Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 ( mencari kesempatan )
"Apa! jadi kecelakaan kedua orang tua saya dulu adalah akibat ulah istri mas Adam?" tanya Anita yang di temui Adven di perusahaan miliknya.
Pagi hari sekali Adven sudah datang ke perusahaan Anita, Adam masih menjalani operasi karena tiba tiba saja Adven pingsan saat sampai di rumah sakit ketika hari menjelang malam dan dokter terpaksa menunggu kondisi Adam siap di Operasi setelah beberapa kali Adam menolak untuk di operasi.
"Iya, sekarang Tsania sudah di tangkap polisi Karena dia juga berusaha menabrak istri saya" jawab Adven
Anita tak bisa menyembunyikan kemarahannya setelah mendengar pernyataan Adven, dia masih ingat saat mobil orang tuanya di tabrak dan dia terpental, kedua orang tuanya terjepit body mobil dan mengalami pecah pembuluh darah di kepala sehingga keduanya meninggal di tempat.
Tangannya terkepal karena akibat kecelakaan itu juga Abimanyu mengalami masalah jantung dan harus hidup dengan banyak aturan juga tidak bisa seperti anak anak lain yang bebas bermain kapan saja.
"Kak Adam meminta kamu untuk membuka kembali kasus sepuluh tahun yang lalu, karena kak Adam memiliki bukti yang akan membuat Tsania tidak bisa mengelak lagi, sebaiknya sekarang juga kita ke kantor polisi" ucap Adven
"Kenapa pak Adven yang kesini? kenapa bukan mas Adam?" tanya Anita
"Kak Adam tertembak, dia di rumah sakit jadi aku di minta ke sini untuk mengantar kamu membuat laporan polisi" jawab Adven
"Kenapa bisa mas Adam tertembak?" tanya Anita khawatir
"Pacar Tsania yang melakukan itu karena dia tidak mau kak Adam selamat" jawab Adven
"Ya ampun, Abimanyu pasti akan sangat sedih kalau dia tahu" gumam Anita
"Justru itu, Kak Adam terus memanggil nama Abimanyu sejak di ruang operasi kata dokter, aku di minta ke sini untuk menjemput kamu dan Abimanyu" jawab Adven
"Ayo ke kantor polisi dan setelah itu kita menjemput Abimanyu" jawab Anita segera membereskan mejanya.
Anita meminta Asisten pribadinya untuk menghandle perusahan sementara sampai dia selesai dengan urusan Tsania, Anita juga meminta bodyguard Abimanyu untuk membawa Abimanyu ke kantor polisi supaya mereka bisa berangkat bersama dari kantor polisi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di rumah sakit.
"Bagaimana kondisi anak saya dokter?" tanya Akhtar
"Peluru sudah kami ambil dan kondisinya sudah stabil, seharusnya setengah jam lagi pasien akan sadar, ini ada resep obat yang harus di tebus di apotik" jawab dokter lalu permisi untuk memeriksakan pasien lain.
"Syukurlah, aku tidak akan memaafkan orang yang sudah menembak anak kita dad, aku juga tidak akan memaafkan Tsania, sepuluh tahun aku merasa tertipu dengan wajah polosnya itu!" kesal Jocelyn
"Tsania juga ternyata sudah mencuri beberapa Aset Adam ma, apartemen yang ada di daerah Jakarta Selatan dia jual" ungkap Akhtar
"Benar benar jahat Tsania ini!" kesal Jocelyn
"Sabar mom, yang penting sekarang kak Adam selamat" bujuk Paramitha
"Mommy, apa papa Adam tidur?" tanya Axel
"Iya nak, Papa Adam masih terpengaruh efek obat bius jadi belum bangun" jawab Paramitha
"Kapan Adven ke sini dad, aku tidak sabar ingin melihat cucu pertama kita" ungkap Jocelyn
"Aku sudah melihat fotonya, dia mirip sekali dengan Adam kita saat kecil mom, Daddy sampai berpikir kalau Adam menggunakan efek AI supaya bisa berfoto dengan dirinya versi kecil" jawab Akhtar
"Apa kak Adam akan bercerai dengan kak Tsania dad?" tanya Paramitha
"Iya, Adam sudah menjatuhkan talak untuk Tsania, setelah dia sehat nanti dia akan mengurus perceraiannya" jawab Akhtar.
