NovelToon NovelToon
Nightshade

Nightshade

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Komedi
Popularitas:439
Nilai: 5
Nama Author: Bisquit D Kairifz

Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.

Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”

Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.


PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan kedua

CHAPTER 24

Semuanya sudah bersiap untuk menuju Desa Hoshigawa yang akan diserang oleh Nine. Kali ini, yang menjalankan misi adalah Shun, Yuzuriha, Frederica, dan Shinji—atau dikenal sebagai Black Roses. Selain mereka, dua anggota Nightshade lainnya yang ditunjuk Kai adalah Frank, pria berkulit coklat dan berotot, serta Fin, seorang sniper.

Mereka akan diantar oleh Juichi; setelah misi selesai, cukup hubungi dia untuk dijemput. Semua pun naik ke dalam mobil Juichi.

Tanpa banyak basa-basi, mereka berangkat. Terlihat Shun sangat ingin segera tiba di desa. Melihat itu, Yuzuriha mendekat dan menenangkannya.

Di tengah perjalanan, mereka berbincang seperti biasa hingga akhirnya Frank mendekat sedikit ke arah Shun.

"Hei Shun... Kau kan pernah melawan Nine, bagaimana cara melawannya?" ujarnya.

Shun menoleh dan menjawab, "A-aku tidak terlalu tahu cara mengalahkannya, karena... dia adalah monster berwujud manusia." Kedua tangannya mengepal.

Mata Frank melotot karena terkejut, namun segera tersenyum gembira bahkan tertawa keras—seolah menemukan lawan yang layak.

Tak lama kemudian, muncul asap hitam yang berasal dari kobaran api yang membakar beberapa rumah di desa.

Mereka berhenti tidak jauh dari lokasi. Frederica menjelaskan rencananya: mereka akan menarik Nine pergi dari desa agar warga tidak mengetahui keberadaan Shun. Ia juga meminta Juichi untuk menghubungi polisi untuk mengevakuasi warga ke tempat yang aman.

Juichi menatapnya dengan wajah serius. "Oi, oi... kau serius? Bagaimana kalau ketahuan?"

"Tidak bakal ketahuan," jawab Frederica singkat.

Semua mengambil alat masing-masing. Shun membawa tas berisi tiga benda, Fin membawakan snipernya, Frederica mengenakan kacamata, Yuzuriha tetap menggunakan jarum yang mengikat rambutnya, dan Frank membawa sarung tinju merah yang tampak sobek-sobek. Persiapan selesai, mereka langsung berlari menuju desa.

Di dalam desa, Nine menunjukkan penampilan yang sangat berbeda—kulitnya kemerahan dan giginya tampak tajam. Warga berlari kesana kemari; ada yang menggendong bayi dan ada yang membawa anaknya yang menangis. Melihat itu, Nine tersenyum lebar.

Tiba-tiba sebuah kunai melesat ke arahnya dan menancap di tangannya. Nine mencabutnya seolah hanya mencabut duri kecil.

Dibalik rumah yang terbakar, Frank mengaktifkan Ten—energi oranye mengalir menyelimuti tubuhnya lalu merambat ke kedua sarung tinjunya. Sarung tinju itu berubah menjadi besi dengan motif garis oranye. Nine merasakan ada orang yang memperhatikannya, bukan yang melempar kunai.

Saat Nine melangkah dengan sangat cepat, Frank muncul di depannya dan langsung meninjunya tepat di wajah. Nine terpental jauh karena Frank menggunakan Fix ke kedua lengannya untuk memperkuat serangan dari sarung tinjunya.

Nine terpental cukup jauh dari desa, kemudian bangun dan meraba wajahnya. Ketika melihat tangannya, wajahnya ternyata hancur dan berdarah.

Namun bukannya takut, ia malah tertawa. "Hahahaha.... Sepertinya dia menjanjikan!"

Tak lama kemudian terdengar suara tawa khas Frank. "Ha ha ha ha ha ha!.... Saat aku meninju dan terkena sesuatu yang padat atau cair, tinjuku akan menciptakan ledakan!" ucapnya dengan suara keras dan penuh kebanggaan.

Frank berhenti melangkah. "Ternyata benar kata Shun..... Kau seorang monster!" ujarnya sambil menunjuk Nine.

Seharusnya serangan Frank tadi, bisa membunuh manusia dengan mudah.

"Shun?..." Nine tersenyum lebar dan tampak sangat bersemangat. "Sudah kuduga! Dia akan datang!" tertawa pelan.

