NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 3.4
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Paviliun Seribu Ramuan

Setelah insiden dengan Jiang Wei, tidak ada lagi yang berani mengganggu ketenangan halaman kecil itu. Kabar tentang bagaimana Jiang Wei, seorang Pengumpul Qi tingkat tiga, lari terbirit-birit dari kamar si "sampah" menyebar seperti api di kalangan para pelayan, meskipun tidak ada yang tahu persis apa yang terjadi. Mereka hanya tahu bahwa Tuan Muda yang biasanya lemah dan penakut itu, kini tampak berbeda.

Jiang Chen tidak peduli dengan rumor itu. Selama dua hari berikutnya, ia mengurung diri, sepenuhnya tenggelam dalam proses pemulihan. Berkat energi murni dari ginseng yang telah dimurnikan, kecepatan perbaikannya jauh melampaui ekspektasinya. Tiga meridian utama di tubuhnya kini telah sepenuhnya pulih dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Dia sekarang bisa merasakan Qi langit dan bumi, meskipun masih sangat sedikit.

Dia telah berhasil melangkah ke tingkat satu Alam Pengumpul Qi.

Di dunia ini, ini adalah level terendah dari seorang kultivator, tetapi bagi Jiang Chen, ini adalah sebuah keajaiban. Dari seorang lumpuh total menjadi seorang kultivator sejati dalam tiga hari. Jika berita ini tersebar, itu akan mengguncang seluruh Kota Awan Bambu.

Namun, ia tahu ini tidak cukup. Ginseng itu sudah habis, dan untuk terus maju, ia membutuhkan lebih banyak—dan lebih baik—bahan obat. Dan untuk itu, ia butuh uang.

Dengan pemikiran ini, Jiang Chen mengenakan satu set pakaian bersih yang sederhana, menyembunyikan aura tajamnya, dan berjalan keluar dari kediaman Jiang untuk pertama kalinya sejak reinkarnasi. Wajahnya tenang, tetapi matanya mengamati segalanya dengan minat baru. Dunia fana ini, meskipun energinya tipis dan sumber dayanya langka, memiliki pesonanya sendiri.

Tujuannya jelas: Paviliun Seribu Ramuan. Itu adalah toko obat terbesar dan paling terkemuka di Kota Awan Bambu, yang didukung oleh Asosiasi Alkemis kota.

Saat ia tiba, aroma herbal yang pekat langsung menyambutnya. Paviliun itu ramai. Para kultivator dan warga biasa berlalu-lalang, membeli atau menjual ramuan. Jiang Chen mengamati rak-rak kayu yang dipenuhi dengan berbagai bahan. Sebagian besar adalah bahan kelas rendah, tetapi penataannya rapi.

Tiba-tiba, perhatiannya tertuju pada kerumunan kecil di salah satu sudut paviliun. Orang-orang berbisik-bisik sambil menunjuk ke sebuah meja di mana seorang tetua berjanggut putih sedang mengerutkan kening dalam-dalam.

"Bahkan Tetua Sun tidak bisa mengidentifikasinya?"

"Sudah setengah jam. Ramuan aneh apa itu?"

"Kelihatannya seperti rumput layu biasa, tapi memancarkan aura dingin yang aneh."

Di atas meja, tergeletak sebatang tanaman hitam pekat yang tampak layu. Tidak ada daun, hanya batang kurus kering yang sedikit melengkung, dan memancarkan hawa dingin yang membuat orang di dekatnya merasa tidak nyaman.

Di samping Tetua Sun, seorang pemuda yang tampaknya adalah muridnya berkata dengan percaya diri, "Guru, saya yakin ini adalah varian dari Rumput Es Yin. Meskipun bentuknya aneh, auranya sangat mirip."

Tetua Sun menggelengkan kepalanya. "Tidak. Rumput Es Yin dinginnya menusuk tulang. Hawa dingin dari tanaman ini terasa mati, seperti hawa dari kuburan. Berbeda."

Jiang Chen berjalan mendekat. Dengan sekali lirik, matanya langsung berbinar. Orang-orang ini, dengan pengetahuan mereka yang dangkal, tentu saja tidak akan mengenalinya.

