Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Mengantar Sekolah

Matahari pagi di Jakarta baru saja menyembul malu-malu di balik deretan gedung bertingkat, namun bagi Alisa Putri harinya sudah dimulai sejak dua jam yang lalu.

Alisa selalu menyukai aroma pagi di sekolah tempatnya mengajar yaitu TK dan SD Pelangi Bangsa.

Ada perpaduan wangi rumput yang baru dipangkas, aroma krayon yang khas dari ruang kelas dan keharuman pembersih lantai yang segar.

Baginya sekolah ini bukan sekadar tempat kerja melainkan tempat di mana ia bisa melupakan segala kerumitan dunia luar melalui tawa tulus anak-anak.

Alisa merapikan blus berwarna peach yang dikenakannya, memastikan tidak ada kerutan yang mengganggu.

Ia menyisir rambut panjangnya yang berwarna cokelat gelap dengan jari, lalu mengikatnya menjadi ekor kuda yang rapi.

Sebagai seorang guru Alisa dikenal dengan kelembutannya, ia memiliki suara yang tenang jenis suara yang mampu meredakan tangisan balita yang sedang tantrum hanya dalam hitungan detik.

“Pagi, Bu Alisa! Segar sekali kelihatannya hari ini.” sapa Pak Bambang satpam sekolah sambil membuka gerbang lebar-lebar.

Alisa memberikan senyum manisnya, jenis senyum yang membuat siapa pun yang melihatnya merasa dihargai.

“Pagi Pak Bambang, iya nih semalam tidurnya nyenyak sekali dan ini ada sedikit gorengan untuk teman minum kopi Bapak.” ucap Alisa lembut sembari menyerahkan bungkusan kecil berisi camilan yang ia beli di jalan tadi.

Sifat Alisa memang begitu baik dan penuh perhatian pada hal-hal kecil dan itulah yang membuatnya menjadi guru favorit bagi banyak murid dan orang tua.

Namun di balik kelembutan itu Alisa adalah seorang wanita yang sangat menjaga perasaannya.

Ia jarang mengeluh dan lebih sering menyimpan kegelisahannya sendiri di balik senyum yang seolah tak pernah pudar.

Sekitar pukul 07.30, suasana sekolah mulai ramai, mobil-mobil mulai mengantre menurunkan anak-anak.

Di tengah keriuhan itu Alisa berdiri di lobi utama menyalami satu per satu muridnya, namun ada satu pemandangan yang tak biasa pagi ini.

Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik berhenti tepat di depan lobi.

Mobil itu tampak sangat kontras dengan lingkungan sekolah yang penuh warna ceria.

Pintu pengemudi terbuka dan seorang pria keluar dari sana.

Alisa merasa waktu seolah melambat selama beberapa detik.

Pria itu mengenakan kemeja biru navy yang sangat pas di tubuhnya yang tegap.

Lengannya digulung hingga ke siku memperlihatkan jam tangan perak yang berkilau di bawah sinar matahari.

Wajahnya sangat tampan dengan garis rahang yang tegas dan hidung mancung yang sempurna.

Namun ada satu hal yang mencolok yaitu ekspresinya, pria itu tampak sangat dingin seolah-olah ia baru saja keluar dari lemari pendingin rumah sakit.

Matanya yang tajam menatap sekeliling dengan datar, tanpa sedikit pun keramahan.

Dari pintu belakang seorang anak laki-laki berusia sekitar enam tahun keluar dengan wajah cemberut.

Itu adalah Arka, salah satu murid kesayangan Alisa yang biasanya diantar oleh pengasuhnya.

“Ayo masuk, jangan lambat.” suara pria itu terdengar rendah dan bariton, tidak ada nada manis sama sekali untuk ukuran seorang paman kepada ponakannya.

Arka berlari kecil menuju Alisa dan langsung memeluk kaki gurunya itu.

