Kenji Arashi terbangun di dunia One Piece setelah kematian yang tak masuk akal.
Tanpa sistem, tanpa takdir istimewa, ia justru mendapatkan Buah Iblis Web Web no Mi—kekuatan jaring laba-laba yang memberinya refleks, insting, dan mobilitas layaknya Spiderman.
Di lautan penuh monster, bajak laut, dan pemerintah dunia, Kenji memilih jalan berbahaya: bergabung sebagai kru resmi Topi Jerami, bertarung di garis depan, dan tumbuh bersama Luffy dari awal hingga akhir perjalanan.
Di antara jaring, Haki, dan takdir laut, satu hal pasti—
legenda baru saja di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Smoker vs Straw Hats
Debu pasir perlahan mengendap, menyingkap sosok Smoker yang berdiri kokoh di tengah oasis. Cerutunya mengeluarkan asap tipis yang bercampur dengan kemampuan Moku Moku no Mi-nya.
"Kalian sudah membuat kekacauan cukup lama," kata Smoker sambil menatap kami satu per satu. "Saatnya perjalanan kalian berakhir."
Luffy melangkah maju, memasang ekspresi serius. "Smoker... kami tidak punya waktu untuk main-main denganmu sekarang. Ada hal lebih penting yang harus kami lakukan!"
"Hal lebih penting?" Smoker menyeringai sinis. "Kalian bajak laut. Satu-satunya hal penting adalah menangkap kalian."
Tubuhnya mulai mengeluarkan asap putih tebal yang menyebar ke segala arah!
"White Out!"
Asap memenuhi area dengan cepat, menghalangi pandangan kami semua!
"Aku tidak bisa melihat!" Usopp berteriak panik.
"Tetap berkumpul! Jangan terpisah!" Zoro berteriak sambil mengayunkan pedangnya ke asap—tapi tidak ada gunanya. Asap terus mengalir.
Spider Sense ku berdering! Smoker menyerang dari dalam asap!
"LUFFY! KIRI!" teriakku.
Luffy bereaksi cepat, menghindar dari serangan jitte Smoker yang muncul tiba-tiba dari kabut asap!
WHAM!
Jitte menghantam tanah tempat Luffy berdiri sedetik lalu, menciptakan kawah kecil.
"Kau tidak bisa lari selamanya, Straw Hat!" Smoker menarik jitte-nya dan kembali menghilang dalam asap.
"Taktik licik," gumam Sanji sambil mencoba melihat melalui asap. "Dia gunakan asap untuk menyerang dari blind spot!"
Aku menutup mata, fokus pada Spider Sense. Kalau mata tidak berguna, aku harus andalkan insting!
Berdering lagi! Dari arah Nami!
"Nami! Mundur!"
Nami melompat ke belakang tepat saat jitte Smoker menembus asap dari arah dia berdiri!
"Terima kasih, Kenji!"
Smoker keluar sebentar dari asap, menatapku dengan penasaran. "Kau bisa merasakan seranganku? Menarik."
Dia menghilang lagi ke dalam asap.
"Aku punya ide!" Nami tiba-tiba berteriak. Dia mengangkat Clima-Tact-nya tinggi-tinggi. "Thunder Tempo!"
CRACK!
Petir menyambar dari atas, menciptakan medan elektrik yang kuat!
Asap Smoker terdispersi sementara karena udara panas dari petir!
"Bagus, Nami-swan!" Sanji memuji.
Pandangan kami sedikit lebih jelas sekarang!
Smoker muncul kembali, kali ini dengan ekspresi lebih serius. "Kalian lebih kuat dari terakhir kali kita bertemu. Tapi itu tidak cukup!"
Dia melesat dengan kecepatan tinggi—langsung ke arah Luffy!
"White Blow!"
Tinjunya yang terbuat dari asap padat melesat!
Luffy membalasnya dengan tinjuan sendiri! "Gomu Gomu no Pistol!"
WHAM!
Kedua tinjuan bertabrakan di udara!
Tapi Smoker punya keuntungan—jitte-nya mengandung Kairouseki, batu laut yang bisa menetralisir kekuatan Devil Fruit!
Dia mengayunkan jitte dengan cepat!
Luffy hampir terkena—tapi Zoro tiba-tiba muncul dari samping!
"Nitoryu: Taka Nami!"
CLANG!
Pedang Zoro memblokir jitte Smoker!
"Jangan sentuh kapten kami!" Zoro mendesis.
Smoker mendorong Zoro ke belakang dengan kekuatan mentah. "Pirate Hunter Zoro... bounty-mu juga sudah naik. 60 juta Belly sekarang."
"Aku tidak peduli bounty!" Zoro menyerang dengan dua pedang sekaligus!
