NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:99k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Sembilan hari menjelang lebaran, Butik langganan Enzo terlihat lebih ramai dari biasanya. Lampu-lampu kristal memantulkan cahaya hangat ke deretan kain premium yang tersusun rapi. Aroma parfum ruangan yang lembut menyambut setiap pelanggan yang masuk.

Erza dan Elora berdiri di kiri-kanan Azalea. Elora menggenggam tangan ibunya, sementara Erza berjalan sedikit lebih dewasa, meski sesekali tetap menempel pada lengan Azalea. Enzo melangkah percaya diri menuju meja resepsionis.

“Kita ingin membeli pakaian sarimbit untuk sekeluarga,” katanya pada Diana, desainer sekaligus pemilik butik itu.

Diana yang sedang mengecek katalog langsung mendongak. Wajahnya yang selalu tampil glamor tampak terkejut ketika melihat Azalea.

“Aku punya model, corak, dan warna yang cocok untuk kalian,” kata Diana, lalu berhenti. Tatapannya berpindah dari Azalea ke anak-anak, lalu kembali ke Enzo. “Tapi ....” Ia menyipitkan mata. “Siapa ini?”

Enzo menjawab tanpa ragu. “Dia istriku. Aku ingin pakaian muslim untuk kita berempat.”

Mata Diana membulat. “Sejak kapan kamu menikah, Enzo?!” pekiknya cukup keras hingga beberapa karyawan menoleh.

“Sudah delapan bulan,” jawab Enzo tenang.

“Delapan bulan?!” Diana mengibaskan rambutnya dramatis. “Kamu menikah tapi tidak mengundangku? Sungguh tega! Padahal setengah tahun lalu kamu ke sini beli setelan jas untuk acara pengusaha se-Asia Pasifik!”

Enzo hanya tersenyum tipis. “Waktunya mepet.”

Azalea menahan senyum melihat ekspresi Diana yang setengah kesal setengah penasaran.

“Jadi kalian mau pakaian seragam keluarga muslim?” tanya Diana akhirnya, mengubah nada menjadi profesional. “Aku punya beberapa model yang sudah launching awal Ramadan. Tapi ada juga yang belum aku pasarkan. Biasanya eksklusif, untuk klien khusus.”

“Boleh kami lihat dulu,” ujar Azalea lembut.

Diana membawa mereka ke ruang fitting khusus. Ia menggelar beberapa sketsa desain di atas meja kaca. Model gamis dewasa dengan potongan elegan, koko dengan detail bordir sederhana tapi mewah, serta dua set pakaian anak dengan warna senada.

“Masya Allah, bagus sekali ini,” puji Azalea tulus.

“Kamu suka?” tanya Enzo, menatap wajah istrinya.

Azalea mengangguk. “Warna sage ini lembut sekali. Tidak mencolok, tapi tetap elegan.”

“Aku mau lihat!” seru Elora sambil berjinjit.

Diana memperlihatkan gambar jilbab kecil yang serasi dengan gamis anak.

“Ada jilbabnya?” tanya Elora berbinar.

“Ada, dong,” jawab Diana.

“Aku suka!” Elora langsung memeluk lengan Azalea.

Erza hanya mengangguk pelan. “Kalau Mommy pilih, pasti bagus.”

Azalea menatap Erza dengan penuh sayang. “Kakak percaya sama Mommy?”

Erza tersenyum. “Percaya.”

Hati Azalea menghangat.

“Kalau kalian suka yang ini,” kata Diana, “akan aku siapkan hari ini juga. Tiga hari lagi bisa diambil.”

Enzo mengangguk mantap. “Baik.”

Setelah urusan pakaian selesai, mereka tidak langsung pulang. Karena sedang puasa, Enzo memilih tempat hiburan dalam ruangan.

“Ke wahana bermain saja, ya. Biar tidak kepanasan,” kata Enzo.

“Yeaaay!” Elora bersorak.

