NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garo Jhoven

50 Tahun yang lalu..

Padang rumput Gakuen. Tempat yang akan menjadi saksi dari peristiwa perang berdarah tanpa mahkota.

Di tiap ujungnya, Savior masing-masing kerajaan bersiap untuk melancarkan serangannya.

Kerajaan Khanox; 60.000 prajurit savior, 6 Komandan Besar, 1 Jenderal Tinggi.

Kerajaan Vladmir; 90.000 prajurit savior, 9 Komandan Besar, 1 Jenderal Tinggi.

Kerajaan Solarius; 80.000 prajurit savior, 4 Komandan Besar, 2 Jenderal Tinggi.

Seorang pria muda berusia 25 tahun berdiri didepan para pasukannya, ia adalah Komandan Besar termuda yang Kerajaan Khanox pernah miliki. Diatas kudanya ia berusaha terlihat tegar meskipun kekhawatiran masih ada dalam hati kecilnya.

*plak!

Seorang pria dewasa berusia 40 tahun menepuk pundaknya. Pria itu memiliki kharisma tersendiri, tampangnya memang menakutkan dengan kumis dan janggut tebal, namun sebenarnya ia sangat baik hati dan merupakan seorang pemimpin yang luarbiasa.

"Apa yang kamu khawatirkan komandan muda!?"

"Ah! Komandan Besar David Weller! Apa yang membuat anda pergi ke barisan pasukan saya, pak?" Tanya komandan muda itu sedikit takut.

Ternyata Pria yang menepuk pundaknya adalah rekan seniornya, salah satu dari 6 komandan besar Khanox.

"Santai saja, aku hanya kebetulan melihat juniorku sedang banyak pikiran dan berniat membantunya." Balas David menyeringai.

"Ya pak.. Sebenarnya, saya sedikit khawatir. Pertama, kita kalah jumlah dari 2 Kerajaan musuh. Kedua, ini adalah kali pertama peperangan yang saya ikuti setelah dilantik menjadi komandan besar, dan skala perangnya juga bukan main-main.. Ini adalah perang yang sangat besar! Entah, apakah saya bisa melakukannya dengan baik atau tidak.." ungkap komandan muda itu.

"Percayalah pada dirimu sendiri, percayalah pada rekanmu, bawahanmu dan yang terpenting.. Percayalah bahwa Dewa Khae’Thuun akan melindungi kita semua. Jangan hilangkan kepercayaanmu pada Dewa nak." Lanjut David.

"Begitu ya.. Setelah ini semua berakhir, mungkin aku akan pensiun pak.."

"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah pensiun?"

"Entahlah.. Mungkin aku akan tinggal didesa kecil dan menjadi penjual mainan gelembung dewi Elythra HAHA! Dan.. Membangun keluarga kecilku? Mungkin itu lumayan asik."

"Bagus sekali, maka tetaplah hidup sampai saat itu tiba.. Anu siapa namamu? Memoriku lumayan buruk haha."

"Garo pak! Garo Jhoven." Balas komandan muda itu dengan senyuman.

"Baiklah Garo, setelah perang ini selesai, ayo kita minum minum! Aku yang traktir. Semoga dewa melindungimu Garo. Terpujilah Dewa!"

Terpujilah.. Dewa.

####

Masa Kini, masih di Desa Mooire.

Pertempuran antara Vitalii Aizen vs Garo Jhoven.

**SLAAAAASSSSSHHHH!!! *JDERRRR*!!

Vitalii melemparkan tebasan mematikan. Garo menghindari tebasannya sembari balik menyerang dengan rentetan peluru gelembung biru berkecepatan tinggi.

*Splash..

Salah satu peluru Garo berhasil melukai pipi Vitalii.

"Hm.. Sepertinya peluru ini bukanlah peluru sembarangan ya, teknik regenerasiku tidak bisa bekerja dengan baik." ucap Vitalii heran.