Mendengar itu, Frank menyadari bahwa Desa Hoshigawa hanya dijadikan umpan untuk memanggil Shun keluar. Ia merasa marah karena Nine seolah menganggap kehidupan warga desa sebagai mainan yang bisa dihancurkan kapan saja.

Saat hendak mendekat, Frank terkejut melihat wajah Nine yang seharusnya hancur kini sudah pulih sepenuhnya. "Regenerasi? Seharusnya kemampuan itu tidak dimiliki manusia, seharusnya hanya dimiliki monster tingkat atas."

Ketika ditanya, Nine menjawab bahwa dirinya telah diubah menjadi setengah monster—oleh bukan orang lain selain Voda. Frank tersenyum dan mulai melompat-lompat datar, seolah menyiapkan serangan berikutnya.

Nine mengaktifkan Ten; energi coklat gelap menyelimuti tubuhnya dan mengubah kedua gelang di lengannya menjadi lebih tebal dengan pisau panjang dan tajam. Frank yang masih melompat-lompat datar tiba-tiba menghilang dan muncul di samping Nine.

Ia menghantamkan kaki kanannya untuk menghentikan gerakan, lalu mengarahkan pukulan hook yang tepat terkena rahang Nine. Sekali lagi Nine terpental dan rahangnya hancur, namun segera pulih kembali. Frank merasa bingung dan mulai berpikir mencari cara untuk mengalahkannya.

Saat hendak melangkah, tiga puluh anggota Justice keluar dari hutan—mereka telah bersembunyi sejak dulu. Mereka langsung menyerang Frank secara bersama-sama.

Namun Frank hanya tersenyum, dan tak lama kemudian salah satu anggota Justice tergeletak tak bergerak, darah tiba-tiba mengalir dari dirinya.

"Oi! Bangun!" salah satu anggota justice berusaha membangunkan temannya yang tergeletak itu.

"Mau sampai kapan pun, orang yang sudah tidak bernyawa tidak akan bangun! Nyuruh orang mati untuk bangun itu penghinaan tau!" suara Yuzuriha terdengar dari kejauhan.

Tak lama kemudian, tidak jauh dari Frank terlihat Shun, Yuzuriha, dan Frederica, berdiri ditengah-tengah api yang ternyata sudah merambat.

Frank menoleh ke arah mereka, namun itu adalah kesalahan. Tiba-tiba Nine melesat dari samping dan bertemu langsung dengan Shun, tersenyum lebar seolah menemukan mangsa yang dicarinya.

Nine melancarkan serangan vertikal dari atas hingga tanah. Ketiganya melompat ke belakang dan berpencar; dampak pukulan Nine membuat tanah berlobang besar.

Shun masih terkejut melihat perubahan drastis pada Nine. Sementara itu, Frederica dan Yuzuriha mendekat ke Frank untuk membantu mengalahkan anggota Justice.

"Y-yo... Nine, lama tidak bertemu," ucap Shun sambil sedikit gemetaran.

Ia perlahan mengambil dua belatinya dari tas kecil di sisi pinggang, kemudian mengaktifkan Ten—energi hitam-merah menyelimuti tubuhnya dan merambat ke kedua belatinya. Bilahnya berubah menjadi hitam dengan ujung tajam, sedangkan gagangnya berwarna merah. Saat Shun menyiapkan kuda-kuda, Nine dengan cepat muncul di depannya dan menyerang dari sisi kanan.

Shun berhasil menangkisnya, namun tidak dengan serangan kedua yang datang dari sisi kiri. Pisau Nine menusuk punggungnya. Shun menggertakkan gigi dan menjauh sedikit, kemudian menenangkan diri serta mengatur napas agar tidak panik. Luka tersebut tidak terlalu dalam.

Ia mencoba mengingat latihan bersama Riot, lalu melesat maju dengan lincah dan menyerang Nine dari kiri. Nine menangkisnya dengan mudah, namun ketika melihat sekeliling, Shun telah menghilang.

Ketika Nine melihat ke atas, Shun telah melompat ke sana. Karena jaraknya sangat dekat, Nine sulit menghindar. Shun menginjak kedua bahu Nine dengan kakinya dan secara bersamaan menancapkan kedua belatinya ke kepalanya, lalu mencabutnya dan melompat ke belakang.

Namun itu percuma. "Nine seorang setengah monster!" teriak Frank.

Mendengar itu, Shun sangat terkejut—terlebih lagi luka bekas yang dibuatnya segera pulih. Ia menyadari bahwa pertarungan kali ini.

Sama sekali tidak seimbang.

1
boyy
semngatt thorr,gw lagi nabung crta lu,poko ny ku lnjutt truss smpe nanti crta lu rmee,jngn ptah smngattt torr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!