Satu tahun lalu, Michael—sang pewaris SM Corporation—diselamatkan oleh wanita bertopeng misterius berjuluk "Si Perempuan Gila". Terpaku pada mata indahnya, Michael berjanji akan memberikan apa pun sebagai balasan hutang nyawa.
Kini, Michael dipaksa menikahi Shaneen, putri konglomerat manja yang ia anggap membosankan dan lemah. Michael tidak tahu bahwa di balik sikap manja dan keluhan konyol istrinya, Shaneen adalah sang legenda bertopeng yang selama ini ia cari.
Permainan kucing dan tikus dimulai. Di siang hari ia menjadi istri yang merepotkan, namun di malam hari, ia adalah ratu kegelapan yang memegang nyawa suaminya sendiri. Akankah Michael menyadari bahwa wanita yang ia tidak sukai adalah wanita yang paling ia gilai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benang Merah di Balik Topeng Mawar
Malam di The Golden Coast selalu menyimpan rahasia, namun bagi Michael, rahasia itu mulai terasa seperti jerat yang mencekik. Ia duduk di perpustakaan pribadinya, menatap dua buah foto di layar monitor: Foto Clara setahun lalu di sebuah pesta amal, dan sketsa samar wanita bertopeng yang menyelamatkannya di The Iron District.
Rans masuk membawa berkas tambahan. "Tuan, saya menemukan hubungan yang Anda cari. Ini tentang mengapa Nona Clara begitu terobsesi pada Anda, dan ada hubungannya dengan insiden setahun lalu."
Michael menyesap kopinya yang sudah dingin. "Katakan."
"Setahun lalu, saat Anda diserang di The Iron District setelah pertemuan vendor pertama, Clara ada di sana," Rans membuka peta satelit lama. "Dia bukan di sana untuk menyelamatkan Anda. Dia di sana karena ayahnya dan rekan bisnisnya—ingin memastikan Anda 'dilenyapkan' agar proyek chip vendor jatuh ke tangan mereka. Clara dikirim untuk memantau kematian Anda."
Michael menyipitkan mata. "Jadi si ular kecil itu menontonku dari kejauhan?"
"Benar. Tapi rencananya gagal total saat Perempuan Gila anda muncul," lanjut Rans. "Clara melihat sendiri bagaimana wanita bertopeng itu dengan santainya membantai sepuluh manusia bayaran ayahnya hanya dengan pisau dan satu senjata api. Clara ketakutan, namun di saat yang sama, dia terobsesi. Dia mengira wanita itu adalah 'Bodyguard rahasia' yang Anda sewa. Sejak hari itu, Clara berusaha mendekati Anda, berharap bisa memiliki kekuatan yang sama di belakangnya."
Michael tertawa sinis. "Dia ingin memiliki pelindungku, tanpa tahu bahwa pelindung itu adalah wanita yang paling dia benci di dunia ini."
Michael menatap sketsa topeng dengan ukiran mawar berwarna emas itu. "Dia bertopeng bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menahan diri agar tidak membunuh semua orang."
Michael memejamkan mata di ruang perpustakaannya, namun memorinya justru terseret paksa ke malam di The Iron District setahun yang lalu. Bau mesiu dan karat besi seolah kembali tercium.
Saat itu, Michael berada di titik nadir. Ia bersandar pada pilar beton besar yang menjulang tinggi, napasnya tersengal. Kaki dan bahu kirinya bersimbah darah akibat rentetan tembakan jebakan. Di depannya, tiga pria berbadan kekar melangkah maju dengan seringai kemenangan, menodongkan senjata tepat ke wajahnya.
Srak!
Tiba-tiba, sesosok wanita muncul dari kegelapan. Ia mengenakan topeng porselen yang dingin, namun yang paling diingat Michael adalah rambut panjangnya yang berwarna Black Ash Grey dengan ujung ikal yang terurai sempurna dan bergoyang mengikuti gerakannya. Ia mengenakan heels 7cm, namun langkahnya di atas beton tua itu tidak bersuara, seolah gravitasi tidak berlaku baginya.
Tanpa sepatah kata pun, wanita itu membantai ketiga pria kekar itu secara brutal. Tembakan senjatanya presisi—tiga peluru, tiga kepala yang meledak tepat di hadapan Michael.
Namun, di balik pilar lain yang tak jauh dari sana, seorang gadis seusia Shaneen sedang bersembunyi. Jantungnya hampir copot. Ia dikirim ayahnya untuk memastikan Michael mati, tapi ia justru menyaksikan tarian maut sang "Perempuan Gila". Dia melihat bagaimana wanita bertopeng itu tidak berhenti di sana; saat anak buah cadangan muncul dari kegelapan, wanita itu mengibaskan tangannya, menjentikkan pisau-pisau perak yang membuat musuh tumbang sebelum sempat menarik pelatuk.
Michael membuka matanya. "Rans, setahun lalu aku mengira dia adalah malaikat maut yang salah jemput. Tapi sekarang aku tahu... Dia mungkin tidak sengaja berada ditempat yang sama dengan tujuan lain. Dan mungkin saja waktu itu dia tahu siapa aku."
"Benar, Tuan," sahut Rans. "Sepertinya waktu itu nona Shaneen akan menemui seseorang, entah apa tujuannya."
Michael berdiri, berjalan menuju jendela. "Dan Clara... dia melihat semuanya. Dia melihat wanita berambut Black Ash Grey itu membantai orang-orang ayahnya. Pantas saja setiap kali Shaneen mendekat, Clara tampak seperti melihat hantu."
Michael menyentuh bekas luka di bahunya yang tersembunyi di balik kemeja mahal. "Dia menyelamatkanku dengan heels 7cm dan rambut yang berkibar cantik. Dan sekarang, dia berpura-pura takut pada suara petasan?"