NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Setelah menutup telepon, Seana menangis sebentar sebelum kembali ke ruangannya.

Saat sampai diruangaannya dan duduk dikurisnya, matanya masih merah, yang membuat salah satu rekan kerjanya, Anita menoleh dan terlihat khawatir. "Seana, kamu nangis? Kenapa? Ada masalah apa?."

"Eh, nggak kok, nggak. Aku ngga nangis." Kata Seana sembari menggelengkan kepalanya.

Semua karyawan yang bekerja di KIG (Kaivandra Internasional Group) tahu bahwa bekerja langsung dibawah Sanzio bukanlah hal yang mudah. Mereka mungkin menghasilkan lebih banyak uang dari pada siapa pun diperusahaan, tetapi mereka juga berada di bawah tekanan yang lebih besar. Hanya yang terbaik dari yang terbaik yang mampu bekerja dengan Sanzio tanpa depresi.

Seana menatap Anita dengan senyum diwajahnya. "Makasih, kamu di tanya. Aku mau minta izin cuti sekarang." Katanya, jika Seana tidak segera mendapat izin cuti, ia mungkin akan segera mati ketakutan.

Anita mengangguk, mengerti. Mereka bertukar beberapa kata lagi sebelum Seana menulis surat izinnya.

Setelah selesai menulis surat izin, Seana membawanya ke kantor Mike. Sebelumnya, ia merasa tidak yakin bagaimana perkembangan restorasi tersebut, tetapi ia membutuhkan persetujuan Mike untuk cutinya. Kemudian, Seana perlu pergi memberi tahu Sanzio sebelum benar-benar mendapatkan liburannya.

Saat Seana bersiap hendak mengetuk pintu, tiba-tiba ia mendengar suara Bryan di dalam ruangan Mike. "Astaga, Pak Mike. Ini rusak parah."

"Jadi, kamu tidak bisa memperbaikinya?." Suara Mike terdengar serius.

Seana di luar, terdiam sembari menguping.

Jika Bryan tidak bisa memperbaikinya, maka itu akan menjadi kabar baik untuknya dan Velia. Namun, sebelum Seana benar-benar merasa lega, ia mendengar kembali suara Bryan. "Aku butuh lebih banyak waktu. Beri aku waktu tiga hari."

"Kalau kamu saja perlu waktu tiga hari untuk memperbaikinya. Itu berarti pelakunya cukup lihai merusak barang bukti." Kata Mike dengan nada  dingin.

Seana menegang. Ia tidak tahu harus merasa seperti apa. Sekali pun Bryan tidak bisa memperbaikinya sekarang, pria itu mungkin bisa melakukannya dalam tiga hari.

Didalam kantor, Bryan justru tertawa menanggapi Mike. "Ya, itu bagus!."

"Baiklah, aku akan memberimu waktu tiga hari."

Seana berbalik dan kembali ke ruangannya. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan teks pada Velia.

[Seana: Aku ngga jadi minta izin cuti sekarang. Karena masalah udah teratasi].

[Velia: Rekaman itu ngga bisa di perbaiki?]

[Seana: Iya]

[Velia: Ini kabar baik, Seana!]

[Velia: Kalau si Bryan itu aja ngga bisa benerin rekamannya. Apalagi orang lain]

Kepercayaan diri Velia sangat kontras dengan kepercayaan diri Seana.

Seana sedikit merasa ragu, karena ini belum pasti, tetapi kata-kata Velia membuatnya merasa sedikit tenang

[Seana: Tapi, Bryan bilang dia butuh waktu tiga hari]

[Velia: Jangan khawatir. Kalau diruangan Mike aja dia ngga bisa, setelah tiga hari pun aku yakin dia tetap ngga bisa. Kita harus tetap hati-hati, tapi jangan terlalu berpikir buruk]

Sepertinya, Velia sangat yakin dengan hal ini...

Setelah berpikir ulang, Seana akhirnya mempercayai kata-kata Velia. Lagi pula, Bryan adalah salah satu teknik terbaik diperusahaan. Jika pria itu tidak bisa melakukannya, maka tidak ada orang lain yang akan mampu melakukannya.

Percakapan mereka berakhir disitu. Keduanya kembali memusatkan perhatian pada pekerjaan masing-masing. Percakapannya dengan Velia membantu Seana melupakan rasa takutnya untuk sesaat.

....

Hari telah menunjuk sorenya. Saat itu, Sanzio memanggil Mike dan Seana ke kantornya. Sembari menyalakan rokoknya, Sanzio mengajukan sebuah pertanyaan. "Bagaimana hasil perkembangan penyelidikannya?."

Seana tidak mengatakan apa pun. Karena rasa takutnya sudah berkurang, raut wajahnya pun tampak rileks.

Sementara Mike yang duduk di sampingnya terlihat serius. "Bryan perlu waktu tiga hari untuk memperbaiki rekaman itu, Pak!."

Mendengar itu, Sanzio menggebrak mejanya. Dia menatap Mike dengan tatapan dinginnya, tatapan itu seakan diam-diam memberitahu Mike apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Mike yang mengerti, langsung menganggukkan kepalanya. "Justine Black akan tiba dikota ini nanti malam."

Justin Black? Peretas terkenal dunia?

Seana menoleh kearah Mike, kepanikannya mulai meningkat. Apakah mereka benar-benar serius ingin menemukan wanita itu?

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!