NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debut Sang Gerhana

Jalur Ngarai Ular adalah satu-satunya jalan darat yang menghubungkan Sekte Pedang Awan dengan Kota Sungai Biru. Jalan ini diapit oleh tebing batu kapur yang curam, menjadikannya lokasi favorit bagi bandit—dan bagi mereka yang ingin melakukan penyergapan tanpa saksi mata.

Matahari siang membakar bebatuan hingga panas menyengat. Debu beterbangan setiap kali angin bertiup di celah ngarai.

Di atas salah satu tebing, tersembunyi di balik batu besar, Han Luo sedang menunggu.

Dia mengenakan jubah hitam Sarjana Mo, lengkap dengan topeng putih polosnya. Di sebelahnya, tertata rapi deretan batu-batu seukuran kepalan tangan yang telah dia olesi dengan getah lengket. Di tangan kirinya, dia memegang seutas tali tipis transparan yang terbuat dari sisa benang Ulat Sutra Es (kualitas rendah yang tidak layak jual). Tali itu membentang ke bawah, terhubung dengan serangkaian "hadiah" yang sudah dia tanam di jalan setapak.

"Mereka datang," bisik Han Luo.

Getaran tanah memberitahunya sebelum matanya melihat.

Sebuah konvoi muncul di tikungan. Tiga kereta kuda yang ditarik oleh Kuda Roh, dikawal oleh dua puluh pengawal bersenjata lengkap. Bendera "Klan Liu" berkibar gagah di kereta utama.

Di atas kereta tengah, duduk Liu Ming. Wajahnya diperban separuh, menutupi luka busuk akibat racun laba-laba. Matanya memancarkan aura pembunuh yang gelisah.

"Cepat jalan! Jangan berhenti!" bentak Liu Ming pada kusir. "Kargo ini harus sampai sebelum matahari terbenam! Ayahku butuh Rumput Penawar Racun itu segera!"

Han Luo di atas tebing tersenyum di balik topengnya.

"Maaf, Tuan Muda Liu. Ayahmu harus menunggu."

Han Luo menarik tali sutra di tangannya.

KRAK!

Di bawah sana, roda kereta depan tiba-tiba patah saat melewati lubang yang sudah disamarkan. Kereta itu oleng dan terbalik, memblokir jalan sempit ngarai. Kuda-kuda meringkik panik.

"Serangan musuh! Formasi Lingkaran!" teriak kepala pengawal, seorang kultivator Pembentukan Qi Tingkat 7.

Para pengawal segera mencabut senjata, membentuk dinding manusia di sekitar kereta Liu Ming. Mereka menatap ke sekeliling tebing dengan waspada.

Namun, tidak ada panah yang menghujani mereka. Tidak ada teriakan perang bandit.

Hanya ada suara Hiss... yang pelan.

Dari balik bebatuan di sisi jalan, lima bola hitam menggelinding keluar, berhenti tepat di kaki para pengawal.

"Apa in—"

BOOM!

Kelima bola itu meledak serentak, bukan mengeluarkan api, melainkan asap hitam pekat yang berbau belerang dan pedas.

"Uhuk! Mataku! Mataku perih!" "Aku tidak bisa melihat!"

Kepanikan melanda. Formasi bubar. Asap itu bukan racun mematikan, tapi sangat mengiritasi selaput lendir. Para pengawal batuk-batuk hebat, air mata mengalir deras membutakan pandangan mereka.

Saat itulah, "Hantu" turun.

Han Luo melompat dari tebing setinggi sepuluh meter. Jubah hitamnya mengembang seperti sayap gagak. Dia mendarat tanpa suara di tengah kekacauan asap.

Dia tidak menggunakan pedang untuk membunuh. Dia melempar serbuk putih ke wajah pengawal terdekat.

Serbuk Pelumpuh Saraf.

Bruk. Pengawal itu jatuh kaku seperti patung, matanya melotot sadar tapi tubuhnya tidak bisa bergerak.

Han Luo bergerak cepat di dalam asap. Langkah Hantu Tanpa Jejak-nya membuatnya seperti asap itu sendiri.

Tebas. Lempar. Lumpuhkan.

Dia menggunakan punggung pedang (untuk tidak membunuh, karena membunuh pengawal klan besar akan memicu investigasi tingkat tinggi sekte yang merepotkan). Dia hanya mematahkan tulang tangan atau kaki mereka agar tidak bisa melawan.

Dalam waktu satu menit, dua puluh pengawal mengerang kesakitan di tanah. Hanya tersisa satu orang yang berdiri: Liu Ming.

