Lou Chen, seorang pemuda biasa yang hidup di dunia modern, tiba tiba mendapatkan System Cek-in harian yang misterius . dengan System ini dia bisa mendapatkan hadiah dan kemampuan baru setiap hari . Namun apa yang tidak dia ketahui adalah , bahwa system ini akan membawa dia ke dunia Kultivasi immortal yang penuh bahaya dan rahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Pegunungan Biru
Seminggu berlalu dengan ketegangan yang konstan. Luo Chen tetap waspada setiap saat, tapi assassin misterius itu tidak pernah muncul lagi. Formasi pelindung Wang Xiaoxiao berfungsi dengan sempurna, tidak ada satu pun gangguan yang terdeteksi.
Tapi Luo Chen tahu ini hanya ketenangan sebelum badai. Keluarga Liu pasti menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Hari ini adalah hari keberangkatan untuk misi ke Pegunungan Biru. Luo Chen bangun lebih awal dari biasanya dan melakukan cek-in hariannya.
[07:00]
DING!
[Waktu cek-in telah tiba!]
"Cek-in!"
[Cek-in berhasil!]
[Selamat! Host mendapatkan: Jimat Pelindung 'Perisai Naga Sembilan Lapis']
[Keterangan: Jimat tingkat Langit yang dapat mengaktifkan perisai pelindung dengan sembilan lapis pertahanan. Setiap lapis bisa menahan satu serangan full power dari kultivator Golden Core tingkat rendah. Jimat akan hancur setelah semua lapis habis]
Luo Chen tersenyum puas. Sistem sepertinya tahu dia akan menghadapi bahaya dan memberikan perlindungan yang tepat. Dengan jimat ini ditambah Batu Formasi Pelindung dari Wang Xiaoxiao, pertahanannya sudah sangat kuat.
Dia mengenakan perlengkapan lengkap—jubah biru tua murid dalam yang sudah dilapisi dengan formasi pertahanan ringan, Pedang Bayangan Bulan di punggung, Pedang Es Abadi di pinggang kiri, dan berbagai item pendukung di ring penyimpanannya yang baru dengan kapasitas 100 meter kubik.
Saat keluar dari kamarnya, tiga gadis sudah menunggu di depan pintu.
Xiao Yao dengan ekspresi khawatir yang dia coba sembunyikan di balik wajah dinginnya. Lin Daiyu dengan mata berkaca-kaca yang siap menangis kapan saja. Dan Wang Xiaoxiao dengan senyum yang tidak mencapai matanya—pertanda dia juga khawatir meski tidak menunjukkannya secara terbuka.
"Kalian... bertiga datang?" Luo Chen terkejut tapi juga terharu.
"Tentu saja kami datang," kata Xiao Yao sambil melangkah maju. Dia mengeluarkan sebuah cincin dari jarinya—cincin perak dengan batu giok biru yang berkilau. "Ini cincin komunikasi. Kalau kau dalam bahaya, injeksikan Qi mu ke dalamnya dan aku akan segera datang. Apapun yang terjadi, aku akan datang."
Luo Chen menerima cincin itu dan langsung memakainya di jari tengah tangan kanannya. "Terima kasih, Yao-er."
Lin Daiyu maju berikutnya dengan kantong besar berisi pil-pil. "Ini semua pil terbaikku—Pil Pemulihan Jiwa, Pil Detoksifikasi, Pil Peningkat Kekuatan Sementara, dan Pil Ledakan Qi versi baru yang lebih kuat. Gunakan dengan bijak."
"Kau membuatkan ini semua untukku?" Luo Chen merasakan kehangatan di dadanya.
"Aku menghabiskan seminggu penuh membuatnya," Lin Daiyu tersenyum meski matanya berkaca-kaca. "Jadi kau harus kembali dengan selamat agar aku tidak menyesal sudah menghabiskan bahan-bahan berharga."
"Aku akan kembali. Aku berjanji."
Wang Xiaoxiao terakhir yang maju. Dia menatap Luo Chen dengan serius—sangat berbeda dari sikap main-mainnya yang biasa.
"Luo Chen, aku punya firasat buruk tentang misi ini," katanya dengan pelan. "Terlalu kebetulan bahwa assassin itu mengawasimu seminggu lalu, dan sekarang kau harus pergi ke tempat terpencil seperti Pegunungan Biru."
"Kau pikir ini jebakan?"
