ini adalah kelanjutan cerita dari Dinda dan sistem,,dimana ini tentang kehidupan akhir bahagia wanita yang bernama Dinda Kirana,,setelah banyak rintangan dalam hidupnya,, akhirnya dia menemukan cinta yang benar-benar dia harapkan.
jangan lupa mampir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kekesalan nathan
Di sore harinya semua tamu sudah pulang berganti baju karna nanti malam mereka akan menghadiri acara pernikahan morgan lagi, verick memang sengaja melakukan itu karna ingin menunggu kedatangan putrinya.
kembali disisi dinda yang baru saja turun dari pesawat,saat dia ingin berjalan tanpa sadar dia menginjak gaunnya hingga membuatnya terjatuh, tiba-tiba seseorang menarik pinggang nya dan menatap wanita itu yang mematung.
sedangkan gara dan nathan yang melihat itu mata mereka melotot. sang komandan berjalan dengan tergesa-gesa dan mendorong pemuda itu dengan kuat, dia menarik dinda kedalam pelukannya.
" beraninya kamu memeluk kekasihku ! " ucapnya dengan dingin,matanya menatap tajam pemuda itu.
sedangkan pemuda yang menolong dinda terkejut' dia hampir terjatuh jika saja dia tidak menahan dirinya,dia menatap nathan dengan tajam.
" kamu berani mendorongku ! apakah matamu tidak melihat aku menolong nona ini yang ingin terjatuh ! dan kamu malah menuduhku " ucapnya dengan marah.
nathan tidak mempedulikan ucapannya dia melihat wanita yang sangat ini berada dalam pelukannya.
" apakah kamu sengaja jatuh agar di tangkap pemuda itu ? " tanya nathan dengan geram.
dinda terkekeh dan mengelus rahang tegas mas komandan nya,
" tentu saja tidak,lagian aku tidak mungkin mengkhianati cinta kita,,tapi jika kamu mungkin tidak ikut ke Indonesia aku tidak tau " ucap dinda dengan tersenyum menyeringai.
nafas nathan memburu mendengar ucapan nya dan matanya menatap tajam pemuda itu,dia hanya akan melampiaskan amarahnya pada orang lain tapi tidak untuk wanita yang dia cintai.
" kenapa kamu masih berdiri disana ? kenapa kamu juga belum pergi ? apa kamu ingin aku menghajar mu ? " kecamnya dengan tatapan begis.
pemuda itu meneguk salivnya melihat tatapan pemuda itu yang terlihat sangat menakutkan. dia mengangguk dengan cepat.
" kalau begitu saya pergi dulu nona dan tuan " ucapnya dan meninggalkan mereka dengan tergesa-gesa.
gara yang melihat kegarangan calon kakak iparnya merasa ngeri.
" dia bahkan terlihat seperti harimau jika sedang mode seperti itu, bagaimana dengan mode yang lain " gumam gara yang sedang berjalan kearah mereka.
" kak ayo kita pergi mungkin Rey sudah menunggu kedatangan kita " ucapnya dan berjalan terlebih dahulu.
dinda mengangguk dan berdiri menatap wajah nathan yang terlihat datar.
" ayo mas komandan kita harus segera pergi mungkin ayah sudah menunggu kedatangan kita " ucap dinda pura-pura tidak merasa bersalah.
nathan hanya berdehem dan mengikuti dinda dari belakang. dia takut wanita itu akan sengaja berpura-pura jatuh lagi di pelukan pemuda tampan seperti tadi.
" aku sudah membuat keputusan yang tepat,jika aku tidak ikut mungkin dia akan bersikap centil dihadapan pemuda tampan lainnya " gumamnya dalam hati dan menutup wajahnya dengan masker.
dia tidak tau dinda memang benar-benar ingin terjatuh karna gaunnya.
*********
sedangkan dikediaman erlangga, verick yang sudah berganti baju sekarang sedang berdiri dihalaman mansion erlangga .dia sudah tidak sabar menunggu kedatangan putrinya.
disana juga terlihat dev dan morgan bersama dengan anak dan istri-istri mereka.
" dimana bibiku ? kenapa bibi belum juga datang ? aku sudah lama menunggu disini " ucap vania yang cemberut di samping kakeknya.
mereka semua terkekeh verick mengusap rambut cucunya dengan tersenyum.
" sayang sabar lah bibimu sebentar lagi akan datang dan om rey sudah mengabari kakek jika mereka sudah dalam perjalanan menuju kesini " ucap nya dengan lembut.
vania mengangguk antuasias dan menatap kearah gerbang, sedangkan morgan dan yohana terdiam dalam fikiran masing-masing.
