Kisah putri Prince Richard Carrington dan Princess Alisha Léopold
Zayn selalu percaya cerita Putri dan Kacang Polong untuk mencari putri yang tulus tapi tidak percaya gadis-gadis jaman sekarang. Akhirnya dia memakai sayembara mencari pasangannya. Naasnya saat dia sudah mengadakan sayembara, Zayn kecelakaan. Di hari H nya, semua princess yang diundang langsung menatap sinis ke Zayn. Kecuali Anette Carrington. Princess Inggris dan Belgia itu pun menerima lamaran Zayn.
Dari merasa iba, Anette dan Zayn jatuh cinta. Namun hubungan mereka terancam saat rahasia besar Zayn mulai terungkap. Bagaimana sikap Anette ke suaminya?
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran Khas Suami Istri
"ZAYN! Kan aku sudah bilang! Tanah disitu tidak rata!" omel Anette sambil menghampiri suaminya. "Kenapa sih kamu keras kepala!"
Zayn hanya tersenyum. "Sebenarnya ... Aku belum bisa berjalan sempurna sih ... Addduuuhhhh!"
Anette mengeplak bahu suaminya. "Sudah tahu belum benar, kenapa ngotot sih!"
Farouk dan Habas memilih diam karena Anette dalam mode marah. Mereka masih sayang kepala mereka dari pukulan Lady Anette.
"Aku membolos fisioterapi demi bertemu kamu ... Addduuuhhhh!" Kali ini telinga Zayn yang jadi sasaran tangan halus Anette.
"Membolos pulak!" pendelik Anette.
"Aku lupa, kamu mantan guru ...." Zayn meringis sambil memegang telinganya.
"Bawa Sheikh kalian masuk ke dalam!" perintah Anette yang lebih ke arah dongkol daripada rasa rindunya.
"Anette! Tidak ada peluk cium?" tanya Zayn yang berharap istrinya akan memeluk dan menciumnya, bukan dengan keplakan dan jewer telinga.
"Tidak ada! Aku marah padamu!" balas Anette sambil masuk ke dalam rumah peristirahatannya.
Zayn menghela nafas panjang. "Bantu aku Boys."
Farouk dan Habas membantu Zayn berdiri dan memegangi Sheikh Abu Dhabi itu. Zayn kali ini lebih hati-hati dalam melangkah dan mereka pun masuk ke dalam rumah cantik itu.
"Tuanku, anda tidak mudah mengambil hati Lady Anette. Dia bukan tipe wanita yang mudah terharu," bisik Farouk.
"Sepertinya, aku lebih suka kena pukul deh daripada dicium," gumam Zayn.
"Kenapa?" tanya Habas yang bingung dengan analogi Sheikh-nya.
"Tandanya Anette masih peduli. Itu tindakan spontan kan?" tanya Zayn. "Dan wajahnya bukan marah seperti saat itu ... Lebih ke cemas. Berarti Anette masih ada rasa padaku."
Farouk dan Habas saling berpandangan. Mereka tahu, saking rindunya, Zayn mulai error otaknya.
Ketiganya melihat rumah cantik yang perpaduan kayu dan batu alam. Meskipun dari luar sepertinya akan gelap dan suram khas Inggris, tapi ternyata di dalam sangat terang dengan lampu yang banyak hingga tidak gelap di musim dingin ini. Zayn yakin jika musim panas, banyak jendela yang dibuka hingga penerangan dan pencahayaan alami akan menerpa ruangan dengan gaya Tudor itu.
Zayn merasakan suasana yang hangat di dalam ruang tengah dari perapian yang nyala. Dia juga melihat banyak buku disana dan hiasan yang menunjukkan siapa pemilik rumah ini.
"Dudukan di sofa! Kalian bawa kursi rodanya tidak?" tanya Anette ke Farouk dan Habas.
"Kami bawa, My Lady. Bahkan sebelum kemari, sudah kami modifikasi karena Sheikh Maximilian sudah memberitahu kalau disini jalannya masih tanah dan becek kalau musim dingin," jawab Habas.
Anette menatap dingin ke suaminya sambil bersedekap. Zayn tahu, Anette lebih ke arah marah daripada ke kasihan padanya.
"Tinggalkan kami berdua, Farouk, Habas. Kalian bisa mencari Melanie di dapur!" perintah Anette yang keluar aura princess nya.
Farouk dan Habas membungkuk hormat lalu pergi meninggalkan Zayn hanya bersama dengan istrinya. Zayn menatap kedua pengawalnya yang hanya memberikan tatapan "Good luck Sheikh."
