Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan rasa
Tak lama Mayang pun tersadar, dia mendapati dirinya sedang berada di kasur, kepalanya sedikit pusing. dia pun bangkit dan segera ke kamar mandi
Lagi, dia kembali ketakutan melihat tulisan yang ada di kaca di toilet. dia pun segera keluar dari toilet dan menemukan tulisan yang sama di kaca meja riasnya
" Mbok...!!!" teriaknya lagi
" Iya non, ada apa?" Jawab mbok Susi berlari kecil menemui majikannya
" Kamu kan yang menulis ini. ayo ngaku...!! kamu mau menakutiku?" tanyanya dengan nada marah
" Bukan nona. mbok saja tidak tau huruf, bagaimana mau menulis, nona" jawabnya
" Lalu siapa yang menulis ini....!!!" Tanya Mayang berkacak pinggang
" Mbok gak tau nona, tadi pas mbok masuk saat nona pingsan, mbok lihat tulisan itu sudah ada, mbok pikir nona yang menulisnya" jawabnya
" Tidak, tidak mungkin itu kak Hana. tapi aku benar-benar melihatnya di depan mataku? apa dia masih hidup? tapi mengapa cuma aku yang bisa melihatnya? atau jangan-jangan itu hantu??" bathin Mayang tiba-tiba merinding
" Mbok, bersihkan kaca itu dan juga kaca di dalam toilet" pintanya kembali duduk di atas kasur
" Baik nona" jawab mbok Siti segera masuk ke dalam toilet sembari menahan tawa
********
Rangga berbaring di kamar hotelnya, sedari tadi dia masih berusaha menghubungi angel. Dia meletakkan ponselnya di atas meja lampu tidur dan menarik selimut dan membungkus seluruh tubuhnya
Tring..
Sebuah notifikasi terdengar dari ponselnya, dia pun kembali mengambil ponselnya. wajahnya kembali ceria saat melihat nama sang pengirim pesan
{ Baru semalam aku disini, tapi aku sudah merindukanmu} isi pesan angel, tapi sebenarnya Krisna yang menuliskan pesan itu
Tak mau membalas pesan, dia pun langsung menghubungi angel
" Halo mas" ucap angel dengan nada lembut hingga bisa menggetarkan jiwa
" Halo sayang, apa benar kau merindukanku?" tanya nya
" Iya mas, aku sangat merindukanmu" ucapnya sedikit tak mengerti. dia pun membuka pesan yang baru saja di kirim oleh Krisna untuk Rangga. dia menatap Krisna yang kini sedang tertawa tanpa suara karena berhasil mengerjai angel
" Sama, aku juga sangat merindukanmu" jawab Rangga tersenyum
" Benarkah? lalu dimana kau sekarang?" tanya angel masih menatap kesal pada Krisna
" Aku sedang di hotel seorang diri. aku sedang ada kegiatan di luar kota. oiya gimana kabar mama kamu?"
" Mama sudah melewati masa kritisnya, dan sekarang dia sedang beristirahat"
" Lalu kapan kamu akan kembali? aku tak bisa jika tak bertemu denganmu, aku sangat merindukamu" ucap Rangga
" Aku pasti akan mengabarimu saat aku kembali di sana" jawab angel mencoba untuk menahan rasa kesalnya mendengar ucapan Rangga
" Baiklah akan ku tunggu kabar darimu" ucap Rangga tersenyum membayangkan wajah cantik angel
" Oiya, kamu tau? pak Krisna mengikuti ku hingga ke sini. dia ingin agar aku segera memilihnya. dia bahkan ingin bertemu dengan mamaku. dan kata sekretarisku surat kepemilikan vila nya sudah dia serahkan pada kami" ucapnya berbohong
" Aku juga gak mengerti dengan maksud pria itu. kenapa dia ingin sekali menjadikanku istrinya. padahal sudah jelas aku selalu menolaknya. tapi masih saja berharap" ucapnya menambahkan lagi
" Apa? dia berada di sana?" Tanya Rangga sedikit terkejut
" Iya, tapi pihak rumah sakit sudah mengusirnya dan aku juga tak ingin menemuinya. entah dimana dia sekarang" jawab angel memulai sandiwaranya
" Apa dia sudah gila? dia bermain dengan curang. akan aku tunjukkan padanya siapa aku sebenarnya. tapi untunglah kamu tidak sampai menemuinya, mungkin saja dia akan melukaimu jika bertemu" ucap Rangga
