Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
Azelva sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP atas permintaan Kellano. Padahal wanita cantik itu merasa lukanya tidak terlalu parah dan tidak mengharuskannya untuk dirawat inap. Namun, tanpa sepengetahuan Azelva, Kellano meminta pada dokter untuk tidak memperbolehkan wanita itu pulang sebelum lukanya benar-benar sembuh.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Namun Azelva belum juga memejamkan matanya. Wanita cantik itu bergerak gelisah di atas tempat tidur. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menyeruak menyelimuti hatinya.
"Kenapa perasaanku tidak enak?"
Tiba-tiba saja air mata Azelva mengalir tanpa kendali, dadanya terasa sesak membuat napasnya nyaris tercekat. Azelva menekan dadanya yang terasa perih, wanita cantik itu tidak tahu apa yang terjadi padanya.
Di saat yang bersamaan, Kellano akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruang rawat Azelva. Setelah sebelumnya pria itu mondar-mandir di depan ruang rawat Azelva selama hampir 15 menit.
Ceklek
Azelva menatap datar Kellano yang baru saja masuk ke dalam ruangannya. Wanita itu langsung memalingkan wajahnya saat Kellano membalas tatapannya.
"Apa aku membangunkanmu?" Kellano duduk dekat Azelva tanpa diminta. Jaraknya yang sangat dekat dengan Azelva membuat pria itu bisa melihat wajah Azelva dengan sangat jelas. "𝘊𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩."
Sebenarnya Kellano merasa tidak enak karena sudah mengganggu tidur wanita cantik itu. Namun, dalam hatinya pria itu bersyukur karena tidak perlu bingung mencari cara untuk membangunkan Azelva.
Azelva menggelengkan kepalanya. Namun tidak sepatah katapun keluar dari bibirnya. Wanita cantik itu membisu, pertemuannya dengan Kellano masih membuatnya shock.
Tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Azelva maupun Kellano sama-sama diam. Rasa canggung tidak bisa terelakkan.
Kellano bingung harus memulainya dari mana. Ia tidak punya waktu lagi untuk sekedar basa-basi. Ia benar-benar sangat membutuhkan bantuan Azelva saat ini.
"Azel, apa aku boleh minta bantuanmu?"
Pada akhirnya Kellano benar-benar menjatuhkan harga dirinya. Entah Azelva akan beranggapan seperti apa, Kellano tidak peduli, ia tidak punya cara lain. Hanya Azelva satu-satunya orang yang bisa menolongnya.
Azelva tidak langsung menjawab. Wanita cantik itu menaikan sebelah alisnya, perlahan bibirnya mulai menyeringai.
Cih, dasar gak tahu malu, gumam Azelva dalam hati.
Jika Zidan adalah pria tidak tahu diri, maka Kellano adalah pria tidak tahu malu. Keduanya sama-sama pria kurang ajar di mata Azelva. Setelah Kellano mempermalukannya di masa lalu, sekarang pria itu tiba-tiba datang meminta bantuan padanya. Kenapa ada pria setidak tahu malu Kellano?
"Maaf, aku bukan dokter, aku juga bukan Tim SAR," jawab Azelva dengan ketus.
Kellano diam-diam tersenyum, pria itu sangat gemas dengan jawaban Azelva.
"Aku gak becanda, Zel." Ucap Kellano. Mata teduh itu kembali menatap mata hazel milik Azelva. Namun lagi-lagi, wanita cantik itu menghindari tatapannya.
"Yang becanda siapa?" Tanya Azelva. Wanita cantik itu memberanikan diri menatap Kellano. Untuk sesaat keduanya saling menatap, namun Azelva lebih dulu memutuskan tatapannya. Hatinya terlalu sesak. "𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘪 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶?"
Walaupun hanya sekilas, Kellano bisa melihat ada kesedihan mendalam di mata Azelva. Dan entah kenapa, Kellano ikut merasa sakit melihat tatapan mata Azelva itu.
"𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘬𝘩𝘪𝘢𝘯𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘮𝘶," 𝘨𝘶𝘮𝘢𝘮 𝘒𝘦𝘭𝘭𝘢𝘯𝘰 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪.
Kellano pikir, Azelva sedih karena pengkhianatan suaminya. Tanpa Kellano sadari, justru dirinyalah yang menjadi penyebab terbesar penderitaan Azelva.
"Azel, jadilah ibu susu putraku!"
Deg
Azelva tersenyum getir. Satu kalimat Kellano itu berhasil membuat hati Azelva kembali sakit. Bahkan rasa sakitnya ribuan kali lipat lebih sakit dari sebelumnya.
"𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪𝘮𝘶, 𝘉𝘳𝘦𝘯𝘨𝘴𝘦𝘬?"
Azelva ingin sekali berteriak dan memaki pria itu, namun semuanya percuma saja. Karena, apa yang selama ini Azelva pertahankan pun sudah tidak ada lagi. Biarlah selamanya Kellano tidak akan pernah tahu, rahasia ini akan Azelva bawa sampai mati.
"Memangnya ke mana ibunya? Kenapa minta tolong orang lain untuk menyusui putranya? Dasar bodoh!" Wanita cantik itu tersenyum sinis di akhir kalimatnya.
Azelva pikir istri Kellano itu enggan menyusui putranya sendiri. Karena itu, Kellano meminta tolong orang lain untuk menjadi ibu susu putranya.
Jujur saja Kellano sangat malu, pertanyaan Azelva itu begitu menampar harga dirinya. Tapi mau bagaimana lagi, apa yang Azelva katakan itu memanglah kenyataannya.
"Ibunya pergi setelah melahirkan. Ya, mungkin Kamu benar. Dia tidak mau mengurus putranya."
Azelva tertegun, sebenarnya ia hanya asal bicara saja, rasa kesalnya lah yang membuat Azelva berkata seperti itu. Ia tidak pernah menduga ada seorang ibu yang tega meninggalkan putranya sendiri setelah melahirkan.
Di satu sisi, Azelva merasa iba. Ia membayangkan bayi kecil yang baru lahir tidak mendapatkan kasih sayang dari ibunya. Tapi di sisi lainnya, apakah ia sanggup?
Azelva harus mengurus putra Kellano, sementara dia sendiri baru saja kehilangan putranya.
"Maaf, aku tidak bisa."
...----------------...
Sementara itu, Zidan baru saja sampai di rumah Azelva. Rumah yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Pria itu menapaki satu persatu anak tangga menuju kamar Azelva Dia bahkan meninggalkan Venya yang masih berada di dalam mobilnya.
Brakkk
"AZELVA!"
Zidan masuk ke dalam kamar yang selama ini Azelva tempati, namun ia tidak menemukan keberadaan Azelva di sana. Zidan juga tidak menemukan barang-barang milik Azelva yang di simpan di tempat-tempat biasanya.
"Apa dia benar-benar pergi?"
Zidan pikir Azelva hanya menggertak saja saat wanita itu mengatakan akan keluar dari rumah ini. Rupanya wanita itu benar-benar serius dengan ucapannya.
"Aku ingin lihat sampai di mana dia bertahan di luar sana."
Zidan yakin besok pagi pun wanita itu akan kembali ke rumah ini.
"Mas, kenapa Kamu masih nyari Azel? Bukannya Kamu bilang akan cerai sama dia?" Tanya Venya. Wanita itu mendengar teriakan Zidan saat memanggil Azelva.
Venya takut Zidan mengingkari ucapannya. Karena, sebelum Zidan dan Azelva resmi bercerai, posisinya masih belum aman.
"Mas memang akan menceraikan dia, tapi sebelum itu mas harus melakukan sesuatu pada Azel," ucap Zidan. Pria itu terlihat menyeringai. Berbagai rencana mulai tersusun rapi di kepalanya.
"Memangnya apa yang mau Mas lakukan?"
𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
ayo segera kita sambut si regina 👏
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