"Sekarang ...." Anette berjalan ke arah Zayn yang segera menatap istrinya. "Bagaimana bisa kamu datang ke Carmunnock? Apa Tante Milly sudah kasih ijin? Aku tidak yakin Tante Milly akan membiarkan pasiennya pergi begitu saja!"
Zayn menelan salivanya dengan susah payah. Duh! Marah ini!
"Well, Zayn?" Mata biru Anette berkilat marah.
"Ehem ... Aku ikut Maxi. Dia ada urusan bilateral dengan First Minister Skotlandia dan Hayden juga ikut ... Aku juga ikut. Eh, aku merayu Bibi Milly agar diijinkan ikut dan ... Memang butuh perjuangan ...Tapi ... Alhamdulillah, permintaan aku di terima ... Cuma dengan syarat ... Ehem, aku hanya dua hari disini dan lusa aku sudah kembali ke Glasgow bersama Maxi dan Hayden ...." Zayn membasahi bibirnya. "Apakah kamu ... Marah?"
Anette mendengus. "Sudah tahu ... Masih tanya!"
"Aku ... Rindu kamu, Net. Kita hanya berhubungan lewat telepon dan video call. Aku ingin melihat kamu langsung ... Kita masih menikah kan? Aku belum ada kata T itu dan kamu tidak mengirimkan surat cerai juga ...."
Anette memalingkan wajahnya. "Aku memang belum mengirimkan karena aku masih memberikan kesempatan padamu. Kesempatan yang terakhir!"
"Anette, aku tidak selingkuh dengan Aisyah! Demi Allah! Kan kamu dengar sendiri! Dia hanya ingin memiliki aku dan kak Zafar ... Dia ingin memiliki kita berdua. Kamu boleh minta aku sumpah di atas Al Qur'an bahwa aku selama ini tidak ada hubungan dengan Aisyah! Dia sudah jadi istri kakak aku! Dan aku sudah tidak ada perasaan padanya sejak kami putus! Bahkan saat aku tahu dia dengan kak Zafar, aku senang karena dia mendapatkan yang terbaik!" ucap Zayn penuh emosi. "Aku hanya cinta kamu Net! Hanya kamu yang aku pilih dari semua princess kemarin dan aku tidak salah pilih!"
"Aku sepertinya yang salah pilih ...." Anette menatap dingin.
"Anette ...." Zayn meraih tangan Anette. "Jangan bilang begitu. Kita saling mencintai bukan?"
"Cinta saja tidak cukup, Zayn."
Zayn tahu istrinya masih marah. "Bagaimana jika kita mulai dari awal. Halo Lady Anette ... Aku adalah Sheikh Zayn bin Abdul Azis. Usiaku 27 tahun mau 28 tahun. Aku punya pengakuan ... Dalam hidupku, aku berhubungan dengan dua wanita. Saat aku remaja, bersama dengan Aisyah dan kami berpacaran selama setahun. Lalu yang kedua bersama Rachel saat aku kuliah. Kami tinggal bersama tapi putus karena dia tidak mau pindah Islam. Setelah itu, aku tidak ada wanita lain. Aku bersumpah, itu yang sejujurnya. Bahkan saat kakakku menikah dengan Aisyah, AKU TIDAK ADA PERASAAN CEMBURU! Hingga aku membuat sayembara itu. Saat tahu siapa saja princessnya, aku langsung tertarik padamu dan ternyata kamu memang wanita idaman aku. Aku hanya cinta kamu, Net. Kamu boleh hajar aku kalau aku berani macam-macam," ucap Zayn panjang lebar.
Anette menghela nafas panjang.
"Anette, ayo perkenalan lagi," bujuk Zayn dengan wajah jenaka berusaha menghibur istrinya.
Anette menghela nafas panjang berulang kali sebelum mengatakan sesuatu. Dia merasa ini konyol tapi tetap dia lakukan.
"Sheikh Zayn bin Abdul Azis ... Perkenalkan namaku Anette Victoria Marjorie Léopold Carrington. Usia 22 tahun hendak 23 tahun, mantan guru TK, lulusan fakultas pendidikan London College, belum pernah bersama dengan pria manapun karena sebagai princess, kita tidak boleh sembarangan dalam berhubungan. Sekarang sudah menikah dengan pria menyebalkan yang tidak mau mendengarkan apa ucapan dokternya. Rasanya aku sendiri ingin menendang patpat pria ini kembali untuk fisioterapi!" balas Anette judes.
Zayn melongo. "Kamu mau ... Tendang aku kembali ke Manama?"
"Kalau bisa! Sekarang, kamu mau menginap atau kembali ke Glasgow?"
"Menginap lah!"
***
Yuhuuuu up Pagi Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu