NovelToon NovelToon
Sistem Penebusan Hantu

Sistem Penebusan Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Hantu
Popularitas:445
Nilai: 5
Nama Author: Lady Y

Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16 - Mimpi Aneh

Ezra bermimpi, dia melihat seorang pria gagah mengenakan jubah emas, meskipun dia tidak mengenal wajah itu sama sekali, entah mengapa dia tahu bahwa pria itu adalah kaisar pertama umat manusia.

Kaisar pertama yang kekayaan, kekuasaan dan harem wanitanya mencapai puncak, tidak pernah merasakan kepuasan, malah ia semakin serakah. Semacam kutukan kaisar kuno di ruang dan waktu manapun, ia mulai tergila-gila mencari jalan menuju keabadian.

Dia menerima saran apapun dari tabib, orang suci, dukun, cenayang dan segala jenis profesi aneh. Demi mencapai keabadian, kaisar pertama tak ragu mengkonsumsi racun, melukai diri sendiri, mengorbankan keluarga, darah dagingnya, bahkan rakyatnya, semua untuk mencapai tujuan itu, tujuan yang egois dan sama sekali tidak mulia.

Masa-masa itu dikenang sebagai sejarah hitam keabadian, kerajaan yang susah payah kaisar bangun dengan perang, menjadi kacau balau, rakyat menderita dan segala jenis kejahatan merajalela.

Bangsa asing menunggu kehancuran negara itu, siap melancarkan perang untuk merebut kekuasaan. Rakyat yang tidak tahan mulai memunculkan para penghianat yang siap mengkudeta kaisar. Semuanya hanya demi keabadian yang berujung pada kehancuran.

Hari itu, kaisar mengunjungi kuil kuno di atas gunung suci, dia bertemu seorang peramal.

"Bagaimana mencapai keabadian?" Kaisar bertanya langsung pada peramal itu, matanya memerah seperti iblis dan suaranya serak seperti binatang buas.

Peramal itu selalu menutup matanya, pakaian putih membuat ia sedikit suci, dia membuka mulutnya, "Pemilik mata berwarna abu-abu telah mencapai keabadian."

Sang kaisar mendengar kabar itu, dia tersenyum dengan mengerikan, "Hanya aku yang pantas mendapatkan keabadian, hanya aku yang pantas memerintahkan dunia ini!"

Sang kaisar mengibaskan tangannya dan pergi.

Peramal itu terdiam sampai dia merasakan kaisar telah meninggalkan gunung. Dia membuka matanya yang selalu tertutup, mata itu berwarna abu-abu, memancarkan ketenangan dan ketidakberdayaan.

"Oh kaisar gila lainnya, aku lelah."

"Hancurkan saja." Peramal itu tersenyum mengejek. Setelah kalimat ini terucap, langit yang cerah tiba-tiba diselimuti awan kelabu, awan itu perlahan menuju pusat Kekaisaran, seolah menghantarkan kutukan, kehancuran akan tiba!

Peramal itu lalu masuk ke dalam kuil, yang mengejutkan, ada seorang anak kecil di kuil itu, dia dirantai tangan kakinya, matanya ditutup oleh kain, ada garis hitam yang bergerak ditubuhnya, setiap kali garis hitam itu bergerak, tubuh anak itu bergetar seolah kesakitan.

"Nak, tunggu sebentar lagi, aku akan menciptakanmu kembali, menjadi makhluk paling sempurna di dunia ini."

Dunia dalam mimpi berlalu begitu cepat, dalam sekejab berbagai bencana alam menimpa dunia, kerajaan yang kacau semakin hancur, seolah-olah kiamat akan tiba.

Hari itu, kaisar jatuh sakit setelah ia dilukai oleh sebuah pedang hitam, para pangeran memperebutkan takhta, dan perang saudara terjadi, menumpahkan banyak darah.

Dan sang peramal menatap semuanya dengan senyum jenaka.

"Kaisar, kamu tidak pantas mendapatkan keabadian."

Tiba-tiba, peramal sepertinya merasakan sesuatu.

"... Nak, sudah waktunya kamu berhenti menonton ini, bukan?"

Ezra tiba-tiba terbangun, nafasnya terengah-engah seolah ia habis melakukan olahraga berat.

Mimpi macam apa ini?

Entah mengapa tubuhnya gemetar, dia merasakan ketakutan yang jarang, dia... Takut pada peramal dalam mimpi.

[Kamu baik-baik saja, Ezra?]

Ezra tidak segera menjawab, dia butuh waktu untuk tenang.

Entah berapa lama, "Aku baik-baik saja."

