seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 29
" apa apaan ini,, kenapa ibu bisa memiliki file ini?" Tanya Hartawan syok.
Inggrid yang pura pura tidak tau pun mendongak ke atas dan melihat ekspresi wajah suaminya itu
" Memang itu file apa?" Tanyanya seakan tak tahu apa apa.
" sejak kapan ini ada padamu?" Tanya balik Hartawan.
" tadi pagi ibu memberikan ini pada saya, dan saya belum sempat membuka file itu. " ucapnya sambil melanjutkan pekerjaan yang tertunda
" apa yang di katakan ibu tentang file ini.?"
" kata ibu, dia berpesan agar data data itu saya berikan padamu , tadi pagi waktu melakukan rapat , ibu ingin memberikan itu tapi kamu malah terlambat datang."
" ini bisa gawat kalau begini,, apa kamu beneran belum membuktikan file ini?" Tanyanya penuh selidik.
" iya belum,, karena saya belum sempat, lagi pula itu kan ditujukan padamu , jadi saya tidak berniat untuk melihat itu " kata Inggrid santai tanpa beban.
" baik file ini saya bawa ,, untuk saya pelajari, seperti nya ini akan semakin rumit pantas ibu berani mengancam para pemegang saham. " ucap Hartawan dengan mengepalkan tangan.
Melihat itu Inggrid, tersenyum samar karena berhasil membuat Hartawan tidak berkutik.
" oh ya , malam ini saya pulang kerumah ibu. Ada beberapa pekerjaan yang melibatkan ibu. Sejak para pemegang saham menuntut kita untuk mengembalikan semua saham mereka" kata Inggrid.
" baiklah,, Serly dan aku tidak akan kesana ,nanti lain kali. Serly masih ngambek pada neneknya itu karena kartu bank masih diblokir. "Ucap Hartawan lalu berdiri dan beranjak keluar dari kantor istrinya Inggrid.
Setelah Hartawan keluar, Inggrid segera menekan tombol hijau untuk menelpon ibunya, nyonya Yasmin
Tut Tut Tut
Telpon tersambung
,( Katakan)
" seperti yang ibu katakan"
( jadi apa katanya?" )
" dia akan membawa fili itu untuk di pelajari"
,( dasar tidak tau diri. Biarkan saja toh itu hanya kopi annya saja , mulai sekarang kamu harus hati-hati. Bahkan pada anakmu sekalipun")
" baik Bu,, terimakasih.,, "
Klikkk
" jadi selama ini kamu hanya memanfaatkan saya ,, hmmmm tidak lagi untuk sekarang,,dan kamu anak tidak tau diri bahkan menikam ku dari belakang. Ya ampun apa yang telah ku perbuat.. andai anakku masih hidup.." lirih nya.
Namun semua itu sudah terlanjur.
Inggrid tidak mundur lagi.
****
Di kota K di kampung paman Restu
Mia dan ke-dua adik kembarnya sedang asyik nonton televisi
Dari arah luar terdengar suara ketukan pintu.
Kebetulan ayah dan ibunya sedang tidak dirumah.
Tok tok tok
Mia dan kedua adiknya pun saling pandang.
" Mia siapa itu ?" Tanya Aldo
" Coba Kaka lihat .. seperti tamu jauh," ucap Mia sambil bergegas untuk membuka pintu.
Lagi lagi terdengar suara ketukan pintu.
" sebentar" teriak Mia Dari dalam.
Ceklek
Pintu terbuka, Mia muncul setelah nya
" cari siapa om,?" Tanya Mia ramah.
" ayah ada ?" Tanya orang itu. .
" maaf om ,ayah dan ibu lagi ke desa sebelah,, mungkin tidak lama lagi pulang. Apa om mau menunggu atau bagaimana?" Tanya Mia lagi.
" hmmm bagaimana Rom,, kata tuan kan kita harus menunggu sampai pak Restu bertemu dengan kita. " ucap laki laki yang bertanya pada pada Rom.
" hmmm baiklah dek ,kami menunggu. " ucap Mereka pada akhirnya.
" tapi maaf om.. om menunggu diluar,, nanti saya buatkan minum " kata Mia kemudian.
" baiklah,, bikinin saja kopi" ucap laki-laki yang bernama Rom.
" tunggu sebentar ya " Mia pun bergegas masuk menuju dapur lalu membuatkan kopi untuk kedua tamu tersebut.
Si kembar yang penasaran bertanya pada Mia.
," kak siapa?" Tanya Alwi
" tamu yang mencari ayah. " jawab Mia sambil mengaduk kopi, sesekali dicicipi untuk mengetahui rasa apakah sudah pas.
Sementara diluar rumah
Kedua orang itu terlihat sedang serius membicarakan tentang Restu dan juga keluarga nya..
" semoga saja paman Nadila mau diajak ke kota M yah Don, Kasian tuan muda ,sudah tidak sabar ingin menikah dengan Nona muda Nadila," kata Rom sambil sesekali tersenyum melihat video di handphonenya nya.
" iya juga sejak mengenal Nadila, perubahan tuan muda Ardhana semakin baik,yang tadinya dingin dan kejam kini lembut dan bersahaja." Kata Doni sambil terkekeh geli membayangkan tuan muda mereka.
