NovelToon NovelToon
Rembulan

Rembulan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:68.6M
Nilai: 5
Nama Author: ShanTi

Dua putaran matahari ia lewati bersama laki laki yang sama dengan rasa yang berbeda

Cinta yang menggebu penuh dengan dambaan yang berakhir dengan kekecewaan kemudian mundur untuk memberikan ruang.

Cinta kedua yang dibelit oleh takdir karena kesalahpahaman namun berakhir untuk saling mengistimewakan menutup semua luka yang pernah ada.

Rembulan, berapa putaran bumi kau butuhkan untuk meyakinkan bahwa dia adalah laki-laki pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShanTi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasi Goreng Special

Bangun pagi hari di rumah terasa berbeda, tidak seperti di kost an. Suara burung yang dipelihara Bapak membuat suasana terasa damai.

“Tehhh bangun solat subuh” terdengar suara Bapak di pintu.

“Iyaaaah… mau” duduk disisi tempat tidur, melihat beker sudah jam 5 pagi, semalam ia baru tidur jam 12 lebih, masih terasa ngantuk.

Setelah solat subuh, Bulan beranjak ke ruang tengah, suasana rumah masih sepi belum ada aktivitas. Ia kemudian merapikan ruang keluarga, aktivitas yang biasa dilakukannya dulu sebelum pindah kerja ke Jakarta. Gubraak… suara pintu yang terbuka dengan kasar dan cepat. Bebey.

Keluar dari kamar dengan hanya mengenakan ****** ***** boxer dan tidak memakai kaus. Bulan langsung melotot melihat kelakukan adiknya.

“Teeh… maaf tadi malam aku gak jemput, ngantuk banget kata Bapak sama Bapak aja,” sambil melengos ke kamar mandi. Ternyata dia belum sholat subuh padahal sebentar lagi matahari akan terbit.

“Kamu tuhhh… pake celana, pake baju… meni gak malu bubuligiran (gak pakai baju) kaya gitu.” Bulan menarik nafas panjang, kelakukan adiknya masih belum berubah sejak SD padahal sekarang sudah kuliah tingkat dua.

“Gak ada orang inih, biarin aja,” jawabnya sambil masuk kembali ke kamar. Bulan ingin melanjutkan protes tapi ingat kalau adiknya belum solat bisa-bisa lewat waktu terbit kalau diajak berdebat.

Benny tidak pernah mengganggap Bulan sebagai mahluk yang berjenis kelamin perempuan. Baginya Bulan adalah makhluk yang memiliki tingkat pemahaman yang tinggi akan kondisinya. Bagi Benny kakaknya adalah ibu, kakak dan teman, semuanya merangkap menjadi satu. Bulan masih ingat sampai SMP Benny masih berani berlari dari kamar mandi dengan tidak memakai pakaian gegara lupa membawa handuk. Diteriaki Bulan ibarat mendengar suara sirene, hanya sekedar suara peringatan yang tidak memberikan pengaruh apapun kecuali lemparan sandal karena telah mencemari matanya. Ia merindukan masa-masa itu, saat masalah yang paling berat dalam hidup hanyalah kurang uang buat jajan.

Bulan kemudian beranjak ke ruang tamu dan teras untuk membersihkan ruangan, dilihatnya Bapak tengah memandikan dan memberi makan burung.

“Makin banyak aja Pak burungnya, beli yang baru?” bapak tampak asyik memilah pakan untuk burung-burungnya.

“Dikasih sama teman sesama Kepala Sekolah katanya sudah malas mengurus burung, istrinya ngambek merasa gak diperhatikan.” Bapak tertawa membayangkan kekesalan temannya karena harus merelakan burung demi istrinya.

“Meni enak ketawanya. Bapak aja yang gak tau kalau istrinya temen bapak itu, mungkin lagi ngetawain Bapak, yang bisanya cuma bisa mengurus burung soalnya gak bisa mengurus istri.” Bulan menertawakan Bapak yang kemudian melotot menatapnya.