Informasi : Peluru yang ditembakkan Garo adalah gelembung pertahanan yang sama seperti yang digunakan untuk melindungi Kai diawal, namun Garo mengkompresnya menjadi berukuran sangat kecil hingga gelembung itu mampu menjadi alat menyerang berdaya hancur dengan kecepatan yang super tinggi. Sejak awal berkah yang dimiliki Garo sangat tidak cocok untuk peperangan atau menjadi unit penyerang, namun karena kelihaiannya dan mampu memaksimalkan potensi berkahnya, ia bisa menjadi Savior hebat yang telah banyak mengalahkan musuh dipeperangan.

Tambahan: Tidak semua berkah yang diberikan Dewa/i dimaksudkan untuk bertempur, berbagai macam berkah hadir untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan, semua tergantung bagaimana manusia menggunakan dan memaksimalkan potensinya.

"Jika bukan karena rabun oleh usia, maka saat ini kepalamu sudah berlubang karena bidikanku itu nak, bersyukurlah." balas Garo.

"Tch. Orang tua banyak bicara ya kau ini. Menarik."

Disisi lain, Kamp prajurit Vladmir didirikan di berbagai tempat didalam maupun luar Desa Mooire.

"Hei kau, anak baru. Dimana kapten berada? Mengapa ia belum kunjung kembali? Laporan menyatakan bahwa Desa ini telah berhasil ditakhlukkan. Apa yang sebenarnya terjadi?"

"M-maaf wakil komandan besar ! Saat ini Komandan Besar Vitalii sedang berduel dengan seseorang! Kami masih belum mengetahui siapa orang itu, namun rumor mengatakan bahwa dia hanyalah seorang pak tua!" Balas anak baru itu.

"HAHAHAH! Seperti yang kuduga dari kapten kita, dia selalu saja menemukan orang yang unik!"

"Diamlah Michael! Ini tidak lucu, apa yang dia pikirkan hingga menerima duel tidak penting seperti ini sih. Sungguh aku tidak mengerti jalan pikiran kapten kita! Aku akan bergegas menyusulnya. Kau ikut tidak, michael?"

"Sudah lah Raizel, tenang dulu. Duduk dan bersantailah disini. Kapten itu.. Monster dalam pertarungan 1 lawan 1. Dia tidak membutuhkan bantuan kita. Membantunya malah akan membuat harga dirinya jatuh, sebaiknya diamlah disini jika kau masih sayang nyawamu.. AHAHA!"

"Tch, aku tidak berniat membantunya bodoh.. Aku hanya penasaran, siapa orang yang dilawannya itu. Bahkan kapten jarang menerima tantangan duel 1v1 denganku, hanya karena kekuatanku yang belum cukup. Namun disini.. Dia sampai menerima 1v1 dengan warga asing desa kecil?? Hell nah."

"Ya, jika kapten Vitalii sampai berbuat demikin, sudah pasti lawannya bukanlah sosok sembarangan. Namun tetap saja.. kapten yang akan menang."

2 Tokoh yang saling berdebat diatas adalah Raizel Valentine (Wakil Komandan Besar II/Tangan Kiri, Vitalii), dan Michael Wegner (Wakil Komandan Besar I/Tangan Kanan, Vitalii).

####

*JBOOMMMM!

*SLAASHHH!

*JDEERRR!!

*SPLASSHH

Jual beli serangan terjadi secara intens, namun posisi Garo dirugikan. Karena ia harus bertarung sembari melindungi Kai. Energi spiritualnya makin menipis, disisi lain Vitalii tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau dia akan berhenti menyerang.

Sepanjang pertarungan, Garo banyak menghabiskan waktu untuk menghindar dan membuat jarak antara mereka dengan Vitalii.

(Bagaimana ini.. Musuh tidak memberikan celah sekecilpun untukku bisa menyerang balik.. Energi spiritualku makin menipis.. Oh Dewi.. Apa yang sebaiknya ku lakukan..)

"ADA APA PAK TUA?! MULAI KEHABISAN ENERGI SPIRITUAL?? HAHAH!" Ucap Vitalii sambil terus mengejar Garo dan melayangkan tebasan mautnya.