"Eungh..."
"Papa Adam bangun mom!" pekik Axel
"Adam, kamu tidak apa apa nak?" Tanya Jocelyn segera menghampiri ranjang rawat Adam
"Haus mom..."
"Ini kamu minum dulu, Daddy akan panggil dokter lagi untuk memeriksa kamu" ucap Akhtar menyodorkan air minum untuk Adam.
Drrtt....
"Ini mas Dhika" ucap Paramitha saat handphone miliknya bergetar.
"Assalamu'alaikum mas"
"Wa'alaikumussalam, Mitha, apa kak Adam sudah sadar?" tanya Adven
"Sudah mas, baru saja, apa mas sudah menemui Bu Anita?" tanya Paramitha
"Sudah, aku sedang di kantor polisi menemani Anita membuat laporan, dia hampir membunuh Tsania saat melihat Tsania di dalam penjara, aku akan ke sana setelah urusan di sini selesai dan Abimanyu sudah tiba" jawab Adven
"Iya mas, mas hati hati, mungkin orang orang kak Monica juga mengikuti mas" ucap Paramitha.
"Iya, aku tutup teleponnya ya, love you" jawab Adven
"Iya mas" jawab Paramitha lalu menutup sambungan telepon.
"Apa kata Adven?" tanya Adam yang masih merasakan ngilu di bagian lengannya
"Katanya mas Adven ada di kantor polisi menemani Bu Anita membuat laporan, dan akan ke sini setelah Abimanyu datang dan urusan di sana selesai" jawab Paramitha
"Tsania bagaimana pa?" tanya Adam
"Pak Sagara bilang Tsania akan di penjara lama, dia sudah membunuh dua orang dan mencoba membunuh Paramitha, melakukan penggelapan aset kamu dan juga berselingkuh, banyak pasal yang akan di berikan padanya" jawab Akhtar
"Hubungi pengacara kita dad, Adam tidak mau lebih lama lagi menyandang suami Tsania di atas kertas, lagipula Adam sudah menjatuhkan talak untuknya, Adam tidak mau lagi Tsania jadi bagian masa depan Adam" ungkap Adam
"Daddy sudah mengurus semuanya, kamu tenang saja" jawab Akhtar
"Papa, apa tertembak itu sakit?" tanya Axel
"Tentu saja sakit, tangan papa sampai di operasi" jawab Adam
"Daddy bilang papa di tembak monster jahat seperti yang ada di film film, jadi Axel harus jaga papa dari monster itu" ucap Axel
"Iya jaga papa dan kamu hrus pakai baju Ultraman" jawab Adam gemas mencubit pipi Axel
"Aws.." ringisnya karena tangannya terasa ngilu
"Daddy mau tebus obat kamu dulu, kamu makan makanan yang sudah di sediakan, mungkin efek obatnya sudah habis makanya kamu kesakitan" ucap Akhtar
"Iya dad, maaf merepotkan" ungkap Adam
"Kalau merasa merepotkan, segera perkenalkan kami dengan Anita, dia yang seharusnya sepuluh tahun lalu jadi istri kamu" jawab Akhtar
"Akan Adam usahakan untuk mengambil hati Anita, dia begitu susah di tebak" balas Adam yang setengah hatinya masih terisi nama Tsania tapi cinta itu juga bercampur dengan rasa bencinya pada Tsania.
Setengah jam kemudikan Adven sudah sampai di ruangan Adam, Abimanyu terus menangis sambil memeluk Adam setelah melihat ayahnya itu terbaring lemah di atas kasur. Anita juga di sambut baik oleh kedua orang tua Adam dan Adven, mereka terlihat senang karena ternyata Anita tidak marah pada Adam setelah Adam menjelaskan kalau dulu Adam berpikir Tsania lah ya dia lecehkan.
"Mas mau sesuatu?" tanya Anita
"Aku belum minum obat karena tanganku sakit" jawab Adam modus
"Ayo ma, suapi papa" ucap Abimanyu
"Pantas dia tadi tidak mau minum obat, ternyata dia punya tujuan licik" sinis Akhtar
"Mirip Daddy sekali" cibir Jocelyn semetara Adven hanya memeluk Paramitha dan Axel saja tanpa peduli dengan drama Adam.