"Mungkin. Atau mungkin mereka akan menyerang saat kau sedang sendirian di pegunungan itu," Wang Xiaoxiao mengeluarkan sebuah gulungan teleportasi—item yang sangat langka dan mahal. "Ini gulungan teleportasi darurat. Kalau kau dalam bahaya yang sangat besar, robek gulungan ini dan kau akan langsung diteleportasi kembali ke sekte. Tapi hanya bisa digunakan sekali, jadi gunakan hanya saat benar-benar diperlukan."
Luo Chen menerima gulungan itu dengan hati-hati. "Xiaoxiao, ini terlalu mahal—"
"Nyawa mu jauh lebih berharga dari gulungan ini," potong Wang Xiaoxiao sambil memeluk Luo Chen erat. "Kembali lah dengan selamat. Aku masih punya banyak hal yang ingin kulakukan denganmu."
Luo Chen membalas pelukan itu, lalu memeluk Xiao Yao dan Lin Daiyu juga. Tiga gadis ini... mereka adalah alasan terbesar kenapa dia harus kembali dengan selamat.
"Aku berjanji akan kembali," katanya dengan tekad yang kuat. "Percaya padaku."
Gerbang sekte ramai dengan murid-murid yang mengambil berbagai misi. Luo Chen bergabung dengan kelompok yang akan pergi ke Pegunungan Biru—total ada lima orang.
Selain Luo Chen, ada:
Chen Feng - Murid dalam ranking lima, Foundation Establishment tingkat 4, ahli pedang dengan teknik api. Pemuda berambut merah dengan sikap arogan tapi jujur.
Zhou Mei - Murid dalam ranking delapan, Foundation Establishment tingkat 3, ahli dalam teknik ilusi dan racun. Wanita cantik berusia dua puluh tiga tahun dengan mata tajam dan senyum misterius.
Han Yu - Murid dalam ranking lima belas, Foundation Establishment tingkat 2, ahli dalam teknik pertahanan dan formasi. Pemuda pendiam dengan kacamata dan buku yang selalu dibawanya.
Bai Ling - Murid dalam ranking dua puluh, Foundation Establishment tingkat 1, ahli dalam kecepatan dan serangan jarak jauh dengan panah. Gadis muda berusia delapan belas tahun dengan sifat ceria dan energik.
Luo Chen adalah satu-satunya yang masih Qi Refining, tapi karena reputasinya yang mengalahkan Liu Yang, tidak ada yang meremehkannya. Bahkan Chen Feng yang terkenal arogan menyapanya dengan hormat.
"Luo Gongzi," sapa Chen Feng sambil mengangguk. "Aku sudah mendengar banyak tentangmu. Senang bisa bekerja sama dalam misi ini."
"Senang juga bisa bekerja sama denganmu, Chen Xiong," balas Luo Chen dengan sopan.
Zhou Mei mendekat dengan senyum menggoda. "Luo Gongzi sangat terkenal di kalangan murid wanita. Mereka semua membicarakan betapa tampan dan kuatnya kau."
"Zhou Jie terlalu memuji," Luo Chen sedikit canggung dengan pujian terang-terangan seperti itu.
Han Yu hanya mengangguk sopan sambil mendorong kacamatanya, sementara Bai Ling melompat-lompat dengan excited.
"Aku sudah tidak sabar untuk petualangan ini!" serunya dengan semangat. "Pegunungan Biru katanya sangat indah! Dan binatang-binatang di sana juga sangat kuat! Pasti seru!"
"Bai Ling, jangan terlalu sembrono," tegur Zhou Mei dengan lembut. "Pegunungan Biru sangat berbahaya. Banyak murid yang tidak pernah kembali dari sana."
"Aku tahu, aku tahu," Bai Ling menjulurkan lidahnya. "Tapi kan ada kalian semua! Kita pasti bisa melindungi satu sama lain!"
Seorang tetua—Tetua Wang dari Paviliun Misi—muncul untuk memberikan briefing terakhir.
"Misi kalian adalah mengambil Bunga Salju Abadi dari Puncak Tertinggi Pegunungan Biru," jelasnya sambil mengeluarkan sebuah peta. "Bunga ini hanya mekar sekali dalam lima tahun, dan sekarang adalah waktunya. Bunga ini sangat penting untuk membuat Pil Terobosan Foundation tingkat tinggi."
Dia menunjuk ke berbagai titik di peta.
"Perjalanan akan memakan waktu tiga hari untuk mencapai kaki gunung, dua hari untuk mendaki ke puncak, dan tiga hari untuk kembali. Total delapan hari. Kalian punya persediaan untuk sepuluh hari sebagai cadangan."
"Di pegunungan ini ada berbagai binatang buas—mulai dari tingkat Qi Refining di kaki gunung, hingga Foundation Establishment di bagian tengah, dan bahkan beberapa Golden Core di puncak. Hati-hati dan jangan terlalu jauh dari kelompok."
