NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Para Dewi

Sistem Penakluk Para Dewi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Playboy
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Seorang siswa SMA miskin yang baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya secara tak sengaja memperoleh sebuah kitab pusaka milik Santo Cinta—sebuah buku misterius yang menyimpan tak terhitung kemampuan luar biasa, khusus digunakan untuk menaklukkan hati para gadis. Sejak saat itu, hidupnya pun berubah drastis.
Tak hanya meraih keberhasilan dalam urusan asmara, ia juga mulai menapaki jalan kesuksesan dalam dunia bisnis. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan beragam perempuan menawan: teman sekelas yang cantik, putri seorang tokoh dunia bawah tanah, gadis super imut yang menggemaskan, hingga selebritas terkenal dengan pesona memikat.
Di antara cinta, kekuatan rahasia, dan perubahan nasib, kisahnya berkembang menjadi perjalanan penuh romansa, peluang, dan godaan yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Tidak hanya karena ia bertemu dengan seorang gadis tingkat D, tetapi juga karena ia memperoleh 100 poin Energi Iman.

Bagi Zhang Yuze yang selama ini kekurangan energi, tambahan tersebut ibarat arang di tengah salju—pertolongan yang datang tepat pada saat paling dibutuhkan. Energi Iman adalah fondasi dari seluruh kemampuan yang bersumber dari Cermin Pusaka Dewa. Tanpa itu, semua rencana dan ambisinya hanyalah angan kosong.

Dengan perasaan puas dan penuh semangat, Zhang Yuze menutup cermin dan merebahkan tubuhnya. Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia tertidur dengan senyum tipis di wajahnya.

Keesokan harinya adalah hari Senin.

Zhang Yuze bangun lebih pagi dari biasanya. Ia menyelesaikan sarapannya dengan cepat, lalu segera meninggalkan rumah. Waktu terasa berharga, terlebih setelah ia meningkatkan durasi latihan qigong pagi itu. Tubuhnya terasa sedikit lelah, tetapi aliran energi di dalam dirinya jauh lebih stabil dibanding sebelumnya.

Namun, begitu ia melangkah keluar dari pintu, ia dikejutkan oleh sosok yang sudah tidak asing lagi.

Di depan rumah, berdiri Guo Xiaolu.

“Kak Xiaolu, ternyata kamu!” seru Zhang Yuze dengan nada gembira. Ia benar-benar tidak menyangka mereka akan keluar pada waktu yang sama.

“Iya! Kebetulan sekali,” jawab Guo Xiaolu sambil tersenyum.

Pada awalnya, wajah Guo Xiaolu tampak cerah ketika melihat Zhang Yuze. Akan tetapi, entah mengapa, rona merah perlahan menjalar di pipinya. Ia secara refleks memalingkan wajah, menghindari tatapan Zhang Yuze, seolah takut pandangan mereka bertemu terlalu lama.

Zhang Yuze sempat merasa bingung melihat reaksinya. Namun, pikirannya segera teralihkan. Ia telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk berlatih pagi itu, sehingga sisa waktu sebelum jam pelajaran dimulai menjadi sangat terbatas. Ia masih harus bergegas menuju sekolah.

Tanpa sempat memikirkan lebih jauh, Zhang Yuze menyapa Guo Xiaolu dengan singkat, lalu segera pergi.

Melihat punggung Zhang Yuze yang menjauh dengan tergesa-gesa, Guo Xiaolu berdiri terpaku di tempat. Di dalam hatinya, bercampur perasaan malu, kesal, dan gelisah.

Zhang Yuze tentu saja tidak mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan Guo Xiaolu.

Sehari sebelumnya, Guo Xiaolu telah menyadari bahwa pakaian yang digantung di kamar mandi sempat disentuh oleh seseorang. Meskipun pakaian-pakaian itu telah dikembalikan ke tempat semula dengan rapi, kejanggalan kecil tetap tidak luput dari perhatiannya. Setelah memeriksanya dengan cermat, ia pun menyadari bahwa ada bekas yang tidak seharusnya ada.

Guo Xiaolu bukan gadis bodoh. Dengan cepat, ia menghubungkan semuanya.

Namun, Zhang Yuze sama sekali tidak menyadari bahwa tindakannya telah ketahuan. Dalam benaknya saat ini, hanya ada satu hal: jangan sampai terlambat ke sekolah.

Hari ini adalah jam pelajaran wali kelas. Jika ia datang terlambat, bukan tidak mungkin ia akan dipermalukan di depan seluruh kelas dan dihukum berdiri. Untungnya, keberuntungan masih berpihak kepadanya. Begitu tiba di halte, ia langsung mendapatkan bus.

Saat sampai di gerbang sekolah, Zhang Yuze melirik jam. Masih ada sekitar sepuluh menit tersisa.

Ia mengembuskan napas lega.