Dia melihat waktu, masih siang hari. Ezra begitu saja datang ke kantor polisi, dia punya firasat aneh, seolah-olah dia memang harus datang.

Rekan-rekan polisi menyapanya dengan ramah, namun mereka kembali sibuk lagi, dari ruang tunggu itu, Ezra mendengarkan perdebatan sepasang suami istri dan bujukan polisi untuk memenangkan keduanya.

... Apakah polisi disini membuka kerja sampingan untuk mengatasi masalah rumah tangga?

Ezra diam-diam mendengarkan pertunjukan itu.

Sang istri memarahi suaminya karena selingkuh, sang suami memarahi istrinya karena melahirkan anak orang lain, sang istri membantah karena ia hanya pernah berhubungan dengan suaminya, sang suami mengatakan bahwa anak itu tidak mirip dengan dirinya ataupun sang istri.

[Apakah kalian manusia selalu selucu ini?]

"Apa yang menurutmu lucu?" Ezra menyenderkan kepalanya di tangan, merasa bosan setelah lama mendengar, hubungan tanpa kepercayaan seperti itu tidak akan bertahan lama.

[Suami itu langsung menuduh istrinya selingkuh tanpa bukti apapun, bukankah dia bisa dengan mudah mendapatkan bukti dengan melakukan tes DNA? Dan juga, jika dia diselingkuhi, apakah dia harus membalas dengan berselingkuh juga? Logika macam apa ini?]

Ezra menggelengkan kepalanya tanpa komentar apapun, siapa yang tahu apa isi hati manusia?

Mungkin suami itu sejak awal memang memiliki niat untuk selingkuh, permasalahan bahwa istrinya selingkuh duluan hanyalah alasan yang dicari-cari.

Saat ini rombongan polisi datang dipimpin oleh Yudha dan Rhea, mereka membawa seorang pria paruh baya yang diborgol.

Ezra merasakan getaran dari Cincin Penyimpanan, itu berasal dari Cermin Karma, atau Cermin Karma yang telah ditingkatkan lagi, yang membuatnya bisa menyimpan hantu.

Saat ini ruang itu ditempati oleh hantu cucu sang kakek, mungkinkah polisi begitu efisien dan sudah menangkap pelaku yang membunuh anak itu?

"Ezra!" Rhea menyapa dengan riang, wajahnya polos tanpa riasan apapun, namun tetap cantik.

Ezra membalas sapaan itu, merasa canggung. Satu Rhea, dua kepribadian, dua ingatan, dua jenis interaksi, Ezra merasa tak terbiasa. Suatu saat Rhea akan tersenyum menggoda dan langsung menciumnya, detik berikutnya kepribadian itu berubah, menjadi Rhea yang riang dan masih sebatas teman. Bagaimana jika Ezra salah mengenali kepribadian mana Rhea yang saat itu sedang berinteraksi dengannya? Apakah dua kepribadian ini akan saling cemburu lagi?

Sungguh sakit kepala!

"Siapa ini?" Ezra membuang pikiran acak itu, dan fokus pada pria paruh baya yang diborgol itu.

"Pelaku yang membunuh cucu kakek itu, dia mengakuinya sendiri." Yudha menjawab.

Mereka lalu membawa pria paruh baya itu ke ruang interogasi, Yudha mengambil inisiatif untuk menjadi orang yang menginterogasi dan seorang polisi magang akan membuat catatan bersamanya.

Ezra, Rhea dan beberapa polisi lain yang penasaran mengamati dari luar kaca khusus, dimana mereka bisa melihat situasi di dalam, tetapi orang di dalam tidak bisa melihat situasi di luar.

Kapten Yudha menanyakan beberapa pertanyaan formal, seperti menanyakan nama, usia, pekerjaan dan alamat pria paruh baya itu, meskipun polisi sudah mengetahui jawabannya, tetap saja mereka harus melalui proses yang kaku ini.

"Bisakah kamu menceritakan kejadian tujuh tahun yang lalu?" Kapten Yudha terlalu malas untuk melakukan trik apapun, lagipula pria ini sudah menyerah, jadi langsung saja keintinya.

"Tujuh tahun yang lalu... Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku untuk mengantar barang ke.... Lalu.... Saat itu aku... " Pria itu mulai menceritakannya tanpa niat untuk menyembunyikan apapun.

Meskipun Ezra telah melihat sendiri apa yang terjadi tahun itu melalui Cermin Karma, dia tetap berniat mendengarkan seperti apa versi yang diceritakan oleh pelaku. Hantu anak itu juga telah dikeluarkan oleh Ezra, mendengar kematiannya sendiri diceritakan oleh sang pembunuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!