Di dalam area bermain, Erza dan Elora tertawa lepas. Azalea duduk di bangku panjang, memperhatikan mereka dengan senyum yang tak pernah lepas. Enzo duduk di sampingnya.

“Kamu terlihat bahagia,” ucap Enzo pelan.

“Aku memang bahagia,” jawab Azalea jujur.

Enzo terdiam. Hatinya terasa penuh. Dia pun merasa bahagia.

Tiga hari sebelum lebaran, Mall dipadati pengunjung. Semua orang mendorong troli penuh belanjaan. Lagu-lagu Lebaran mulai diputar di pengeras suara.

Azalea datang sendiri untuk membeli bahan kue, buah-buahan, dan camilan. Sementara Enzo memilih menjaga anak-anak di Timezone.

“Aku tidak mau kejadian dulu terulang,” kata Enzo tegas.

Azalea mengangguk. Ia tahu maksudnya, kejadian saat anak-anak berkelahi dulu masih membekas di hati Enzo.

Troli Azalea penuh dengan tepung, mentega, cokelat, kurma, sirup, hingga kaleng kue.

Semua jalur kasir penuh sesak, Azalea mencari antrean paling ujung yang sedikit lebih lengang. Saat mendorong troli, tiba-tiba ia mendengar suara kecil.

“Om Reza, aku mau beli cokelat ini.”

Azalea spontan menoleh. Di antara rak makanan ringan, berdiri Reza bersama seorang anak perempuan kecil—Nadin. Azalea langsung mengenalinya. Anak Nadia, yang dulu ikut lomba mewarnai.

“Kamu minta mamamu saja. Om tidak bawa uang banyak,” jawab Reza, beralasan.

“Tapi Mama lama sekali di toilet,” rengek Nadin.

Tak lama, Nadia datang dengan langkah santai. “Ayo, kita ke kasir.”

“Nadia, Nadin mau cokelat itu,” kata Reza sambil menunjuk cokelat impor yang harganya mahal.

“Ambil saja,” jawab Nadia enteng.

Azalea berharap dalam hati mereka tidak antre di jalur yang sama. Namun, takdir seakan gemar menguji kesabaran.

“Eh, ada mantan kamu, tuh, Reza!” celetuk Nadia tiba-tiba, menatap Azalea dengan senyum mengejek.

Beberapa orang di sekitar menoleh. Reza ikut melihat ke arah Azalea. Tatapannya jatuh pada troli besar yang penuh.

“Wah,” gumam Reza pelan. “Dia belanja begitu banyak, uang dari mana?!”

Azalea berhenti sejenak. Ia menarik napas dalam-dalam.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan ego. Ia menoleh dengan senyum tenang.

“Halo,” sapanya sopan.

Nadia tertawa kecil. “Belanjanya banyak sekali. Wah, mantan kamu sepertinya makmur sekali, ya, Reza.”

Reza terlihat canggung. “Sudahlah, Nad.”

Azalea tetap tersenyum. “Alhamdulillah. Rezeki itu sudah ada yang mengatur.”

Nadia mengangkat alis. “Sendiri saja belanjanya?”

“Tidak,” jawab Azalea lembut. “Suami saya sedang menjaga anak-anak di area bermain.”

Kata “suami” diucapkannya dengan tenang, tanpa pamer.

Reza menelan ludah. “Kamu … sudah menikah?”

“Sudah lama,” jawab Azalea singkat.

Petugas kasir memanggil antrean mereka. Azalea maju lebih dulu. Ia membayar semua belanjaannya tanpa ekspresi berlebihan.

Sebelum pergi, Azalea menoleh sebentar. “Semoga puasanya lancar,” ucapnya tulus. Lalu, ia dibantu oleh seorang karyawan mendorong troli itu, menjauh. Tidak ada sindiran atau balasan tajam, hanya ada ketenangan.

Di perjalanan menuju Timezone, Azalea tersenyum kecil.