Namun, tepat ketika ia hendak melangkah masuk, pandangannya menangkap sosok yang sangat dikenalnya—sosok yang seketika membuat wajahnya berubah tegang.

Jian Yumin.

Zhang Yuze sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengannya di sini.

Pada saat yang sama, Jian Yumin juga tertegun ketika melihat Zhang Yuze. Langkahnya terhenti, dan bayangan kesedihan tipis melintas di wajahnya.

Zhang Yuze sempat terpikir untuk meluapkan amarahnya—mengucapkan beberapa kata tajam demi melampiaskan perasaan yang selama ini terpendam. Namun, niat itu segera ia urungkan.

Bagaimanapun juga, setiap orang memiliki pilihan hidup masing-masing.

Ia tidak bisa menyangkal bahwa selama masa SMA, Jian Yumin pernah menemani hari-harinya. Kehadirannya memberi sedikit warna pada kehidupan Zhang Yuze yang kala itu suram dan nyaris tanpa harapan. Meski ia telah menghabiskan cukup banyak uang untuknya, Zhang Yuze memilih menganggapnya sebagai pertukaran yang setara. Lagi pula, ia bahkan belum pernah menyentuh ujung jarinya.

Dengan perasaan yang bercampur aduk, Zhang Yuze menatap Jian Yumin sekali lagi, lalu berbalik untuk pergi.

“Yuze, tunggu sebentar!” suara Jian Yumin terdengar dari belakang, terdengar cemas dan mendesak.

Zhang Yuze sebenarnya tidak ingin menghiraukannya. Namun, entah mengapa, langkah kakinya terhenti juga.

“Ada apa, Nona Jian?” ucap Zhang Yuze tanpa menoleh. Ia berbicara dengan membelakangi Jian Yumin, dan nada suaranya jelas mengandung sindiran dingin.

“Zhang Yuze… aku tahu kamu membenciku,” suara Jian Yumin terdengar pelan namun jelas. “Tapi Ruan Zixiong bisa memberiku hal-hal yang tidak bisa kamu berikan. Aku harap kamu bisa mengerti.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang semakin menusuk.

“Jika saja kamu tidak begitu terpuruk, tidak begitu pengecut, tidak begitu kehilangan sisi kejantanmu… aku tidak akan memilih bersamanya.”

Zhang Yuze berdiri diam.

Ia tidak membalas.

Secara rasional, ia tahu bahwa sebagian ucapan Jian Yumin memang benar. Namun, justru karena itulah, amarah di dalam hatinya semakin membara. Mendengar mantan kekasihnya menyatakan secara terang-terangan bahwa dirinya tidak berguna adalah pukulan yang sulit ditanggung oleh siapa pun.

“Cukup!” Zhang Yuze akhirnya bersuara.

Ia berbalik dengan tiba-tiba. Tatapannya terkunci pada wajah kecil Jian Yumin, memancarkan tekanan yang membuat udara di sekitar mereka seolah mengeras.

“Apa tujuanmu mengatakan semua itu?” katanya dingin. “Ingin memprovokasiku?”

Sorot matanya tajam dan penuh penindasan, membuat Jian Yumin tanpa sadar mundur setengah langkah. Untuk sesaat, ia merasa seolah Zhang Yuze yang berdiri di hadapannya bukan lagi pemuda lemah yang dulu ia kenal.

Melainkan seseorang yang telah berubah—perlahan, tetapi pasti.

Melihat sikap Zhang Yuze yang mendadak mengeras seperti itu, Jian Yumin segera menyadari bahwa pemuda itu telah salah paham terhadap maksudnya. Ia buru-buru menggelengkan kepala, lalu berkata dengan nada cemas, seolah takut satu kata saja dapat memicu amarah Zhang Yuze.

“Yuze, kamu salah paham,” ujarnya cepat. “Aku tahu Ruan Zixiong sudah mencarimu, tapi… kamu tidak mampu menyinggung orang sepertinya. Menurutku, akan lebih baik jika kamu meminta maaf padanya. Nanti aku akan membantumu bicara baik-baik. Kurasa dia pasti akan membiarkanmu pergi.”

Saat mengucapkan kata-kata itu, Jian Yumin terus memperhatikan perubahan ekspresi Zhang Yuze dengan hati-hati, jelas terlihat bahwa ia khawatir ucapannya justru memperburuk keadaan.

Namun, wajah Zhang Yuze justru semakin menggelap.

Pada detik itu juga, sisa harapan yang masih tersimpan di hatinya terhadap Jian Yumin benar-benar lenyap, tak tersisa sedikit pun.

“Memintaku meminta maaf padanya?” Zhang Yuze tertawa dingin. “Terima kasih atas kebaikanmu. Tapi mulai sekarang, aku dan kamu sudah tidak ada hubungan apa pun. Urusanku tidak perlu kamu pikirkan lagi.”

Nada suaranya datar, tetapi mengandung ketegasan yang menusuk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!