Asap perlahan menipis, tersapu angin ngarai.

Liu Ming berdiri gemetar di depan keretanya, pedang di tangan. Di sekelilingnya, pasukannya telah dilumpuhkan. Dan di depannya, berdiri satu sosok bertopeng putih.

"S-Siapa kau?!" suara Liu Ming pecah. "Bandit Gunung Hitam? Atau Klan Wang?"

Han Luo tidak menjawab. Dia melangkah maju pelan, setiap langkahnya diiringi ketukan sol sepatu botnya di batu.

Tap. Tap. Tap.

"Namaku tidak penting, Tuan Muda Liu," suara Han Luo berat dan terdistorsi. "Yang penting adalah apa yang kau bawa."

"Kau mau uang? Ambil!" Liu Ming melempar kantong uangnya. "Ada 50 Batu Roh di sana! Ambil dan pergi!"

Han Luo menendang kantong itu ke samping. "Receh."

Dia menunjuk kereta di belakang Liu Ming. "Aku ingin kotak giok di dalam kereta itu. Bunga Matahari Puncak."

Wajah Liu Ming pucat pasi. Itu adalah bahan utama untuk menyembuhkan racun di wajahnya. Bagaimana orang ini tahu?

"Tidak! Itu obatku!" Liu Ming nekat. Dia mengalirkan seluruh Qi-nya (Tingkat 6) ke pedangnya. "Mati kau!"

Liu Ming menerjang dengan Teknik Pedang Awan: Tusukan Halilintar.

Cepat. Tajam. Mematikan.

Tapi bagi Han Luo yang hafal setiap gerakan teknik dasar sekte (dan sudah menganalisis kelemahan Liu Ming yang sedang emosi dan terluka), serangan itu penuh celah.

Han Luo tidak menangkis. Dia melangkah miring satu inci, membiarkan pedang Liu Ming lewat di samping lehernya, lalu...

Tebasan Bayangan Kilat.

Han Luo tidak menggunakan pedang. Dia menggunakan sarung pedangnya untuk menghantam ulu hati Liu Ming dengan ledakan Qi.

BUGH!

"Ugh..." Liu Ming membelalak, matanya memutih, lalu dia ambruk berlutut, memuntahkan cairan asam.

Han Luo menendang pedang Liu Ming jauh-jauh, lalu menjambak rambut Liu Ming, memaksanya mendongak menatap topeng putih itu.

"Dengar baik-baik," bisik Han Luo. "Hari ini aku mengampuni nyawamu bukan karena aku baik. Tapi karena Tuan kami ingin kau menyampaikan pesan."

Han Luo mendekatkan wajah topengnya ke telinga Liu Ming yang berdarah.

"Katakan pada ayahmu... dan pada Sekte Pedang Awan... Aliansi Gerhana telah datang. Dan kami lapar."

Han Luo melepaskan cengkeramannya, membiarkan Liu Ming jatuh tertelungkup di debu.

Dia berjalan ke kereta, mengambil kotak giok berisi Bunga Matahari (obat yang sangat Liu Ming butuhkan), dan beberapa kotak lain berisi emas batangan.

Sebelum pergi, Han Luo mengambil kuas dan tinta dari saku jubahnya. Dia menggambar simbol sederhana di pintu kereta yang hancur:

Sebuah lingkaran hitam dengan cincin cahaya tipis di sekelilingnya. (Gerhana Matahari).

"Sampai jumpa lagi, Tuan Muda."

Han Luo melesat pergi, menghilang ke tebing atas, meninggalkan Liu Ming yang menangis dalam kemarahan dan keputusasaan di tengah ngarai sunyi.

Satu Jam Kemudian - Markas Alkimia No. 7.

Han Luo melepas topengnya, napasnya sedikit terengah. Adrenalin masih mempompa darahnya.

Itu adalah perampokan pertamanya. Dan itu sukses besar.

Dia meletakkan hasil jarahannya di meja batu, tepat di sebelah pot tanah liat berisi Anggrek Wajah Hantu yang telah dia pindahkan dari gubuk asramanya kemarin demi keamanan. Tanaman itu tampak nyaman di lingkungan yang hangat oleh Api Bumi ini.

Dia membuka kotak giok hasil rampokan.

Bunga Matahari Puncak. Tanaman Yang murni.

Han Luo tertawa kecil. "Ironis. Liu Ming mencari ini untuk menyembuhkan wajahnya. Sekarang aku mengambilnya. Wajahnya akan tetap busuk."

