Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.
Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.
Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.
Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tujuh belas
Ruangan kerja bercat silver dengan nuansa tenang menjadi ciri khas seorang Jackson Adiwangsa. Sofa bad berwarna cream yang empuk dengan harga mahal siapa sangka hanya Lunar yang menduduki selain dirinya. Bahkan Naomi saja diusir Jackson jika berani bersantai di sofa bad miliknya.
Jackson memang memberikan fasilitas lengkap nan mewah pada gadis itu, tapi tetap pelit dengan apa yang menjadi kesayangannya.
Pria itu dibuat migren dengan Naomi yang tak seperti gadis pada umumnya. Naomi memang berpenampilan tomboy sejak kecil dan sering memakai pakaian Jackson tanpa izin seperti kaos, topi, kemeja padahal jika memakainya tubuh Naomi tenggelam tapi sudah menjadi ciri khas style gadis itu.
Lebih memalukan lagi, salah satu dosa Naomi memakai celana dalam pria dengan alasan lebih nyaman. Tom dan Lunar menjadi ilfeel pada gadis itu.
"Apakah kau memakai celana dalam tuan Jackson, nona Naomi?" Lunar bertanya pada saat itu.
"Suuutttt! Aku hanya mengambil celana dalam Kakakku yang baru Lunar. Najis banget bekas pakai dia meski orang di luaran sana bersedia rebutan bahkan membeli celana butut Jackson Adiwangsa! Aku tidak be o de oh alias bodoh." Jelas Naomi.
Mengetahui itu, Jackson berencana mengirimkan Naomi ke asrama pemuka agama untuk memperbaiki akhlaknya. Pria itu tak henti merenungi sepanjang waktu tapi Jackson akui sedikit berterimakasih pada Naomi karena dia bisa menjadi dirinya sendiri bersama Lunar.
Jackson tak paham, kenapa bisa dia tiba-tiba berada di kamarnya yang mewah. Saat dirinya mencoba mengingat, kepalanya pasti berdenyut sakit. Menurut pengakuan Lunar, Jackson tak sadarkan diri karena kelelahan lalu ada orang baik yang membantu mereka untuk pulang.
Semudah itu? Jackson rasa tak masuk akal. Namun di mata Jackson, Lunar sendiri tak mungkin berani berbohong padanya.
"Baiklah, kakak. Apa, terjadi sesuatu di antara kalian? Hihi!" Naomi menggoda Jackson.
Pria itu mengetuk kepala adiknya. Naomi memasang wajah cemberut, padahal niatnya baik ingin memberikan kejutan pada Jackson dan Lunar untuk bulan madu.
"Apa?! Bulan madu? Kami saja tidak menikah.Tom, aku tak mengerti bisa-bisanya kau mengikuti gadis gila ini. Oh, astaga! Bisa-bisanya kalian mengirimku dan Lunar ke villa menyeramkan?!" Jackson berteriak lalu merangkul leher Naomi erat.
Gadis itu terbatuk-batuk meminta dilepaskan.
"Rasakan! Kau pun selalu seperti itu padaku!" omel Jackson setelah melepaskan adiknya.
"Kakak, bukankah itu bagus? Kalo Lunar takut seharusnya kau ambil kesempatan. Cuih, kau sangat bodoh!" Naomi tak merasa bersalah.
Jackson menganga. Dia tak percaya dengan otak kotor seorang Naomi. Pria itu hendak mengatakan sesuatu tapi mulutnya kembali tersumbat. Mendadak Jackson ingat pengakuan dosa Naomi tempo lalu.
"Kemari kau, gadis nakal!" Jackson hendak meraih gadis itu.
Naomi kabur dari ruangan kerja Jackson. Dia lari terbirit-birit menelusuri lorong sampai menabrak orang-orang.
"Kemari kau!" Jackson tetap mengejar.
"Kakak! Sorry! Percayalah kak, aku ingin melakukan hal baik untukmu!" teriak Naomi memanjat pagar tinggi.
Gadis itu berada di ujung dan hanya memeluk tiang karena sebenarnya Naomi pobia ketinggian. Jackson berkacak pinggang di bawah, membuat mereka menjadi pusat perhatian bahkan tak melewatkan kesempatan untuk merekam.
"Kakak! Seharusnya kau berterimakasih padaku! Kau dan Lunar bisa tidur bersamaaa!"
Gadis itu keceplosan lalu menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Kakaaakkk!"
"Naomi!"
Jackson gelagapan. Naomi terjatuh tak henti memanggil dirinya. Lunar yang kebetulan berada di sana bereaksi seperti yang lain.
