Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.
Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.
Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.
"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."
"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.
"Aku sudah menikah!"
Deg.
Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?
Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 - Emosinya Fauzi
Brugh brugh
Dengan keras penuh tenaga, Fauzi menggedor pintu rumah Shakira, tidak ada kata lembut dalam mengetuk yang ada emosi tak terhingga.
"SHAKIRA! KELUAR KAMU!" Mendapatkan ceramah dari pemilik tempat dia mengajar menjadikannya emosi, sejak kedatangan Shakira ia merasa kacau dan hidupnya tidak tenang. Terlebih gosip itu membuatnya malu dan dipandang bajingan oleh orang-orang menatapnya.
Setiap berpas-pasan sama orang pasti ada nada sinis tertuju padanya, kadang ada juga yang terang-terangan bilang suami begajulan tak tahu rasa syukur.
"SHAKIRA!! KELUAR! KALAU TIDAK DI BUKA AKU DOBRAK PINTUNYA!" sayangnya belum ada sahutan dari dalam rumah, meski sudah mondar mandir dan berisik di depan rumah orang, kenyataan Shakira tidak ada disana sampai sore menjelang malam.
Dari arah depan Shakira baru tiba, turun dari motor habis dari tempat dia bekerja.
Ketika Raka membawanya pergi, pria itu mengajak Shakira menemui bunda Nurul, izin ke tempat kerjaan dan ia bersyukur langsung di terima kerja di toko.
Menyadari ada motor berhenti, Fauzi melihatnya. Tatapan mata tak berhenti dari sosok wanita cantik di depannya, rasa marah yang dari tadi dia tahan semakin bertambah setelah tahu Shakira pergi dengan siapa.
"Makasih Mas sudah mau mengantar jemput aku, makasih juga sudah menghibur aku."
"Kalau ada apa-apa kasih tahu gue, anggap saja gue ini kakak lo dan jangan buang waktu Lo buat laki-laki yang tidak bisa menghargai Lo. Laki-laki banyak, bukan dia saja, gue yakin Lo akan menemukan seseorang itu."
Shakira mengangguk, tersenyum dan paham. Setelah merenung serta dapat pencerahan dari Raka tadi dia memutuskan menjadi wanita elegan, dalam artian cemburu tapi elegan, lawan musuh dengan cara elegan.
"Gue tahu elo marah sama mereka, saran gue jangan melupakan emosi lo seperti tadi, orang akan menilai Lo gila dan kasar jika terus menyudutkan. Kalau Lo mau melawannya, lawan dengan cara elegan."
"Contohnya?"
"Perbaiki diri Lo dulu, tunjukan sama orang kalau Lo berharga, fokus pada pengembangan diri sampai mereka merasa iri melihat Lo. Hadapi musuh dengan santai, biarkan mereka berbuat sesukanya dulu namun Lo juga perlu ngumpulin bukti kejahatannya secara diam-diam. Jika waktunya tiba Lo bisa gunakan bukti itu sebagai wujud balas dendam yang apik. Ini tergolong jahat sih, dendam emang gak diperbolehkan, hanya saja konsep disini berbeda, ingin membuat jera orang-orang yang sudah menganggap Lo remeh. Gue akan dukung apapun yang Lo lakukan selama itu dalam hal kebenaran dan kebaikan, dan gue juga tidak akan mempermasalahkan masa lalu lo karena semua itu masalah pribadi orang lain. Cukup gue ada disamping Lo sebagai kakak melindungi adeknya."
Nasehat dari Raka menjadi harapan serta penguatnya untuk tetap menjalani hidup. Soal rumahtangganya tidak akan menuntut apapun lagi dari Fauzi, ia akan pasrahkan segalanya pada sang pencipta.
"Kalau gitu gue masuk dulu, istirahat gih, udah malam, besok harus kerja lagi kan? Sebelum gue ngajar akan gue sempatkan dulu nganterin elo, Bunda Nurul juga tidak keberatan soal ini." Entahlah, Raka sendiri tidak tahu kenapa Huda dan Nurul mengizinkannya, jika orang lain mungkin sudah di larang tapi dia beda, malah diizinkan dan malah di titipkan Shakira padanya.
"Tolong jaga Shakira, tolong pastikan Shakira bahagia, Appa melihat kesedihan di mata Shakira dan Appa juga melihat ada kecocokan diantara kalian. Bukan semacam cocok sebagai pasangan tapi cocok menjadi saudara, wajah kalian mirip, cuman beda jenis kelamin saja."
Perkataan itu pula semakin mengganggu pikiran Raka, jika di lihat wajah mereka memang mirip, ada Shakira di wajahnya tapi tidak ada wajah dia di Shakira. Ah, Raka pusing memikirkan hal itu.
"Sekali lagi makasih, maaf merepotkan Mas Raka."
