhan astaghfirullah Luna lahir dr orgtua yg tdk pux hati nurani demi nafsu harta dan ambisi jd diapun sifatnya tak jatuh dr titsan mrka mski sdh bgt jahat trhdp istri dan anak kandungx smg Anton bisa selamat dr intimidasi si Luna kasihan jg btl2 air susu di bls dgn air tuba 😥
Amiera Syaqilla
hello author🤗
Syamsiar Samude
syukurlah mereka tertangkap sisa si Luna smga tdk berbuat yg tidak tidak terhadap Anton klw dia berbuat nekat smga cepat ketahuan dan diberi hukuman yang setimpal 😥
Syamsiar Samude
Masyaa Allah Thor biar hax cerita tp reader ikut bahagia seakan kitapun merasakan kebahagiaan mereka 😊
Syamsiar Samude
Anjani tdk akan mngkin disia siakan oleh Enzo sbgai buah dr kesabaranx dan buknlh pria yg suka mempermainkan wanita dan yakin dia akan setia dan penuh perhatian yg jarang ada sosok bgt di dunia nyata smga Anjani bahagia selamanya, tetap semangat Thor sehat sukses selalu dgn karya2nya 🤲🤗
Syamsiar Samude
🤣🤣🤣Thor aku ketawa sendiri dgn sikap posesif sang kakek yg tiba2 mbuat Anushka sperti berada di alam lain😄😄
Syamsiar Samude
mana mngkin Luna akn brtahan saat Anton sdh bangkrut krna hanya asetx yg dia harap tdk mw jd org miskin mudahan sj Anton tdk dipermudah di bodohi lg dgn hasil pnjualan perusahanx kasihan jg tp itu semua krna ulahx sndiri yg semena mena dgn Mariana dan Anjani istri sah dan anak kandungx sendiri sementara yg dia pupuk bukan siapa2 itulah penyesalan yg tdk ada gunax lgi
Syamsiar Samude
astaghfirullah Luna sifatx tak beda dgn ibux licik demi ambisi tp tdk yg akn berhasil bila semua penuh kebohongan dan masalah yg tdk ada habisx psti Luna brhubngan dgn pria lain utk menjebak Aryan
Syamsiar Samude
dasar kluarga toxic semua gila harta Sandra sdh sefrekwensi dgn Bella sama sama gila
Syamsiar Samude
memang Aryan yg dasarx bodoh bin stupid gmna tdk salah mngenal org di masa kecilnya klw nmax sj dia tdk tahu pdhl Anjani kecil sdh curhat berat yg katax ayhx membawa selingkuhan dan ank tirix
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!