Kai yang digendong oleh Garo saat itu mampu merasakan kegelisahan dan kelelahan yang dirasakan olehnya.

"Pak tua.. Kau bisa menurunkan aku kok! Aku akan bersembunyi! Kau tidak perlu melindungiku lagi! Fokuslah pada Vitalii pak!" Kai merasa frustasi karena dirinya hanya menjadi beban bagi Garo.

"Bicara apa kau ini.. lihat dibawah sana.. Para prajurit Vitalii telah mengepung dan bersiap membunuh.. Kau tidak mungkin bisa bertahan Kai.. Satu- satunya jalan adalah terus bertarung diatas rumah warga ini sembari mencari celah untuk kabur. Tenang saja, pak tua ini yang akan menang!"

Kai menahan air matanya, mempercayakan semuanya pada Garo. Meskipun bahkan sebagai seorang awam, Kai dapat melihat tidak ada celah kemenangan disini. Perbedaan kekuatan antara Garo dan Vitalii terlampau besar, dan alasan itu sudah cukup untuk mendefinisikan kekalahan.

"Cukup kejar-kejarannya. Aku akan mengakhiri ini semua."

*Brrzztt!

Sesaat Garo merasakan hawa membunuh yang luar biasa dari Vitalii, ia tahu bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

"Pak Garo? Ada apa pak??" Tanya Kai khawatir, melihat wajah Garo berkeringat dan tubuhnya bergetar.

(Tidak sempat.. Namun aku akan tetap memenuhi janjiku pada Dewi Elythra.. Aku akan melindungi sang anak yang dipilih oleh Takdir!! Kai.. Tetaplah hidup.. Maaf aku hanya bisa sejauh ini..)

Garo berhenti, ia menurunkan Kai dari punggungnya.

"Berdirilah dibelakangku nak.. Tutuplah matamu, semuanya akan baik-baik saja.." Ucap seseorang yang telah siap menerima takdirnya.

"Tapi!! PAK GARO! APA YANG SEBENARNYA AKAN TERJADI??!!"

"Dia datang..." ucap Garo.

Morvael.. Dead men tell no tales, vol 2... GEHENA SLASH!!!

*SWOOOSHHHH!!

Kai menutup matanya. "PAKK GAROOOO!!!!"

Tepat sebelum tebasan itu menghantam, Garo menoleh dan tersenyum pada Kai. "Tetaplah hidup Jhoven Kai! Aku akan melihat kisahmu dari atas sana! Di tempat para dewa-dewi berada!"

Tanpa diberitahu, Kai sudah mengerti. Pak Garo mewariskan nama Jhoven, nama keluarganya pada orang asing sepertinya.

*JBOOOOOOMMMMM!!!!

Ledakan super dahsyat terjadi. Ledakannya bahkan terlihat jauh, hingga ke kota-kota terdekat dari desa mooire.

Kedua wakil komandan Vitalii tersenyum dari kejauhan.

"Akhirnya selesai juga ya.. Kapten."

Asap besar memenuhi langit.

"Pak..P-pak Garo.."

*BRUUKK!!

Tubuh Garo terlihat mengerikan, tebasan itu benar-benar membuatnya hancur. tubuhnya terjatuh dihadapan Kai.

"PAK GAROOO!!!!" Teriakan kesedihan Kai menandai berakhirnya duel itu.

Bahkan disaat terakhir pun beliau masih tetap memperioritaskan keselamatanku.. Kenapa.. KENAPA PAKK!?? KENAPA HARUS AKU!!? AKU CUMA BOCAH TIDAK BERGUNA YANG DIBUANG OLEH LANGIT! KENAPA... Kenapa.. Tapi.. Terima Kasih.. Pak Garo.. Aku tidak akan melupakanmu.. Tunggulah aku diatas sana pak, saksikan kisahku yang akan menjadi Savior terhebat melampaui langit!

Dihari itu seorang anak telah bersumpah dan takdir yang baru telah ditentukan.

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!