NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Sembilan hari menjelang lebaran, Butik langganan Enzo terlihat lebih ramai dari biasanya. Lampu-lampu kristal memantulkan cahaya hangat ke deretan kain premium yang tersusun rapi. Aroma parfum ruangan yang lembut menyambut setiap pelanggan yang masuk.

Erza dan Elora berdiri di kiri-kanan Azalea. Elora menggenggam tangan ibunya, sementara Erza berjalan sedikit lebih dewasa, meski sesekali tetap menempel pada lengan Azalea. Enzo melangkah percaya diri menuju meja resepsionis.

“Kita ingin membeli pakaian sarimbit untuk sekeluarga,” katanya pada Diana, desainer sekaligus pemilik butik itu.

Diana yang sedang mengecek katalog langsung mendongak. Wajahnya yang selalu tampil glamor tampak terkejut ketika melihat Azalea.

“Aku punya model, corak, dan warna yang cocok untuk kalian,” kata Diana, lalu berhenti. Tatapannya berpindah dari Azalea ke anak-anak, lalu kembali ke Enzo. “Tapi ....” Ia menyipitkan mata. “Siapa ini?”

Enzo menjawab tanpa ragu. “Dia istriku. Aku ingin pakaian muslim untuk kita berempat.”

Mata Diana membulat. “Sejak kapan kamu menikah, Enzo?!” pekiknya cukup keras hingga beberapa karyawan menoleh.

“Sudah delapan bulan,” jawab Enzo tenang.

“Delapan bulan?!” Diana mengibaskan rambutnya dramatis. “Kamu menikah tapi tidak mengundangku? Sungguh tega! Padahal setengah tahun lalu kamu ke sini beli setelan jas untuk acara pengusaha se-Asia Pasifik!”

Enzo hanya tersenyum tipis. “Waktunya mepet.”

Azalea menahan senyum melihat ekspresi Diana yang setengah kesal setengah penasaran.

“Jadi kalian mau pakaian seragam keluarga muslim?” tanya Diana akhirnya, mengubah nada menjadi profesional. “Aku punya beberapa model yang sudah launching awal Ramadan. Tapi ada juga yang belum aku pasarkan. Biasanya eksklusif, untuk klien khusus.”

“Boleh kami lihat dulu,” ujar Azalea lembut.

Diana membawa mereka ke ruang fitting khusus. Ia menggelar beberapa sketsa desain di atas meja kaca. Model gamis dewasa dengan potongan elegan, koko dengan detail bordir sederhana tapi mewah, serta dua set pakaian anak dengan warna senada.

“Masya Allah, bagus sekali ini,” puji Azalea tulus.

“Kamu suka?” tanya Enzo, menatap wajah istrinya.

Azalea mengangguk. “Warna sage ini lembut sekali. Tidak mencolok, tapi tetap elegan.”

“Aku mau lihat!” seru Elora sambil berjinjit.

Diana memperlihatkan gambar jilbab kecil yang serasi dengan gamis anak.

“Ada jilbabnya?” tanya Elora berbinar.

“Ada, dong,” jawab Diana.

“Aku suka!” Elora langsung memeluk lengan Azalea.

Erza hanya mengangguk pelan. “Kalau Mommy pilih, pasti bagus.”

Azalea menatap Erza dengan penuh sayang. “Kakak percaya sama Mommy?”

Erza tersenyum. “Percaya.”

Hati Azalea menghangat.

“Kalau kalian suka yang ini,” kata Diana, “akan aku siapkan hari ini juga. Tiga hari lagi bisa diambil.”

Enzo mengangguk mantap. “Baik.”

Setelah urusan pakaian selesai, mereka tidak langsung pulang. Karena sedang puasa, Enzo memilih tempat hiburan dalam ruangan.

“Ke wahana bermain saja, ya. Biar tidak kepanasan,” kata Enzo.

“Yeaaay!” Elora bersorak.

Di dalam area bermain, Erza dan Elora tertawa lepas. Azalea duduk di bangku panjang, memperhatikan mereka dengan senyum yang tak pernah lepas. Enzo duduk di sampingnya.

“Kamu terlihat bahagia,” ucap Enzo pelan.

“Aku memang bahagia,” jawab Azalea jujur.

Enzo terdiam. Hatinya terasa penuh. Dia pun merasa bahagia.

Tiga hari sebelum lebaran, Mall dipadati pengunjung. Semua orang mendorong troli penuh belanjaan. Lagu-lagu Lebaran mulai diputar di pengeras suara.

Azalea datang sendiri untuk membeli bahan kue, buah-buahan, dan camilan. Sementara Enzo memilih menjaga anak-anak di Timezone.

“Aku tidak mau kejadian dulu terulang,” kata Enzo tegas.

Azalea mengangguk. Ia tahu maksudnya, kejadian saat anak-anak berkelahi dulu masih membekas di hati Enzo.

Troli Azalea penuh dengan tepung, mentega, cokelat, kurma, sirup, hingga kaleng kue.

Semua jalur kasir penuh sesak, Azalea mencari antrean paling ujung yang sedikit lebih lengang. Saat mendorong troli, tiba-tiba ia mendengar suara kecil.

“Om Reza, aku mau beli cokelat ini.”

Azalea spontan menoleh. Di antara rak makanan ringan, berdiri Reza bersama seorang anak perempuan kecil—Nadin. Azalea langsung mengenalinya. Anak Nadia, yang dulu ikut lomba mewarnai.

“Kamu minta mamamu saja. Om tidak bawa uang banyak,” jawab Reza, beralasan.

“Tapi Mama lama sekali di toilet,” rengek Nadin.

Tak lama, Nadia datang dengan langkah santai. “Ayo, kita ke kasir.”

“Nadia, Nadin mau cokelat itu,” kata Reza sambil menunjuk cokelat impor yang harganya mahal.

“Ambil saja,” jawab Nadia enteng.

Azalea berharap dalam hati mereka tidak antre di jalur yang sama. Namun, takdir seakan gemar menguji kesabaran.

“Eh, ada mantan kamu, tuh, Reza!” celetuk Nadia tiba-tiba, menatap Azalea dengan senyum mengejek.

Beberapa orang di sekitar menoleh. Reza ikut melihat ke arah Azalea. Tatapannya jatuh pada troli besar yang penuh.

“Wah,” gumam Reza pelan. “Dia belanja begitu banyak, uang dari mana?!”

Azalea berhenti sejenak. Ia menarik napas dalam-dalam.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan ego. Ia menoleh dengan senyum tenang.

“Halo,” sapanya sopan.

Nadia tertawa kecil. “Belanjanya banyak sekali. Wah, mantan kamu sepertinya makmur sekali, ya, Reza.”

Reza terlihat canggung. “Sudahlah, Nad.”

Azalea tetap tersenyum. “Alhamdulillah. Rezeki itu sudah ada yang mengatur.”

Nadia mengangkat alis. “Sendiri saja belanjanya?”

“Tidak,” jawab Azalea lembut. “Suami saya sedang menjaga anak-anak di area bermain.”

Kata “suami” diucapkannya dengan tenang, tanpa pamer.

Reza menelan ludah. “Kamu … sudah menikah?”

“Sudah lama,” jawab Azalea singkat.

Petugas kasir memanggil antrean mereka. Azalea maju lebih dulu. Ia membayar semua belanjaannya tanpa ekspresi berlebihan.

Sebelum pergi, Azalea menoleh sebentar. “Semoga puasanya lancar,” ucapnya tulus. Lalu, ia dibantu oleh seorang karyawan mendorong troli itu, menjauh. Tidak ada sindiran atau balasan tajam, hanya ada ketenangan.

Di perjalanan menuju Timezone, Azalea tersenyum kecil.

Ketika sampai di area bermain, Elora langsung berlari memeluknya. “Mommy! Lihat aku dapat tiket banyak!”

Erza ikut mendekat. “Mommy lama sekali.”

Enzo berdiri di belakang mereka. “Semua aman?”

