NovelToon NovelToon
Universe Network

Universe Network

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Zombie / Fantasi
Popularitas:999
Nilai: 5
Nama Author: Candra S

Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunjukkan Kekuatan

"Bagaimana kemarin? Apa terjadi sesuatu?"

"Kami tidur di tenda yang terpisah!"

Sementara Leon menjelaskan sambil mengetuk kepala Wilona, Elisa tertunduk malu ketika melihat tatapan penuh makna dan senyum di wajah ibu Leon.

"Apa kalian sudah makan siang?"

"Belum ma. Tapi aku sudah punya rencana dengan Reynold. Jadi aku akan langsung berangkat."

"Elisa, Kemarilah dan ambil daging yang banyak. Bibi tidak memasak di atas."

"Iya bibi."

Pada jam 12, Leon tiba di sebuah restoran. Reynold sudah memesan bilik karena mereka akan membicarakan topik penting. Namun meskipun mereka adalah saudara tidak berhubungan darah, Leon menegaskan karena hal ini berkaitan dengan pekerjaan, Leon mentransfer sejumlah uang kepada Reynold.

"Kamu tiba cukup cepat Leon."

Reynold menyambut kedatangan Leon ketika dia melihatnya memasuki bilik ruangan.

"Ohhh, apakah aku mengganggu sesuatu yang penting?"

Leon menyeringai, sementara Arini hanya memutar matanya.

"Cepatlah duduk. Tidak ada yang terjadi diantara kami berdua."

"Sungguh sangat disayangkan. Kamu harus berusaha lebih keras lagi bung."

"Tentu saja!"

Mereka membicarakan hal-hal ringan seperti kenangan mereka sewaktu sekolah dulu. Setelah menyelesaikan hidangan dan bersantai selama beberapa saat, Leon akhirnya menanyakan hasil pekerjaan mereka berdua.

"Aku sudah menyusun berkas laporannya."

Arini menyerahkan lembaran dokumen yang telah dia susun kepada Leon. Kemudian Arini melanjutkan.

"Secara garis besar, kami berhasil membeli sebuah area tepat di tepi jalan. Lahan itu berada cukup dekat dengan universitas......"

Leon mendengarkan penjelasan Arini sambil membaca dokumen. Foto yang disertakan dalam laporan itu menunjukkan bahwa lokasi di sekitarnya cukup bagus.

"Kami juga sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan konstruksi Helion untuk menangani pembangunan kost ini. Rencananya, bangunan akan terdiri dari tiga lantai, dengan rincian detail yang sedang dikerjakan oleh pihak mereka."

Karena keduanya cukup sibuk menjalani kuliah, Reynold dan Arini baru saja menandatangani kontrak dengan perusahaan konstruksi delapan hari yang lalu. Mereka baru saja menyurvei lokasi dan mulai merancang bangunan tersebut.

Melihat anggaran yang cukup ketat dalam proyek pekerjaan mereka, Leon mengacungkan jempol terhadap keduanya.

"Terlihat bagus bagiku. Bagaimana? Apa kalian berdua ingin berhenti, atau melanjutkan untuk mendirikan perusahaan sesuai rencana awal kita?"

"Jangan bercanda bung, kami sangat menikmati semua prosesnya. Ayo kita mulai membangun perusahaan bersama-sama!"

"Mmm.... Apa yang terjadi beberapa minggu ini seolah aku menerapkan berbagai ilmu yang telah kupelajari. Dan aku juga belajar banyak hal dalam prosesnya."

Leon mengangguk puas dengan tanggapan Reynold dan Arini.

"Kalau begitu mari kita lanjutkan. Apa kalian sudah mempelajari prosedur pendaftaran perusahaan?"

"Ya, kami melakukannya."

Leon juga sudah mengetahui prosedur pendaftaran perusahaan. Namun itu hanya garis besarnya saja. Mereka tentu tahu lebih detail karena keduanya sudah berniat melanjutkan sejak awal.

"Kalau begitu sebutkan kebutuhan yang kalian butuhkan."

"Pertama, kami memerlukan anggaran untuk menyewa sebuah bangunan atau lantai, kemudian kami akan......"

Leon mendengarkan penjelasan Reynold dan Arini yang menjelaskan secara bergantian.

"Berdasarkan rancangan ini, berapa anggaran yang dibutuhkan?"

Reynold dan Arini saling memandang satu sama lain. Kemudian Reynold membuka suara.

"Sekitar lima miliar."

Angka yang disebutkan Reynold merupakan rancangan perusahaan awal mereka selama enam bulan. Diluar dari anggaran proyek yang akan dilakukan perusahaan nantinya.

Berdasarkan reaksi mereka, Leon tahu bahwa anggaran tersebut sangat ketat dan akan mempersempit ruang gerak perusahaan.

Karena dia sudah menjual banyak emas selama beberapa hari terakhir, dia sudah memiliki lebih dari seratus miliar di dalam akunnya. Selain itu, setelah Robenyo menerima sepuluh ton emas yang dijanjikan Leon, Leon juga akan menerima uang lebih dari dua puluh triliun!

"Ck..ck..ck.. Kamu terlalu meremehkan kata-kataku sebelumnya saudaraku. Aku sudah berkata padamu bahwa aku sangat kaya sekarang."

"Kamu menang kawan. Baiklah, sepuluh dan aku pastikan semuanya berjalan dengan baik sesuai rancangan tadi."

"Tidak, aku akan mengirim dua puluh."

