NovelToon NovelToon
Dicerai Saat Mengandung

Dicerai Saat Mengandung

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:38.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Niat hati merayakan ulangtahun pernikahan kedua dengan kejutan manis, Cakra justru dihantam kenyataan pahit. Di dalam apartemen mereka, ia menemukan Hana terlelap dalam pelukan sepupunya sendiri. Tanpa tahu bahwa ini adalah jebakan licik sang ibu mertua yang tak pernah merestui mereka, Cakra terbakar api cemburu.
Malam itu juga, tanpa ruang untuk penjelasan, talak dijatuhkan. Hana hancur. Di balik kehancuran itu, ia menyimpan rahasia besar: sebuah kabar kehamilan yang baru saja ingin ia sampaikan sebagai hadiah anniversary mereka.
Tahun-tahun berlalu, Hana bangkit dan berjuang membesarkan putra mereka sendirian. Namun, waktu adalah saksi yang paling jujur. Akankah kebenaran tentang rencana jahat sang ibu mertua akhirnya terungkap? Dan saat penyesalan mulai menghujam Cakra, mampukah Hana memaafkan pria yang lebih memilih percaya pada amarah daripada cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Runtuhnya dinding ego demi menyelamatkan diri

Jantung Hana serasa mau melompat keluar saat salah satu pria di balik pintu itu mulai memutar gagang pintu. Suara gesekan logamnya terdengar nyaring di tengah kesunyian desa yang mati lampu. Hana meremas dadanya, napasnya tersengal dalam ketakutan yang mencekam.

"Stop, hentikan Jek..." bisik suara pria lainnya, menarik tangan temannya dari gagang pintu. "Sepertinya ini bukanlah waktu yang tepat. Kau mau kita dianggap sebagai maling? Kau tahu sendiri kan orang kampung seperti apa kalau sudah menangkap maling? Kita bisa mati dikeroyok! Sebaiknya kita segera kembali ke penginapan dan lapor kepada Tuan Cakra bahwa kita sudah menemukan alamat rumah Nyonya!"

Mendengar nama Tuan Cakra disebut, Hana spontan menutup mulutnya dengan kedua tangan. Tubuhnya melemas hingga ia terduduk di lantai yang dingin. Dunia seolah berputar. Cakra, mantan suaminya yang selama enam tahun ini ia hindari dengan segala cara, akhirnya berhasil melacaknya. Persembunyian yang ia bangun dengan susah payah kini hancur seketika.

Setelah deru langkah kaki kedua pria itu menjauh dan hilang ditelan kegelapan, Hana bergegas bangkit dengan sisa-sisa tenaganya. Dengan tangan gemetar, ia menyalakan sebatang lilin. Cahaya kuning yang temaram itu menari-nari di dinding, merefleksikan kepanikan di wajahnya.

Tanpa membuang waktu, ia menghubungi Rahma dan meminta bantuan Bude Minah. Tak lama, kedua wanita itu sampai di rumah Hana dengan napas terengah-engah, sementara El, putra Hana, masih tertidur pulas di kamar, tidak menyadari badai yang sedang mengintai ibunya.

"Han, apa yang kau katakan itu benar? Mantan suamimu berhasil menemukan keberadaanmu?" tanya Bude Minah dengan wajah pucat, seolah tak percaya pada kabar buruk itu.

"Iya, Bude... aku harus bagaimana?" jawab Hana dengan suara parau dan tubuh yang masih gemetar hebat. "Aku tidak mau Mas Cakra menemukanku. Sia-sia saja aku bersembunyi selama ini darinya! Dia akan mengambil El dariku, Bude!"

Rahma memegang bahu Hana, mencoba menyalurkan ketenangan. "Han, dengarkan aku. Situasinya sudah genting. Kenapa kau tidak coba meminta bantuan Mas Tama dan juga Papahmu?"

Hana tersentak, menatap Rahma dengan tatapan ragu.

"Ayolah, Hana! Hanya mereka berdua yang saat ini punya kekuatan untuk melindungimu dari Tuan Cakra. Cakra bukan orang sembarangan, kau butuh perlindungan yang setara," lanjut Rahma meyakinkan.

Hana terdiam. Di kepalanya berkecamuk pertarungan batin yang hebat. Baru beberapa jam yang lalu ia mengusir ayahnya dengan penuh amarah, namun kini, takdir seolah mengejeknya. Ia berada di titik paling rendah di mana ia harus memilih, yakni mempertahankan harga diri atau keselamatan masa depannya bersama El.

Ia menatap lilin yang mulai meleleh. Bayangan ketegasan Tama dan raut penyesalan Pak Sutoyo terlintas di benaknya. Rahma benar, ia tidak bisa menghadapi Cakra sendirian.