Azalea mengangguk. “Aman.”

Tatapan mereka bertemu. Enzo seolah bisa membaca bahwa ada sesuatu yang terjadi, tapi ia memilih tidak bertanya. Karena yang terpenting, Azalea kembali dengan senyum.

Di tengah hiruk pikuk persiapan lebaran, keluarga kecil itu kembali berkumpul. Azalea sadar, kedamaian bukan tentang siapa yang lebih kaya,

atau siapa yang lebih tinggi gengsinya. Kedamaian adalah saat ia pulang dan ada tiga orang menunggunya dengan rindu. Dan bagi Azalea, itu sudah lebih dari cukup.

***

Bacaan rekomendasi bagi kalian yang cari bacaan komedi yang bikin perut bergetar 😁

1
Someone
👍💪
Someone
💪💪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah inilah kenapa jangan makan uang haram, atau ngambil suami orang, jadi nggak berkah kan idup nya 🙏☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah setidaknya lea dr keluarga baik2 bukan hasil anak gundik yg ngerebut kebahagiaan keluarga orang kayak yg ngatain 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin aja udah sejahat apa dia sm lea tp suami nya lea mutasi dia aja masih baik banget di boyong se-nadia & nadin nya 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
udah kalah di duit kalah juga dr dia ngetreat lea di masalalu, kok bisa semantep itu ngajak rujuknya wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ada manusia manusia modelan begini di muka bumi ini sih wkwk suka banget ngasih kesimpulan dr apa yg di liat trus di omong2in ke orang2 😩 capek2 di buat dr debu sm Tuhan masa fungsi nya cuma ghibah 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ih makasih lho mbak nad udah ngambil cowo medhit nan kikir ini wkwk kalo bisa jangan di lepas ya biar jd ladang pahala mbak nad seumur hidup biayain laki medhit ini 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sumpah ini kalo enzo ketemu sm reza pasti otak dia bayangin sekecil apa punya reza 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
random sih tp lucu banget "berdiri mami elsa yg duduk di kursi roda" 😅 bayangin berdiri sambil duduk 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata oma elsa kalo waras bijak banget, bangga deh oma 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
paham sih enzo ngalamin kayak birthday blue karena ngingetin dia sama hr kematin mendiang isteri, tapi di sisi nya si anak dia juga berhak di rayakan walapun hr lahir nya juga harus membersamai hr meninggal nya ibu nya, toh ga ada manusia di dunia ini yg pengen hr lahirnya juga jd hari kematian orang yg di sayang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Aah i see, dia jd trauma sama orang2 dr kampung atau di anggap miskin karena di anggap selalu jadiin "nikah sm orang kaya" sebagai jalan pintas bahkan sampe jd simpenan. Tapi semoga di bisa liat ketulusannya lea sama keluarga dia ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yeee bilang aja situ medhit, orang isteri sendiri masa di bilang numpang hidup 😒 lah ibu mu juga numpang idup dong dr bapak mu 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah pantesan, akhirnya terjawab sudah pertanyaan ku wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah jd beneran mertua nya jasmine sm adek nya jasmine ga kenal? 😅 penasaran banget pas nikahan dulu emang si jasmine ga ngenalin keluarga nya apa gimana
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok kenalan lagi sih emang pas kakak lu dilamar sampe nikahan ni keluarga ga saling kenalan kah? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah gimana sih bukannya ini mama mertua nya jasmine kakak nya lea kan? emang dia pas nikahan jasmine sm enzo ga ketemu sama keluarga menantu nya sampe adek dr menantu nya ga ngenalin? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo emang si reza sama nadia selingkuh ya udahlah ya tapi masalahnya ini dia pake jabatan nya dia buat bikin orang yg ga ada masalah personal sm dia jd ga bisa kerja, bener2 ya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
biarin aja bude, coba dia ganti isteri pengen tau rejeki nya masih sama apa enggak 😏 kata orang kan beda pasangan beda rejeki, nah kalo habis ini dia kere brati bener doa isteri nya yg bikin rejeki dia deres 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!