"Kalau ada emergency, gunakan flare ini," dia memberikan masing-masing satu flare berwarna merah. "Flare ini akan mengirimkan sinyal ke sekte dan tim penyelamat akan dikirim. Tapi perlu waktu minimal satu hari untuk mereka tiba, jadi gunakan hanya kalau benar-benar diperlukan."
Setelah briefing selesai, kelompok mereka berangkat.
Tiga hari pertama perjalanan berjalan lancar. Mereka melewati hutan dan dataran dengan kecepatan tinggi menggunakan teknik ringan. Sesekali mereka bertemu dengan binatang buas, tapi semuanya tingkat rendah yang mudah ditangani.
Di malam hari, mereka berkemah dan bergiliran berjaga. Luo Chen menggunakan waktu jaga malam nya untuk kultivasi, memadatkan Qi-nya lebih lanjut sambil tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.
Chen Feng ternyata adalah teman ngobrol yang baik. Dia bercerita tentang berbagai petualangannya sebelumnya, teknik-teknik yang dia pelajari, dan ambisinya untuk menjadi murid inti.
Zhou Mei lebih misterius. Dia jarang berbicara, tapi saat berbicara, kata-katanya selalu bermakna. Luo Chen merasakan ada sesuatu yang aneh dengan wanita ini, tapi dia tidak bisa memastikan apa.
Han Yu menghabiskan sebagian besar waktunya membaca buku dan memeriksa formasi pelindung di sekitar kamp mereka. Dia sangat teliti dan perfeksionis—tipe orang yang Luo Chen hargai.
Bai Ling adalah sinar matahari dalam kelompok. Gadis ini selalu ceria, selalu bersemangat, membuat suasana perjalanan menjadi lebih ringan meski mereka sedang menuju tempat berbahaya.
Pada hari keempat, mereka akhirnya mencapai kaki Pegunungan Biru.
Pegunungan itu megah—puncaknya tertutup salju abadi meski di kaki gunung cuacanya hangat. Kabut tipis menyelimuti lereng gunung, memberikan aura misterius.
"Dari sini perjalanan akan lebih sulit," kata Chen Feng sambil menatap gunung dengan serius. "Kita akan bertemu dengan binatang Foundation Establishment. Semua harus tetap waspada."
Mereka mulai mendaki. Jalurnya curam dan berbatu, dipenuhi dengan pepohonan tinggi yang menghalangi pandangan. Suara binatang buas terdengar dari kejauhan—auman, geraman, teriakan yang menakutkan.
Beberapa jam mendaki, mereka bertemu dengan musuh pertama yang serius.
Harimau Salju—binatang buas Foundation Establishment tingkat 3 dengan bulu putih seperti salju dan mata biru yang menusuk. Monster ini dikenal sangat agresif dan teritorial.
"Formasi pertahanan!" perintah Chen Feng.
Kelima orang langsung mengambil posisi. Han Yu menciptakan formasi pelindung di sekitar mereka. Zhou Mei menyiapkan racunnya. Bai Ling mengarahkan panahnya. Chen Feng menyalakan api di pedangnya. Dan Luo Chen mengeluarkan Pedang Bayangan Bulan.
ROAAAAR!
Harimau Salju menyerang dengan kecepatan mengerikan!
"Sekarang!" teriak Chen Feng.
Dia maju duluan dengan pedang apinya, menciptakan dinding api yang menghalangi lintasan harimau. Binatang itu melompat ke samping untuk menghindari—
SYUUUT!
Tiga panah Bai Ling melesat dan mengenai kaki harimau, memperlambat gerakannya.
Zhou Mei melempar bubuk racun yang langsung meledak menjadi kabut ungu. Harimau menghirup sedikit dan langsung terlihat pusing.
Luo Chen melihat kesempatan. Dia mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu dan melesat ke samping harimau.
"Tebasan Langit Beku!"
SYUUUT!
Tebasannya mengenai leher harimau dengan presisi sempurna!
SPLASH!
Darah menyembur! Harimau Salju jatuh dengan luka fatal di lehernya!
Kelompok itu menatap Luo Chen dengan kagum.
"Luo Gongzi... kau sangat kuat," kata Bai Ling dengan mata berbinar. "Serangan terakhirmu itu... luar biasa!"
"Kita bekerja sama dengan baik," jawab Luo Chen sambil membersihkan pedangnya. "Tanpa kalian membuat opening, aku tidak akan bisa menyerang."
Chen Feng tertawa besar. "Rendah hati juga! Aku semakin suka denganmu, Luo Gongzi!"