Namun hanya sesaat karena setelahnya dia berusaha melakukan sesuatu. Mata Lunar sedikit membesar, jika hijab penglihatan dibuka maka dari mata Lunar terpancar laser yang menyentuh badan Naomi sehingga gadis itu mengapung sebelum menyentuh tanah.
"Mustahil!"
Jackson mengucek kedua mata. Lunar menghampiri Tom yang baru saja sampai ke tempat kejadian. Dibanding Jackson, Tom sigap melompat untuk menangkap tubuh Naomi.
Adik sang ceo gemetar ketakutan. Jackson melemas sampai menjatuhkan diri. Lunar pun segera menghampiri Jackson lalu membantunya untuk bangun.
"Apa, aku sudah berada di surga?"
Dengan perlahan Naomi membuka mata. Gadis itu kehilangan kesadaran sesaat, benak Naomi bertanya-tanya kenapa bisa dia melihat pria gundul itu.
"Apa surga akan menerima gadis berdosa sepertimu?"
Bukan Tom yang menjawab melainkan Jackson yang sudah sadar kembali. Kekuatiran Jackson malah dilampiaskan dengan omelan. Pria itu masih mengusap-usap dada kiri karena Naomi membuatnya jantungan.
"Tentu saja, Kakak. Tuhan itu Maha Pemaaf," Naomi turun sendiri dari gendongan Tom.
Jackson dan Lunar menggeleng-geleng. Mereka mendadak lupa dengan situasi di depan gedung AHP.
Tak lama setelah itu, Naomi baru sadar dengan apa yang terjadi. Spontan gadis itu menatap langit tak percaya, dengan bodohnya Naomi menganggap dirinya sudah menjadi wanita super lalu hendak mengulang kembali kejadian barusan. Baru saja memanjat, Jackson menarik paksa ujung baju gadis itu lalu mengangkatnya ke atas.
"Inginmu mengapung seperti ini 'kan?" Jackson tertawa jahat.
"Kakak! Lepaskan aku!" teriak Naomi meronta.
Lunar dan Tom saling pandang kemudian menggeleng. Jackson belum puas lalu meremas kepala Naomi membuat sang adik kembali berteriak.
Naomi tak mau kalah. Gadis itu mencubit pinggang Jackson keras. Kakak beradik itu sibuk saling serang membuat Lunar dan Tom memisahkan mereka.
"Sudah tuan, semua orang melihatnya." Bisik Tom membuat Jackson menganga.
Sang ceo AHP menatap sekeliling. Benar saja, orang-orang tengah berdiri sembari merekamnya dengan ponsel.
Jackson meneguk ludah. Semakin menatap tajamlah pria itu pada Naomi.
"Lunar, tolong aku!" Naomi bersembunyi di punggung gadis itu.
......................
"Ceo AHP dan aktris kesayangannya nona Lunar, benarkah mereka tidur bersama seperti apa yang kau katakan nona Naomi?"
Naomi menunduk seraya menggigit bibir. Gadis itu memutar otak untuk membuat alasan di depan media
Cekrek! Cekrek!
Naomi semakin menenggelamkan wajahnya. Para wartawan itu memotret dirinya dan secara menyebalkan menyodorkan michrophone.
"Jangan foto aku!" Naomi mendengus kesal.
"Nona Naomi tolong jawab pertanyaan kami. Tempo lalu nona Lunar bersama dokter Aaron sedang bermesraan di gedung AHP dan Anda mengatakan nona Lunar tidur bersama kakak Anda. Apa, se-murahan itu nona Lunar?"
Mendengar itu, perlahan Naomi mendongakan wajah. Darah gadis itu mendidih lalu memasang jurus kungfu Hou Quan di depan media.
Khodam Naomi ke luar membuat para wartawan saling pandang. Di antara mereka ada yang mengatakan, adik sang ceo kesurupan apalagi mengingat Naomi bisa mengapung setelah terjatuh dari pagar tinggi.
"Nona Naomi!"
"Eish! Kalian membuatku maraaaah besaaarr! Lunar bukan gadis seperti itu sialan!" Naomi menyeringai ke kamera menyala.
Hal yang sebenarnya terjadi ialah Naomi berusaha mengelola emosi agar tidak meledak sembarangan. Sama seperti Jackson, Naomi sama-sama sensian. Meski sedang marah, Naomi tak ingin membeberkan bahwa dia dalang yang sudah mengirim Jackson dan Lunar ke villa.
"La-lantas apa yang sebenarnya terjadi?"
"Kenapa kalian sangat kepo, huh?!" Naomi masih menyeringai dan tak henti memasang jurus.
"Karena ini pekerjaan kami!"
"Oh! Hahahaha!"