Barulah Raka menjalankan motornya ke yayasan Nurul Huda. Melihat itu Fauzi langsung berjalan menarik tangan Shakira.
Grep.
"Buka pintunya!"
"Apaan sih? Sakit tahu, lepas!" Shakira berontak, sayangnya malah semakin kencang.
"BURUAN BUKA PINTUNYA?"
Deg.
Rasa takut pun muncul, Shakira berusaha membuka kunci pintu dengan salah satu tangan masih di genggam oleh Fauzi.
Sudah terbuka pintunya Shakira ditarik masuk kedalam dan menghempaskan tubuhnya ke depan, tak terelakkan lagi, Shakira terhempas membentur meja tepat mengenai keningnya.
"Aww." Rasa sakit akibat benturan sangat terasa, ringisannya bahkan tidak di dengar oleh Fauzi seolah emosi mengalahkan rasa empati.
Pria itu berjongkok mencengkram erat kedua bahu Shakira. "Apa kamu puas buat aku malu, hah? Kamu puas sudah membuatku di tatap menjijikan sama semua orang?"
Gelengan kepala Shakira begitu lemah, sakit akibat cengkraman kuat di kulit menjadi salah satu pemicunya.
"A-aku tidak mengerti maksud kamu. Lepas Mas, ini sakit," lirihnya.
"JANGAN PURA-PURA BODOH! KAMU DAN RAKA SENGAJA BERSEKONGKOL MENJATUHKAN AKU KAN? KAMU PIKIR AKU BEGO? KAMU PEMBUAT MASALAH! MEMALUKAN!"
"JANGAN BAWA-BAWA MAS RAKA!" Sekuat tenaga dia mendorong dada Fauzi, pria itu terjengkang barulah dia berdiri.
"Dia tidak tahu apapun masalah kita. Dan asal kamu tahu, aku dan dia tidak bersekongkol masalah apapun. Jika semua orang menatapmu itu artinya mereka punya mata, gak buta. Salah kalau mereka melihat sekitarnya? Aneh kamu, Mas."
"Heh!" Fauzi berdiri kembali memegang kedua bahunya Shakira lagi. "Lagi dan lagi kamu selalu bela dia, begitupun dia suka bela kamu, jangan-jangan kalian punya hubungan hah?"
Shakira tak habis pikir sama pikiran Fauzi. "Kesambet dedemit gunung ini mah, ngawur kamu." Dia menepis tangan Fauzi, berjalan menuju dapur.
"Dibayar berapa kamu? Belum puas melayani banyak pria dan sekarang melayani Raka juga?"
Langkah Shakira terhenti, memejamkan mata berusaha sabar menghadapi sikap suaminya.
"Terserah kamulah, aku capek."
"Capek habis menjadi pelacurnya Raka!"
"TUTUP MULUTMU!" Shakira berbalik menunjuk Fauzi tepat di depan wajahnya.
"Benarkan? Atau kamu juga melayani orang-orang di dalam yayasan sampai mereka membela kamu sedemikian rupa. Mereka seolah menyalahkan aku dan Luna padahal KAMULAH BIANG MASALAHNYA!"
"Sudah marah-marahnya? Keluar dari sini!" Dari tadi dia menahan emosi sebisa mungkin tidak berteriak, tapi semakin kesini ucapan Fauzi semakin menyakitkan dihatinya.
"Kamu ngusir aku suamimu dan kamu akan memasukan pria lain kesini, gitu?" Bukannya sadar, Fauzi makin terpancing. Cemburu bercampur kesal menjadi satu hingga ia melampiaskan kemarahannya pada Shakira.
Plak!
Untuk pertama kalinya Shakira menampar Fauzi. "Kamu keterlaluan! Aku tidak seperti itu!"
Tamparan itu menjadikan Fauzi makin marah, dia meraih tengkuk Shakira. "TERUS SEPERTI APA HAH? SEPERTI INI."
Dengan brutal dia mencium bibir Shakira, wanita itu berontak menolak, bukan seperti ini yang dia mau, ini seperti pemaksaan.
Fauzi melepaskannya. "Kenapa menolak? BALAS AKU! BALAS CIUMANKU! ITU KAN YANG KAMU INGINKAN DARI PARA LAKI-LAKI? KEHANGATAN RANJANG!"
"KAMU JAHAT, MAS!" Shakira berontak dari Fauzi, melepaskan diri dari pria itu enggan melayani dalam keadaan seperti ini.
"TIDAK ADA SUAMI JAHAT SAAT MEMINTA PELAYANAN DARI ISTRINYA. SEKARANG LAYANI AKU SEPERTI KAMU MELAYANI BANYAK LAKI-LAKI! SE KA RANG!"
"Enggak!" tolak Shakira tegas.
"SHAKIRA!!!" Emosi tak bisa di cegah, dia menarik tangan Shakira menariknya ke dalam kamar.
Plak!
Brugh.
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.