“Kamu tuh sok tau, emang kamu pernah liat Bapak ngurusin burung?” bapak terlihat cengengesan. Melihat senyum Bapak yang aneh Bulan jadi berpikir lebih cerdas, mukanya langsung kesal dan merengut.

“Bapak geuleuh ih dari kemarin mikirnya gak bener... “ ia langsung mendengus kesal. Bapak itu suka ngomong seenaknya padahal ia kan perempuan paling merasa tabu membahas masalah soal perburungan gadungan.

“Ini apa sih pagi-pagi ngomongin burung bukannya sarapan, ade laper inih,” Bebey keluar dari rumah dan bergabung dengan mereka, ia masih memakai sarung dan kaos.

“De kamu tuh jangan dibiasain solat subuh mendekati waktu terbit, malaikat udah siap-siap naik ke langit ketujuh, buku catatan udah mau ditutup. Eh kamu malah baru solat gimana sih.” Bulan memperhatikan adiknya yang tampak lebih kurus.

“Ngantuk banget Teh, kemarin tidur cuma dua jam kurang, banyak banget tugas latihan soalnya. Udah pengen pingsan aku tadi” ia menyandarkan kepalanya di bahu Bulan.

“Issshh kamu ogoan ginih, sana beli sarapan Teteh males masak pagi-pagi, pengen santai menikmati liburan di rumah” Bulan menggerakan kepalanya meminta Bebey untuk keluar membeli sarapan.

“Ahhh bosen lah beli terus mah, udah lama gak makan nasi goreng bikinan Teteh yang pake teri sama minyak wijen… atulah aku mau dibikinin nasi goreng” anak jangkung itu menyenderkan badannya ke kaki Bulan. Ishhhh…. Gayanya kaya masih anak SD aja.

“Heuuuh kamu dasar ogoan (manja)” Bulan masuk ke dalam rumah sambil cemberut. Sedari dulu ia selalu yang menyiapkan sarapan di rumah. Mak Illah baru datang setelah mereka berangkat ke sekolah. Kondisinya yang semakin menua menjadikan mereka tidak terlalu menggantungkan diri pada perempuan yang telah mengasuh mereka semenjak kecil.

Benny mengikuti Bulan dari belakang, ikut kedapur demi melihat kakaknya memasak nasi goreng kesukaannya.

“Telor ceploknya dua teh, kalau satu nanggung” sambil asyik duduk melihat Bulan sibuk mengiris bawang.

“Bikin sendiri… masa nyeplok telor sendiri gak bisa” Bulan menyemburkan aroma emosi jiwa, leveling senioritasnya keluar, tidak ingin diperbudak sama adik.

“Aku suka ga pas bikin telor ceploknya suka kematangan… kalau dibikin setengah matang suka hancur di wajannya,  gak bulet kaya bikinan teteeeehh” mencoba mengeluarkan kegemasan yang dimilikinya di masa lalu, dengan menunduk sambil memiringka kepala berharap masih bisa memperdaya Rembulan.

“Kamu udah gak lucu lagi kaya dulu, jadi jangan bergaya sok imut kaya gitu geuleuh… udah kumisan. Trus itu burung udah nonjol gede masih bergaya kaya anak SD…udah bisa punya anak kamu sekarang”  Bulan masih emosi melihat adiknya tadi keluar kamar dengan hanya memakai boxer.

“Ihhhh amit-amit...Teteh duluan dong yang punya anak.. Udah tunangan juga.. Tinggal deerr” Benny melengos, masa gegara minta nasi goreng pake telor ceplok saja musti punya anak dulu.

Mendengar ucapan 'tunangan', membuat Bulan terdiam, dalam hatinya mulai meragukan perasaan yang tumbuh kepada Juno. Tunangan kok gak krasa greget-gregetnya, gak seperti orang lain yang terlihat sehidup semati… kita yang hidup orang lain yang mati.