"Demi El..." bisik Hana pelan pada dirinya sendiri.

Akhirnya, Hana menyerah. Ia memutuskan untuk membuang jauh-jauh egonya. Ia menyadari bahwa menceritakan penderitaan yang ia alami selama enam tahun ini kepada Tama dan Pak Sutoyo adalah satu-satunya jalan keluar. Dengan jari yang masih sedikit gemetar, ia mengambil kembali kartu nama yang ditinggalkan Tama di meja tadi siang.

"Aku akan menghubungi mereka, Rahma. Aku terpaksa... aku butuh perlindungan mereka," ucap Hana dengan nada pasrah namun penuh tekad.

.

.

Di balkon hotel yang sepi, Tama duduk termenung menatap pekatnya malam. Asap rokok mengepul dari sela jemarinya, terbawa angin malam yang dingin. Pikirannya tidak bisa lepas dari wajah Hana, wajah yang penuh luka namun menyimpan ketegaran yang luar biasa.

"Apa yang kau pikirkan, Tama? Hana itu adikmu. Kau harus selalu bisa melindunginya," gumamnya pada diri sendiri sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.

Tiba-tiba, ponsel di atas meja bergetar. Sebuah notifikasi pesan masuk. Saat membacanya, mata Tama membelalak, jantungnya berpacu lebih cepat. Namun, sedetik kemudian, sebuah senyum tipis terukir di wajahnya.

"Akhirnya kau menyerah juga, Hana," bisiknya. Namun, senyum itu memudar saat ia membaca ulang kalimat demi kalimat. "Tapi kenapa pesan ini seolah menunjukkan kau sedang dalam masalah besar?"

Tanpa membuang waktu, Tama menyambar kunci mobilnya. Ia segera meninggalkan hotel, membelah jalanan desa yang sepi menuju rumah Hana.

Sementara itu, di rumah sederhana di Desa Bangorejo, suasana begitu mencekam. Hana bergerak cepat, memasukkan pakaian ke dalam tas dengan tangan yang masih sedikit gemetar. El, yang baru saja dibangunkan dari tidur lelapnya, mengucek matanya dengan bingung. Ia melihat tumpukan baju dan wajah ibunya yang pucat pasi.

"Bunda, kita mau ke mana malam-malam begini? Apakah tidak bisa besok saja perginya? Apakah kita mau pindah, Bun?" tanya El dengan suara serak khas bangun tidur.

"Sudah tidak ada waktu lagi, El! Pokoknya kamu tidak usah banyak tanya, nurut saja sama Bunda. Ngerti kamu!" sahut Hana dengan nada bicara yang lebih tinggi dari biasanya karena panik.

El langsung terdiam, nyalinya menciut melihat kemarahan ibunya. Hatinya merasa sedih luar biasa. Ia tidak ingin meninggalkan desa ini, tempat ia bermain dan tumbuh besar. Namun, di tengah kesedihannya, sebuah ingatan melintas di benak bocah itu, ingatan tentang sosok pria di layar monitor warnet tempo hari.

'Apakah mungkin Ayah telah berhasil menemukan keberadaan aku dan Bunda? batin El. Kalaupun iya, aku sangat berharap bisa bertemu dengan Ayah.'

Tak lama kemudian, sorot lampu mobil sport hitam membelah kegelapan halaman rumah Hana. Mobil itu berhenti tepat di depan pintu. Tama turun dengan terburu-buru. Di depan rumah, Bude Minah dan Rahma sudah menunggu dengan wajah cemas.

Hana mendekat, memeluk Bude Minah dengan sangat erat. Isak tangis pecah di antara mereka.

"Hati-hati ya, Nduk. Semoga di mana pun kamu berada, kamu dan El selalu bahagia. Bude pasti akan sangat merindukan kalian!" bisik Bude Minah sambil mengusap air matanya.

Rahma pun tak kuasa membendung tangis. Sepupu sekaligus sahabat setianya itu kini harus pergi dalam keadaan darurat. Ia merasa separuh jiwanya ikut pergi bersama Hana.

Tama masuk ke dalam rumah, menatap Hana yang tampak sudah siap dengan tas di tangannya. Pandangannya beralih ke El, lalu kembali ke Hana. "Apakah kamu benar-benar sudah siap, Hana?"

Hana menghela napas panjang, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang liar. "Bismillah... siap Mas. Ayo secepatnya kita pergi dari sini sebelum mereka kembali!"

El, yang mengenali pria gagah di hadapannya, segera berlari menghampiri Tama. "Jadi El sama Bunda ikut sama Om Tama?"

Tama berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan El, lalu mengacak rambut bocah itu dengan sayang. "Iya El, mulai sekarang El sama Bunda akan tinggal bersama Om dan juga Kakek. Apakah kau senang?"