“Bu Guru Alisa! Arka nggak mau sama Om Niko, Om Niko galak!” keluh Arka dengan polosnya.

Alisa merasa sedikit canggung, ia menatap ke arah pria yang dipanggil "Om Niko" itu.

Pria itu kini berdiri tepat di hadapan Alisa dari jarak sedekat ini Alisa bisa mencium aroma parfum pria itu tapi bukan wangi maskulin yang menyengat melainkan aroma segar, bersih dan sedikit ada sentuhan aroma antiseptik khas rumah sakit yang entah bagaimana terasa sangat menenangkan.

“Maaf Bu.” ucap pria itu singkat.

Suaranya datar dan matanya menatap Alisa dengan tatapan menyelidik yang membuat Alisa merasa sedikit gugup.

“Saya Niko pamannya Arka, mulai hari ini mungkin saya akan sering mengantar-jemputnya karena orang tuanya sedang di luar negeri.” ucap Niko.

Alisa berusaha mempertahankan senyum profesionalnya, meski dalam hati ia merasa ada ribuan kupu-kupu yang tiba-tiba berterbangan di perutnya.

“Oh baik pak Niko, saya Alisa wali kelas Arka, jangan khawatir Arka anak yang sangat baik di kelas.” ucap Alisa.

Niko hanya mengangguk pelan ia tidak membalas senyuman Alisa ia hanya melirik jam tangannya lalu kembali menatap Alisa.

“Saya harus segera ke rumah sakit karena ada operasi pagi ini, Arka jangan nakal.” ucap pamit Niko dan memperingatkan sang ponakan.

Tanpa menunggu balasan dari Alisa atau pelukan perpisahan dari Arka, Niko langsung berbalik dan masuk ke dalam mobilnya.

Sedan mewah itu meluncur pergi, meninggalkan Alisa yang masih terpaku di tempatnya.

“Bu Alisa, Om Niko itu dokter hebat lho tapi dia nggak pernah senyum.” celoteh Arka sambil menarik-ngarik ujung blus Alisa.

“Kakek bilang Om Niko itu es batu.” terusnya.

Alisa tertawa kecil dan berusaha menutupi rasa penasarannya.

“Es batu? Mungkin Om Niko cuma sedang lelah Arka, yuk kita masuk kelas.”

Sepanjang hari mengajar pikiran Alisa entah mengapa terus kembali pada sosok pria dingin tadi.

Alisa sudah banyak bertemu dengan berbagai macam orang tua murid mulai dari yang sangat cerewet hingga yang sangat ramah.

Namun Niko berbeda, ada sesuatu di balik tatapan matanya yang dingin itu yang membuat Alisa merasa ada sebuah cerita besar yang disembunyikan pria itu.

Sementara itu di sebuah rumah sakit swasta terbesar di kota dr. Niko Arkana, Sp.B, sedang berjalan menyusuri lorong dengan jubah putih dokternya yang berkibar.

Setiap perawat yang berpapasan dengannya menunduk hormat, namun Niko hanya menanggapi dengan anggukan minimalis atau bahkan tidak sama sekali.

Niko dikenal sebagai "Dokter Jenius yang Dingin".

Sebagai cucu dari pemilik rumah sakit tersebut ia bisa saja bersikap santai namun ia justru bekerja lebih keras dari siapa pun.

Baginya emosi adalah gangguan dalam pekerjaan medis, segala sesuatu harus logis dan terukur.

Namun saat ia duduk di ruangannya untuk menyesap kopi hitam tanpa gula sebelum operasi, bayangan seorang wanita dengan blus peach dan senyum hangat tiba-tiba melintas di pikirannya.

Wanita itu... Alisa.

Niko menyentuh dagunya dan teringat bagaimana Alisa menyambut Arka tadi.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

YEYYY AKHIRNYA UPLOAD CERITA BARU NIHHHH....

