NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Mata Duitan

("Em..., bagaimana ya pak, sebenarnya besok saya berencana ingin resign dari pekerjaan saya.")

("Resign? Kenapa? Saya telepon lewat WA saja!")

Merasa tidak puas dengan jawaban Liana pria itu langsung mematikan sambungannya dan beralih menggunakan WhatsApp. Dengan WhatsApp ia bisa melakukan video call agar bisa bicara dengan nyaman.

Liana menghela nafas saat sambungan video WhatsAppnya berbunyi. Tak ingin diganggu oleh anak-anaknya dia memilih tempat yang lebih nyaman.

("Iya pak?")

("Jelasin apa yang kamu katakan barusan! Kenapa kamu berpikir untuk resign dari perusahaan. Apa ada orang yang mengganggumu? Bilang saja padaku, biar aku yang urus!")

("Tapi ini bukan masalah ada yang mengganggu saya pak, ini masalah pribadi saya, nggak ada dengan kaitannya dengan pekerjaan saya!")

("Ya kalau gitu coba jelaskan, biar saya nggak salah paham. Kalau kamu resign tanpa alasan yang jelas saya nggak bakalan kasih izin. Perusahaan lagi butuh pegawai yang cekatan, dan saya suka sama kinerjamu! Saya bahkan berniat untuk menjadikanmu sebagai asisten pribadi saya, kok kamunya berpikir untuk resign. Gimana sih!")

("Tapi apakah setiap masalah pribadi saya harus diketahui oleh orang lain pak? Saya punya alasan yang kuat untuk berhenti bekerja pak! Kemarin anak-anak saya nyaris dibawa penculik waktu pulang dari sekolah. Kalau saya tetap bekerja, saya takut kehilangan anak saya pak!")

("Apa? Diculik?")

Reynan lupa Liana sudah memiliki anak. Ia berpikir wanita itu masih single belum menikah apalagi sudah memiliki anak. Tapi mengingat penjelasan sahabatnya, Liana memang sudah memiliki anak bahkan hamil di luar pernikahan.

("Iya pak, anak saya nggak ada yang jagain. Mereka masih terlalu kecil, dan saya nggak tega ninggalin mereka.")

("Lalu kenapa kamu setuju buat bekerja di perusahaan saya? Bukannya kamu sudah terikat dengan kontrak? Bagaimana bisa kamu resign begitu saja? Apa kamu sudah siap membayar dendanya?")

Di situ Reynan terdengar tegas tidak seperti saat bertemu. Mungkin dia cukup kecewa dengan keputusan yang diambilnya.

("Maaf pak, saya memang nggak sanggup buat bayar denda, tapi saya juga memikirkan keselamatan anak-anak saya.")

("Memangnya berapa anakmu?")

("Ada dua pak, usianya masih lima tahun.")

("Cukup pengalaman juga kamu ya? Lantas suamimu sekarang ke mana?")

Liana menggeleng dengan mengulas senyuman tipis. ("Tidak ada.")

("Beri saya alamat rumahmu. Besok pagi saya akan ke sana.")

Liana membulatkan matanya. Entah  apa yang dipikirkan oleh bosnya hingga dia ingin datang menemuinya. ("Apa? Bapak mau datang ke rumah saya? Kalau boleh tahu ada maksud apa bapak datang ke rumah saya?")

("Sudah, jangan bawel! Cepat kirimkan alamatnya sekarang!")

("Ba—baik, pak.")

Liana langsung mengetik dan mengirimnya lewat WhatsApp.

("Sudah saya kirim pak.")

("Ya sudah. Saya tutup dulu. Tolong di save nomer saya.")

("Baik pak.")

Video call terputus, Liana bernafas lega. Berhadapan dengan Reynan bukanlah hal yang baik. Selain dia seorang bos, dia juga orang yang berpengaruh di kotanya.

"Huft..., mau apa dia datang ke sini? Semoga saja tidak menyulitkanku. Aku harus kasih tahu kak Dion. Semoga dia bisa membantuku."

Liana langsung mengirimkan pesan pada Dion. Untungnya istri Dion cukup baik dan tak mencurigai kedekatannya. Setidaknya ia tak begitu khawatir akan kecemburuannya.

"Mommy! Tadi siapa yang bicara sama mommy? Apa dia orang baik?" tanya si kembar yang berlari ke arah Liana.