Mereka melanjutkan pendakian dengan semangat yang lebih tinggi. Kerjasama mereka terbukti sangat efektif.
Tapi saat malam mulai turun dan mereka sedang mencari tempat berkemah, Luo Chen merasakan sesuatu yang aneh.
Seseorang mengikuti mereka.
Dan orang itu sangat mahir menyembunyikan auranya—bahkan lebih mahir dari assassin yang mengawasinya seminggu lalu.
Luo Chen tidak menunjukkan bahwa dia menyadari keberadaan penguntit itu. Dia hanya mengirimkan sedikit Qi ke cincin komunikasi dari Xiao Yao, memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Malam itu, mereka berkemah di sebuah gua kecil yang dilindungi formasi Han Yu. Saat yang lain tidur, Luo Chen diam-diam keluar dengan alasan ingin buang air.
Di luar gua, di tengah kegelapan hutan, dia berbisik pelan:
"Aku tahu kau di sana. Keluar lah."
Keheningan.
Lalu, dari bayang-bayang pohon, sesosok figur berpakaian hitam muncul. Wajahnya tertutup topeng, tapi auranya—Golden Core tingkat 2!
"Tajam," suara pria itu dalam dan dingin. "Untuk Qi Refining tingkat 9, kemampuan sensing mu luar biasa."
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Luo Chen sambil menggenggam pedangnya.
"Itu tidak penting," jawab assassin itu. "Yang penting adalah—kau akan mati malam ini."
Dia mengeluarkan belati hitam yang mengeluarkan aura kematian yang pekat.
Luo Chen merasakan bahaya maut. Ini adalah assassin profesional tingkat Golden Core—jauh lebih kuat dari Liu Yang!
Tapi dia tidak panik. Dia sudah punya persiapan.
"Sebelum kau membunuhku," kata Luo Chen dengan tenang, "boleh aku tahu—berapa Keluarga Liu membayarmu?"
Assassin itu terdiam sejenak, lalu tertawa dingin. "Cukup banyak. Kepalamu dihargai seribu keping kristal."
Seribu keping kristal—setara dengan sepuluh juta keping emas! Keluarga Liu benar-benar serius ingin membunuhnya!
"Sayang sekali uang sebanyak itu akan terbuang," kata Luo Chen sambil mengaktifkan Jimat Pelindung Perisai Naga Sembilan Lapis.
Cahaya emas langsung menyelimuti tubuhnya, membentuk perisai tembus pandang dengan motif naga.
"Jimat pelindung tingkat Langit?" assassin itu sedikit terkejut. "Tidak heran kau berani keluar sendirian. Tapi jimat seperti itu tidak akan menyelamatkanmu dari Golden Core!"
Dia menyerang dengan kecepatan yang hampir tidak terlihat!
CLANG!
Belatinya menabrak perisai—lapis pertama retak tapi menahan serangan!
CLANG!
Serangan kedua—lapis kedua hancur!
CLANG!
Serangan ketiga—lapis ketiga pecah!
Dalam tiga detik, tiga lapis sudah habis!
Luo Chen mundur sambil mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu secepat mungkin. Dia tidak bisa melawan assassin ini secara langsung—perbedaan kekuatan terlalu besar!
"ADA MUSUH!" teriaknya sekuat tenaga, membangunkan yang lain.
Assassin itu menyeringai di balik topengnya. "Terlambat. Aku akan membunuhmu sebelum mereka keluar!"
CLANG! CLANG! CLANG!
Tiga lapis lagi hancur dalam sekejap!
Tinggal tiga lapis terakhir!
Luo Chen mengeluarkan gulungan teleportasi dari Wang Xiaoxiao, siap merobeknya—
BOOM!
Tiba-tiba, sebuah pedang es raksasa jatuh dari langit dan menghalangi antara Luo Chen dan assassin!
Assassin itu melompat mundur dengan waspada.
Dari langit, sosok berpakaian jubah biru tua dengan aura yang sangat kuat turun dengan anggun.
Xiao Yao.
Mata gadis itu dingin seperti es saat menatap assassin. "Berani menyentuh orangku?"
Auranya meledak—Foundation Establishment tingkat 9 yang hampir menyentuh Golden Core!
"Xiao Yao?!" assassin itu terdengar terkejut. "Kenapa kau bisa di sini secepat ini?!"
"Karena aku selalu siap untuk melindungi orang yang aku sayangi," jawab Xiao Yao sambil mengarahkan Pedang Salju Abadinya. "Sekarang, bersiap lah untuk mati."
[Bersambung ke Bab 12]