JANGAN LUPA MAMPIR BACA, FAVORITKAN, JANGAN LUPA VOTE JUGA, ULASAN BINTANGNYA, LIKE, KOMEN SAN HADIAH BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT UPDATE BAB SELANJUTNYA

JANGAN LUPA MAMPIR KE IG AKU YAAA DI

@Lala_Syalala13

Jangan lupa beri aku dukungannya ya biar semangat buat upload kelanjutan Babnya....

Dan jangan lupa follow IG @LALA_SYALALA13 ada banyak rekomendasi cerita seru aku lainnya di sana....

Terpopuler

Comments

secret

secret

udh difavoritkan thorrr, awalll yg menarikkkk
smg upnya rutin yaa, semangaatt thorr🔥

2026-02-01

1

💝F&N💝

💝F&N💝

iya nih aku sudah like
sudah subscribe
sudah komen, walau cuma pemberitahuan aja

2026-02-01

1

beybi T.Halim

beybi T.Halim

baiklah kita mampir dl disini..,mudah2an ceritanya benar2 romantis🤭👍

2026-02-16

1

lihat semua
Episodes
1 Mengantar Sekolah
2 Dokter Es
3 Pelangi
4 Arka Jatuh
5 LArtisan Bakery
6 Es Krim
7 Pingsan
8 Buket Bunga Lili Putih
9 Pride and Prejudice
10 Datanglah Ke Sekolah
11 Investasi Keluarga
12 Terlalu Banyak Madu
13 Tanaman Succulent
14 Kamu Cemburu?
15 Nutrisi Keluarga?
16 Tanggung Jawabku
17 Dunia Kita Berbeda
18 Rahasia Orang Dewasa
19 Siap, Dokter Protektif
20 Berlebihan
21 Cerewet Sekali!
22 Panjat Sosial
23 Pilihan Yang Cerdas
24 Kegagalan Sistem
25 Janji Temu
26 Diagnosa Kebenaran
27 Itu Memalukan
28 Sentimental Yang Tidak Produktif
29 Ikan Paus
30 Observasi Objektif Atau Cemburu?
31 Cek Kesehatan Gratis
32 Standar Kepantasan Paling Tinggi
33 Alisa Maafkan Aku
34 Diagnosa Baru
35 Typical Niko
36 Over-Confidence
37 Tidak Akan Menyerah
38 Ini Perintah Bukan Saran
39 Membawa Beban Berat
40 Pasien Prioritas
41 Terapi Relaksasi
42 The Aesthetic of Anatomy
43 Alasan Kehilangan Segalanya
44 Dokter Yang Sangat Cerewet
45 Jangan Membentakku
46 Pasien Yang Tidak Disiplin
47 Memanfaatkan Fasilitas VIP
48 New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
49 Resep Cinta
50 Terapi Luar Ruangan
51 Pengingat Dimana Tempatnya
52 Dua Kutub Arkana
53 Tertular Virus Ketelitian
54 Surat Mutasi
55 Undangan Gala Yayasan
56 Penjara Berlapis Emas
57 Prioritas Medis Utama
58 Sesuatu Yang Lebih Personal
59 Termos Resep
60 Ketergantungan
61 Proyek Eksperimen
62 Nutrisi Dengan Afeksi
63 Perisai Digital
64 Jurnal Kesehatan
65 Malpraktik Dalam Hidupmu
66 Kehilangan Alasan Untuk Tetap Sehat
67 Calon Istriku
68 Pasangkan Cincinnya Dokter
69 Apa Kamu Yakin Alisa?
70 Sebuah Kesepakatan Suci
71 Toko Buku Antiquariat
72 Suamiku Ini Sangat Aneh
73 Romantisme Paling Logis
74 Dokter Protektif
75 Pengingat Minum Obat
76 Dokter Gila
77 Jangan Pernah Sakit Lagi
78 Terlalu Otoriter
79 Agak Berlebihan
80 Prosedur Keamanan
81 Area Terlarang
82 Zoom Resolusi Tinggi
83 Radius Dua Meter
84 Calon Istri Pilihan Keluarga
85 Memutus Akses Finansial
86 Akses Diblokir