Lalu Mia keluar sambil membawa nampan..
" silahkan om, dinikmati ,, maaf hanya ini yang bisa Mia sajikan.. " ucap Mia sambil menata dua cangkir kopi dan dan beberapa kue yang biasa ibunya jual.
,," terimakasih," ucap Dony.
Sedangkan Romy menatap Mia tanpa berkedip..n
" cantik " ucapnya spontan.
Doni melihat itu pun menegur Romy.
" hei Romy,, Romy hei." Ucap Dony sambil melambaikan tangan tepat di depan wajahnya.
Seketika Romy tersadar.
" ehh, maaf hehe" cengirnya.
" mari om saya kedalam dulu.. ibu sama ayah sudah di jalan .mungkin tidak lama lagi sampai , permisi" ucap mia ramah lalu masuk kedalam.
" Gila tu bocah Don. Cantik." Ucap Romy
" ehh gila kamu yah.,,, Dia itu sepupu Nona muda Nadila,mau di libas kamu Sam Tuan Ardhana.," Ucap Doni mengingatkan Romy.
" Haaaahhh ,, padahal cantik banget kan.,, " ucapnya lemah.
" kalau kamu serius nanti saya bantu bicara sama tuan . Tapi jangan banyak berharap. Karena anak itu sepertinya seusia Nadila. ," ucap Doni menyemangati.
," betul juga, mana mau dia sama om om kaya kita iya kan?" kata Romi putus asa.
" Jangan putus asa begitu dong. Setau saya Romy ini tidak perna jatuh cinta. Terus sekarang sudah jatuh cinta Kom tidak ingin berjuang.?" Ledeknya
" ahkk kamu. Tapi saya beruntung di perintahkan tuan kesini. Bisa melihat bidadari surga " kelakar Romi.
" padahal kemarin kemarin kamu ingin menolak kan?" Tanya Dony dengan nada mengejek.
,, Hahahaha
Mereka berdua pun tertawa lepas.
Membayangkan bagaimana tuan Wirya membujuk Romi agar mau datang ke kota K untuk menjemput keluarga Nadila, paman Restu.
Tidak lama kemudian terdengar deru mesin motor yang berhenti tepat di depan mereka.
Dony dan Romi pun berdiri menyambut siapa yang datang.
Dia paman Restu dan istrinya.
" maaf kalian siapa ?" Tanya paman Restu
" ahk maaf kami berdua ini adalah orang suruhan nona Nadila, dia meminta kami untuk menjemput kalian sekeluarga. " ucap Doni.
" jangan bohong kalian. " paman Restu tentu tidak percaya begitu saja.
" kalau bapak tidak percaya, bapak bisa melihat ini." Ucap Romy lalu menunjuk kan beberapa foto Nadila dan juga kedua bayi kembar Nadila.
Paman Restu melihat itu pun menjadi terenyuh.
Sungguh dia sangat merindukan keponakan nya itu.
" ada apa ayah?" Tanya istri nya
" Nadila Bu, lihat dia sudah melahirkan dua bayi lagi.. " ucapnya terharu.
Bibi Santi pun meraih handphone milik Romy dan benar itu adalah Nadila dan dua bayi mungilnya.
" jadi kapan kita akan kesana?" Tanya kemudian.
" secepatnya kalau bisa.,, Karena Nadila akan menikah nanti. Dia butuh wali nikah dari pihak ayahnya. " ucap Romi
" baik.. kabarkan pada Nadila kami akan segera datang. Saya sudah tidak sabar bertemu dengan nya. Paman rindu nak. Tunggu paman akan datang. Oh iya bagaimana dengan anak anak kami. ?" Tanyanya lagi.
.
" semua keluarga akan diajak kesana. Soal biaya-biaya lain bapak tidak perlu cemas tiket pesawat dan rumah tinggal sudah dipersiapkan. " kini Dony yang menjawab.
" Baik hari ini juga kami akan siap siap. Ayo Bu kita beri tahu Anak anak. Pasti mereka senang akan bertemu dengan saudara mereka. ,"Ucap paman Restu antusias.
Romi dan Doni saling pandang melihat itu.
" apa kamu punya pemikiran yang sama dengan ku Don?" Tanya Romy.
" yahh, tapi jangan sakiti anak orang. " Ucapnya datar.
" baiklah.. ingatkan aku jika itu Terjadi." Ucap Romy
," kita tunggu mereka disini. Dan kabari tuan Wirya kalau tugas kita terlaksana dengan baik. "
Lalu Romy merogoh sakunya dan mengambil handphone nya.
Lalu dia menekan tombol hijau
Tutttt tutttt tutttt.
Telpon tersambung
(Katakan,)
" mereka bersedia taun.,"
( bagus. Jadi kapan mereka akan kemari,?" )
" malam ini juga. Sepertinya mereka tidak sabar bertemu dengan Nadila dan juga tuan muda kecil ,"
( kerja bagus. Sampai disini bonus kalian akan saya tambahkan)
Klik..
" jadi bagaimana,?"
" beres.. " malam ini juga kita kama berangkat. Tiket nya sudah tuan Wirya pesan'. "