Ini bukan rumput biasa. Ini adalah "Rumput Tulang Naga Bayangan"!

Ramuan ini hanya tumbuh di tempat di mana darah naga sejati pernah menetes dan terkontaminasi oleh energi kematian selama ribuan tahun. Ini adalah bahan utama untuk membuat "Pil Pembangun Tulang Naga", sebuah pil spiritual yang bisa membentuk kembali tulang dan kerangka seseorang, meningkatkan kekuatan fisik secara eksponensial!

Di Alam Dewa, ramuan ini sangat langka. Ia tidak menyangka akan menemukannya di dunia fana yang terpencil ini.

Melihat tanaman itu tampak layu, Jiang Chen tahu bahwa energi kehidupannya hampir habis. Jika tidak segera ditangani dengan benar, dalam beberapa jam, itu akan benar-benar menjadi rumput kering yang tidak berharga.

"Metode penyimpanan kalian salah," sebuah suara tenang tiba-tiba memecah keheningan.

Semua mata langsung tertuju pada sumber suara: seorang pemuda berpakaian sederhana dengan penampilan biasa. Itu adalah Jiang Chen.

Murid Tetua Sun, Liu An, mendengus. "Siapa kau, berani mengkritik Paviliun Seribu Ramuan kami? Ramuan atribut Yin secara alami harus disimpan di dalam kotak giok es. Itu adalah pengetahuan dasar!"

Jiang Chen bahkan tidak meliriknya. Matanya tertuju pada Tetua Sun. "Tanaman ini memang memiliki atribut Yin, tetapi sumbernya berasal dari energi kematian, bukan elemen es. Menyimpannya di giok es hanya akan mempercepat kematiannya. Jika Anda tidak memindahkannya sekarang, dalam waktu kurang dari satu jam, ramuan spiritual ini akan menjadi sampah."

Wajah Tetua Sun berubah. Sebagai seorang alkemis berpengalaman, ia bisa merasakan bahwa vitalitas ramuan itu memang memudar dengan cepat. Apa yang dikatakan pemuda ini masuk akal.

"Anak muda, apa kau tahu ramuan apa ini?" tanya Tetua Sun dengan nada serius, mengabaikan muridnya yang tampak kesal.

"Tentu saja," jawab Jiang Chen dengan tenang. "Ini disebut Rumput Tulang Naga Bayangan. Ia membutuhkan energi Yang murni untuk menyeimbangkan energi kematian di dalamnya. Tempatkan di bawah sinar matahari langsung dan taburi dengan bubuk Cinnabar. Itu akan menstabilkannya."

Sinar matahari? Bubuk Cinnabar? Keduanya adalah benda atribut Yang yang kuat. Itu benar-benar berlawanan dengan metode penyimpanan untuk ramuan Yin!

"Omong kosong!" seru Liu An. "Melakukan itu akan langsung membakarnya menjadi abu! Guru, jangan dengarkan dia. Dia pasti orang gila yang mencoba membuat masalah!"

Kerumunan pun mulai berbisik. Saran Jiang Chen memang terdengar tidak masuk akal dan bertentangan dengan semua teori alkimia dasar.

Namun, Tetua Sun menatap mata Jiang Chen. Ia melihat ketenangan yang luar biasa, kepercayaan diri yang mutlak, seolah-olah ia sedang menyatakan fakta yang paling sederhana di dunia. Kegelisahan di hatinya mengatakan bahwa pemuda ini tidak berbohong.

Setelah ragu sejenak, Tetua Sun membuat keputusan. "Bawa kotak itu keluar, dan ambilkan bubuk Cinnabar kualitas terbaik!"

"Guru!" protes Liu An.

"Lakukan!" bentak Tetua Sun.

Dengan enggan, seorang pelayan membawa kotak giok es itu ke halaman luar yang terkena sinar matahari, membukanya, dan dengan hati-hati menaburkan bubuk Cinnabar kemerahan ke atas rumput hitam itu.

Semua orang menahan napas, mengira akan melihat ramuan itu terbakar.

Namun, pemandangan ajaib terjadi.

Begitu bubuk Cinnabar menyentuh batang hitam itu, bukannya terbakar, tanaman itu justru mulai bergetar. Hawa dingin yang memancar darinya perlahan memudar, digantikan oleh aura kehidupan yang samar. Batangnya yang semula hitam pekat kini mulai menunjukkan sedikit kilau keunguan yang misterius.