87 Isolasi Total
88 Aturan Itu Sudah Kadaluwarsa
89 Sudah Kuduga
90 Menghitung Probabilitas
91 Aku Tidak Takut Lagi
92 Kemenangan Terbesar
93 Kehidupan Baru (END)
94 New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
95 New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
96 New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
97 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Mengantar Sekolah
2
Dokter Es
3
Pelangi
4
Arka Jatuh
5
LArtisan Bakery
6
Es Krim
7
Pingsan
8
Buket Bunga Lili Putih
9
Pride and Prejudice
10
Datanglah Ke Sekolah
11
Investasi Keluarga
12
Terlalu Banyak Madu
13
Tanaman Succulent
14
Kamu Cemburu?
15
Nutrisi Keluarga?
16
Tanggung Jawabku
17
Dunia Kita Berbeda
18
Rahasia Orang Dewasa
19
Siap, Dokter Protektif
20
Berlebihan
21
Cerewet Sekali!
22
Panjat Sosial
23
Pilihan Yang Cerdas
24
Kegagalan Sistem
25
Janji Temu
26
Diagnosa Kebenaran
27
Itu Memalukan
28
Sentimental Yang Tidak Produktif
29
Ikan Paus
30
Observasi Objektif Atau Cemburu?
31
Cek Kesehatan Gratis
32
Standar Kepantasan Paling Tinggi
33
Alisa Maafkan Aku
34
Diagnosa Baru
35
Typical Niko
36
Over-Confidence
37
Tidak Akan Menyerah
38
Ini Perintah Bukan Saran
39
Membawa Beban Berat
40
Pasien Prioritas
41
Terapi Relaksasi
42
The Aesthetic of Anatomy
43
Alasan Kehilangan Segalanya
44
Dokter Yang Sangat Cerewet
45
Jangan Membentakku
46
Pasien Yang Tidak Disiplin
47
Memanfaatkan Fasilitas VIP
48
New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
49
Resep Cinta
50
Terapi Luar Ruangan
51
Pengingat Dimana Tempatnya
52
Dua Kutub Arkana
53
Tertular Virus Ketelitian
54
Surat Mutasi
55
Undangan Gala Yayasan
56
Penjara Berlapis Emas
57
Prioritas Medis Utama
58
Sesuatu Yang Lebih Personal
59
Termos Resep
60
Ketergantungan
61
Proyek Eksperimen
62
Nutrisi Dengan Afeksi
63
Perisai Digital
64
Jurnal Kesehatan
65
Malpraktik Dalam Hidupmu
66
Kehilangan Alasan Untuk Tetap Sehat
67
Calon Istriku
68
Pasangkan Cincinnya Dokter
69
Apa Kamu Yakin Alisa?
70
Sebuah Kesepakatan Suci
71
Toko Buku Antiquariat
72
Suamiku Ini Sangat Aneh
73
Romantisme Paling Logis
74
Dokter Protektif
75
Pengingat Minum Obat
76
Dokter Gila
77
Jangan Pernah Sakit Lagi
78
Terlalu Otoriter
79
Agak Berlebihan
80
Prosedur Keamanan
81
Area Terlarang
82
Zoom Resolusi Tinggi
83
Radius Dua Meter
84
Calon Istri Pilihan Keluarga
85
Memutus Akses Finansial
86
Akses Diblokir
87
Isolasi Total
88
Aturan Itu Sudah Kadaluwarsa
89
Sudah Kuduga
90
Menghitung Probabilitas
91
Aku Tidak Takut Lagi
92
Kemenangan Terbesar
93
Kehidupan Baru (END)
94
New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
95
New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
96
New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
97
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!