Ketika sampai di area bermain, Elora langsung berlari memeluknya. “Mommy! Lihat aku dapat tiket banyak!”

Erza ikut mendekat. “Mommy lama sekali.”

Enzo berdiri di belakang mereka. “Semua aman?”

Azalea mengangguk. “Aman.”

Tatapan mereka bertemu. Enzo seolah bisa membaca bahwa ada sesuatu yang terjadi, tapi ia memilih tidak bertanya. Karena yang terpenting, Azalea kembali dengan senyum.

Di tengah hiruk pikuk persiapan lebaran, keluarga kecil itu kembali berkumpul. Azalea sadar, kedamaian bukan tentang siapa yang lebih kaya,

atau siapa yang lebih tinggi gengsinya. Kedamaian adalah saat ia pulang dan ada tiga orang menunggunya dengan rindu. Dan bagi Azalea, itu sudah lebih dari cukup.

***

Bacaan rekomendasi bagi kalian yang cari bacaan komedi yang bikin perut bergetar 😁

1
Tasmiyati Yati
semoga mendapat hidayah ya Enzo
Tasmiyati Yati
semoga mendapat hidayah ya Enzo
Naufal Affiq
mertua gak punya hati,gak semua wanita dari kampung itu kerjanya merusak rumah tangga orang,jadi jangan sama kan dengan ayah,kakek mu yang selingkuh sama pembantunya lho
ken darsihk
Dan kecelakaan itu mengharuskan mami Elsa mendapatkan transfusi darah , akhir nya Azalea maju untuk me donor kan darah nya
Lisa
Moga dgn kecelakaan itu Mami Elsa jadi sadar dr kesombongannya
Kar Genjreng
ga ngertia. Mak teroma dengan ayah' nya
yang pilih nikah lagi dengan orang kampung,,,jadi kalau orang kmpung semua menjijikan ya,,,anakmu suka dengan orang kampung 😇😇
Esther
luka masa lalu Elsa membuat dia menganggap wanita kampung kelakuannya sama dgn gundik ayahnya.
Gak semua seperti dalam bayanganmu Elsa, 2 menantu mu itu wanita kampung yang baik dan berkelas.

Apakah Elsa akan terluka karena kecelakaan ?
Nar Sih
semoga dgn kejadian kecelakaan ini mami elsa sdr klau punya menatu dri kampung itu blm tentu ngk baik ,
Eonnie Nurul
gak semua orang kampung kayak gundik bapakmu Elsa,bisa jadi bapak mu dulu kenak pelet 🤪
Dian Rahmawati
sweet nya Enzo
~Ni Inda~
Terbuat dari apa hatimu nek
Tdk tersentuh oleh pemandangan yg begitu menyejukkan
Rumah yg damai tanpa teriakan & suara benda pecah
Rumah yg tenang dlm sentuhan sholat & Qur'an
Hatimu hitam legam...lebih keras daripada batu bara
Semoga segera mendapat hidayah
Berapa lama lah lagi kau hidup di dunia ini...sdh tua tp hati msh terkunci mati
Yasmin Natasya
lanjut thor 😁🙏😍🤗
~Ni Inda~
Note !
Ada kepuasan tersendiri jika kita bisa memberi
Fa Yun
😍😍
Oma Gavin
bikin saja elsa mati atau cacat permanen biar tau rasanya tidak sempurna dan yg mau ngurusin hanya azalea
Kar Genjreng: jangan dong mending Mak Elsa saja biar nyadar anak anak masa depan nya masih panjang
total 3 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Yulay Yuli
Setelah kecelakaan Mami Elsa sadar, betapa baiknya Azalea
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Meninggoy si mami Elsa..
Diana Dwiari
udah lebaran aja sih thor....jadi pengen segera lebaran nih..m😂😂
🌸Santi Suki🌸: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Gadis misterius
Nenek lmpir minta diseleding tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!