" Makanya aku merasa tidak aman karena tak ada kau di sini. karena tiap kali aku di dekatmu aku merasa aman dan nyaman" ucapnya jujur. tapi itu dulu, saat dia masih bodoh dan menjadi budak cinta sang suami
" Tenang saja, mulai sekarang aku akan selalu menjaga dan melindungi mu. setelah kegiatanku selesai di sini, aku akan menemui sekretarismu. aku akan menyerahkan surat kepemilikan vilaku. dan aku juga ingin menemui Krisna itu" ucapnya
" Iya, aku ingin kau memberiku pelajaran pada pak Krisna itu, aku sangat kesal padanya" ucapnya sembari menatap Krisna yang menatap tajam padanya
" Baiklah sayang. apa pun yang kau mau" jawab Rangga kembali tersenyum
" Oiya mas, maafkan aku karena aku harus pergi menemui dokter yang menangani mamaku. ada hal penting yang harus aku bahas dengannya" ucap nya berbohong
" Baiklah, aku mencintaimu" ucap Rangga tapi angel segera mengakhiri panggilannya, dia sudah sangat muak mendengar suara pria brengsek itu
Krisna menghampiri angel yang baru saja meletakkan ponselnya di meja
" Apa-apa ini? bagaimana jika dia benar-benar menemuiku dan memberikan pelajaran padaku?" ucap Krisna protes
" Hadapi saja sendiri. aku saja bisa menghadapi keusilanmu, kan?" Ucap angel sewot
" Maafkan aku, aku tak bermaksud begitu. Aku hanya mengirimkan sebuah pesan padanya, tapi dia langsung menghubungi mu" ucap Krisna
" Itu karena dia takut kehilangan wanita yang memiliki harta kekayaan yang tak masuk akal" jawab angel
" Hana, setelah semua masalah ini selesai, apa kau ingin menikah denganku? kau tau kan, sedari dulu perasaanku seperti apa padamu?" ucap Krisna menggenggam jemari Hana
Krisna memang sedari kecil sangat menyukai Hana. bahkan dia sempat melamar Hana saat mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas. tapi saat itu Hana mengira jika itu hanya lelucon dan hanya perasaan sesaat yang Krisna miliki untuknya
Bahkan, sebelum Hana menikah dengan Rangga, Krisna kembali menyatakan perasaannya dan ingin Hana menjadi istrinya. tapi sayangnya saat itu Hana sudah mencintai Rangga dan dia pun kembali menolak halus perasaan Krisna
" Maafkan aku Krisna, untuk saat ini aku belum bisa memikirkan ke arah sana. tolong beri aku waktu untuk berpikir" jawabnya mencoba melepaskan jemarinya
" Aku tidak memintamu menjawab sekarang. aku akan memberikanmu waktu, sampai kau benar-benar siap memberiku jawaban" ucapnya menggenggam erat tangan Hana agar dia tak bisa melepaskannya
" Kenapa kau tak cari wanita yang lain saja? aku sudah sering kali mengecewakanmu. Aku sudah tak pantas untukmu" ucap hana merasa tak enak pada pria sebaik krisna
" Aku bisa saja mencari wanita lain, tapi kau harus tau, tak ada yang bisa mengganti posisimu di hatiku. kita sudah lama saling mengenal, dan kau pasti tau aku orang yang seperti apa? aku tidak gampang berpaling jika benar-benar belum merasakan sakit" ucapnya menatap mata Hana dengan serius
" Terima kasih karena kau masih mau memberiku kesempatan. aku janji akan memberikan jawaban secepatnya. Dan semoga apapun jawaban ku nantinya, tidak akan mengecewakanmu" jawab Hana kemudian melepaskan genggaman tangan Krisna
Dari balik pintu, Fira tersenyum mendengar percakapan kedua sahabatnya. sedari dulu dia memang selalu mendukung Krisna untuk bersama Hana. bahkan dia juga yang membantu Krisna untuk bertemu Hana saat kejadian pahit itu menimpa Hana
Bagi Fira, Krisna adalah pria yang sangat baik. dia bahkan masih mau memaafkan dan membantu Hana saat dia sedang susah, bahkan dia rela menemani Hana saat melahirkan layaknya seorang suami. dia juga pria pertama yang menggendong dan mengadzani Kayla saat lahir di dunia