Arini tertawa kecil melihat keduanya saling tawar-menawar dengar angka yang lebih tinggi. Dia terkejut dengan kekayaan yang dimiliki oleh Leon saat ini. Selain itu, dia terkesan dengan rasa saling percaya diantara keduanya.

"Lihat? Kamu membuat Arini tertawa!"

"Baiklah... Baiklah... Jangan khawatir, aku tidak berencana merebut Arinimu."

Arini hanya bisa memutar matanya.

"Ngomong-ngomong, aku berkenalan dengan seorang teman yang cukup baik."

"Siapa itu? Temanmu adalah temanku juga!"

"Hahahaha, dia seusia ayahmu. Namanya Robenyo, seorang pengusaha besar."

"Benarkah? Mungkin cukup sulit untuk bergaul dengan orang tua."

"Aku sudah memberitahunya mengenai rencana pendirian perusahaan kita. Jika kamu butuh bantuan, kamu bisa bertanya kepada sekretaris pribadinya. Namanya Yessie, dan dia cukup cantik."

"Ohhh...."

"Kalau begitu kirimkan kontak Yessie ini padaku."

Sebelum Reynold berbicara lebih lanjut, Arini langsung menyelanya, yang membuat mereka berdua saling menyeringai. Arini hanya mendengus melihat seringai kedua orang itu. Bisa-bisanya mereka mempermainkan dirinya!

Meskipun Leon tidak terlalu peduli dengan keuntungan perusahaan ini, dan hanya menggunakannya sebagai casing agar keluarganya dapat menerima darimana sumber kekayaan Leon, Leon tentunya tetap ingin perusahaan ini menjadi perusahaan yang besar kedepannya.

Bukan demi dirinya, tapi demi Reynold dan Arini yang kemungkinan akan menghabiskan hidup mereka di perusahaan. Ini merupakan salah satu bentuk hutang budi Leon terhadap kedua orang tua Reynold yang telah memberikan beasiswa kepada dia dan adiknya untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang berkualitas.

"Aku masih memiliki waktu tiga jam."

Leon berpisah dengan Reynold dan Arini pada pukul tiga. Karena dia memiliki waktu luang, dia berkeliling memesan makanan untuk disimpan ke dalam inventory.

Kemudian tepat pada pukul lima, Leon mengendarai motornya menuju lokasi gudang Robenyo.

"Leon, kamu tiba cukup awal."

"Hahahaha, aku hanya sedang luang saja, jadi aku berangkat lebih awal."

Robenyo menyambut kedatangan Leon setelah Leon melewati gerbang.

Sesuai permintaan Leon, Robenyo hanya ditemani oleh orang-orang kepercayaannya, yaitu Joe, kepala pengawal Robenyo, kemudian Yessie, asisten pribadi Robenyo, dan terakhir seorang pria berusia empat puluhan yang merupakan kepala gudang, Romi.

"Jadi, tidak bisakah aku melihat trikmu secara langsung?"

Di dalam gudang, Robenyo bertanya kepada Leon dengan setengah berharap.

"Apakah kamu benar-benar ingin melihatnya?"

"Tentu saja! Aku sangat penasaran dengan segala sesuatu yang dapat dilakukan oleh orang-orang dari sisi itu."

"Baiklah. Tapi aku hanya akan membiarkan kamu saja untuk melihatnya secara langsung. Aku tidak ingin banyak orang melihat trikku ini."

"Bagus! Kalian bertiga akan menunggu di luar!"

Joe hanya bisa tersenyum kecut karena tidak dibiarkan melihat kemampuan Leon secara langsung. Sementara dua lainnya, meskipun juga penasaran, dapat menutupinya dengan baik. Kemudian ketiganya meninggalkan gudang dan menutupnya rapat-rapat.

Di tempat yang sudah ditentukan, Robenyo memandang Leon dengan bingung. Leon terlihat mengarahkan kedua tangannya ke depan, kemudian tempat yang semula kosong, kini dipenuhi tumpukan emas batangan 10 kilogram yang sudah tersusun rapi.

"Bagaimana menurutmu?"

Leon terkekeh melihat mulut Robenyo yang terbuka lebar. Kemudian dia pindah ke lokasi di dekatnya sebelum mengeluarkan emas batangan 1 kilogram dan 100 gram yang tersisa. Ketiganya berjumlah 10 ton emas!

"Sungguh kekuatan yang menakjubkan! Apakah ada kultivator lain yang dapat melakukan hal ini?"

"Aku tidak yakin. Selain diriku, hanya guruku yang bisa melakukannya. Tapi bahkan jika ada, aku yakin hanya sedikit kultivator yang dapat melakukannya."

Leon tidak tahu apakah ada pengguna universe network lain di bumi. Bahkan di kota Erulean dan kota lain dari aliansi 18 kota, Leon tidak menemukan keberadaan pengguna universe network berdasarkan informasi yang beredar.

Karena emas-emas ini akan diangkut beberapa hari kemudian, Robenyo menyuruh Joe untuk memanggil semua anggotanya menjaga gudang, hanya menyisakan Joe dan satu pengawal lain yang bertugas menyetir mobil.

Sambil menunggu kedatangan para pengawal, Leon pergi ke sudut halaman gudang dan mengeluarkan bungkusan iga bakar kesukaannya, lalu berjalan kembali ke tempat tiga orang tadi.

"Karena sudah waktunya makan malam, kenapa kita tidak menunggu sambil makan saja?"

1
Jujun Adnin
ok
Jujun Adnin
yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!