NovelToon NovelToon
Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Dokter
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Alisa Putri adalah seorang guru TK yang lembut dan penuh kasih, sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk keceriaan anak-anak.

Namun, dunianya yang berwarna mendadak bersinggungan dengan dunia dr. Niko Arkana, seorang dokter spesialis bedah yang dingin, kaku, dan perfeksionis.

Niko merupakan cucu dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja dan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga reputasi keluarganya.

Pertemuan mereka bermula lewat Arka, keponakan Niko yang bersekolah di tempat Alisa mengajar.

Niko yang semula menganggap keramahan Alisa sebagai hal yang "tidak logis", perlahan mulai tertarik pada ketulusan sang guru.

Sebaliknya, Alisa menemukan bahwa di balik dinding es dan jubah putih Niko, tersimpan luka masa lalu dan tanggung jawab berat yang membuatnya lupa cara untuk bahagia.

Bagaimana kelanjutan???

Yukk baca cerita selengkapnya!!!

Follow IG: @Lala_Syalala13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikan Paus

Alisa merasakan air mata mulai menggenang di sudut matanya, ia bisa membayangkan seorang remaja Niko yang harus mengubur kesedihannya dan dipaksa menjadi dewasa dalam semalam di bawah bayang-bayang kakek yang dingin.

"Sejak saat itu," lanjut Niko dengan suaranya yang sedikit bergetar.

"Aku menjadi robot, aku belajar lebih keras dari siapa pun, aku melakukan operasi dengan tingkat keberhasilan hampir seratus persen dan aku menjadi dokter yang diinginkan Kakek, tapi..." Niko menoleh ke arah Alisa, matanya mencari kepastian di mata wanita itu.

"Tapi saat aku bertemu denganmu di sekolah Arka, saat kamu pingsan dan aku melihat cara kamu mengajar... robot di dalam diriku seolah mengalami malfungsi." sahut pria itu.

Alisa mengulurkan tangannya, menyentuh telapak tangan Niko yang berada di atas persneling.

"Itu bukan malfungsi Niko tapi itu tandanya jantungmu masih berfungsi dengan sangat baik, kamu hanya sedang pulih dari mati rasa." seru Alisa.

Niko membalik telapak tangannya dan menggenggam jemari Alisa.

Genggamannya tidak lagi terasa seperti dokter yang sedang memeriksa denyut nadi, melainkan seperti pria yang sedang berpegangan pada sauh agar tidak hanyut.

"Kakek benar tentang satu hal," bisik Niko.

"Langkahku menjadi goyah sejak ada kamu, tapi dia salah mengartikannya. Goyah bukan berarti aku lemah tapi aku hanya sedang belajar untuk berjalan sebagai manusia lagi bukan sebagai mesin." ucap Niko.

Keesokan harinya di sekolah Alisa merasa memiliki kekuatan baru, komentar sinis Pak Satria yang masih sesekali terdengar di koridor tidak lagi terasa seperti duri.

Ia menyadari bahwa ia bukan sedang "panjat sosial", ia sedang menemani seorang pria menemukan kembali jiwanya yang hilang.

Namun gangguan kecil muncul di jam istirahat siang.

Alisa sedang merapikan kertas gambar murid-muridnya ketika Pak Satria masuk ke kelas dengan membawa dua cup kopi instan dari kantin.

"Bu Alisa, aku dengar kemarin Dokter Niko ke ruang Kepala Sekolah." ujar Satria dengan nada yang sok akrab, mencoba melupakan konfrontasi mereka sebelumnya.

"Hebat ya punya pelindung dari kalangan atas, tapi hati-hati Bu Alisa karena orang-orang seperti dia biasanya hanya suka pada proyek baru, kalau sudah bosan mereka akan kembali ke dunianya yang mewah dan meninggalkan kita di sini." sahut pak Satria.

Alisa menarik napas panjang, menenangkan dopaminnya yang mulai bereaksi negatif.

"Pak Satria kopi itu mungkin akan lebih berguna jika Anda berikan pada diri Anda sendiri agar bisa fokus pada jadwal olahraga kelas B daripada mengurusi proyek hidup saya." jawab Alisa dengan berani dan tegas.

Satria tampak tersinggung namun sebelum ia sempat membalas sesosok pria tinggi dengan jas putih dokter yang disampirkan di lengan kiri muncul di pintu kelas dan itu Niko.

Suasana kelas mendadak sunyi, kehadiran Niko di sekolah pada jam makan siang adalah hal yang sangat tidak biasa.

"Niko? Kenapa kamu di sini?" tanya Alisa terkejut.

Niko melirik Satria dengan tatapan yang sanggup membekukan kopi instan di tangan pria itu.

"Aku ada jadwal konsultasi pasien di dekat area ini jadi aku pikir... daripada kau makan bekal yang sudah dingin lebih baik aku membawakanmu sup hangat." jawab Niko.

Niko meletakkan sebuah thermal jar bermerek mahal di meja Alisa, tepat di samping tumpukan kertas gambar.

Ia sama sekali tidak menyapa Satria seolah-olah pria itu hanyalah bagian dari furnitur kelas yang tidak penting.

"Dokter Niko, Anda sepertinya sangat senggang ya untuk ukuran dokter bedah sibuk." sindir Satria, mencoba mempertahankan harga dirinya.

Niko akhirnya menoleh dan menatap Satria dari atas ke bawah dengan dingin.

