Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan untuk Diana
Sama seperti sebelumnya, berkat bantuan Arjuna. Akhirnya Diana bisa menemukan tempat belajar untuk membuat berbagai macam kue, Diana merasa senang' sekali, ia hanya bisa buat macam-macam kue tradisional pada akhirnya bisa mempelajari hal lainnya.
Sore ini hanya ada Arjuna dan Diana. Keduanya duduk di salah satu kafe, yang berada di pinggir sungai. Duduk di meja paling ujung menghindari sedikit keramaian.
" aku dengar kabar keluarga Rehan dan keluarga om-mu akan kembali melanjutkan perjodohan." ucap Juna memberitahu.
" Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Diana yang merasa heran.
" Aku bingung saja, kenapa Tante Lina dan tantemu itu ngotot sekali ingin menjodohkan mereka, terutama tantemu."ucap Juna yang membuat Diana mengerutkan dahinya,
Diana bisa menebak itu sudah pasti menginginkan Eka menikah dengan orang kaya raya, agar nama keluarga mereka semakin terpandang.
" kemarin apa yang kau bicarakan pada vera?" tanya Diana membuat Arjuna bingung.
" oh. Maksudku apa tujuanmu berkata jika dia adalah calon istrimu?"
" Karena aku suka pada adikmu."jawab Arjuna membuat kedua mata Diana melebar.
" Juna, jangan main-main." ucap Diana memperingati.
" Ana, aki Serius. Kau pikir selama ini apa alasanku sendiri? Tentu saja aku menunggu adikmu." ucap Juna , lagi-lagi membuat Diana terkejut.
Diana membuang nafas pelan,lalu mengedarkan pandangannya
Untuk membuang rasa gelisah di hatinya.
" Juna, kau tau aku dan adikku, kau tau kehidupan kami, kau juga tau latarbelakang kami. Juna, kau dan Vera tak pantas bersanding. Derajat kita berbeda. Apa kata papamu? Aku tidak mau sampai papamu membenci kami dan mengagap kami memanfaatkan kamu saja." ucap Diana yang merasa khawatir.
" sejak lama, papa sudah setuju." sahut Arjuna yang sekali lagi membuat Diana kaget mendengarnya.
Diana mengusap wajahnya kasar, bagaiman bisa Arjuna jatuh cinta pada Vera yang bukan siapa-siapa.
" Sebaiknya,kau pikir-pikir lagi, masih banyak perempuan di luar sana yang cantik, berpendidikan, dan sederajat dengan keluargamu." ucap Diana.
" kau tidak setuju?"tanya Juna langsung pada intinya.
" Ketidak setujuanmu hanya karena kita tidak sederajat? Diana keluargaku tidak seperti itu. Almarhumah mamaku, hanya anak seorang tukang cuci kalau keluarga papa memberinya pendidikan yang bagus. Tidak ada masalah."
" Dan seharusnya kau mencari yang sekufu."sahut Diana
" Kelak, aku Tidka ingin adikku berselisih paham hanya perbedaan pendapat si kaya dan si miskin."
" Kaya dan miskin,semua tergantung pada pribadi masing-masing. Menikah memang penting mencari pasangan yang sekufu. Tapi aku sudah melihat adikmu beberapa tahun, aku salut padamu yang bisa mendidik adikmu, sampai dia memiliki gelar sarjana. Dan kau rela melepas pendidikkanmu demi dia
Masih kurang kah, kebaikanku sampai kau tidak percaya, aku menikahi adikmu.?" tanya Arjuna ?
Yang membuat Diana terdiam, kedua mata Diana berkaca-kaca, haruskah ia menolak.
Laki-laki yang selama bertahun sudah membatu banyak hal ini?
" percayalah padaku, aku sudah mencintai adikmu sejak aku melihat dia pertama kali. Aku berjanji padamu akan memperlakukan Vera dengan sangat baik. Akan aku berikan dia cinta dan kasih sayang yang selama ini tidak pernah ia dapatkan dari ayah kandungnya." ucapan Juna, membuat air mata Diana menetes.
" Diana, jika aku dan Vera menikah. Aku berjanji padamu tidak akan mengundang Rehan dan merahasiakan tentang Vera.
" Bagaiman bisa kau merahasiakan tentang Vera, sudah pasti mereka akan penasaran siapa istrimu."
" Itu artinya, mau tidak mau, kau harus bertemu dengan Rehan nantinya." sahut Arjuna, seketika membuat Diana menghela nafas kasar.
Sebenarnya ada hal lain yang mengganjal di hatinya, jika salah satu dari mereka menikah. Itu artinya harus menemui sang ayah,
sebagai wali nikah yang sah.
" Juna, jangan sekarang. Aku belum siap untuk bertemu dengan Rehan dan aku juga belum siap bertemu dengan dia, kau pasti paham dengan apa yang aku maksud." ucap Diana yang membuat suasana hening.