Mereka bertukar serangan dengan cepat—pedang vs jitte, menciptakan percikan api setiap kali beradu!
Tapi Smoker lebih kuat. Dia mendorong Zoro mundur dengan white smoke punch!
WHAM!
Zoro terpental ke belakang, batuk-batuk.
"Zoro!" Chopper berlari ke arahnya.
Smoker akan menyerang lagi—tapi aku tidak akan biarkan!
Aku menembakkan jaring ke kakinya! "Spider Thread: Binding!"
Jaring melilit kaki Smoker—tapi dia langsung mengubah bagian bawah tubuhnya jadi asap! Jaring melewati asap tanpa efek!
"Serangan fisik tidak berguna padaku," katanya sambil menyeringai.
Dia berubah menjadi asap penuh dan melesat ke arahku dengan kecepatan tinggi!
"Kenji! Awas!" Vivi berteriak.
Aku melompat ke samping—tapi Smoker terlalu cepat!
Dia kembali solid dan menangkapku dengan tangan asapnya, mengangkatku dari tanah!
"Kau punya kemampuan menarik, anak muda," katanya sambil mencengkram leherku. "Tapi kau masih terlalu lemah."
Aku tersedak, mencoba melepaskan diri—tapi cengkramannya terlalu kuat!
"LEPASKAN DIA!" Luffy berteriak marah. "Gomu Gomu no Bazooka!"
Kedua tangannya meregang dan melesat ke arah Smoker!
Smoker terpaksa melepaskanku untuk menghindar!
Aku jatuh ke pasir, batuk-batuk sambil memegang leher.
"Kau tidak apa-apa?!" Luffy membantu aku berdiri.
"Hah... hah... iya, aku baik-baik saja," jawabku sambil mengatur napas. "Tapi dia terlalu kuat. Kita tidak bisa mengalahkannya dengan cara biasa."
Smoker berdiri dengan jitte teracung. "Sudah cukup main-main. Aku akan tangkap kalian semua sekarang!"
Tapi sebelum dia menyerang—
BOOM!
Ledakan besar terjadi di kejauhan—arah Alubarna!
Semua orang menoleh.
Asap hitam mengepul dari arah ibu kota.
"Alubarna!" Vivi berteriak dengan panik. "Pertempuran sudah dimulai!"
Wajahnya pucat pasi. Tangannya gemetar.
"Kita... kita harus cepat! Rakyatku... ayahku..."
Luffy menatap Smoker dengan serius. "Smoker. Kami benar-benar tidak punya waktu. Ada orang jahat yang mencoba menghancurkan negara ini. Biarkan kami pergi!"
Smoker terdiam sejenak, menatap asap di kejauhan.
"Penjahat?" katanya pelan. "Kau pikir aku akan percaya kata-kata bajak laut?"
"Baroque Works!" Vivi berteriak dengan putus asa. "Mereka organisasi kriminal yang mencoba menggulingkan kerajaan Alabasta! Pemimpin mereka adalah salah satu dari Shichibukai! Kami mencoba menghentikan mereka!"
Smoker menatap Vivi dengan tajam. "Shichibukai? Yang mana?"
"Crocodile," jawab Vivi dengan mata berkaca-kaca.
Ekspresi Smoker berubah. Dia mengerutkan kening, seolah sedang memproses informasi.
"Crocodile..." gumamnya. "Pahlawan Alabasta..."
"Dia bukan pahlawan!" Vivi berteriak. "Dia dalang dari semua ini! Dialah yang membuat pemberontakan! Dialah yang ingin menghancurkan negara kami!"
Hening sejenak.
Smoker menatap kami semua—Luffy yang berdiri dengan tekad, Vivi yang menangis, dan kami yang terluka tapi tetap berdiri.
Akhirnya, dia menurunkan jitte-nya.
"Pergi," katanya pelan.
"Eh?" Luffy terkejut.
"Aku bilang pergi!" Smoker mengulangi dengan suara lebih keras. "Aku akan investigasi Crocodile sendiri. Kalau ternyata dia memang bersalah... aku yang akan menangkapnya."
Dia berbalik, membelakangi kami.
"Tapi ingat, Straw Hat. Setelah urusan ini selesai, aku akan tetap mengejarmu. Kau tetap bajak laut. Aku tetap Marine."
Luffy tersenyum lebar. "Tentu! Aku tunggu, Smoker!"
"Cepat pergi sebelum aku berubah pikiran!"
Kami tidak perlu diperintah dua kali.
"Ayo! Ke Alubarna!" Luffy berteriak.
Kami semua berlari—meninggalkan Smoker yang berdiri sendirian di oasis, menatap asap hitam di kejauhan dengan ekspresi serius.
Pertempuran sebenarnya baru saja dimulai.