Dalam waktu singkat, tiga piring nasi goreng sudah tersaji di meja makan. Dari dulu keahlian Bulan adalah membuat menu sarapan, nasi goreng, mie goreng, roti isi, dan bubur manis. Keempat jenis menu ini yang terus berputar setiap hari selama bertahun-tahun, sehingga semuanya terbiasa dengan menu buatan Bulan.

“Hadeuuuh aku gak nyangka bakalan kangen sama nasi goreng ini padahal dulu aku sempet bosen makan nasi goreng ini terus.” Benny menyuap nasi goreng dengan suapan besar. Dalam waktu lima belas menit sudah licin tandas, matanya sudah melirik piring Bulan yang tampak terisi penuh.

“Kenapa masih laper? Beuuuh dasar perut karet… nih makan abisin” Bulan menyodorkan nasi goreng miliknya kepada Benny yang disambut dengan gembira. Bapak tersenyum melihat interaksi keduanya, tidak sia-sia menyuruh Bulan pulang. Kesempatan yang langka bisa melihat anaknya berkumpul, sebentar lagi mungkin akan sulit memaksa Bulan pulang kalau sudah menikah.

1
Mak Lis
4 Juni 2018.. berarti anniversary Bul❤️ Jun udah 8 tahun😍
Mak Lis
😭😭😭😭😭😭😭
💐Tari Nyonya Sibuea💐
ya Allah kngen na sm neng bulan😍baca ulang di juli 2026😍😍
Siti Hamidah Nurseha
suka baca nya best lah pokoknya
Mak Lis
mis pempek masih aja pantang menyerah buat usaha agar bisa ngomong sama Juned

Juno makin kesini makin gesrek..ungkin aslinya emang gitu..tapi selama ini tertutup mendung gara2 gagal move on
Teh Qurrotha
komen ke 227 ditahun 2026 bulan juli hahai
Mak Lis
Bulan berhasil membuat Juno berubah jadi stand up😀😀😀
Mak Lis
tuh kan.. merasa kehilangan kan.. gara2 gak bisa move sampa gak tau kalo Bulan lawan bicara yg mmenarik, menyenangkan, menggemaskan dan blak2an
Mak Lis
masih nyesek.. tapi jawaban "nggak' Bulan tanpa pikir saat diminta memberi kesempatan lagi untuk lebih menjalin hubungan lagi biar lebih mengenal bikin kaget Juned tapi kita bersorak.. bulan bisa tegas..
Riska Wulandari
Anjar mulutmuu
Riska Wulandari
kasihan Anjar tapi waktu itu Anjar juga nolak kan..
Mak Lis
leherku rasanya tercekat, dadaku rasanya penuh😭😭😭😭😭
Mak Lis
🥺🥺🥺🥺🥺
Mak Lis
Juno terlalu tenggelam dg masa lalunya.. dan terlalu memandang dg negatip
Mak Lis
Anjar ternyata menjelaskan pada Juno, takut salah sangka.. tapi tetep aja gayanya nengil😀😀😀
Mak Lis
Anjar keselek kita ngakak.. sori njar kita gembira atas musibahmu😄😄😄
Mak Lis
seharusnya kata2nya bukan"Anjar duduk sebelah teman Juno" tapi "Anjar duduk sebelah Juno" karena Bulan duduknya berhadapan dg Juno.. bener nggak..🤔
Maria Kibtiyah
emang jahat lu inge gk punya otak
indri sumarno
buka dan baca lagi rembulan ,duuuuh kangen banget kapan ada lagi novel2 dr teh Shanti , hibernasinya sudah sekian ratus purnama,hayuuuk atuh teteh bikin yg bagus2 lagi😍😍😍
Fierda
Kembali k sini d tahun 2026, kangen sama muneeeyyy 🤭 ternyata sudah 5 tahun yang lalu cerita ini 🥲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!