Kepala Diana mendadak pusing memikirkannya, api kebencian mulai tersorot di mata Diana. Tidak, bukan Arjuna egois tapi memang sudah waktunya ia menyampaikan hal ini pada Diana.
" Vera sudah dewasa, dan dia berhak tentukan jalan hidupnya. Jika Vera menika, maka selesailah tugasku menjadi seorang kakak." ucap Diana dalam hati.
Sekali lagi, Diana mengorbankan perasaannya untuk kebahagiaan sang adik. meskipun selama ini Juna, tidak pernah bicara dan menyatakan apapun pada Vera,
tapi dia nggak bisa melihat kesungguhan hati pria ini.
" Gampang lah, nanti jodoh akan kita atur." ucapkan buat dia tertawa.
" Ada-ada saja,Kebahagiaan Vera sudah lebih cukup bagiku." sahut Diana yang pada akhirnya mengalah.
" Aku sudah merencanakan pernikahan ini secara tertutup, agar kau merasa nyaman."
ucap Juna yang begitu memahami perasaan Diana.
" Diana, apapun itu jangan pernah sungkan meminta bantuan padaku."
Dialah Diana, seorang anak pertama yang rela melakukan apa saja untuk adiknya. Arjuna sudah jatuh cinta pada Vera sejak lama. niatnya menikahi gadis itu, agar meringankan pundak Diana. yang selama bertahun-tahun sudah berjuang seorang diri, untuk menghidupi adiknya.
" Tapi seriuskan sama adikku" tanya Diana memastikan
" Jika tidak, kenapa aku menunggunya sejak kuliah sampai sekarang?"
Diana menarik kepalanya yang tidak gatal.
" Jika Vera menikah dengan Juna, hidupnya akan enak. Dia bisa membeli apapun yang dia mau, Vera bisa makan enak dan tidur di ranjang yang hangat " ucap Diana dalam hatinya.
Pada akhirnya Diana menyetujuinya. Mereka pun memutuskan untuk pulang menemui Vera, yang tinggal di rumah seorang diri. Baik Juna maupun Diana menjelaskan tentang niat baik Arjuna.
" Aku baru saja bekerja. Aku sudah janji membelikan kakak rumah, jika aku menikah bagaimana dengan janjiku? Aku juga berjanji akan membiayai kursus yang sedang di jalani kakak." ucap Vera yang merasa bimbang.
" Semua bisa di atur, gampang!." seru Arjuna lalu mengedipkan matanya pada Vera.
" Haiss..... gatal." ucap Vera membuat Diana dan Arjuna tertawa.
" Aku tidak akan melarangmu bekerja, bekerja saja sampai kau puas, tapi jika kau hamil. Aku akan meminta mu untuk berhenti."
" Idih...ngatur." sahut Vera yang membuat Arjuna tertawa. " Aku bercanda." ucap Vera.
" Pergi yuk. Aku mau bicara sama kamu." ajak Arjuna pada Vera.
" Boleh, aku pergi kak?" Ijin Vera pada kakaknya.
Diana menjawab dengan anggukan, Juna dan Vera memutuskan untuk pergi berdua saja. Tidak ada tujuan hanya memutari jalan saja sambil mencari tempat yang cocok buat ngobrol.
" Beli satu rumah sebagai hadiah untuk kakakmu."ucap Juna pada Vera.
" Kerja baru satu Minggu,mana ada uangku sebanyak itu Mas Juna jangan aneh-aneh deh. Kalau beneran serius sama aku , tunggu satu tahun lagi deh."
" Kalau aku serius sama kamu, segala yang kamu mau aku turuti. termaksud membeli rumah sebagai untuk hadiah Diana. Janjimu harus tetap kau tepati, dia satu-satunya orang yang memperjuangkan mu, sampai ke titik ini hingga dia lupa pada masa depannya sendiri."
" Tetap saja mahal." seru Vera.
" Tidak apa-apa anggap saja ini rasa terimakasih ku aku dan kamu pada kakakmu, kamu berterimakasih padanya karena dia sudah merawatmu dan mengurusmu sampai kamu berada di titik ini. Dan aku berterima kasih padanya sebentar dia sudah menjaga dan mengurus calon istriku." ucap Juna yang ada saja jawabannya.
" Bisa seperti ternyata." ujar Vera.
" Bisa dong, besok hari Sabtu kita pergi melihat rumah untuk kakakmu, diam saja ini kejutan kita berdua untuk Diana." ucap Juna memberitahu Vera.
" Tidak pacaran, tidak menjalin hubungan apa-apa, tiba-tiba menikah. Aku merasa aneh." ucap Vera.
" kalau begitu, pacaran setelah menikah." sahut Juna lalu mereka berdua tertawa.
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.