Kerumunan itu terkesiap kaget.

Wajah Liu An memerah karena malu dan tidak percaya.

Mata Tetua Sun melebar, dipenuhi dengan keterkejutan dan kegembiraan yang luar biasa.

Berhasil! Metode aneh itu benar-benar berhasil!

Dia berbalik dan membungkuk dalam-dalam kepada Jiang Chen. "Tuan Muda ini memiliki pengetahuan yang luar biasa! Sun ini telah tercerahkan! Mohon maafkan ketidaksopanan kami sebelumnya. Bolehkah saya tahu nama Tuan Muda?"

Jiang Chen hanya mengangguk sedikit, menerima penghormatan itu seolah wajar. "Namaku Jiang Chen. Aku datang ke sini hari ini untuk menjual beberapa resep pil."

Menjual resep pil?

Kerumunan sekali lagi tercengang. Seorang pemuda yang bisa mengidentifikasi ramuan langka yang bahkan Tetua Sun tidak tahu, kini mengatakan dia ingin menjual resep pil?

Resep pil apa yang bisa ia tawarkan?

Hati Tetua Sun berdebar kencang. Ia punya firasat kuat bahwa pemuda misterius bernama Jiang Chen ini akan membawa badai besar ke Kota Awan Bambu.

1
Iam Zhy
.
bibarkatil_Musthofa
ceritanya bagus Tapi kultivasi author kok trun lgi
bibarkatil_Musthofa
katanya dewa alkemis😩kok ngawur gini...pdhl udah inti emas juga
Nasi Dianti
m
masagung prawata
judulnya kaisar allemis abadi kok gak nyambung, awal cerita sudah ada gejala pinter allemis makin lama makin kabur
Aloy Winaryo
cepst
Aloy Winaryo
cepat
Aloy Winaryo
josss
Aloy Winaryo
berangkat
Yudhi Yudhi
kalau diperhatikan ada 3 bagian cerita, setiap pindah bagian td saling menyambung, kayaknya ini dibuat oleh 3 penulis berbeda tanpa dipahami alur sebelumnya
Bambang Wicaksana
Maaf thor, krn sy terlalu bodoh utk memahami imajinasi & jalan pikiran anda, sy harus beralih membaca novel lain yg sesuai dng kemampuan berpikir saya. Kalau boleh sy berpesan; jangan buang2 waktu pembaca dng jurus dewa mabuk anda. Tetap semangat !
Zamo: 😅 ini namanya Inuendo, salah satu dari lima jenis majas sindiran 🤭
total 1 replies
Bambang Wicaksana
Baca ini sprti dengerin org yg baru bangun tidur setelah mimpi buruk. Ceritanya ga nyambung, loncat2 kayak marmut alias ga jelas. Sayang banget thor, awalnya sih sdh bagus
bibarkatil_Musthofa
siapa lin fengxian??
bibarkatil_Musthofa
keren...Zhao Heng pun mengakui kpmimpian Jiang chen👍😍
the King's of night
thor kalo boleh jalan cerita nya jangan sampe menyimpang dari alur cerita awalnya soalannya susah banget difahami.... semangat iya thor
Edi Sopian
Jiang chen beljar sama hotman paris ini caa ngomongnya wkwkw
Boqin Changing
novel asu
Yanne Pangajow
sepertinya teman2nya yg lebih hebat dari MC..
baik alkimia, formasi kecepatan dan pertahanan..
nafas kura2nya tidak digunakan malah menjadikan rekan sebagai tameng. Qi kekacauan jg seolah olah menjadi tidak istimewa. MC terlihat bukan makin hebat tapi makin lemah, semakin tergantung pd timnya, tidak bisa memenangkan pertarungan sendiri, padahal awal kisahnya MC begitu heboh dan mengeluarkan.
Yanne Pangajow: begitu heboh dan menggemparkan*
total 2 replies
Yanne Pangajow
si gadis es berubah menjadi gadis tanaman rambat
Yanne Pangajow
tiba lebih dulu, tapi sudah ada jejak musuh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!