"Tadi yang telepon bos mommy sayang. Tadi mommy bilang mau resign, tapi kayaknya dia nggak setuju. Mommy bingung, di sisi lain keselamatan kalian jauh lebih penting. Kalau disuruh bayar denda mommy harus membayarnya pakai apa? Bayar kontrakan aja yang bayari Om Dion."

Liana menghela nafas kasar dengan pikiran yang kalut. Bagaimana ia bisa mengumpulkan uang denda? Memang menurut perjanjian kontrak kerja kalau melakukan pelanggaran atau berniat untuk mengundurkan diri wajib membayar denda sebesar 40% sedangkan ia masih beberapa hari masuk kerja dan belum mendapatkan gaji.

"Denda apa maksud mommy? Apa orang tadi meminta denda sama mommy? Apa mommy sudah melakukan kesalahan di tempat  kerja?" tanya Kenzo.

"Mommy nggak melakukan kesalahan sayang, cuma mommy udah tanda tangan kontrak kerja. Kalau mommy resign sebelum  kontrak kerjanya habis ya mommy harus membayar denda, seperti itu isi persetujuannya."

Kedua bocah itu menggembungkan pipinya. Kenzo menggerutu karena ibunya seolah-olah disudutkan oleh pimpinannya.

"Ada-ada saja! Mommy jangan mau dikibuli. Itu namanya pembodohan! Mana ada orang kerja malah didenda. Mommy kan masih belum dapat gaji dari sana, kenapa harus disuruh bayar denda? Jangan mau mom! Kalau orang itu berani macam-macam biar aku yang akan menghadapinya!"

Sudah seperti orang dewasa saja, Kenzo memiliki keinginan untuk melindungi ibunya dari orang-orang yang berbuat jahat padanya. Biarpun usianya masih lima tahun, tapi pemikirannya sudah seperti orang dewasa, bahkan orang dewasa saja belum tentu memiliki pemikiran yang cerdas seperti bocah itu. Liana sangat bersyukur memiliki mereka. Dulu hampir saja kepikiran untuk mengugurkannya karena ia berpikir tak mampu untuk merawatnya, tapi di sisi lain di dunia ini ia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, mungkin dengan mempertahankan janinnya kelak akan ada yang menemani di kehidupannya.

"Hus! Kalian itu masih kecil, jangan membuat masalah dengan orang lain. Tugas kalian itu sekolah yang bener, bukan mengurusi orang dewasa. Mommy masih bisa menyelesaikan masalah mommy sendiri."

Entah apa jadinya jika sampai bosnya datang dan bertemu dengan si kembar. Mungkinkah mereka bisa menerima kehadirannya? Atau bisa jadi sebaliknya.

"Kalian berdua, ayo duduk sini, mommy mau ngomong sama kalian."

Kedua bocah itu mendekat dan mengambil tempat duduk bersebelahan dengan ibunya.

"Mau ngomong apa mom?" tanya mereka serempak.

"Mommy cuma mau kasih nasehat buat kalian. Kalian nggak boleh terima uang atau makanan dari siapapun yang tidak kalian kenal. Meskipun kalian sudah mengenal Om yang sudah nyelamatin kalian, tapi kalian nggak boleh terlalu dekat. Om itu orang asing! Bahkan dia belum pernah bertemu dengan mommy. Mommy khawatir dia juga memiliki pemikiran yang jahat terhadap kalian. Bisa jadi kan, mereka sengaja memberi uang jajan hanya buat ngedeketin kalian. Lain kali kalau ketemu sama orang itu sebaiknya menghindar saja. Apa bisa dimengerti?"

Kedua bocah itu mengangguk. Mereka sebenarnya tak begitu yakin kalau orang yang menolongnya itu bagian dari orang-orang yang memiliki niatan jahat, tapi demi ketenangan ibunya lebih baik patuh.

"Mommy, sebenarnya om besok sore mau datang ke sini buat ketemu sama mommy. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan mommy."

Kenzo maupun Kenzie langsung menyampaikan pesan yang diamanahkan kepadanya. Mereka berharap ibunya tidak menolak untuk bertemu dengan orang yang sudah membantunya.

"Apa? Dia bilang ingin ketemu sama mommy? Buat apa?" tanya Liana.

"Ya mana kami tahu mommy! "Tadi om juga bilang sama kami agar menyampaikan pesan pada mommy."

"Memangnya dia bilang apa sama kalian?" tanya Liana.

"Om bilang mommy nggak boleh jadi orang mata duitan."

Refleks Liana melotot. "Apa?"

1
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!