Mendengar kata "Kakek" dan "tinggal bersama", kesedihan El sirna seketika. Matanya berbinar bahagia, membayangkan sebuah keluarga besar yang selama ini hanya ada dalam mimpinya.

"Senang banget, Om!" seru El riang.

Mereka pun segera masuk ke dalam mobil. Saat mobil sport hitam itu mulai bergerak meninggalkan halaman rumah yang penuh kenangan tersebut, Hana menatap keluar jendela, melihat sosok Bude Minah dan Rahma yang melambai di kejauhan hingga menghilang di tikungan jalan.

Bersambung...

1
neny
iya bener,,ini satu2 nya cara biar cakra tdk seenak nya sendiri,,itu bukan cinta,,tp obsesi,,klau cinta harus sabar menunggu maaf dr hana,,bkn mlaah melecehkan,,cinta dan benci beda nya tipis,,cakra berharap hana masih mencintai nya,tanpa sadar bahwa dia yg menorehkan luka yg paling dalam,,pengen tau apa yg dilakukan cakra klau hana menikah dng tama,,semangat akak💪😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul sekali kak, yang namanya cinta itu tidak akan pernah menyakiti dan memaksakan kehendak
total 1 replies
Teh Euis Tea
gara2 nenek lampir sm lasmini nih jd tambah kacau🤭
Darti abdullah
luar biasa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Patrick Khan
lah kan nikah jg..
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Aghitsna Agis
dengN pasal oekecehan bisa duadukan kepolisi dan el kasih tahu apa yg tetjafi sebenarnya kenapa bundanya membeci ayah cakra biar ngerti el dari oada trs jetemu secara betsrmbunyi dan jgn sampai hana marah keleoasan trs jam tangannya segera ganti
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siap kak 👍
total 1 replies
Ariany Sudjana
Cakra kamu ini bodoh yah? Hana itu bukan istri kamu lagi, kamu sudah melecehkan Hana, kalau sudah seperti ini, jangan salahkan pak Sutoyo akan membalas kamu dengna keras. kok ga ada yang sadar sih, El-barack komunikasi tiap hari dengan Cakra lewat smart watch?
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: belum ketahuan kak
total 1 replies
neny
tuh kan,,cinta itu bs berubah menjadi kebencian yg sangat besar,,penasaran,,pembalasan sakit hati apa yg akan di berikan hana kpd cakra,,lanjut akak💪😘
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siip kk 👍😊
total 1 replies
Dziyan
otak nya mak lampir bisa di keluarin aja ga sih thor, biar ga ada ide jahat melulu.. percuma punya otak klo isi nya unfaedah semua😒
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: nunggu insaf dulu kak 😊
total 1 replies
Ariany Sudjana
harus dibinasakan duo nenek lampir ga tau diri itu
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul kak🤣
total 1 replies
Patrick Khan
nenek lampir itu mw nya opo se.. aneh bgt gk jelas😒😒🔥🔪🔪🔪🔪
Patrick Khan: hahahaah🤣
total 4 replies
Patrick Khan
😖😖😖😖😖😖😖el hanya ingin ortunya utuh .. pikiran masih bocah.. sedangkan ortu nya dgn egonya sendiri2 karna terluka.. dah lah manut kak othor aja
Teh Euis Tea
menjelang bulan suci romadhon maaf lahir bathin ya thor sy suka becanda klu komen
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: sama kak, mohon maaf lahir dan batin juga 🙏😊
total 1 replies
Patrick Khan
el masih ingat kak rose ya.. pasti kak Ros jg nunggu km tumben gk ke warnet😁
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: kejauhan warnetnya kak 🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
terlambat Cokro 🤣🤣Hana wes kaborrrrrrrr🤣
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betoolll 🤣🤣
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Nar Sih
dasar duo lampir gk ada capek,jdi org jht ,semagatt hana💪
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: semangat 💪💪
total 1 replies
Nar Sih
ngk usah berandai andai cakra penyesal mu sdh ngk berguna😂
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Yen
kalau situasinya begini jg bingung yah mau berpihak pada siapa smoga saja semuanya bisa baik baik saja kalau pun Tidka bisa bersama lagi setidaknya El bisa mendapatkan sosok ayah nya dan Hanna bisa hidup bahagia tanpa takut Cakra membawa El
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul sekali kak 👍
total 1 replies
Sunaryati
Berjuanglah Putramu sayang kamu kamu dulu terlalu bodoh, menurut kata ibumu. Tugaskan beberapa orang untuk mengawasi ibumu, jangan sampai mencelakai putramu. Ny yang sombong kau kira mudah membawa El dia cerdik dan di bawah pengawasan berlapis, cucu mantan Abdi negara tapi juga bodoh seperti putramu.
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Ayunda
suka sama visualnya
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!