" apa aku harus menceritakan semua ini pada bos ku. ? aku tidak tau harus bercerita pada siapa lagi,,yaaa sepertinya aku harus memberitahunya tentang semuanya,,jika dia memang tidak merestui hubungan kami aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi " gumamnya dengan tersenyum miris.
sedangkan Alexia yang berdiri di samping wiwi saling memandang dan tersenyum lembut.
" apa kamu sudah merindukan adik ipar ? lihatlah wajah mu seperti nya tidak sabar ingin bertemu dengannya, dan pasti kamu tadi malam merasa kesepian di dalam kamar kan ?" ucap wiwi dengan polos.
mereka yang mendengar itu meringis kenapa istri dev masih saja bersikap polos fikir mereka, Alexia ? jangan ditanya wajahnya memerah dia hanya membuang mukanya.
" kenapa kakak ipar ku ini sangat suka membuat ku malu di hadapan ayah,,dan kakak" gumam alexia dengan wajah memerah.
dev menegur istrinya dengan berbisik.
" sayang jangan berkata seperti itu, lihatlah adik ipar mu merasa malu,,lebih baik kamu diam saja ya sayang " ucap dev dengan pelan,,wiwi mengangguk dan melihat wajah alexia yang terlihat memerah .
" ternyata dia sangat pemalu sama seperti ku " gumamnya dalam hati.
Beberapa menit kemudian, terlihat mobil mewah telah memasuki gerbang mansion erlangga, mereka menatap dihalaman rumah yang terlihat keluarganya sudah berdiri disana menunggu kedatangan mereka.
"ya ampun keponakan ku ternyata sudah besar,aku bahkan belum pernah bertemu dengannya " gumam dinda dengan meringis karna melupakan tenyata dia sudah memiliki keponakan.
sedangkan nathan tertegun melihat rumah dinda yang terlihat mewah dan dia merasa tidak percaya diri bertemu dengan keluarga wanita yang ada disampingnya, terlihat dia mulai gelisah.
'" tidak ! aku merasa keputusan ku bertemu dengan keluarga nya ini salah,mereka pasti tidak akan menerima ku,,aku hanya orang biasa sedangkan mereka orang terpandang dan melihat rumahnya aku benar-benar tidak memiliki muka bertemu dengan mereka, bagaimana ini ? seandainya aku bisa menghilang mungkin aku tidak akan berfikir dua kali " gumamnya dengan wajah datarnya.
gara melihat calon kakak iparnya yang terlihat gelisah sontak menepuk pundak kakaknya yang membuat dinda tersentak dan menatap adiknya dengan tajam,tapi setelah melihat arah tunjukan gara dia terdiam dan menatap pemuda itu yang terlihat gelisah.
tiba-tiba nathan merasakan sentuhan halus ditangannya,dia menatap wajah dinda dengan lekat,dinda juga menatapnya yang membuat keduanya saling memandang.
rey yang melihat itu dari cermin merasa bahagia karna nona mudanya akhirnya menemukan pemuda yang bisa membuat nya melupakan dominic bajingan itu dalam hatinya.
gara melirik keduanya dengan sinis kemudian dia berdehem yang membuat keduanya tersentak.
" mas komandan ada apa ? kenapa kamu terlihat gelisah?? apa kamu sedang berfikir ingin menikah denganku malam ini ? aku siap dan kamu tidak perlu memberi ku mahar,,cukup berikan saja aku kepercayaan dan kesetiaan " ucap dinda membuat jantung nathan berdebar kencang.
rey hampir mengerem mendadak karna mendengar ucapan nona nya yang diluar ekspektasi nya.
" astaga ada apa dengan nona muda ku, ? kenapa dia sekarang terlihat berbeda ? " gumamnya dalam hati melirik kearah kaca mobil.
gara juga hampir terjengkang mendengar ucapan kakaknya..
" pantas saja pemuda dingin ini menyukai kakak ku mungkin karna kakak ku yang merayunya,,ya ampun jika ayah mendengar ini pasti dia akan terkena serangan jantung " ucapnya dalam hati,entah kenapa gara selalu mengingatkan ayahnya yang akan terkena serangan jantung.
" apa..apa yang kamu ucapkan" nathan terlihat gugup dia membuang muka.
" aku hanya bercanda sayang, jangan takut ayah dan kakak ku mereka itu baik dan aku akan selalu membela mu dan akan selalu berada di sampingmu " ucap dinda dengan tersenyum lembut
nathan yang mendengar itu merasa hatinya menghangat dia tersenyum tipis dan mengangguk dengan serius.