Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Godaan cindy
Fira masuk ke dalam kamar Hana. keduanya sedikit terkejut dan salah tingkah begitu Fira menghampiri mereka
" Ada apa? kenapa suasana menjadi canggung seperti ini?" tanya Fira pura-pura tak tau apa yang terjadi
" Tidak ada apa-apa" jawab Krisna kemudian keluar dari kamar itu meninggalkan Fira dan Hana
" Han, apa boleh aku bicara padamu?" ucap Fira terlihat serius
" Tumben sekali kau terlihat serius fir? sepertinya yang ingin kau bicarakan ini adalah hal penting" ucap Hana
" Aku tak sengaja mendengar percakapan kalian barusan. dan aku rasa sebaiknya kamu beri kesempatan pada Krisna. kita berdua tau bahwa dia sangat mencintaimu. aku hanya tidak tega jika kau mengecewakannya lagi. sudah banyak rasa kecewa yang kau berikan padanya" ucap Fira
" Maafkan aku" ucap Hana
" Aku tidak meminta maafmu. aku hanya ingin kau tau, bahwa dia adalah pria yang tulus, dan baik. bahkan kita sudah mengenalnya dari kita kecil. lihat Clarissa, dia juga sangat menyukai Krisna, mereka sangat dekat, karena apa? karena dia pria pertama yang menggendong Clarissa" ucap Fira lagi
" Maksud kamu?"
" Maaf karena aku sudah membohongimu, sebenarnya yang mengadzani Clarissa saat dia lahir itu adalah Krisna, bukan dokter seperti yang aku katakan. dia yang memintaku untuk tidak mengatakannya padamu" ucap Fira lagi
" Aku akan memikirkannya lagi. beri aku waktu. tapi jujurlah padaku, apa kau tidak punya perasaan padanya? aku takut jika aku bersamanya itu akan melukai hatimu" ucap Hana
" Kau gila? mana mungkin aku punya perasaan padanya? aku sudah menganggap kalian berdua itu sahabat dan saudaraku. jangan takut, aku sama sekali tak memiliki perasaan padanya. lagian aku juga sudah punya kekasih kok" ucap Fira
" Benarkah? siapa pria yang tidak beruntung itu?" ucapnya bercanda
" Sialan kamu" ucap Fira memukul lengan Hana kemudian mereka berdua tertawa
*****
Mayang masih saja terus terbayang wajah Hana yang menatapnya di balik pintu, dia tak tenang dan tak dapat memejamkan mata. dia pun segera menghubungi Rangga yang baru saja selesai menjawab panggilan angel
" Halo, ada apa? apa kau tak tau ini sudah malam, aku ingin beristirahat" ucapnya sedikit kesal
" Rangga, aku takut. tolong pulang sekarang" ucapnya
" Apa yang kau takutkan?"
" Hana. dia tadi datang dan mengganggu ku. aku sangat takut, Rangga" ucapnya
" Mana ada orang yang sudah mati bisa kembali datang ke sana, bodoh..!"
" Aku tidak bohong...!! aku takut..!! pulang sekarang...!!" ucapnya teriak
" Dasar gila kamu, Mayang. kemarin kau bilang bahwa pria tua itu di sana, sekarang kau bilang Hana datang menemuimu? apa itu alasanmu untuk mendapat perhatianku? sudahlah, jangan ganggu aku" ucap Rangga segera mengakhiri panggilan Mayang dan menonaktifkan ponselnya
Tiga hari pun berlalu, Rangga sudah kembali dari luar kota. dia bergegas menghubungi sekretaris angel dan meminta untuk bertemu di kantornya agar bisa menyerahkan sertifikat vila padanya
Wanita itu segera memberitahukan angel soal itu. mereka pun mengiyakan
" Kau harus tampil cantik dan seksi, usahakan dia sampai tergoda denganmu" pinta angel
Tak lama sekretaris angel yang bernama Cindy pun datang ke kantor rangga. sepertinya yang di perintahkan, dia pun mengenakan pakaian yang sedikit terbuka dan pendek, dengan makeup yang sedikit tebal di bagian bibir agar terlihat seksi
" Selamat sore, pak rangga" ucap Cindy dengan senyum manis
" Selamat sore" jawab Rangga masih sibuk menulis sesuatu
" Bapak memanggil saya kesini, apa ada hal penting yang harus di bicarakan?"
" Jadi maksud tujuan saya memanggilmu kemari karena-" Rangga tak menyelesaikan ucapannya lantaran terkejut melihat penampilan wanita itu sangat berubah saat bersama angel
" Pak Rangga?" ucap Cindy menyadarkan Rangga yang sedari asyik memandangi keindahan tubuh Cindy
" Oh iya maafkan saya. silakan duduk" pinta Rangga
Sebelum cindy bergerak dari tempatnya, dia sempat memasang kamera kecil di depan meja kerja Rangga, yang langsung berhadapan dengan sofa. Cindy sengaja memilih duduk di sofa bagian yang langsung mengarah ke kamera dengan menyilangkan kakinya
" Sekretaris saja secantik ini, apalagi bosnya. jika aku bisa mendapatkan angel, lalu menjadikan Cindy sebagai selingkuhanku, pasti hidupku akan sangat bahagia" bathinnya melangkah menghampiri Cindy, matanya tak lepas dari Cindy
" Apa bosmu tak keberatan jika kau berpakaian seperti ini?" tanya Rangga duduk di samping Cindy
" Maaf pak, kalo anda merasa kurang nyaman dengan pakaian saya. saya hanya mengenakan pakaian ini saat bu angel sedang tidak di Indonesia" jawabnya berbohong
" Tidak, saya bukan tidak nyaman. saya suka cewek yang berani seperti mu"
" Maksud bapak?"