Tapi Han Luo tidak butuh bunga ini untuk obat. Dia butuh ini untuk Ulat Sutra.

Untuk menghasilkan sutra kualitas terbaik (Sutra Es-Api), ulat itu butuh keseimbangan Yin dan Yang. Rumput Roh Bulan adalah Yin. Bunga ini adalah Yang.

Han Luo juga menghitung hasil jarahan lain: Emas batangan senilai 5000 koin emas (setara 50 Batu Roh jika ditukar di pasar gelap), dan beberapa senjata pengawal yang bisa dia lebur.

"Modal aman untuk sebulan ke depan," simpul Han Luo.

Tapi keuntungan terbesar hari ini bukanlah uang.

Itu adalah Ketakutan.

Mulai besok, nama "Aliansi Gerhana" akan masuk dalam laporan intelijen Klan Liu dan mungkin Sekte Pedang Awan. Mereka akan mencari organisasi besar yang tidak ada. Mereka akan waspada pada bayangan.

Dan di tengah kekacauan itu, Han Luo bisa bergerak lebih bebas.

Tiba-tiba, Han Luo merasakan sesuatu aneh.

Han Luo segera memeriksa dirinya. Tidak ada luka. Tapi saat dia memusatkan Qi ke matanya, dia melihat benang merah tipis melilit jari kelingking kanannya.

Benang Karma.

"Sial," umpat Han Luo. "Kutukan Pedang Darah? Kapan aku terkena ini? Aku tidak memegang langsung!"

Dia teringat saat dia menendang semak-semak untuk memancing Long Tian pagi itu. Apakah saat itu? Atau saat dia memegang cincin si pencuri?

Benang merah itu tidak menyakitkan, tapi ujungnya mengarah ke suatu tempat. Ke arah... Puncak Hukuman.

Tempat di mana Tubuh Utama Pedang Darah Iblis disegel.

"Pedang itu memanggilku?" Han Luo berkeringat dingin. "Atau lebih buruk... dia menandai aku sebagai pencurinya?"

Jika Penegak Hukum punya cara melacak benang karma ini, Han Luo tamat.

Dia harus mencari cara memutus benang ini. Segera.

Han Luo menatap Api Bumi di tungku alkimianya. Api itu menari-nari liar, seolah merasakan kegelisahan Han Luo.

"Api bisa membakar karma?" Han Luo ragu.

Tidak. Dia butuh sesuatu yang lebih kuat dari api biasa.

Pikirannya buntu.

Sampai matanya tertuju pada pot Anggrek Wajah Hantu.

Tanaman itu... sedang mencoba "memakan" benang merah di jari Han Luo. Tentakel akarnya keluar dari pot, merayap di meja, berusaha menggapai jari kelingking Han Luo.

"Kau mau makan kutukan ini?" tanya Han Luo tak percaya.

Dia mendekatkan jarinya.

Hap.

Akar tanaman itu melilit jarinya, tepat di atas benang merah. Sensasi dingin dan gatal menjalar. Perlahan, benang merah itu meredup, diserap masuk ke dalam batang tanaman hitam itu.

Bunga anggrek yang tadinya kuncup, tiba-tiba mekar sedikit. Di tengah kelopaknya, muncul pola baru: Sebuah mata merah vertikal.

Anggrek Wajah Hantu - Evolusi Tahap 1

Sifat Baru: Pemakan Karma Buruk.

Han Luo terduduk lemas di kursi.

"Tanaman gila," dia tertawa hampa. "Aku memelihara monster untuk melindungiku dari monster lain."

Masalah selesai. Untuk sekarang.

Tapi Han Luo tahu, dia baru saja menyentuh permukaan dari rahasia gelap sekte ini. Pedang Darah Iblis... kenapa dia memanggil Han Luo? Apakah karena jiwa transmigratornya?

Pertanyaan itu harus menunggu. Sekarang, dia harus kembali menjadi murid luar yang tidak tahu apa-apa, sementara Liu Ming pulang membawa kabar teror tentang "Aliansi Gerhana".

1
Jeffie Firmansyah
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
Budi Andrianto
g8
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerdik🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
Ahhhh.... lagi seru seru nya .... abis cerita nya... tunggu update.. terimakasih Thor 💪💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
jadi tdk sabar tunggu update nya 😄👍💪
Jeffie Firmansyah
kasian amat Han luo..... pendekar miskin ,dan terpaksa menjarah kekayaan cincin orang 2 kaya🤣🤣🤣
Efendi Riyadi
cerita macam apa ini guru, season 1-3 sangat menarik knapa season ke 4 jdi gini ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!