"Efisiensi waktu adalah bagian dari keahlian saya Pak Satria, saya bisa menyelamatkan nyawa dan mengantarkan makan siang untuk wanita yang saya hargai dalam satu jam yang sama, mungkin Anda harus belajar manajemen waktu agar tidak sering terlambat meniup peluit di lapangan." sahut Niko.

Satria mendengus kesal dan segera keluar dari kelas dengan langkah seribu.

Alisa tertawa kecil setelah Satria pergi.

"Kamu benar-benar tidak bisa menahan diri ya?" sahut Alisa.

"Aku tidak suka ada polusi suara di sekitarmu." jawab Niko datar sembari membuka tutup thermal jar tersebut.

Aroma sup ayam dan jahe yang segar menyeruak seketika menenangkan perut Alisa.

"Makanlah, aku menyuruh perawat di kantin RS menyiapkan ini secara khusus." seru Niko.

Mereka makan siang bersama di meja kecil kelas TK itu, pemandangan yang sangat kontras yaitu seorang dokter bedah jantung terkemuka duduk di kursi plastik kecil berwarna kuning milik anak-anak, mencoba menyesuaikan kaki panjangnya agar tidak menabrak meja.

"Bagaimana dengan Baim?" tanya Alisa di sela suapannya.

"Dia sudah bisa duduk, tadi pagi dia bertanya kapan Ibu Guru Cantik akan datang lagi membawakan buku cerita." Niko tersenyum tipis.

"Sepertinya kamu sudah punya penggemar tetap di rumah sakitku." lanjutnya.

"Aku akan mampir sepulang sekolah nanti." janji Alisa.

Niko menatap Alisa dengan tatapan yang intens.

"Alisa... terima kasih sudah mau mendengar ceritaku semalam, aku tidak pernah menceritakannya pada siapa pun bahkan pada Ibu ku, bercerita padamu rasanya seperti melepaskan beban ratusan kilogram dari pundakku." sahut Niko.

"Aku selalu di sini untuk mendengarmu Niko, bukan sebagai dokter tapi sebagai pria yang punya hati paling berani yang pernah kukenal." tutur Alisa.

Malam harinya Alisa kembali mengunjungi bangsal bedah anak.

Kali ini ia melihat Niko sedang duduk di tepi tempat tidur Baim dan membacakan sebuah buku ensiklopedia tentang hewan laut.

Niko tampak begitu santai, sesekali memperagakan gerakan hiu dengan tangannya membuat Baim tertawa lemah namun bahagia.

Alisa berdiri di balik pintu kaca memperhatikannya dengan perasaan haru.

Ia menyadari bahwa benih yang mulai tumbuh ini sedang bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih dalam.

Bukan lagi sekadar interaksi paman dan guru tapi melainkan dua jiwa yang saling menyembuhkan.

Niko yang melihat kehadiran Alisa segera melambai, saat Alisa masuk Baim langsung berseru senang.

"Bu Guru! Lihat Dokter Niko bilang aku bisa jadi kuat seperti ikan paus kalau aku minum obatnya!" seru Baim.

Alisa tersenyum sambil mengusap kepala Baim.

"Ikan paus itu hebat dia bisa berenang jauh sekali, Baim juga pasti bisa." ucap Alisa.

Sesaat kemudian saat Baim mulai mengantuk dan Niko mengajak Alisa keluar menuju balkon rumah sakit.

Udara malam kota terasa segar, Niko berdiri di samping Alisa dan bahu mereka bersentuhan.

"Kakekku mengirim pesan tadi sore." ujar Niko pelan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN ⬇️⬇️⬇️...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
💝F&N💝
secangkir kopi susu manis, thor

ayo lanjut lagi
Nar Sih
10menit jdi 1jam ngj kerasa keasyikan memandang bu guru cantik kesayangan☺️
Ariany Sudjana
dasar satria ga tahu diri, udah tahu Alisa ga suka sama kamu, masih juga didekati
Nar Sih
waah ..ada dr yg lgi jatuh cinta nih ☺️tpi ..mlu mengakuinya😂😂
Nar Sih
maaf kak bru sempat lanjur bca nya sibuk di dunia nyata☺️
partini
good story
partini
si kakek bisa Dengan cara mengancam kakek" kesepian
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍🙏🏻
Zainab Ddi
alasan melulu niqo Uda kalo cinta lansung ajak nikah aja biar kapok tuh satria
tiara
ceritanya bagus dan menhgibur thor semangat upnya sehat selalu
tiara
doktet Niko ada-ada aja tuh.alesannya👍
Lala_Syalala
Jangan lupa terus dukung author ya dengan cara Beri ulasan bintang limanya, vote, like dan komen,,, jangan lupa hadiah mawar atau kopi nya yaaaa🤗
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😘
Zainab Ddi
saling mengkapi dan sali mengutamakan adakah hal bagus untuk cinta yg suci
Asyatun 1
lanjut
Ariany Sudjana
skak mat satria, makanya jangan kepedean mau pura-pura perhatian dengan Alisa
partini
si kakek kesepian tapi egonya Segede gaban,coba sakit atau kena stroke baru dia mikir
tiara
apakah kakek mengancam dokter Niko lagi ya,semoga saja Niko dapat tetap melindungi Alisa
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😘
Zainab Ddi
untung ngak seperti kskeky yg otoriter dia mengikuti jejak ayahnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!