" Karena kamu berani menemuiku dengan pakaian seperti ini. apa kau sengaja ingin menggodaku?" ucapnya mendekati cindy
" Tidak pak, sebenarnya saya ada janji dengan kekasih saya setelah dari sini. makanya saya berpakaian seperti ini" jawabnya kembali berbohong
" Jadi kau sudah punya kekasih? apa kekasihmu itu tampan dan royal padamu?" tanya Rangga makin mendekati cindy, bahkan tangannya sudah berada di atas paha Cindy
" Maaf pak" ucap Cindy sengaja merasa gugup
" Kenapa? kau tak suka jika aku melakukan ini padamu?"
" Bukan begitu pak, hanya saja anda adalah calon suami bu angel, bagaimana jika nanti dia tau?" ucapnya
" Dia tidak bakalan tau jika kau menutup mulut. bagaimana? apa kau ingin bersamaku?" tanyanya mengelus paha mulus Cindy
Cindy yang awalnya memang adalah wanita nakal siap melancarkan aksinya. dia sudah berjanji pada angel jika kali ini dia akan membantunya untuk menjatuhkan pria itu
Ya, cindy adalah wanita yang pernah ditolong oleh angel. saat dia sedang kesusahan karena baru saja di tipu oleh mucikari yang merupakan temannya sendiri
" Apa bapak tak masalah jika aku mendekati bapak?" ucapnya memainkan dasi Rangga
" Tidak, aku malah senang di dekati wanita cantik dan seksi sepertimu" ucap Rangga meraih tangan Cindy kemudian menciumnya
" Tapi pak, saya tidak enak sama bu angel. bapak kan tau sendiri, Bu angel sangat baik pada saya. tapi apa yang akan di lakukan Bu angel saat tau bahwa saya menjalin hubungan dengan bapak"
" Saat dia tak ada, jangan bicarakan soal dia. itu masalah nanti. dan jangan memanggilku bapak. panggil saja aku sayang" ucapnya
" Memangnya tidak apa-apa saya memanggil sayang?"
" Panggil apa?" tanya Rangga
" Sayang"
" Pinter banget sih"
" Tapi gimana-"
Belum selesai menyelesaikan ucapannya, Rangga segera membungkam mulut Cindy dengan ciuman. dia mencium bibir merah itu sangat dalam dan penuh nafsu. Cindy tak tinggal diam, dia harus berhasil mendapatkan bukti untuk angel
Cindy menukar posisinya, dia kini berada di atas pangkuan Rangga masih dengan saling berciuman. Cindy melepaskan dasi dan kancing baju Rangga, begitu juga Rangga berusaha membuka pakaian Cindy
Setelah berhasil membuka pakaiannya, Rangga menggendong tubuh Cindy dan menyandarkannya di tembok. tak lama Rangga kembali menggendongnya dan membaringkan tubuh Cindy di sofa tantra yang ada di dalam ruang istirahat Rangga
Cindy bingung karena kamera untuk bukti dia letakkan di luar, sementara Rangga membawanya masuk ke dalam ruang pribadinya
" Sayang, apa kau punya pengaman? aku tidak mau terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan" ucapnya melepaskan ciuman itu
" Ada sayang, kamu tenang saja, aku akan segera mengambilnya" ucap Rangga
" Dimana kau menaruhnya, biar aku yang mengambilnya untukmu"
" Di laci meja kerja ku bagian bawah " jawabnya
Dengan segera Cindy melangkah ke sana, tapi dia menutupi tubuhnya dengan kain yang ada di dalam ruangan itu. dia segera mengambil kamera nya dan kembali ke dalam
" Sayang, pengamannya tidak ku temukan. coba kau cari sendiri" ucapnya berbohong
Begitu Rangga keluar, dia pun segera memasang kamera kecil itu di tempat yang dapat merekam dengan jelas posisi mereka
Tak lama setelah Rangga kembali terdengar suara desahan dari kamar itu. Rangga sepertinya sangat menikmati permainannya bersama cindy yang memang seorang ahli dalam bidang pekerjaan itu
********
Cindy kembali ke hotel tempat angel berada. dia menjelaskan semua yang terjadi di sana tanpa menutupi hal apapun. angel tersenyum dan bangga dengan pekerjaan Cindy
" Ini sertifikat kepemilikan vila Rangga" ucapnya menyodorkan sertifikat itu pada angel
" Terima kasih, maaf karena membuatmu harus melakukan hal seperti itu" ucap angel
" Tidak masalah, itulah pekerjaanku. dan aku juga senang bisa bermain dengan pria tampan dan wangi seperti Rangga" jawabnya santai
" Baiklah, mungkin aku akan mengorbankanmu untuk menjalankan rencanaku. apa tidak masalah jika suatu saat aku menamparmu di depan Rangga?" tanya nya
" Tidak masalah. aku sudah biasa akan hal itu"
" Terima kasih ya Cindy. oiya ini gajimu dan ini tolong berikan pada anakmu" ucap angel memberikan amplop tebal dan beberapa paperbag dengan ukuran besar pada Cindy
" Terima kasih nona angel. baiklah aku akan pergi" ucapnya pamit membawa semua yang di berikan oleh angel